Always Love You My Husband

Always Love You My Husband
Season 2 ( 8 )



Semua orang menjadi merasa khawatir, tapi tiba tiba ada seseorang datang dan mendekati mereka.


"Saya yang akan mendonorkan darah untuk nya, karna golongan darah saya A juga" ucap orang itu.


"Kamu??" ucap Gunawan yang merasa gugup bercampur takut melihat orang yang ada dihadapan ini.


"Iya saya Reno Putra Pratama, dan aku harap kamu masih belum melupakan ku kan" ucap orang yang ternyata adalah Reno bersama dengan Doni yang datang ketempat itu.


Flashback


Diruangan kerja nya Reno terlihat sibuk dengan jarinya yang mengotak atik komputernya.


Tiba Tiba Doni masuk kedalam ruangan untuk menemui bosnya itu.


"Bos, aku sudah mendapat foto dari Ayah nya Amanda. Coba bos lihat dulu, apakah dia adalah orang yang sama yang pernah bos temui dan memberikan putri boss pada nya"ucap Doni sambil mengeluarkan beberapa foto dari map yang dia bawa.


Reno pun melihat foto itu, dia terkejut saat melihat foto itu dan berkata" Ini adalah orang yang aku temui saat tragedi itu, jadi benar Amanda adalah putriku"


"Tidak Salah lagi bos" ucap Doni.


"Apa kau tahu dimana tempat tinggal mereka"ucap Reno.


"Saya tahu boss, saya sudah mengetahui saat datang ke sekolah tempat bos memberikan Donasi itu. Saat itu Saya langsung menanyakan alamat Amanda dan Kepala sekolah itu langsung memberikannya padaku"ucap Doni.


"Baiklah pesankan tiket penerbangan menuju kota itu, karna besok pagi kita akan pergi kesana" ucap Reno.


"Baik bos"ucap Doni.


"Kalau begitu saya pulang dulu" ucap Reno yang berdiri dari kursi nya dan memakai jas nya.


Semua pada karyawan kantor nya menunduk saat Reno sedang menuju ke lift.


Reno pun sudah sampai di parkiran dan langsung menaiki mobil nya dan pergi meninggalkan tempat itu.


Dimalam hari Reno sudah sampai di sebuah mansion yang terlihat berbeda dari sebelum nya.


Karna setelah kejadian 16 tahun yang lalu, Reno terpaksa harus membeli mansion yang baru lagi.


Reno bisa saja merenovasi nya tapi dia tidak ingin karna begitu banyak kenangan yang tertinggal di situ.


Dan Reno tidak ingin dia dan Sherlin mengingat kenangan kenangan yang akan membuat mereka jadi bersedih lagi.


Setelah masuk kedalam mansion, Reno melihat Sherlin yang tengah berdiri di dekat pembatas balkon itu.


"Kenapa berdiri disini sayang? Ayo masuk nanti kau bisa masuk angin" ucap Reno.


Reno pun membawa Sherlin menuju kamar mereka.


Sampai didalam Reno langsung mengambil koper dan mengemasi beberapa pakaian nya kedalam koper itu.


"Kau mau kemana Reno??" tanya Sherlin.


"Besok aku akan pergi keluar kota, karna ada urusan bisnis disana " ucap Reno.


Sherlin yang mendengar itu langsung membaringkan tubuhnya diatas kasur.


Reno yang melihat Sherlin tidak merespon perkataan nya lagi langsung menghentikan kegiatan mengemas pakaian nya dan pergi mendekati Sherlin.


"Aku hanya pergi untuk beberapa hari saja, dan itupun aku pun pergi bersama dengan Doni. Jadi kau jangan berpikir kalau akau akan menghianati mu"ucap Reno sambil memandang wajah Sherlin.


"Aku takut Reno jika kau akan meninggalkan ku, karna semenjak kejadian itu aku selalu mengabaikan mu. Aku takut kalau kau sudah bosan dengan sikap ku ini dan mencari seseorang yang bisa memperhatikan mu"ucap Sherlin sambil menangis.


