
(Sebelumnya)
Reno salah besar, dia pikir dirinya akan menemui putri nya di kota itu.
Ternyata pria itu sudah pergi dari kota itu dan Reno tidak tahu di mana keberadaan nya sekarang
Jadi oleh karna itu lah Reno sampai menyewa detektif untuk mencari keberadaan pria itu.
Dan dia tidak akan pernah menyerah sampai Amanda kedua nya berhasil di temukan.
🌷🌷🌷🌷
Tak terasa Amanda sudah 4 bulan sudah menjadi siswa di Sman 1 Bina Bangsa itu.
Amanda orang nya cukup pendiam, sehingga dia hanya berteman dengan Wulan saja.
Terkadang Wulan sering main kerumah Amanda.
Dan beruntunglah Amanda karna Ibunya tak marah marah di depan temannya.
Di hari minggu Amanda tidak masuk ke sekolah.
Ya itu karna mereka memang libur.
Meskipun libur, bukan berarti pekerjaan Amanda libur di rumah itu juga.
Justru banyak pekerjaan nya yang telah menantinya.
Ibunya Amanda hanya memasak dan melakukan sisa pekerjaan yang belum di selesaikan oleh Amanda.
Ibunya Amanda sudah menyuruh Amanda melakukan pekerjaan membersihkan rumah sejak dia berusia 6 tahun.
Dipagi hari terlihat Amanda yang sedang menyapu halaman depan rumah nya.
"Ayah pergi kerja dulu ya sayang?" ucap Gunawan.
"Ya hati hati Ayah" ucap Amanda.
Gunawan pun membawa motor Revo miliknya untuk pergi kerja.
Itulah Gunawan, bahkan dihari minggu pun dia tetap bekerja hanya demi menafkahi keluarganya.
Senin sampai sabtu dia bekerja sebagai buruh bangunan.
Dan dihari minggu dia bekerja sebagai buruh angkat barang di sebuah toko yang cukup besar.
Dalam hati nya dia tidak malu bekerja setiap hari hanya sebagai seorang buruh, karena dia sudah berjanji dan bertekad untuk menyekolahkan Amanda dan Alan sampai mereka sukses.
Begitu juga dengan Amanda yang tidak malu dengan pekerjaan Ayahnya, selama yang di kerjakan Ayah nya itu halal.
Setelah siap menyapu halaman depan kini Amanda beralih kehalaman belakang.
Saat hendak pergi ke belakang, Ibunya memanggil nya untuk memperhatikan masakan yang sedang dimasak oleh Ibunya.
Karena saat itu Dina selaku sang Ibu ingin kewarung depan rumah sebentar untuk membeli penyedap rasa makanan.
Amanda yang tidak mendengar itu hanya melakukan pekerjaannya.
Sang Ibu yang sudah datang dari warung pun langsung marah besar karna masakan yang dia masak sudah jadi gosong.
Dina menjadi naik pitam dan mendatangi Amanda yang sedang menyapu.
Kemudian Dina langsung mengambil sapu lidi yang pegang Amanda lalu menghantam Sapu itu ke betis Amanda.
Amanda meringis kesakitan karna saat itu dia mengenakan celana sampai lutut.
Sehingga hantaman sapu lidi itu langsung mengenai kulit kaki Amanda.
"Apa kau tidak punya telinga? Bagaimana bisa kau sampai tidak mendengar perkataanku tadi" ucap Dina.
"Maaf Bu, aku tidak mendengar nya tadi" ucap Amanda sambil menahan rasa sakit pada betis nya.
"Apa kau tidak bisa memelihara telinga mu ini dengan baik? Gara gara kau masakan ku sampai gosong semua" ucap Dina yang menjewer telinga Amanda karna merasa geram dan marah.
Kemudian dia langsung masuk kerumah karna tidak mau melihat Amanda yang nantinya malah akan membuat emosinya membelunjak.
Melihat Ibunya nya yang sudah masuk ke dalam rumah, dia langsung terduduk dibawah pohon rindang itu.
Amanda yang terduduk hanya menangis sambil menatapi betis nya yang terluka karna hantaman sapu lidi tadi.
"Amanda " ucap seseorang yang mengagetkan Amanda.
Amanda yang mendengar seseorang memanggil namanya langsung menghapus air mata nya dan menoleh.
"Wulan" ucap Amanda yang terkejut melihat kedatangan Wulan.
