
Disebuah kasur terlihat Calvin yang masih hanyut dalam dunia mimpi nya, tiba tiba suara alarm mengganggu tidur Calvin.
Alarm itu Seakan tahu bahwa majikannya masih tertidur, tanpa henti-hentinya alarm itu terus berbunyi sampai Calvin benar benar bangun.
Tak lama setelah itu Calvin terbangun karna mendengar suara ribut.
Calvin pun terpaksa terbangun dan mematikan alarm itu karena merasa terganggu dengan suara berisik yang dihasil oleh alarm tersebut.
Setelah memukul Alarm itu dan Calvin langsung mengambil nya dan Melihat jarum jam pada alarm itu.
"Shit, aku telat bangun" Calvin yang langsung beranjak dari kasur dan bergegas menuju kamar mandinya setelah dia melihat jarum jam yang sudah menunjukkan pukul 07:29.
🌷🌷🌷🌷
"Mom, Kenapa Mommy tidak membangunkan Calvin" ucap Calvin yang kini sudah berada di meja makan.
"Mommy sudah membangunkan mu, tapi kau saja yang tidak mendengarkan suara Mommy. Saat Mommy mau masuk, pintu kamar mu ternyata terkunci dari dalam, jadi Mama tidak bisa masuk donk" ucap Clara.
"Aku pergi dulu"ucap Calvin yang langsung beranjak setelah dia memakan sehelai roti yang sudah disiap kan Mommy nya.
"Habiskan sarapan mu Son"ucap Albert yang berteriak.
"Tidak daddy, Calvin sudah terlambat"ucap Calvin yang malah berlari keluar rumah dan meninggalkan orang tuanya yang sedang sarapan.
Sesampai di sekolah, Calvin pun yang seperti biasa terlambat dan dihukum lagi sama guru piket.
Tapi kali ini petugas nya ada dua orang, petugas yang satu nya masih tetap sama tapi nasib sial kali ini berada pada Calvin, yang mana pak Hamdan juga ikut mengawasi dan memberi hukuman pada siswa yang melanggar aturan untuk hari itu.
Pak Hamdan adalah guru yang dijuluki orang yang paling galak dan memiliki wajah yang seram, sehingga banyak murid yang takut dan segan terhadap nya.
Bahkan banyak siswa ataupun siswi tidak mau sampai berurusan dengan pak Handam.
"Kamu lagi, kamu lagi, apa kamu tidak bosan dihukum sama aku" ucap petugas piket biasa yang selalu bertugas menghukum siswa yang melanggar aturan setiap hari.
"Apa dia selalu terlambat?"ucap Pak Hamdan guru yang terkenal galak sekali.
"Tidak kok pak"ucap Calvin.
"Kau kan siswa yang cukup bagus dalam setiap mata pelajaran, banyak guru yang menceritakan mu di kantor"ucap Hamdan yang mengingat Calvin.
"Ah bapak bisa aja"ucap Calvin.
"Kenapa kau terlambat hari ini?"ucap pak Hamdan.
"Saya kelamaan tidur pak tadi malam"ucap Calvin.
"Baiklah, besok jangan kau terlambat lagi"ucap pak Hamdan.
"Oke pak, saya tidak akan mengulanginya lagi"ucap Calvin.
"Terima kasih Pak"ucap Calvin.
"Sekarang hukuman mu adalah membersihkan Wc bersama teman mu yang terlambat hari ini"ucap pak Hamdan.
"Buset, aku pikir dia tidak jadi menghukum ku setelah memuji ku tadi. Padahal aku ingin memuji nya tapi sepertinya aku harus tarik kembali pujian itu"ucap Calvin dalam hatinya
"Jangan kau berpikir kalau aku tidak akan menghukum mu karna kau murid pintar. Aku akan tetap menghukum orang yang sudah melanggar peraturan walaupun dia anak orang kaya sekalipun"ucap pak Handam.
"Baik Pak"ucap Calvin.
"Kalian tidak boleh masuk ke kelas jika hukuman yang kuberikan pada kalian itu belum selesai. Paham??"ucap pak Hamdan lagi.
"Paham Pak"ucap siswa yang terlambat itu.
Calvin pun langsung menjalankan hukuman itu bersama dengan teman-temannya yang terlambat juga.
Calvin terlihat sedikit malas sekali selama membersihkan Wc itu.
Cukup lama membersihkan itu, akhirnya hukuman mereka itu pun selesai juga.
Mereka pun kembali ke meja piket untuk melaporkan bahwa Calvin dan temannya sudah selesai.
Petugas itu pun langsung melihat dan memeriksa hasil kerja mereka dan dia pun cukup merasa puas.
Pak Hamdan langsung menyuruh mereka kembali ke kelas, karna jam pelajaran mereka sudah cukup lama di mulai.
