
Setelah beberapa lama berbincang dan meluapkan rasa rindu terhadap Sherlin dan Reno.
Heri dan Sarah beserta Brenaldi kembali ke hotel untuk beristirahat.
Kini Reno dan Sherlin berada didalam kamarnya, sedangkan Amanda juga sudah berada di kamarnya sendiri untuk beristirahat.
"Kenapa raut wajah mu terlihat seperti itu?"tanya Sherlin yang mendekati Reno yang sudah berbaring di atas kasur.
Reno hanya diam dan membalikan tubuhnya,sehingga posisinya saat ini telah membelakangi Sherlin.
Sherlin pun langsung berbaring tubuh nya dan memeluk Reno dari belakang.
"Beritahu aku, apa yang yang sedang menganggu pikiran mu saat ini?" ucap Sherlin.
"Apakah saat ini kau sedang memikirkan seseorang selain aku?"tanya Sherlin.
"Hmm"ucap Reno yang menjawab pertanyaan Sherlin.
"Apa!!! Kau jahat Reno, aku membenci mu"ucap Sherlin yang berteriak dan memukul punggung Reno.
Reno tidak terima dengan pukulan Sherlin pada punggung nya itu pun langsung menangkap tangan istri nya itu.
"Kau kenapa memukul ku?"tanya Reno yang kini sudah bangkit dari pembaringan nya.
"Kau memikirkan siapa sekarang?"tanya Sherlin.
"Kau jangan egois Sherlin, Apakah salah jika aku sedang memikirkan putri kita"ucap Reno yang mencoba sabar.
"Putri kita?? Maksud mu Amanda ?"ucap Sherlin.
"Iya"ucap Reno yang berjalan menuju ke sofa yang ada di kamar itu.
Sherlin melihat ada raut wajah cemas dan khawatir pada wajah suaminya itu.
Sherlin pun mendekati Reno yang sedang duduk disofa sambil memangkukan tangan pada wajah nya.
"Kau kenapa? Apa yang kau pikirkan tentang Putri kita sampai wajahmu terlihat khawatir seperti ini? Apa yang sedang kau khawatirkan?"tanya Sherlin.
"Lihat aku"ucap Sherlin.
Reno pun kini menatap manik mata Sherlin.
"Aku hanya sedang takut Sherlin"ucap Reno.
"Apa yang kau takutkan?"ucap Sherlin.
"Aku takut di mana suatu saat Amanda akan menikah dengan seseorang "ucap Reno.
"Kenapa kau takut?? Seharusnya kau merasa bahagia disaat nanti putri kita menikah dengan orang yang dicintainya"ucap Sherlin.
"Aku takut suatu saat Amanda akan mengalami kejadian yang sama, seperti yang pernah terjadi padamu dulu"ucap Reno.
"Saat itu aku menyakiti mu dan membuat mu menderita"ucap Reno yang mengingat masa dimana dia pernah menyakiti Sherlin.
"Itu tidak akan terjadi pada Amanda, karna dia pasti akan menikah pada orang yang tulus mencintainya dan tidak mau menyakitinya.Kau tahu Amanda itu sudah dewasa dan dia pasti tahu apa yang terbaik buat nya"ucap Sherlin.
"Aku juga pernah mencintai mu tapi karna kesalahpahaman, Aku telah membencimu dan menyakiti mu. Aku takut hal ini juga akan terjadi pada Amanda. Aku takut karma atas perbuatan ku akan jatuh pada Putriku Sherlin"ucap Reno yang sudah meneteskan air mata.
"Kau jangan menyalahkan dirimu, wanita yang sudah kau sakiti ada disini dan aku sudah memaafkan mu Reno. Semua yang terjadi saat itu hanya sebuah kesalahpahaman saja, aku tahu kau memiliki hati yang sangat lembut dan penyayang."ucap Sherlin.
"Tapi saat itu aku sudah menyakiti mu"ucap Reno.
"Aku sudah melupakan itu Reno, jadi kau jangan takut karna aku sudah memaafkan mu"ucap Sherlin yang memeluk Reno untuk menenangkan suaminya itu
"Kau tidurlah, pasti saat ini kau sangat lelah sekali karna memikirkan hal ini"ucap Sherlin yang membawa Reno ke kasur mereka.
