Always Love You My Husband

Always Love You My Husband
Season 2 ( 39 )



Sherlin pun langsung mengikuti suaminya itu, karena saat ini dia sangat ingin mendapat jawaban dari pertanyaan itu. Sherlin sangat ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi, sebelum semuanya terlambat dan tidak bisa diselesaikan jika seandainya ada masalah yang terjadi dengan Doni.


“Reno !!! Aku mohon padamu, tolong katakan padaku. Kau jangan diam saja!!!” Sherlin yang berteriak dan marah.


Saat ini Sherlin sedang marah, bahkan dia menarik kerah kemeja Reno dan berteriak pada suaminya.


Beruntung kamar itu kedap suara sehingga dia tidak perlu khawatir lagi karena Amanda tidak akan mendengar teriakannya.


Sherlin berteriak seperti itu karena disaat dia sudah sampai dikamar dan sudah mengunci pintu kamar itu, dia mendapati Reno yang hanya diam duduk di sofa dan terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.


Sherlin pun mulai mengajak Reno berbicara untuk menceritakan apa yang sedang terjadi pada Doni.


“Tatap aku Reno!!!”kata Sherlin sambil memegang pelipis suaminya dan menatapnya dengan sendu.


Reno mendengar suara istrinya yang terdengar lirih membuatnya tidak sanggup untuk menyembunyikan lagi dan dia pun langsung memeluk Sherlin dengan erat.


Sherlin sangat terkejut mendapati Reno yang kini tengah menangis dipelukannya.


“Apa yang sebenarnya?? Hmm....katakan padaku!”Kata Sherlin sambil mengusap punggung suaminya yang sedang menangis itu.


“Sudahlah, Jangan menangis lagi!!”pinta Sherlin sambil menghapus air mata jatuh di pipi suaminya itu.


“Apa yang terjadi pada Doni?? Kenapa kau terlihat sedih sekali?”tanya Sherlin sekali lagi.


“Doni....dia sudah....”Reno menangis dan terlihat tidak sanggup untuk berkata lagi.


“Apa yang terjadi padanya?”Sherlin yang kini terlihat sangat penasaran dan khawatir.


“Doni dan istrinya sudah meninggal!”Reno terlihat tidak dapat berkata kata lagi.


“Apa!!!! Tidak mungkin!! Kau pasti sedang bercanda kan?”Kata Sherlin yang terlihat tidak percaya dengan apa yang dikatakan suaminya.


“Kau pasti sedang berbohong!! Kau sedang mengerjaiku kan?” Sherlin masih terlihat ingin menyangkal pernyataan yang dikatakan suaminya itu.


“Aku berkata serius Sherlin, dan aku tidak mungkin berbohong apalagi ini menyangkut soal kematian”ucap Reno.


Sherlin melihat cara bicara Reno yang terlihat serius, sampai akhirnya membuat Sherlin pun menangis dan serasa masih tidak percaya dengan kabar duka itu.


“Bagaimana mereka bisa meninggal dunia?? Baru dua hari yang lalu kalian masih saling memberi kabar!”kata Sherlin yang kembali mengingat Reno yang bertelponan dengan Doni dua hari yang lalu.


“Aku belum mengetahui mengenai penyebab kematian nya secara detail, tapi yang jelas ada warga yang menemukan mereka sudah tidak bernyawa lagi di dalam rumah itu”ucap Reno.


“Apa anak mereka juga meninggal?”tanya Sherlin.


“Semuanya Sherlin!! Bahkan anaknya juga ditemukan sudah tidak bernyawa lagi”Reno terlihat menjadi orang yang hampir ingin stress.


“Apa mereke dibunuh oleh seseorang?”tanya Sherlin.


“Aku rasa begitu, dan aku akan menyelidikinya. Untuk itulah aku akan pergi kesana sambil melayat dan menghadiri acara pemakamannya”ucap Reno.


“Baiklah, aku akan ikut bersamamu”ucap Sherlin.


“Tidak bisa Sherlin!!! Kau harus tetap disini dan menjaga Amanda”ucap Reno.


“Kenapa? Aku juga ingin ikut menghadiri acara pemakaman mereka”ucap Sherlin.


“Tidak Sherlin, aku sangat khawatir jika Amanda tinggal sendiri disini”ucap Reno.


“Apa kau tidak ingat kejadian 17 tahun yang silam”ucap Reno yang mengingatkan kejadian yang membuat seluruh keluarganya meninggal dunia pada saat itu.


Kini Sherlin menampilkan mimik wajah yang terlihat sedih karena saat ini dia sedang mengingat kejadian yang telah membuatnya seperti orang yang sudah kehilangan jiwanya.


Setelah itu Sherlin merutuki dirinya karena bisa-bisanya dia sudah melupakan kejadian itu.


“Apa kita tidak bisa membawa Amanda untuk ikut bersama kita?”tanya Sherlin yang terlihat masih ingin ikut menghadiri acara pemakaman Doni.