Calvin pun langsung kembali ke kelasnya
"Aku pasti sudah ketinggalan jauh pelajaran nya "ucap Calvin yang berjalan menuju ke kelasnya.
Ternyata memang benar Calvin sudah ketinggalan jauh mata pelajaran yang satu ini.
"Selamat pagi buk, Apa saya boleh masuk?"ucap Calvin yang berdiri di dekat pintu luar.
"Calvin, kamu kok terlambat hari ini?"tanya guru itu.
"Maaf buk, Semalam saya kelamaan tidur"ucap Calvin
" Baiklah, kali ini Ibu akan memaafkan mu dan kau boleh masuk" ucap Guru itu.
"Terima kasih bu"ucap Calvin yang langsung berjalan menuju kursi nya.
Saat Calvin berjalan masuk, Valen terus menatapi Calvin dengan tatapan malas.
" Aku wajib kasih tahu nih sama Amanda kalau dia terlambat" ucap Valen dalam hati nya.
"Apa lihat lihat" ucap Calvin yang merasa kesal saat dilihat oleh Vallen dengan tatapan seperti itu.
" Aku enggak ada melihat mu, Kau jangan terlalu kegerean" ucap Valen.
Selama pelajaran Calvin masih terlihat sedikit Malas dalam belajar hari ini, karena dia saat ini sedang memikirkan Amanda.
" Dia lagi apa ya sekarang? Aku akan menelpon nya saat jam istirahat nanti"ucap Calvin
Kini jam pelajaran sudah berakhir, dan saat ini mereka sedang istirahat.
Calvin pun memutuskan untuk berada di dalam kelas aja daripada pergi kantin Atau ke tempat lainnya.
Saat semuanya sudah pergi ke kantin, Calvin pun langsung mengambil ponsel dari sakunya dan menelpon menelpon Amanda.
Saat panggilan itu sudah masuk, Calvin pun langsung bertanya seperti pak polisi.
"Amanda kau lagi apa sekarang?"ucap Calvin.
"Ini bukan Amanda yang mengangkat tapi Brenadi, karna Amanda saat ini sedang ada di dapur membantu Mama nya"ucap orang itu.
"Siapa dia? Brenaldi? Apa mau nya? Kok ponsel Amanda bisa ada di tangan nya"ucap Calvin dalam hatinya.
"Ada perlu apa sama Amanda, biar aku sampai kan nanti"ucap Brenaldi.
"Kalau enggak tunggu sebentar ya, biar aku kasih ponsel nya sama Amanda"ucap Brenaldi lagi.
Tapi Panggilan itu langsung berakhir saat Brenaldi mengatakan itu.
"Kok Panggilan nya langsung di akhiri sih"ucap Brenaldi yang merasa kesal pada orang yang menelpon barusan.
"Siapa laki laki itu?"ucap Calvin.
"Kau harus Positif thinking Calvin"ucap Calvin.
"Tidak mungkin Amanda menghianati ku""ucap Calvin.
Saat ini wajah Calvin terlihat suram sekali, karna memikirkan masalah barusan.
Bahkan Indah dan yang lain nya saat masuk ke kelas merasa sangat terkejut melihat wajah Calvin yang sangat suram sekali.
Bagaimana tidak, tadi wajah Calvin memang terlihat suram dan sekarang semakin tambah suram lagi.
" Kau kenapa? Tadi pagi kau terlihat suram dan ini semakin Suram lagi"ucap Rahel.
"Barusan aku nelpon Amanda tapi yang mengangkat seorang laki laki"ucap Calvin.
"Apa? Laki laki?" ucap Vallen.
"Iya" ucap Calvin.
" Laki laki, siapa dia? "tanya Indah.
"Mana aku tahu, dan Aku enggak mau tahu. Yang jelas aku tahu namanya Brenaldi"ucap calvin.
"Dari mana kau tahu?"tanya Rahel.
"Tadi dia menyebut nama nya"ucap Calvin.
"Aku belum pernah dengar nama itu, apa jangan jangan dia gebetan baru Amanda di sana" ucap Indah yang memanas manasi Calvin.
"Tidak mungkin!!"ucap Calvin yang berteriak
"Jangan berteriak donk, Sakit telinga ku"ucap Valen.
" Seperti nya sih begitu, Siapa tahu kan pergi jalan jalan ke sana tiba tiba lihat cowo yang lebih tampan darimu terus Amanda kecantol deh"ucap Valen yang ikut mengerjain Calvin.
Calvin yang mendengar itu pun terlihat semakin Suram lagi.
Mereka bertiga pun tertawa puas saat melihat Calvin yang terlihat seperti itu.
Indah pun merasa kasihan
" Tidak tidak, kau jangan membenarkan perkataan kami tadi, kami hanya bercanda, dan kau pasti tahu kalau Amanda bukan tipe seperti itu"ucap Indah.
