Always Love You My Husband

Always Love You My Husband
Season 2 ( 49 )



“Ada apa Paman? Kenapa dengan Amanda?”tanya Calvin yang terlihat khawatir.


“Dan ya...Siapa Admaja itu?”ucap Calvin lagi yang bertanya pada Reno.


Kini Calvin terlihat frustasi sekali ketika dirinya melihat raut wajah Reno yang terlihat ada rasa khawatir, yang mana orang-orang akan tahu betapa khawatirnya Reno saat ini. Calvin khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk pada Amanda. Itulah yang Calvin simpulkan saat ini.


Calvin di buat semakin frustasi, di saat Reno tidak menjawab pertanyaannya dan malah naik ke lantai atas rumah itu.


Terlihat Reno menaiki anak tangga itu dengan tergesa-gesa seperti mengejar sesuatu dan merasa waktu yang sedikit itu seakan-akan sangat berharga baginya. Saat ini yang ada dalam pikiran Reno adalah menyelamatkan putrinya dengan tepat waktu dan dia harus dalam keadaan baik-baik saja. Reno berharap sekali kalau saat ini Amanda masih dalam keadaan baik-baik saja.


Di saat itu juga orangtua Calvin datang bersamaan dengan komisaris kepolisian di kediaman Reno.


Sedangkan saat ini Reno sudah ada di dalam kamarnya, dia mengambil sebuah tas berwarna hitam dan mengisi tas itu dengan tumpukan uang yang dia ambil dari dalam brankas. Setelah dia selesai mengisi tas itu dengan uang yang nominalnya sesuai dengan Admaja minta, Reno kembali keluar dari kamar itu dan menuruni anak tangga itu dengan cepat.


“Kau mau ke mana? Aku akan ikut bersamamu!”ucap Sherlin sambil menghampiri Reno.


“Kau tetap di sini!”tegas Reno.


“Aku tidak bisa harus menunggu lama di sini saja Reno!”bantah Sherlin.


“Sherlin!! Kau jangan menambah beban pikiranku!”ucap Reno sambil berteriak di hadapan istrinya.


Tubuh Sherlin sontak bergetar hebat saat mendapat bentakan dari suaminya. Reno yang melihat istrinya terkejut pun langsung menjatuhkan tas yang dia pegang sedari tadi dan langsung memeluk istrinya dengan erat-erat.


“Maafkan aku! Aku tidak bermaksud bersikap seperti itu padamu!”ucap Reno sambil mengusap-usap punggung Sherlin.


“Aku hanya tidak ingin ada terjadi sesuatu hal yang buruk padamu! Lebih baik kau di sini saja, biar aku yang menjemput putri kita”ucap Reno lagi.


“Paman, benar Bi! Bibi di sini saja! Jika Bibi ikut, Paman bukan hanya fokus pada Amanda melainkan pada Bibi juga”ucap Andra.


“Bibi di sini saja bersama kami!”ucap Valen sambil membawa Sherlin menuju ke sofa dan mendudukannya.


Reno pun mengambil kunci mobilnya dan bersiap-siap ingin pergi, tapi Calvin malah menghentikan langkahnya.


“Paman, aku ingin ikut bersamamu!”ucap Calvin yang sudah berhadapan dengan Reno.


“Kau di sini saja!”ucap Reno.


“Kau bawalah Calvin bersamamu!”pinta Sherlin.


“Admaja memintaku untuk datang sendirian, dan aku tidak mau membahayakan putri kita! Bagaimana jika nanti Admaja akan mengetahui keberadaannya kalau Calvin ikut bersamaku?”ucap Reno.


“Aku bisa sembunyi di dalam mobil, dan aku akan keluar jika Paman dalam keadaan darurat”ucap Calvin.


“Aku berjanji tidak akan membuat masalah di sana!”ucap Calvin lagi.


“Baiklah, kau boleh ikut!”ucap Reno yang setuju karena tidak ingin memperlama waktu.


“Malam ini terasa sangat dingin sekali! Kau harus pakai jaket ini”ucap Albert sambil memakaikan jaket itu pada tubuh Calvin.


Reno sempat mencurigai sikap Albert saat berbicara dengan anaknya tapi dia tidak memperdulikan itu. Mereka berdua pun keluar dari rumah dan mulai memasuki mobil.


Di saat mereka sudah pergi, Albert mengatakan pada polisi itu kalau dia meletakkan alat pelacak di saku jaket yang dia pakaikan pada putranya.


Sherlin merasa lega saat Albert mengatakan hal itu. Berarti keberadaan mereka di lacak dan polisi bisa datang ke sana dan membantu mereka.


Kembali dengan Admaja yang masih bercerita dengan Amanda mengenai perihal siapa yang membantu dia memuluskan rencananya.