"Tadi aku sudah memanggil mu dari depan rumah tapi kau tidak mendengarnya. Kata Ibu mu kau ada dibelakang maka nya aku langsung datang kesini" ucap Wulan sambil memegang sesuatu yang seperti nya itu adalah sebuah buku.
"Apa apa datang kemarin Wulan?"tanya Amanda.
"Oh.. ini aku mau Mengembalikan buku catatan mu yang kupinjam semalam" ucap Wulan.
"Oh cuma itu saja kan?" tanya Amanda.
"Iya" ucap Wulan.
"Nanti kalau kau mau pulang letakkan saja di meja depan ya Wulan" ucap Amanda.
"Baiklah " ucap Wulan.
"Kau kenapa Amanda? Apa kau baik baik saja?" ucap Wulan yang melihat Amanda yang seperti baru menangis.
"Apa kau baru Menangis?" tanya Wulan lagi.
"Tidak kok, Tadi saat aku melihat keatas pohon ini, tiba tiba ada sesuatu yang jatuh dari atas dan masuk kemata ku. Jadi aku menguceknya sampai mata ku seperti ini"ucap Amanda yang berbohong.
"Benarkah?" tanya Wulan.
"Iya" ucap Amanda.
"Makanya lain kali harus hati hati,
bila perlu kalau kau mau melihat keatas pohon itu harus pakai kacamata dulu, biar kalau ada yang jatuh dari atas tidak langsung masuk kematamu"ucap Wulan dan itu membuat Amanda tertawa.
"Aku pikir kau seperti ini karna Ibu mu, aku pernah dengar dari tetangga kalau Ibu mu tidak pernah baik sama mu" ucap Wulan.
"Tidak kok, Ibu ku sangat baik pada ku, mana ada Ibu yang jahat pada anaknya" ucap Amanda.
"Iya juga sih" ucap Wulan.
"Jika kau menangis karna ada yang menyakiti mu, maka aku akan melaporkannya pada Ayahku. Kau tahukan kalau Ayah ku seorang polisi" ucap Wulan.
"Iya Wulan aku tahu kok, dan aku juga tidak apa apa. Kau jangan khawatir " ucap Amanda lagi.
"Baiklah kalau begitu aku pulang dulu ya, ini nanti buku mu aku letak di meja depan" ucap Wulan sambil menunjukkan Buku itu.
"Besok kau sama siapa berangkat kesekolah?tanya Wulan.
"Besok aku berangkat Sendiri Wulan " ucap Amanda.
" Ya sudah Besok kau datang saja ke rumah ku, biar kita berangkat sama kesekolah" ucap Wulan .
"Baiklah" ucap Amanda.
Wulan pun sudah pergi kini Amanda Melanjutkan pekerjaan nya yang sempat tertunda tadi.
"Kak Manda" ucap Alan yang tiba tiba datang ke belakang rumah.
"Iya ada apa Alan?"Tanya Amanda.
"Apa Ibu memukul Kakak lagi?" tanya Alan.
"Tidak Kok" ucap Amanda.
"Kak Manda jangan bohong, tadi Alan melihat nya" ucap Alan.
"Apa kak Manda tidak membenci Ibu?" ucap Alan lagi.
"Tidak,, Kak Manda tidak membenci Ibu" ucap Amanda.
"Tapi Ibu sering memukul dan memarahi Kak Manda" ucap Alan.
"Alan tidak menyukai Ibu, Jika Ibu marah marah terus sama Kak Manda. Padahal Kak Manda tidak pernah nakal" ucap Alan lagi.
"Kak Manda akan terus menyayangi Ibu meskipun Ibu sering marah dan memukul Kakak" ucap Amanda.
"Karna dia adalah Ibu kita Alan, Tuhan akan marah jika kita sampai membenci Ibu kita"ucap Manda lagi.
"Alan akan selalu menyayangi Kak Manda dan Alan Akan berjanji untuk terus melindungi Kak mand Ucap Alan.
"Baiklah, Alan harus terus melindungi Kakak ya" ucap Amanda sambil mengelus kepalanya Alan.
"Baik Kak" ucap Alan.
Setelah itu Alan membantu Amanda Membersihkan halaman belakang itu.
Amanda bersyukur memillki Adik yang sangat menyayangi nya.