"Ya aku tahu, tapi sekarang aku sedang memikirkan siapa laki laki itu"ucap Calvin lagi.
"Mungkin itu temannya, Sepupunya atau apalah"ucap Rahel.
"Kan kita baru tahu kalau Amanda itu baru mengenali keluarga yang sebenarnya dan kita tidak tahu siapa saja saudara nya di sana"ucap indah.
"Coba saja nanti kau tanya lagi sama Amanda"ucap valen.
"Tapi tanyakan dengan baik baik, jangan marah-marah saat menanyakan nya. Siapa tahu dia itu adalah saudaranya Amanda"ucap Indah lagi.
"Baiklah aku akan mengikuti nasihat kalian"ucap Calvin.
🌷🌷🌷
Kini beralih ke Brenaldi yang terlihat sangat pusing saat panggilan Itu diakhiri.
"Lah kok panggilannya malah diakhiri sih"ucap Brenaldi
Brenadi tak mau ambil pusing, dia langsung masuk ke dalam rumah itu dan menemui Amanda untuk mengembalikan ponsel milik nya.
Brenaldi pun melangkahkan kakinya menuju ke dapur dan menemui Amanda.
"Kamu ngapain ke sini Nak?" tanya Sarah.
"Apakah kau mau masak juga?"ucap Sarah.
"Ih tidak, aku tidak mau masak, aku cuma mau mengembalikan ponsel milik Amanda saja" ucap Brenaldi.
"Nah, ini milikmu" ucapan Brenaldi.
Amanda pun mengambil ponsel nya dari tangan nya Brenaldi.
"Aku mau bisikan sesuatu"ucap Brenaldi.
"Apa?"ucap Amanda yang mendekat dan terlihat sedikit penasaran.
"Tadi pacarmu menelpon dan aku mengangkatnya, saat aku ingin mengantar ponsel mu, dia malah mengakhiri panggilan nya"ucap Brenaldi.
"Benarkah, sudah lah nanti aku akan akan memberitahunya" ucap Amanda.
"Oh ya satu lagi, nama panggilan nya tolong diubah donk, terlalu alay ku baca"ucap Brenaldi yang langsung pergi dari dapur.
"Sial, aku malah di bilang alay"ucap Amanda dalam hatinya.
Di malam hari, kedua keluarga itu pun sedang makan malam bersama.
Terasa suasana nya yang cukup hangat di antara mereka, karena sudah terlalu lama mereka tidak berjumpa.
Saat ini mereka meluapkan rasa rindu dengan makan makan bersama.
Setelah selesai makan, mereka pun pergi ke ruang keluarga untuk berbincang bincang.
Kecuali Brenaldi dan Amanda yang asik berbincang di di ruang tv.
"Mereka terlihat akrab ya, padahal ini pertama kali mereka bertemu" ucap Sherlin.
"Aldi memang pandai membuat diri nya akrab dengan orang yang baru di kenalnya"ucap Heri.
"Apa putri mu sudah ada pacar?"ucap sarah.
"Rasaku iya"ucap Sherlin.
"Putraku pun juga begitu, dia sedang menjalin hubungan dengan gadis china yang satu sekolah dengan nya"ucap Sarah.
"Aku tidak sabar menunggu dia cepat menyelesaikan sekolah dan mendapat pekerjaan terus menikah deh"ucap Sarah lagi.
"Kau selalu berpikir seperti itu, biarkan putra mu sekolah dengan baik dulu, kau jangan terlalu mendesaknnya" ucap Heri.
"Terserah ku lah, aku kan Mama nya"ucap Sarah.
"Aku Papa nya"ucap Heri.
"Sudah kalian jangan berdebat lagi"ucap Sherlin.
Sedangkan Reno hanya diam dan memikirkan sesuatu dan membuat nya terlihat suram sekali.
"Lihat mereka berdebat lagi karna masalah sepele" ucap Brenaldi.
"Kenapa Paman dan Bibi?"tanya Amanda.
"Biasalah, Mama ku menginginkan ku untuk cepat menyelesai kan sekolah ku, agar aku cepat menikah" ucap Brenaldi.
"Kasihan nya dirimu"ucap Amanda.
"Oh ya, aku boleh minta tolong nggak" ucap Amanda.
"Apa?" ucap Brenaldi.
" Ayo foto berdua" ucap Amanda.
"Baiklah"ucap Brenaldi.
Mereka pun langsung berselfie dengan menggunakan ponsel milik Amanda.
Setelah itu Amanda pun langsung membuat status di Story wa dengan memposting foto dirinya bersama dengan Brenadi.
Amanda pun mengetik caption pada story nya dengan kalimat "Hari ini aku merasa sangat senang karna bisa berkenalan dengan nya"
Amanda sengaja mengetik itu hanya untuk memanasi seseorang, siapa lagi kalau bukan Calvin.