"Tidurlah"ucap Sherlin yang menyelimuti Reno.
"Kau memang pantas mendapatkan penghargaan Ayah terbaik"ucap Sherlin.
"Terima kasih"ucap Reno.
"Untuk apa?"ucap Sherlin.
"Terima kasih karna sudah mau memaafkan ku dan mau bertahan sama orang seperti ku.
Terima kasih karna memberikan jalan keluar dari setiap masalah yang selalu menganggu pikiranku. Nasihat dari perkataamu selalu membuat ku merasa lebih baik lagi"ucap Reno.
"Tidak perlu berterima kasih karna itu memang tugas ku sebagai seorang istri "ucap Sherlin.
Reno pun langsung memeluk Sherlin.
Tak Selang beberapa lama, kini mereka pun sudah tertidur pulas.
🌷🌷🌷🌷🌷
Kini tibalah hari yang sudah ditunggu oleh Reno.Di hari yang sudah malam, Reno mengadakan sebuah pesta untuk mengumumkan suatu hal pada para tamu undangan nya.
Para tamu undangan nya tak lain adalah keluarga besarnya dan para pekerja yang bekerja di perusahaan miliknya.
Para undangan yang hadir dibuat terkejut dengan acara itu, karena Reno ternyata membawa para awak media di pesta yang diadakan di rumah nya itu
Mereka awalnya menduga pesta tersebut untuk merayakan kedatangan nya, tapi mereka berpikir sejenak untuk apa Reno sampai membawa awak media.
Mereka tahu kalau Reno bukan tipe orang yang suka mengekspos kedatangan pada media.
Menyampaikan sesuatu yang penting kepada mereka.
Kini saat semua tamu sudah datang dan berkumpul, tak ketinggalan Heri dan Sarah yang juga datang kepesta itu bersama dengan putra nya.
Saat itu juga MC mempersilahkan Reno untuk memberikan kata sambutan dan menyampai sesuatu yang penting dan MC itu langsung memberikan Microphone pada Reno saat Reno sudah ada di situ.
"Baiklah, saya mengucapkan terima kasih kepada tamu yang sudah datang kesini. Berdiri nya saya disini untuk memberitahukan dua hal yang sangat penting untuk kalian"ucap Reno yang sudah berbicara kepada para tamu nya.
"Pertama, saya ingin memperkenalkan putri saya kepada kalian semua"ucap Reno.
Semua tamu langsung berbisik satu sama lain karna mereka sangat terkejut.
Pasal nya mereka hanya tahu kalau putri dari Reno pratama, semuanya sudah meninggal karna tragedi 16 tahun yang lalu, yang mana telah menewaskan keluarga bahkan Anaknya.
"Saya tahu pasti kalian semuanya merasa terkejut"ucap Reno.
"Tapi yang saya katakan ini benar adanya, yang sedang berdiri di samping istri saya adalah Amanda putri pratama"ucap Amanda sambil menunjuk kearah Istri dan putrinya.
"Dia adalah putri saya yang selama ini saya cari, putri kedua saya yang sebenarnya selama ini belum meninggal. Saat itu saya menitipkannya pada seseorang. Saat semuanya keadaan nya sudah kembali tenang, saya pun mencari keberadaannya tapi ternyata orang itu telah membawa nya pergi jauh dari kota ini.
Saya terus mencarinya dan memberitahu kan pada media bahwa Putri saya sudah meninggal agar tidak menganggu pencarian nya. Dan Kini saya sudah menemukannya, dan saya sedikit terkejut saat berjumpa dengan nya untuk pertama kali, karna ternyata dia sangat mirip sekali dengan istru saya"ucap Reno.
"Sikap nya juga sangat mirip dengan istri saya. Jelaslah, dia kan putri kami"ucap Reno yang mengundang gelak tawa para tamu.
" Jadi mulai saat ini saya memberitahu kalian bahwa putri kedua saya masih hidup dan kini sedang berdiri diantara kalian "ucap Reno lagi.
