
1 Minggu Kemudian
Kring..... Kring.....
Alarm itu berbunyi membangun wanita cantik yang sedang tertidur dikasur kecil nya dibalut dengan selimut tipis.
Wanita itu adalah Sherlin
Sherlin yang merasa terganggu dalam tidurnya akibat suara alarm yang tak mau berhenti berbunyi
Akhirnya dia terbangun dan langsung mematikan alarm itu.
"Ternyata sudah pagi"ucap Sherlin dengan suara khas baru bangun tidur.
Rambut Sherlin terlihat sedikit acak acak kan.
kalian tau sendiri lah bagaimana keadaan wanita yang baru bangun .
"Hari ini adalah Hari yang baik buat Dewi"ucap Sherlin yang merapikan kasurnya dan beranjak keluar dari kamar menuju kamar mandi yang ada di dekat dapur untuk melakukan ritual mandinya.
Sherlin yang sudah selesai mandi langsung menuju dapur untuk membantu Bi Ina.
"Pagi Bi pagi Paman"sapa nya kepada Bi Ina beserta suami yang kebetulan membantu membawa belanja bulanan kedapur.
"Pagi juga Nak Sherlin "ucap mereka bersamaan.
"Saya permisi lanjut kerja lagi ya" ucap Pak Tarno yang ingin keluar dari dapur menuju pos yang berada dekat gerbang manshion Reno untuk melakukan pekerjaannya.
"Ya paman, semangat kerja nya"ucap Sherlin sambil tersenyum dan dibalas oleh anggukan Pak Tarno.
"Bi, ada yang bisa Sherlin bantu?"ucap Sherlin.
"Tidak ada Nak, semuanya sudah selesai Bibi kerjakan "kata Bi Ina.
"Kalah pun ada, kau akan tetap melakukan nya sekalipun Bibi melarang nya"ucap Bi Ina
"Kamu dengan nak Reno sama sama keras kepala.Hanya yang berbeda adalah tuan Reno yang orang nya sedikit dingin dan cuek tidak seperti nak Sherlin terlihat ramah "ucap Bi Ina terkekeh karena melihat sifat majikannya.
"Bi ina bisa aja"ucap Sherlin.
"Bibi berharap pada Tuan Reno agar hati nya bisa melunak dan mata nya itu terbuka biar dia bisa melihat cinta nya nak Sherlin "ucap Bi Ina.
"Aku pun juga ingin begitu Bi, tapi aku tak yakin apakah hari itu akan datang atau tidak"ucap Sherlin terlihat sedih.
" Semangat nak!! Kau tau orang yang sabar menunggu pasti akan mendapatkan hasil nya"ucap Bi Ina sambil menyemangati Sherlin.
"Terima kasih Bi, aku bersyukur punya Bibi disini yang selalu ada untuk menguat kan ku"ucap Sherlin akhirnya menghapus air matanya.
"Jangan sedih, kan cantik nya jadi hilang"ucap Bi Ina yang terkekeh dan itu berhasil membuat Sherlin tertawa kecil.
Terlihat Reno yang sudah rapi dan sedang menuruni tangan dan hendak menelpon seseorang
"Sayang, nanti malam temani aku ke pesta pernikahan nya Ardian ya" ucap Reno.
"Iya sayang, tapi jemput aku ya"ucap seseorang wanita dengan suara manja siapa lagi kalau bukan Aurelia.
"Ehm baiklah, tapi kamu harus sudah siap jika aku sampai disana"ucap Reno yang sengaja berbicara seperti itu karna dia tak mau menunggu, sebab Aurelia terlalu lama untuk berdandan.
"Ok sayang"ucap Aurellia.
" Aku matikan panggilan nya ya.Aku mau berangkat kekantor "ucap nya dan langsung mematikan panggilan tersebut.
Sherlin yang mendengar percakapan mereka hanya bisa diam.
Sherlin pun mendekati Reno.
"Reno...Aku ingin minta izin untuk ke tempat pernikahan nya Dewi siang ini, karna dia meminta ku untuk cepat datang kesana untuk membantu nya"ucap Sherlin yang terlihat sangat gugup bercampur takut.
Reno tak menjawab perkataan Sherlin hanya pergi begitu saja dan meninggalkan Sherlin.
Sherlin hanya bisa tersenyum pahit melihat tindakan Reno yang dingin terhadapnya.
Dia menganggap tindakan Reno adalah petanda setuju dengan ucapannya.
Sherlin pun bersiap siap pergi ke hotel bintang lima itu, dimana tempat itu adalah tempat upacara pernikahan sekaligus repsesi pernikahan nya Dewi.
Setelah sampai disana Sherlin dan Sarah membantu Dewi dalam mempersiapkan acara tersebut.
Malam hari akhirnya semua para tamu undangan sudah berdatang ke tempat itu
begitu juga dengan Reno yang datang bersama Aurelia.
Reno terlihat tampan menawan malam ini dengan tuxedo hitam nya dan semua para wanita disana terus memandang kearah nya dengan tatapan ingin menjadi pasangan nya malam ini.