"Kenapa kau berbicara seperti itu"ucap Reno.


"Aku sudah kehilangan keluarga dan anakku Reno, dan sekarang aku tidak mau kehilangan mu lagi"ucap Sherlin.


"Aku tidak akan meninggalkan mu sayang"ucap Reno.


Kemudian Reno mencium bibir Sherlin dan Sherlin pun membalas nya karna selama ini Sherlin tidak pernah memberikan perhatian seperti ini pada Reno sejak kejadian 16 tahun yang lalu.


Akhirnya pasangan itu pun memadu kasih yang sudah mereka rindukan selama ini.


Terlihat Reno yang melampiaskan hasrat nya sudah dia tahan beberapa tahun ini.


Itu karna dia tidak ingin memaksa Sherlin untuk melakukan itu disaat dia tahu bahwa istri nya itu masih terpukul karna kerjadian yang membuat mereka kehilangan anak dan keluarganya.


Sedangkan Sherlin hanya bisa mengikuit permainan suaminya, kali ini dia tidak mau egois karna selama ini dia tidak memenuhi kebutuhan suaminya ini.


Selama ini Sherlin selalu mengabaikan Reno dan membuat nya jadi merasa salah dan dia takut Reno akan pergi meninggalkannya karena Reno pasti akan merasa bosan dengan sikapnya ini.


Seperti biasa setelah melakukan itu, Sherlin selalu merasa lelah dan langsung tertidur, sedangkan Reno kembali membereskan barang barang yang diperlukan untuk keberangkatan nya menuju kota tempat tinggal anaknya itu.


Selesai membereskan keperluannya, Reno kembali ke kasur dan berbaring sambil memeluk tubuh polos istrinya itu.


"Aku akan membawa anak kita sayang dan kau pasti akan merasa sangat senang melihat putri kita yang sudah tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik seperti dirimu"ucap Reno dalam hatinya sambil mengelus wajah yang Sherlin yang tengah tertidur.


Reno pun memutuskan untuk tidur agar besok dia tidak kesiangan.


keesokan hari nya terlihat Reno yang sudah bersiap siap, sedangkan Sherlin masih tertidur diatas kasur yang besar itu.


Sherlin pun terbangun dari tidurnya dan Reno langsung mendekati Sherlin.


"Kau sudah bangun?"tanya Reno sambil memegang wajah istrinya.


Sherlin hanya mengangguk dan dia pun bangkit dari tidurnya dan duduk dengan menyandarkan punggung nya di kepala ranjang itu.


"Kau mau pergi?"tanya Sherlin.


"Iya, dan aku akan segera kembali kalau semua nya sudah selesai" ucap Reno sambil mencium puncak kepala Sherlin.


Sherlin pun hanya bisa memejamkan matanya saat mendapat perlakuan seperti itu.


"Maaf karna tidak membantu mu mengemasi keperluan mu"ucap Sherlin.


"Tidak apa apa, pasti kau merasa sangat lelah jadi sekarang kau tidur lagi dan jaga dirimu selama aku tidak ada disini"ucap Reno.


"Hmm" ucap Sherlin yang yang berdeham.


"Iya, kamu juga hati hati ya" ucap Sherlin.


Reno pun mengangguk kepalanya dan pergi dari situ.


"Aku mempercayaimu Reno" ucap Sherlin karna takut kalau Reno akan selingkuh dibelakangnya.


Sherlin pun hanya menatap kepergian suaminya.


🌷🌷🌷


Saat ini Reno sudah sampai di kota itu, dan mereka pun langsung menuju ke rumah pria yang pernah Reno temui dan menitipkan putrinya padanya.


"Apa ini rumah nya??"tanya Reno yang sedang berada dimobil sambil menatap kearah rumah yang terlihat kecil dan sederhana.


"Iya bos" ucap Doni.


Mereka pun keluar dari mobil dan menuju kerumah itu.


Saat sudah sampai disana Reno tidak ada melihat tanda tanda keberadaan orang di rumah tersebut.