"Kedua, Karna alasan pribadi saya akan Relokasi Perusaahan saya ke tempat tinggal yang selama ini saya tinggal bersama dengan putri saya"ucap Reno.
Para tamu itu terkejut dua kali lipat dari pada saat mendengar pengumuman yang pertama tadi.
"Saya sudah mempertimbangkan ini dengan baik baik dan ini lah keputusan final nya. Saya sangat apresiasi atas waktu dan kerja sama yang telah kalian lewati bersama dengan saya selama bekerja di perusahaan ini. Saya tahu pasti Relokasi ini menimbulkan dampak bagi kalian, oleh karna itu saya akan menyiapkan surat mutasi kerja bagi kalian yang mau dan kalian berhak bersedia menerimanya atau tidak"ucap Reno.
"Dan bagi kalian yang tidak bersedia, kalian jangan berkecil hati karna saya akan memberikan kompensasi atau pesangon untuk kalian"ucap Reno lagi.
"Baiklah, hanya ini yang ingin saya beritahukan kepada kalian yang sudah meluangkan waktunya untuk datang kesini
dan selanjutnya selamat menikmati acara pesta nya"ucap Reno yang menutup pembicaraan nya
Setelah itu para tamu pun kembali menikmati acara pesta nya.
Ada yang menampilkan raut wajah senang ada juga yang menampilkan raut wajah sedih.
Saat larut malam, pesta itu pun kini sudah usai, semua tamu sudah pada meninggalkan tempat itu.
"Kau sudah yakin dengan keputusan mu itu? Apa kau yakin ingin relokasi tempat perusahaan mu?"ucap Heri yang masih ada di situ.
"Hmm, aku sudah yakin"ucap Reno.
"Nanti kasih aku alamat nya secara defail, siapa tahu kalau aku ada waktu, aku akan berkunjung kesana"ucap Sarah.
"Oke, aku akan memberitahumu dan aku berharap kalian bisa berkunjung kesana secepatnya"ucap Sherlin.
"Aku akan mengatur waktunya"ucap Heri.
Tiba tiba Doni datang dan ingin berbicara dengan Reno.
"Bos, saya ingin mengatakan satu hal dan saya rasa akan lebih baik untuk mengatakan nya sekarang"ucap Doni.
"Apa itu?"tanya Reno.
"Saya..."ucap Doni yang merasa ragu.
"Ada apa Doni? Kau jangan buat kami bingung dengam sikap mu"ucap Sherlin.
"Ya Paman beritahu kami, ada apa sebenarnya?"ucap Amanda.
"Saya mungkin tidak akan bisa untuk ikut bos lagi untuk pindah tempat kerja"ucap Doni.
"Kenapa??"tanya Reno.
"Sebenar nya saya masih ingin tetap bekerja bersama mu bos, tapi kalau untuk pindah ke kota lain mungkin saya tidak bisa bos, karna saya memang tidak bisa bos untuk meninggalkan kota ini"ucap Doni.
"Tapi saya sudah final dengan keputusan untuk pindah"ucap Reno.
"Baiklah saya mengerti jika di lihat dari sudut pandangmu, saya tidak akan memaksanya. Jika suatu saat kau ada niat untuk kembali bekerja lagi, maka pintu perusahaan akan selalu terbuka untuk mu"ucap Reno.
"Terima kasih bos"ucap Doni.
"Saya yang seharusnya berterima kasih kepadamu karna selama ini masih bertahan bekerja dengan saya di tambah sikap yang mungkin sangat menyebalkan untukmu"ucap Reno.
"Saya sudah terbiasa dengan itu bos "ucap Doni.
"Aku akan sangat merindukan mu Paman"ucap Amanda yang langsung memeluk Doni.
"Paman juga akan sangat merindukan mu Amanda"ucap Doni yang membalaskan pelukan Amanda.
Setelah berpelukan, Brenaldi pun langsung mengoceh.
"Apa kau tidak akan merindukan kami juga?"tanya Brenaldi.
"Aku juga akan merindukan Paman dan Bibi, tapi tidak dengan mu, Kau selalu membuat ku kesal terhadap mu"ucap Amanda.
Semua orang yang mendengar itu hanya tersenyum mendengar Amanda berkata seperti itu.