
Brenaldi pun langsung memutar otaknya untuk mencari cara agar Sherlin mau mengijinkan Amanda untuk keluar dari rumah.
Dengan seribu macam cara, akhirnya Brenadi berhasil membujuk Sherlin Meski tadi diakhir dia hampir sempat menyerah, tapi Brenaldi langsung membuang pikiran itu dan mencoba untuk terus membujuk bibinya.
🌷🌷🌷
Kini Calvin sedang dalam perjalanan menuju ke rumah Amanda untuk menjemput pacarnya itu.
Tak lama setelah menempuh perjalanan yang cukup membosankan baginya, akhirnya dia sampai juga didepan gerbang pintu rumahnya.
Maklumlah itu karena dia hanya sendirian didalam mobil itu, jadi gak heran kalau Calvin merasa sangat bosan sekali.
Calvin pun mengklakson agar satpam itu membuka gerbang yang menghalanginya untuk masuk ke dalam rumah itu.
“Cari siapa ya mas?”ucap penjaga rumah itu.
“Ya elah, kenapa nih satpamnya?? Bukannya pintu itu dibukain, aku justru malah ditanyain cari siapa!! Apa dia tidak kenal aku? Padahal aku beberapa kali datang ke rumah baru ini”batin Calvin yang kesal sama satpam itu.
“Aku mau menjemput Amanda, Pak”ucap Calvin yang langsung menjelaskan maksud kedatangannya ke rumah itu.
“Oh mau cari nona Amanda ya?”tanya satpam itu.
“Iya Pak”ucap Calvin sambil menahan rasa kesalnya karena satpam itu masih belum membuka pintu gerbangnya.
“Nona Amanda sudah pergi mas sama pacarnya”ucap satpam yang tidak tahu soal hubungan Brenaldi itu saudaranya atau tidak.
“Apa? Pacarnya ?”tanya Calvin yang terkejut dengan perkataan satpam itu.
“Ya pacarnya”jawab satpam itu.
“Jelas aku adalah pacarnya!! Pasti Brenaldi yang sudah menjemput Amanda. Awas kau Brenaldi, kau berhasil membuatku merasa kesal padamu”batin Calvin.
“Dah berapa lama mereka pergi pak?”tanya Calvin.
“Nona Amanda dan pacarnya sudah pergi sekitar sepuluh menit yang lalu”ucap satpam itu.
“Nih lagi satpamnya cari masalah terus!! Apa dia tidak tahu siapa pacar Amanda yang sebenarnya?”batin Calvin yang merasa jengkel dengan satpam itu karena dari tadi dia menggangap Brenaldi adalah pacarnya Amanda.
“Oh begitu ya!! Kalau begitu saya pergi dulu ya pak”ucap Calvin sambil menaikkan kaca mobil itu.
Calvin pun melajukan mobilnya dengan kecepatan yang cukup tinggi, mengemudi dalam rasa marah dan kesal membuatnya tak terasa sudah sampai ditempat pasar malam itu.
Dia pun melihat kearah sekitarnya untuk mencari tempat parkiran yang masih kosong untuk memarkirkan mobilnya itu.
Setelah mendapat tempat parkiran dan ketika sudah selesai memarkirkan mobilnya, Calvin pun bergegas mendatangi Amanda yang sudah berkumpul di pintu masuk pasar malam itu bersama dengan Andra dan yang lainnya.
“Kau kok lama sekali!”ucap Amanda yang memarahi Calvin saat dia sudah tiba ditempat mereka berkumpul.
Bukannya menjawab, Calvin justru mengajak Amanda masuk kedalam pasar itu.
Calvin tidak mendengar ocehan Amanda yang menyuruhnya untuk berhenti, dan itulah membuat Amanda mengigit tangan Calvin sehingga mau tidak mau Calvin terpaksa melepaskan tangan Amanda.
“Kau mengigitku?”tanya Calvin sambil mengelus luka bekas gigitan Amanda.
“Aku terpaksa agar kau bisa berhenti”ucap Amanda sambil menyilangkan tanganya didadanya.
“Kenapa kau pergi dengan Brenadi?”tanya Calvin.
“Itu karena pacarku telat menjemputku !! Dan aku segan menolak tumpangan Brenaldi dan menyuruhnya untuk pergi duluan”ucap Amanda yang cemberut.
“Maaf ya, karena aku terlambat datangnya”ucap Calvin yang sudah menyadari kalau ini adalah kesalahanya.
“Tidak apa apa!! Ayo kita pergi menemui mereka”ucap Amanda yang ingin beranjak dari situ tapi Calvin langsung menarik tangan Amanda
"Kita naik itu dulu! Kau tidak usah hiraukan Mereka, pasti mereka juga sedang asik main permainan yang ada dipasar malam ini."ucap Calvin sambil menunjuk kearah permainan kora kora itu.
Ya, kini Calvin dan Amanda sedang berdiri disekitar permainan kora kora.