Dia tidak tahu apa yang akan terjadi pada nya Bagaimana jika Adik nya itu tidak menyayangi nya dan memiliki sifat seperti Ibu nya yang terlihat sangat membenci nya.
Dimalam hari Amanda yang didalam kamar nya tengah sibuk menyiapkan keperluan sekolah nya untuk besok pagi.
"Akhirnya siap juga" ucap Manda.
Manda pun langsung menuju kasur nya untuk bertistirahat, karna dia merasa lelah karna bekerja seharian ini.
"Untung ada Alan yang membantu ku bekerja"batin Amanda.
"Ibu, aku sangat ingin kau menyayangiku, seperti kau juga menyayangi Alan" ucap Amanda dengan suara pelan.
Dan tak lama kemudian Amanda pun sudah tertidur pulas.
"Apa ini Ayah?" ucap Amanda sambil memegang kotak pemberian dari Ayah nya.
"Buka dulu"ucap Gunawan.
Amanda pun langsung membuka kotak pemberian dari Ayahnya itu.
Amanda terkejut saat mendapati sebuah Ponsel canggih dari kotak itu.
( Mereknya ga usah disebut ya...hehehe)
"Ini untukmu Amanda, kau sudah Sma dan kau pasti sangat membutuhkan itu" ucap Gunawan.
Dina yang melihat itu hanya mengabaikannya saja.
"Ini untuk Amanda?" tanya Amanda.
"Iya sayang" ucap Gunawan.
"Terima kasih Ayah" ucap Amanda sambil memeluk Ayah nya.
"Sama sama sayang"ucap Gunawan sambil membalas pelukan Amanda.
"Alan jangan cemburu ya. Kan Alan masih Smp dan belum di perbolehkan membawa hp kesekolah" ucap Gunawan.
"Iya Ayah, Alan ngerti kok" ucap Alan yang tengah memakai sepatu.
"Nanti kalau Alan sudah lulus smp, baru Ayah akan membeli kan nyal ucap Gunawan lagi.
" Ok Ayah, aku akan menunggu nya"ucap Alan sambil menyalami tangan orang tuanya.
"Dah semuanya, Alan pergi ke sekolah dulu ya, soal nya teman Alan sudah nunggu"ucap Alan yang beranjak keluar rumah.
"Iya hati hati " ucap mereka semua.
"Kalau begitu Amanda pergi dulu ya Ayah"ucap Amanda yang juga menyalam tangan Gunawan.
"Baik sayang, bagus bagus ya dalam belajarnya"ucap Gunawan.
"Iya Ayah" ucap Amanda.
Amanda pun berjalan menuju Ibunya dan juga ingin menyalam tangan Ibunya.
"Amanda berangkat sekolah dulu ya Bu"ucap Amanda.
"Hmm" ucap Dina yang hanya berdeham.
Setelah itu Amanda langsung bergegas kerumah nya Wulan dengan berjalan kaki.
Rumah Wulan tidak terlalu jauh dari rumah Amanda.
Semalam Wulan menyuruhnya untuk datang saja kerumah agar mereka berangkat sama kesekolah.
"Paman, Wulandari nya ada?" tanya Amanda saat sudah mapai dirumah Wulan.
"Eh Nak Amanda rupanya. Wulan ini Amanda sudah datang "ucap Ayah Wulan yang langsung memanggil Wulan saat Amanda sudah ada di depan rumah mereka.
"Iya Ayah, ini mau sudah mau siap"ucap Wulan dari dalam kamarnya.
"Mari masuk Nak" ucap Ayah Wulan.
"Tidak Paman, Amanda nunggu diluar saja"ucap Amanda.
"Oh Baiklah" ucap Ayah Wulan.
"Ayah pergi kerja ya"ucap Ayah Wulan kepada orang rumah itu.
"Paman pergi dulu ya Amanda"ucap nya lagi pada Amanda.
"Iya paman"ucap Amanda lalu Ayah Wulan masuk kedalam mobilnya dan pergi dari rumah itu.
"Wulan cepat, ini sudah ditungguin Nak Amanda loh" ucap Ibu nya Wulan.
"Iya Bu, ini aku sudah siap kok" ucap Wulan yang sudah keluar dari dalam kamarnya.
"Aku berangkat dulu ya Bu" ucap Wulan pada Ibunya.
"Iya" ucap Ibu Wulan.
"Sudah lama nunggu ya Amand?" tanya Wulan.