Tanpa di sadari oleh Admaja, ternyata ada seseorang yang menguping pembicaraan mereka.


“Jadi selama ini Paman hanya memanfaatkan aku?”tanya orang itu saat sudah memasuki gudang kosong itu.


“Kak Fitra!”ucap Amanda yang seakan tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


“Amanda! Kenapa kau ada di sini?”tanya Fitra yang sepertinya tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


“Apa-an ini Paman! Bukankah Paman bilang ingin menculik Calvin, tapi kenapa Amanda yang ada di sini?”tanya Fitra.


“Aku berbohong padamu! Sebenarnya targetku adalah Amanda dan keluarganya, bukan laki-laki yang kau benci itu. Aku tidak tega membunuh laki-laki yang tidak ada berbuat salah padaku”ucap Admaja sambil menampilkan senyum devilnya.


Amanda terkejut dan marah setelah mendengar perkataan Fitra. Ternyata Fitralah yang membantu Paman itu, bahkan dia sangat marah setelah tahu niat Fitra yang ingin membunuh Calvin.


Sedangkan Fitra tidak terima dengan kenyataan Admaja yang ternyata selama ini membohoginnya. Dia pun berencana ingin menelpon polisi dan memberitahu semuanya. Tapi dia kalah cepat dari Admaja yang malah sudah memukul pundaknya dari belakang dengan kuat sehingga membuat Fitra langsung jatuh ke lantai dan tak sadarkan diri.


“Sudah ku katakan padamu kalau aku tidak tegaan membunuh orang yang berbuat salah padaku tapi kau malah melakukan itu”ucap Admaja sambil menyeret tubuh Fitra dan mengikatnya pada ruangan sebelah yang ada di sekitar gudang itu. Dia akan membuat perhitungan pada Fitra setelah dia sudah selesai berurusan dengan keluarga Pratama.


🌷🌷🌷


“Cittt…!!! Suara rem mobil ditekan keras oleh Calvin! Dari seberang… dia melihat seseorang yang ingin berniat menyebarangin jalan raya.


Tetapi beruntunglah Calvin bisa mengerem mobil itu tepat waktu. Reno yang tidak bisa mengendalikan emosinya langsung menghampiri orang itu dan membawanya ke tepi jalan. Terlihat Reno yang memarahi orang itu. Pasalnya saat ini yang dalam pikiran Reno adalah menyelamatkan putrinya. Dia akan marah jika ada yang menghalangi jalannya, entah itu sengaja atau tidak.


“Maaf Paman!”ucap anak laki-laki yang masih berusia belasan tahun.


“Jika kau tak ingin membuat orang marah. Maka kau jangan melakukan hal-hal yang ceroboh, yang bisa membuat orang marah. Ini sudah malam! Kenapa kau masih berkeliaran di jalan ini? Dan satu lagi, apa kau tidak melihat lampu lalu lintas sudah berwarna hijau?? Kalau seandainya Calvin tidak bisa mengerem mobil tepat waktu kau bisa terluka” Reno memarahi anak itu bercampur khawatir.


Bukannya takut justru Anak itu malah sibuk melihat raut wajah Reno yang terlihat gelisah dan khawatir seperti ingin mengejar sesuatu.


“Paman! Aku baik-baik saja! Aku juga minta maaf karena sudah menyusahkanmu!”ucap anak itu.


“Jadi Paman boleh pergi!”ucap anak itu lagi.


“Tidak apa-apa Paman! Orangtuaku ada di seberang toko sana”ucap anak itu sambil menunjuk ke arah sebuah gedung.


“Baiklah aku akan mengantarmu ke sana!”ucap Reno yang ingin mengajak anak itu ke sana.


“Tidak usah Paman! Aku akan pergi sendirian ke sana! Paman pergi saja, sepertinya Paman sedang terburu-buru”ucap anak itu.


“Aku ingin menemui putriku!”ucap Reno.


“Paman, pergilah menemui putri Paman! Aku baik-baik saja”ucap anak itu.


Reno pun mengikuti perkataan anak itu, dia kembali memasuki mobil dan menjumpai Calvin yang sedari tadi menunggu nya di dalam mobil.


Sedangkan anak itu kembali berlari menuju sebuah toko untuk menemui orangtuanya seperti yang dia katakan tadi.


Kini Reno dan Calvin sudah berada dalam mobil dan melanjutkan perjalanan mereka.


Setelah beberepa lama mengemudi, akhirnya mobil yang di gunakan oleh Calvin dan Reno sudah sampai di sebuah tempat yang cukup sepi dan cukup gelap.