Tapi tiba tiba tetangga didepan rumah itu datang dan memberitahu kalau pemilik rumah ini barusan saja pergi kerumah sakit karna putrinya sedang kecelakaan.


Reno terkejut saat mendengar bahwa putri kecelakaan.


Diapun langsung menanyakan keberadaan rumah sakit itu pada orang itu yang ternyata pemilik warung yang ada didepan rumah ini.


Setelah mendapatkan alamat rumah sakit, Reno dan Doni langsung segera pergi menuju kesana.


Saat sudah sampai disana di bertanya kepada bagian administrasi untuk menanyakan ruangan pasien yang bernama Amanda.


Perawat pun mengatakan bahwa ada pasien bernama Amanda yang beberapa jam sudah dibawa kesini karna kecelakaan dan dia ada diruangan nya.


Perawat itupun langsung memberitahu dimana letak ruangan itu.


Reno dan Doni pun langsung segera menuju kesana.


Dari kejauhan Reno melihat pria itu dalam keadaan raut wajah yang terlihat sedang cemas dan khawatir.


Saat Reno mendekat ternyata mereka tidak menyadari nya.


Dan tiba tiba Reno mendengar bahwa putrinya saat ini membutuhkan kan pendonoran darah.


Reno mendengar percakapan mereka bahwa dokter itu sedang mencari golongan darah A,


kebetulan Reno juga memiliki golongan yang sama dengan putrinya.


"Saya yang akan mendonorkan darah untuk nya, karna golongan darah saya A juga" ucap Reno sambil mendekati mereka.


Flasback end


Semua orang disana merasa terkejut dengan kehadiran Reno begitu juga dengan Gunawan.


"Kamu??" ucap Gunawan yang merasa gugup bercampur takut melihat orang yang ada dihadapan ini.


"Cepat masuk Tuan, karna pasien sangat memerlukan darah ini" ucap perawat itu.


Reno pun masuk dan melakukan beberapa pemeriksaan sebelum mendonorkan darah nya.


Reno belum ingin menyelesaikan urusan dengan Gunawan, yang terpenting sekarang adalah menyelamatkan putri nya dari bahaya.


Beberapa jam kemudian akhirnya Reno selesai mendonorkan darah nya begitu juga dengan Amanda yang keadaan nya sudah stabil.


Semua keluarganya sudah diperbolehkan masuk untuk melihat keadaan Amanda.


Sedangkan diruangan lain terlihat Reno bangkit dari ranjang itu.


"Tuan mau kemana" ucap perawat itu.


"Saya mau melihat keadaan putri saya"ucap Reno.


"Tapi tuan baru selesai mendonorkan darah,sekarang tuan istirahat dulu" ucap perawat itu.


"Saya tidak apa apa"ucap Reno.


"Tidak apa apa, bos saya memang agak keras kepala"ucap Doni.


Akhirnya perawat itu mengijinkan Reno untuk pergi keruangan sebelah.


Doni langsung membawa Reno menuju ruangan Amanda.


Saat masuk kedalam ruangan itu, Reno melihat Amanda putrinya yang sedang


terbaring lemah di ranjang itu dan dia pun mendekati ranjang Amanda.


"Sayang ini Papa" ucap Reno sambil mencium puncak kepala putrinya.


Semua orang yang ada didalam ruangan itu terkejut mendengar perkataan Reno termasuk Calvin.


"Papa?" ucap Calvin dalam hatinya.


"Apa ini ayah kandung Amanda?" batin Dina.


"Apa Ini?? Apa ada yang bisa menjelaskan nya padaku" ucap Alan yang merasa bingung.


"Mungkin sudah waktunya untuk menjelaskan semua nya" ucap Gunawan.


#Jangan lupa mampir ke novel ku yang berjudul" Takdirku, hidup bersama mu"


Jangan lupa beri like dan vote untuk mendukung karya ku ya.


Selamat membaca ya teman teman


Jangan lupa beri like dan vote kalian ya.


Terima kasih 😊😊😊