Amanda ingin memancing Calvin untuk segera menelpon nya karena sampai saat ini Calvin belum ada menelpon nya.
" Apa kau mencintai pacarmu?" tanya Brenaldi.
"Iya" ucap Amanda.
"Alasannya?"tanya Brenaldi lagi.
"Karna dia bisa melakukan hal bodoh hanya untuk mendekati ku"ucap Amanda.
"Maksudnya? Aku masih belum mengerti, memang dia melakukan apa?"tanya Brenaldi.
"Dia merubah penampilan jadi jelek padahal sebenarnya dia sangat tampan, dia melakukan itu hanya karna ingin mendekati ku, dan aku yakin kalau dia pasti sangat mencintai ku"ucap Amanda.
"Oh ya kau sudah punya Pacar enggak?" tanya Amanda.
" Sudah donk, tapi dia bukan orang Indo. Dia orang Cina yang kebetulan sekolah di Jepang"ucap Brenaldi.
"Orang luar orang donk, semoga langgeng ya"ucap Amanda.
"Terima kasih. Kau juga, semoga langgeng dengan nya" ucap Brenaldi.
Tiba tiba ada panggilan masuk ke ponsel nya Amanda.
Dan ternyata itu dari Calvin.
"Seperti nya rencana ku tadi berhasil" batin Amanda.
"Apa maksudmu buat Story seperti itu?"ucap Calvin dari seberang telepon saat Amanda sudah mengangkat panggilan itu.
Amanda yang mendengar itu pun tertawa
"Apakah kamu sedang cemburu?" tanya Amanda.
"Kau sedang bertanya?"tanya Calvin.
"Menurut mu?" ucap Amanda.
"Ya aku sedang cemburu. Bagaimana aku tidak cemburu, saat pacarku sedang bersama dengan orang lain dan dia malah menguploadnya foto kebersamaan mereka di Story wa" ucap Calvin yang terdengar marah.
" Dia adalah anak dari teman Mamaku kok"Ucap Amanda.
" Ayo kita video call, aku ingin melihatnya dan memarahinya" ucap Calvin yang langsung mengakhiri panggilan telpon itu.
Panggilan video call pun masuk ke ponsel Amanda, dengan segera Amanda langsung mengangkat panggilan video call itu.
" Mana dia?"ucap Calvin.
"Dia ada di sampingku" ucap Amanda yang mengarahkan ponselnya ke arah Brenaldi.
" Hai salam kenal, aku Brenaldi "ucap Brenaldi saat dia sudah mengambil ponsel milik Amanda.
"Sok akrab dengan ku" ucap Calvin sambil menatap malas ke arah Brenaldi.
"Aku katakan padamu Ya, Amanda itu hanya milikku, kau jangan coba-coba untuk mengambilnya dari ku, kalau tidak kau akan mati di tanganku" ucap Calvin.
" Aku bisa saja menyusul kalian ke sana"ucap Calvin lagi.
"Santai Bro. Aku enggak ada niat untuk merebut Amanda dari mu. Amanda sudah seperti adik ku sendiri, jadi kau jangan khawatir lagi. Lagian aku sudah memiliki kekasih juga dan tidak mungkin menyakitinya"ucap Brenaldi.
"Benarkah?"ucap Calvin.
" Kalau enggak percaya ya sudah" ucap Brenaldi.
Amanda pun langsung mengarahkan ponselnya ke arah nya.
"Apakah kamu sudah dengar? Dia itu cuma kakak ku, tidak lebih. Jadi kamu jangan berprasangka buruk lagi ya" ucap Amanda.
" Jangan gara gara itu, kamu nanti menyesal loh dengan perbuatanmu sendiri" ucap Amanda lagi.
"Kau tahu?? Kunci agar hubungan kita tetap utuh adalah saling mempercayai satu sama lain" ucap Amanda lagi.
"Aku tahu, Aku hanya takut kalau kau akan meninggalkanku dan aku tidak sanggup kalau kau sampai melupakan"ucap Calvin.
"Aku sangat merindukanmu"ucap Amanda yang ingin membuat Calvin merasa tenang.
" Aku lebih merindukanmu"ucap Calvin.
" Bagaimana cara nya agar aku melampiaskan rasa rindu ini tanpa bertemu? Saat ini aku hanya sedang menikmati rindu tanpa harus bertemu dengan dirimu" ucap Calvin lagi.
"Nanti kau berdoa pada tuhan agar saat tidur kita bisa bertemu di dalam mimpi" ucap Amanda.
"Kau tahu? Jarak bukan untuk memisahkan kita melainkan Saat ini adalah moment untuk menguji kesetiaan kita"ucap Amanda lagi.
"Aku tahu, terima kasih ya"ucap calvin.
"Hmm Iya"ucap Amanda.