“Kenapa para penculik selalu menggunakan tempat seperti ini untuk menyembunyikan tawanannya? Apa tidak ada tempat yang cukup bagus dari tempat ini? ”batin Calvin saat melihat ke arah sebuah gudang yang cukup begitulah bagi pandangan Calvin.


“Kau tunggu di sini! Paman akan masuk ke dalam!”ucap Reno.


“Baik Paman!”ucap Calvin yang terlihat patuh.


Reno keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju gudang itu sambil membawa tas berisikan uang sesuai dengan yang di minta oleh Admaja.


Belum ada beberapa menit dari kepergian Reno, Calvin mendengar ada suara orang dari dalam gudang sebelah. Tapi Calvin tidak tahu jelas apa yang di katakan oleh orang itu, karena perkataan dan suara orang itu tidak terlalu jelas didengar oleh telinga Calvin.


Calvin pun berjalan ke arah tempat itu dan menolong orang itu. Alangkah terkejutnya Calvin saat melihat orang yang ada di dalam itu ternyata adalah Fitra.


“Ngapain kau ada di sini?”tanya Calvin.


“Hmmm---“ucap Fitra yang bergumam tak jelas.


Fitra pun bergumam tak jelas lagi dan itu membuat Calvin sakit kepala lantaran Fitra berbicara dengan keadaan mulutnya yang di sumpal oleh kain.


“Apa sih yang kau katakan?”tanya Calvin sambil menggaruk kepalanya.


Bukannya menolongnya, Calvin malah memanfaatkan kejadian langka ini dan menikmati Fitra yang bergumam tak jelas itu.


Bagi Calvin itu adalah hal yang paling lucu dan patut untuk di pertontonkan. Sejenak Calvin lupa dengan misi kedatangannya ke gudang itu.


🌷🌷🌷


Kembali dengan Reno yang sudah ada di ambang pintu. Saat sudah masuk ke dalam gudang, alangkah terkejutnya Reno saat melihat putrinya yang di ikat layaknya binatang yang tidak berharga. Bukan hanya itu, Reno juga melihat ada luka lebam di sekitar tubuh dan wajah putrinya.


“Papa!”ucap Amanda yang terlihat senang saat melihat kedatangan Papanya.


“Papa, pergi dari tempat ini!”ucap Amanda lagi karena tiba-tiba menyadari kalau Admaja akan membunuh Papanya.


“Tidak sayang! Kita akan pergi bersama sama! Papa tidak akan meninggalkan mu”ucap Reno terlihat ingin berjalan mendekati putrinya.


Tapi langkah Reno terhenti saat Admaja sudah ada di dalam gudang itu. Maklumlah di gudang itu ada 3 pintu untuk bisa masuk ke dalam gudang itu.


“Akhirnya kau datang juga! Aku sudah lama menantimu!”ucap Admaja.


“Ini uangnya dan kau ambil sendiri ke sini! Sekarang serahkan putriku!”ucap Reno sambil menjatuhkan uang itu tepat di bawah kakinya.


“Aku tidak menginginkan itu Reno!”ucap Admaja sambil terkekeh.


“Apa yang sebenarnya kau inginkan?”ucap Reno sambil menahan amarah karena sudah di permainkan oleh Admaja. Hal itu di karenakan Reno tak mau ambil resiko yang mana itu akan membahayakan putrinya.


“Aku hanya menginginkan nyawamu!”ucap Admaja sambil mengarahkan pistol yang entah sejak kapan sudah berada di tangannya. Setelah itu Admaja menembak peluru pistol itu ke arah Reno.


Beruntung Reno bisa menghindar dan membuat Amanda yang tadinya berteriak kini mulai merasa lega.


Di tempat lain, Calvin kini sudah bersedia membantu Fitra untuk melepaskan ikatan tali itu yang mengikat tubuh Fitra di sebuah kursi yang sedang dia duduki. Sebelum itu, Calvin melepaskan kain yang menyumpal mulut Fitra yang mana itu membuatnya cukup sakit kepala tetapi cukup menyenangkan baginya untuk di lihat.


Tiba tiba Calvin mendengar suara tembakkan dan teriakan seseorang.


“Paman!! Amanda!”ucap Calvin yang terlihat khawatir.


“Shit...Bagaimana aku bisa melupakan mereka di saat darurat seperti ini!!”batin Calvin sambil merutuki dirinya.


🌷🌷🌷


Aku tidak akan pernah bosan kepada kalian untuk jangan lupa beri like dan vote kalian ya pada novel ini😊😊😊


Oke👌 jangan lupa ya


Dapat pahala loh kalau membantu orang


Ayo juga follow akun instagram author, pasti nanti aku follback kok


Ig:@insani.syahputri71


Terima kasih ya karena sudah mau membaca