“Untuk saat ini Amanda tidak boleh tahu mengenai kematian Doni dan keluarganya”ucap Reno yang terdengar tegas.


“Kenapa?”tanya sherlin yang terlihat ingin tahu alasanya Reno berkata seperti itu.


“Amanda terlihat sangat menyayangi Doni, dan aku tidak ingin Amanda terlihat syok dan bersedih bila mendengar kabar duka ini. Untuk itulah tadi aku sengaja berbohong pada Amanda”ucap Reno.


Reno pun menatap kearah istrinya yang terlihat masih bersedih dan masih tidak dapat menerima kenyataan ini. Dia pun mencoba untuk membuat Sherlin tetap tegar menghadapi situasi yang terjadi saat ini.


“Aku akan mengatakan yang sebenarnya pada Amanda jika aku sudah menemukan apa penyebab kematian Doni dan keluarganya”ucap Reno.


“Aku juga tidak ingin membuat Amanda bersedih”ucap Sherlin lagi.


“Aku juga! Sekarang kau beristirahatlah!”ucap Reno.


Reno menarik selimut tebal itu untuk menyelimuti tubuh istrinya, lalu dia berjalan menuju kearah lemari dan mengambil sesuatu yang ada diatas lemari itu.


“Kau mau ngapain?”tanya Sherlin saat melihat suaminya memegang koper yang berukuran sedang.


“Aku mau mengemas beberapa pakaian untuk kupakai disana, karena sudah memesan tiket pesawat yang berangkat pagi sekali”ucap Reno.


Reno langsung menyuruh Sherlin untuk tidur kembali disaat dia melihat istrinya itu hendak bangkit dari pembaringanya.


Reno sudah sangat tahu kalau Sherlin pasti akan datang menuju ke lemari itu dan berniat akan membantunya.


“Kau beristirahat saja, lagian membereskan ini tidak akan menghabiskan waktu yang lama”ucap Reno sambil memasukan pakaiannya ke dalam koper.


Sherlin pun kembali berbaring lagi dan hanya melihat kearah suaminya yang hanya sibuk memasukan sesuatu yang diperlukan Reno ke dalam koper itu sampai dia benar benar sudah selesai berkemas.


Keesokkan harinya Amanda terlihat sangat sedih disaat Papanya itu mau pergi kebandara.


Bukan karena soal kematian Doni yang membuat Amanda bersedih tapi itu karena dia tidak bisa ikut dan harus pergi ke sekolah.


Saat ini Reno masih belum memberitahu Amanda mengenai kabar kematian Doni, dan Kini terlihat Sherlin yang sudah bersiap siap ikut pergi kebandara untuk mengantar suaminya itu.


“Papa pergi dulu ya sayang”ucap Reno sambil mencium kening putrinya.


“Hmm, iya Pa. Papa hati hati ya”ucap


Amanda.


“Jangan sedih donk, Papa jadi tidak semangat perginya kalau melihat putri Papa bersedih”ucap Reno yang tidak semangat karena melihat Amanda bersedih.


Amanda pun langsung tersenyum agar tidak membuat Papanya jadi tidak semangat hanya karena dirinya.


Reno langsung naik kedalam mobil ketika dia sudah melihat putrinya yang sudah tersenyum, begitu juga dengan Sherlin juga juga sudah naik kedalam mobil.


“Dah sayang. Jangan lupa sarapan pagi!”Sherlin terlihat melambaikan tangannya dari dalam mobil.


"Iya Ma"jawab Amanda.


Amanda pun langsung masuk kedalam rumah untuk melanjutkan sarapan paginya saat mobil yang dinaiki oleh orangtuanya sudah pergi.


Kini mobil mereka sudah sampai disekitaran bandara, dan Reno pun keluar saat mobil itu sudah berhenti.


Sherlin membuka kaca jendela mobil itu untuk melihat suaminya yang masih ada didekat mobil itu.


“Kau belum masuk?”tanya Sherlin.


“Aku lagi membaca pesan dari temanku?”ucap Reno yang memang terlihat sedang membaca pesan yang ada diponsel nya.


Saat dia sudah selesai membalas pesan itu, Reno memasukkan kembali ponselnya kedalam kantong saku jasnya.


Reno kini sudah mendekatkan dirinya dipintu mobil itu dan mencium kening Sherlin dan meminta pamit untuk segera pergi.


“Aku pergi dulu ya!!!”ucap Reno sesudah mencium kening Sherlin.


Sherlin hanya menganggukan kepalanya dan menyalam tangan Reno.


Hai semuanya 🙋🙋


Aku tidak akan pernah bosan kepada kalian untuk jangan lupa beri like dan vote kalian ya pada novel ini😊😊😊


Oke👌 jangan lupa ya


Dapat pahala loh kalau membantu orang


Ayo juga follow akun instagram author, pasti nanti aku follback kok


Ig: insani.syahputri71


Terima kasih karena sudah mau membaca🙏🙏🙏😊😊