
Hmm.. hmm.... hmmm
hmmm... hmmm... hmmm...
🎶🎶
Sherlin yang bernyanyi dengan suara berdeham sambil menyiram bunga yang ada taman dekat samping mansion tersebut.
Burung burung pun ikut berkicau pagi hari ini seolah mengikuti nyanyian Sherlin.
Setelah itu dia melanjutkan pekerjaan nya membersihkan bagian dalam mansionnya .
Hari ini Bi Ina dan Pak Tarno tidak masuk kerja, karna Bi Ina sedang pulang ke kampung halaman untuk menghadiri acara keluarga nya disana.
Jadi hari ini dia yang melakukan semua pekerjaan.
Setelah membersihkannya Sherlin menuju lantai 2 yang hendak melakukan kegiatan
bersih bersih nya.
Sampai diatas dia melirik kearah kamarnya Reno.
Sherlin belum pernah memasuki kamar Reno, jadi dia hanya bisa memandang nya saja.
Sherlin menuju kearah suatu ruangan yang pintu nya dikunci dengan kunci modern yang dilengkapi dengan kunci sidik jari.
Sherlin mencoba memasukkan sidik jarinya dan ternyata tidak cocok.
"Eh Sherlin bodoh, itu tidak akan terbuka"ucap Sherlin sambil memukul kepalanya.
Sherlin pun meninggal kan ruangan itu, dia sebenarnya sangat penasaran.
Tapi apa daya, sampai kapan pun dia tidak akan pernah bisa membuka nya.
Kemudian Sherlin langsung menuju ruangan kerja Reno.
Kriiet....
Sherlin langsung membuka pintu dan masuk,
dan beruntung lah Sherlin karna Reno tidak menguncinya.
Sherlin pun langsung memulai aksinya, dia membersihkan setiap sudut ruangan.
Setelah selesai dia melanjutkannya menuju meja kerja Reno dan dia merapikan dokumen yang sedikit berantakan.
Setelah menurut nya sudah rapi.
Sherlin pun bergegas ingin kembali ke bawah sebelum Reno datang.
"Ngapain kau ada disini?"ucap Reno sedikit berteriak karna ketika dia masuk dia melihat Sherlin didalam ruang kerja nya.
Sherlin yang mendengar teriakan Reno refleks menjatuhkan gelas yang ia pegang dan membuat dokumen kerja Reno terkena sisa air kopi tersebut.
"Reno kau disini, apa kau tidak ke kantor?"ucap Sherlin dengan takut seperti maling yang kepergok sedang mencuri.
"Kau tidak berhak mencampuri setiap urusan ku Sherlin "ucap Reno kemudian dia menghampiri Sherlin.
Tiba tiba matanya tertuju pada dokumen yang ada pada meja kerja nya.
Dia melihat dokumen nya basah karna air kopi tersebut.
Reno yang geram dan marah langsung menampar pipi kanan Sherlin dengan kuat.
Sherlin memegang pipi bekas tampar Reno dan dia terlihat meringis menahan rasa sakit
dan dia hanya bisa menangis.
"Kau tau!!! Dokumen yang kalau basahi karna ulah tangan sial mu adalah berkas proposal kerja sama perusahaan ku dan kau malah membasahi nya"ucap Reno sambil menjambak Sherlin dan menjatuhkan tubuh Sherlin kelantai.
"Aku minta maaf Reno"ucap Sherlin sambil menangis.
"Apakah dengan minta maaf bisa mengembalikan nya hah.Kau tau aku sangat membenci mu"teriak Reno.
"Apakah kau tidak bisa sedikitpun mencintai ku Reno?"ucap Sherlin dengan isakan tangisnya.
"Aku tidak akan mencintai mu "ucap Reno penuh penekanan.
"Aku hanya minta satu hal saja Reno, jika kamu tidak mencintai ku dan sangat membenci ku. Aku hanya mohon jangan perlakukan aku dengan kasar.Aku bukan binatang Reno"ucap Sherlin dengan air mata yang masih mengalir dari mata sembab nya.
"Keluar dari ruangan ini"ucap Reno yang bukan menanggapi perkataan Sherlin tapi dia malah mengusir Sherlin dari ruangan nya.
Sherlin hanya diam dan membuat Reno menariknya dan membawa Sherlin menuju pintu dan mendorong Sherlin sampai dia terjatuh kelantai untuk kedua kali nya kemudian menutup pintu itu dengan keras.
Tiba tiba Aurelia menelpon Reno, tapi Reno tidak menjawab malah melempar hp nya kedinding.
"Aah.... "teriak Reno sambil menjambak rambutnya sendiri.
Sherlin pun langsung berdiri dan melangkah dengan tertatih menuju kamarnya dilantai bawah.
Sampai dikamarnya Sherlin hanya menangis disamping kasur nya.
"Aku akan selalu mencintai mu Reno"batin Sherlin dengan keadaan yang masih menangis.
"Aku sudah bersumpah untuk menerima mu dan mencintaimu dalam suka maupun duka,aku akan terima perlakuan mu Reno walaupun sangat menyakitkan. "ucap Sherlin.
Sepanjang hari Sherlin hanya Menangis seharian dikamarnya karena lelah menangis akhirnya dia pun tertidur.