"Enggak Kok" ucap Amanda.
"Kami pergi dulu ya Bibi" ucap Amanda yang permisi pada Ibunya Wulandari.
"Iya hati hati ya Nak" ucap nya pada mereka berdua.
Wulan pun langsung melajukan motor kesayangan nya menuju sekolah mereka.
Saat mereka mau sampai kesekolah,
dari kejauhan mereka mendengar bel sekolah itu sudah berbunyi.
Itu pertanda bahwa mereka sudah masuk.
Wulandari yang mendengar itu langsung melajukan motor nya dengan kecepatan tinggi, sedangkan Amanda hanya dibelakang kursi penumpang hanya bisa berdoa agar mereka selamat sampai tujuan.
Dari seberang Wulan melihat pak satpam yang hendak menuju pagar sekolah.
Ya dia pasti mau menutup pagar itu.
Wulan pun berteriak agar bapak itu mau menunggu nya sebentar.
Pak satpam itu hanya mengelengkan kepala melihat kearah mereka.
Mereka pun akhirnya tidak dikurung diluar pagar.
"Terima kasih Pak"ucap mereka berdua.
"Iya sama sama" ucap pak satpam itu sambil menutup pagar sekolah.
Tak lama kemudian ternyata di belakang mereka masih banyak siswa lain nya yang baru berdatangan dan mereka hanya bisa diam dan menunggu 10 menit sampai pagar itu dibuka. Setelah itu nanti mereka akan di beri hukuman lagi.
Apa yang akan terjadi jika mereka juga dikurung seperti mereka?
Hukuman apa yang akan diberikan oleh petugas piket yang bertugas hari ini?
Apakah mereka akan mengutip sampah pagi pagi ini?
Apakah mereka akan disuruh untuk membersihkan Wc?
Tidak ...Tidak...mereka harus buang jauh jauh pikiran itu.
Sekarang yang Sedang mereka pikirkan adalah harus sampai ke kelas dan langsung kelapangan untuk mengikuti rutinitas Upacara bendera yang di lakukan setiap hari Senin pagi.
Setelah mereka sampai dikelas dan meletakkan tas mereka.
Wulan dan Amanda langsung pergi kelapangan upacara karna Pak Handam guru yang terkenal galak disekolah itu sudah berpatroli kesetiap kelas.
Mereka takut nanti akan dimarahi oleh Pak Handam, jika bapak itu masih menjumpai mereka di dalam kelas.
"Untung perlengkapan seragam ku sudah ku persiapkan tadi malam" batin Amanda.
Amanda melihat barisan para siswa yang terpisah dari mereka.
Ya mereka Sedang dihukum karna ada diantara mereka yang tidak memakai dasi , ikat pinggang dan topi seragam.
"Kalian Kenapa terlambat? ucap Doni ketua kelas mereka.
"Tidak ada, tadi ada urusan sedikit dirumah yang harus diselesaikan" ucap Wulan yang berbual.
Sedangkan Amanda langsung menuju barisan paling depan agar bisa fokus mengikuti upacara tersebut.
Itu karena teman teman Amanda tidak ada yang mau berbaris didepan.
Setelah beberapa menit akhirnya Upacara berjalan dengan hikmah dan tenang.
Cukup sampai disini ya teman teman.
Info
Kali ini aku akan lanjut ke season 2.
Dan itu akan menceritakan tentang Putri kedua Reno yang ternyata juga dinamai Amanda.
Kalian ikuti terus ya kisah Amanda sampai dia menikah yang mana akan membuat kalian akan menangis tertawa dan kesal.
Tapi kalian jangan khawatir karna di season dua ini, Reno dan Sherlin tetap akan ada kok.
Dan aku harap kalian jangan kecewa karna mereka tidak akan terlalu sering muncul.
Karna di season 2 ini hanya fokus pada Amanda saja.
Aku mohon kepada kalian jangan berkomentar yang tidak sedap ya.
Karna saya juga manusia biasa yang tak lepas dari kesalahan.
Aku minta maaf jika novel saya tidak terlalu menarik dimata kalian.
Tapi aku akan terus berusaha untuk membuatnya semenarik mungkin.
Untuk Itu lah aku sangat memerlu saran baik dari kalian
Selamat Membaca ya
Jangan lupa mampir ke novel kedua ku ya
"**Takdirku hidup bersama mu"
Saranghae semua nya