“Kau berani naik nggak?” Hmmm???”tanya Calvin saat melihat Amanda melihat kearah permainan kora-kora yang masih mengayun dengan kencang.
“Mumpung kita sudah ada disini!! Mau naik atau enggak? Biar aku beli tiketnya!”kata Calvin lagi.
Amanda hanya menatap kearah Calvin lalu mellihat kearah permainan kora-kora itu lagi.
Sejujurnya Amanda juga sedikit takut untuk menaikinya.
“Lah, kok diam saja sih! Naik atau nggak? Apa kau tidak berani?”Calvin yang mengartikan ekspresi wajah Amanda.
“Masa kau kalah sama anak kecil”ucap Calvin yang menunjuk kearah anak kecil yang sedang manaiki kora kora itu dengan tenang tanpa ada rasa takut.
“Masa iya aku kalah sama anak kecil”batin Amanda.
“Ok, aku akan naik. Siapa juga yang takut”ucap Amanda yang sudah mengambil keputusan.
“Baik, kita coba naik ya”ucap Calvin.
“Iya”jawab Amanda.
“Tunggu disini. aku beli tiketnya dulu”ucap Calvin.
Calvin pun langsung pergi menuju ke penjual tiketnya yang tidak terlalu jauh dari permainan kora kora itu.
Setelah selesai membeli tiketnya, mereka pun berdiri disitu sebentar sembari menunggu kora-kora itu berhenti beroperasi.
Setelah kora kora itu berhenti dan para pengunjung sudah turun dari situ, Amanda dan Calvin mulai menaikinya.
Sebelum naik, Amanda sempat berdoa dulu kepada Tuhan memohon perlindungan agar diberi keselamatan saat sedang menaikinya. Setelah itu dia memantapkan hatinya dan memberani dirinya untuk naik ke kora kora itu.
“Semoga tidak terjadi apa apa”batin Amanda.
“Kita ambil bangku bagian tengah saja, biar aku tidak terasa guncangannya”ucap Amanda.
Calvin pun menyetujui permintaan Amanda, lalu mereka pun mereka berjalan dengan cepat menuju ke bangku yang tengah sebelum diambil oleh orang lain. Saat mereka sudah sampai disana, mereka pun langsung mendudukinya.
“Akhirnya dapat juga”ucap Amanda yang terlihat senang.
Tak lama kemudian, kora kora itu mulai bergerak dengan lambat.
“Ternyata tidak buruk seperti yang kupikirkan tadi”ucap Amanda dalam hatinya sambil menikmati permainan itu.
Saat kora kora itu sudah berguncang dengan frekuensi yang cukup kencang, di situlah Amanda mulai berteriak ketakutan dan merutuki perkataannya yang tadi.
“Aku menarik kata-kataku tadi, ini terlihat sangat menakutkan!!”batin Amanda sambil memegang lengan Calvin dan menyembunyikan wajahnya agar tidak melihat ke sekelilingnya yang bergerak secara cepat.
Terlihat Amanda yang menangis sambil berteriak untuk segera berhenti dan menurunkan dia dari tempat mengerikan itu.
“Calvin, udah donk!! Aku sangat takut sekali”Amanda yang menangis sambil berteriak minta berhenti dengan posisi memegang lengan Calvin dengan erat.
“Ya sudah, merem saja dulu!! Biar kau tidak merasa ketakutan lagi”ucap Calvin yang mencoba menenangkan Amanda.
“Aku mau minta turun dari sini! Aku sangat takut sekali”ucap Amanda yang masih menangis dan bersikeras untuk minta diturunkan.
“Aku tidak bisa menghentikannya Amanda! Jadi kau sabar saja menunggu kora kora ini sampai berhenti”ucap Calvin.
Perkataan Calvin membuat Amanda semakin berteriak dengan sekencang-kencangnya sambil sesekali dia mengigit bahu kanan Calvin hanya untuk mengurangi rasa takutnya.
Calvin pun juga jadi ikut berteriak karena perlakuan Amanda terhadap bahunya yang terlihat sedang dia gigit.
Semua orang yang ada dikora kora itu menjadi tidak takut lagi karena menyaksikan kehebohan dari pasangan ini.
Padahal tadi diantara semua pengunjung yang sedang menaiki permainan itu ada yang juga berteriak tapi tidak seheboh Amanda.
🌷🌷🌷
Sampai disini dulu ya
Mungkin berapa chapter lagi kita akan sampai pada klimaks ceritanya.
Penasaran ya??
Yuk beri like dan vote untuk mendukung novel ini dan membuatku semangat menulis nya.
Hai semuanya 🙋🙋
Aku tidak akan pernah bosan kepada kalian untuk jangan lupa beri like dan vote kalian ya pada novel ini😊😊😊
Oke👌 jangan lupa ya
Dapat pahala loh kalau membantu orang
Ayo juga follow akun instagram author, pasti nanti aku follback kok
Ig: insani.syahputri71
Terima kasih karena sudah mau membaca🙏🙏🙏😊😊