Aurelia hanya bisa kesal melihat orang yang menatap Reno itu.
Reno tiba tiba melihat Sherlin yang terlihat cantik dengan balutan baju dress putih abu dan rambut di biarkan terurai.

Entah kenapa dia tiba tiba tersenyum namun senyuman nya memudar ketika Sherlin tersenyum kearah Heri dan mereka sekarang tertawa lepas dengan Ardian.
Entah apa yang dibincangin mereka sampai tertawa begitu.
Tiba tiba para tamu berteriak melihat kedatangan dua pria tampan lain.
Mereka ialah Rian dan Arka si artis papan atas di negara itu.
"Arka" teriak para wanita itu.
Dan Arka hanya melambaikan tangannya dan meninggalkan kerumunan para wanita itu dan menuju ketempat Reno berdiri bersama dengan Aurelia.
"Hei bro apa kabar?"ucap Arka dan Rian secara bergantian sambil sambil memberi salam pertemuan mereka ketika bertemu.
"Baik"ucap Reno.
"Mana istri mu?"ucap Arka yang mulai berbicara ketika Aurelia permisi ke menuju tempat teman nya yang kebetulan datang ke acara itu.
"Entah lah "jawab Reno cuek dan sukses membuat Arka menjitak kepala nya
Seketika Reno menatap Arka dengan tatapan mematikan seakan ingin membunuh Arka saat ini.
" Ternyata dia ada disitu"tunjuk Rian yang melihat Sherlin berdiri disana bersama dengan Ardian dan seorang pria yaitu Heri.
"Dia sangat cantik. Kalau kau tidak menginginkannya, berikan saja dia pada ku. Aku akan siap membahagiakan nya."ucap Arka spontan dan membuat Reno ingin meninju nya tapi ditahan Rian.
"Eh, kalian harus lihat tempat jika ingin adu otot"ucap Rian yang melerai pertengkaran yang hendak terjadi .
Dia tidak ingin jika sahabatnya malu sendiri akibat kelakuan mereka .
Apalagi ini tempat ramai yang tamunya adalah orang orang penting dan berpengaruh.
"Dia tak mencintainya tapi tidak mau melepasnya "ucap Arka yang sedikit kesal dengan Reno.
"Suka ku mau melakukan apa terhadap milik ku, itu tidak ada urusan nya dengan mu "ucap Reno.
"Cih milik mu, Kalau dia milikmu perlakukan dia dengan semestinya "Decih Arka.
Reno hanya diam tak menanggapi perkataan Arka, karna jika dia melanjutkan percakapan ini malah akan berakhir dengan pertengkaran.
........
Acara pun mau dimulai Ardian telah siap menunggu kedatangan pengantin wanita nya di depan altar.
Sherlin bersiap siap untuk memainkan piano dan dipadukan dengan Heri yang bernyanyi
dengan lagu Shane filan-beautiful in white.
Karna itu adalah suatu permintaan dari Dewi. Dimana jika Dewi berjalan menuju pelaminan harus diringin musik dari sahabat nya.
-Alunan Musik-
Heri
Not sure if you know this
But when we first met
I got so nervous I couldn't speak
In that very moment
I found the one and
My life had found its missing piece
So as long as I live I love you
Will heaven hold you
You look so beautiful in white
And from now to my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
Alunan piano.....
Mempelai pengantin wanita yang sudah masuk dan menuju pengantin pria
Heri
What we have is timeless
And with this scream I
Say to the world
You're my every reason you're all that I believe in
With all my heart I mean every world
So as long as I live I love you
Will heaven hold you
You look so beautiful in white
And from now to my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
oooh oh
You look so beautiful in white
Na na na na
So beautiful in white
Tonight
And if our daughter's what our future holds
I hope she has your eyes
Finds love like you and I did
Yeah, I wish she falls in love and I will let her go
I'll walk her down the aisle
She'll look so beautiful in white
You look so beautiful in white
So as long as I live I love you
Will heaven hold you
You look so beautiful in white
And from now to my very last breath
This day I'll cherish
You look so beautiful in white
Tonight
You look so beautiful in white
Tonight
Alunan musik pun berhenti dan kedua mempelai berjalan menuju pelaminan yang dimana mereka akan mengucap sumpah pernikahan dan saling bertukar cincin dan dilanjut mempelai pria mencium bibir mempelai wanita.
Disisi lain Heri memandang Sherlin yang tengah tersenyum melihat sahabat nya menikah hari ini.
"Kau terlihat cantik Sherlin, apalagi dengan baju dress mu yang terlihat cocok dengan mu.Lagu tadi sangat cocok untuk mu, seandainya kau menerima ku, aku akan sangat bahagia tapi itu hanya lah khayalan belaka ku saja."batin Heri.
"Siapa pria disamping Sherlin?Seperti nya dia juga menyukainya, apalagi jika dilihat dari sorot mata nya sepertinya cinta nya cukup besar"ucap Rian yang melihat Sherlin
"Itu Heri, temanku saat sma dulu"ucap Reno dengan wajah kesal nya apalagi saat mendengar perkataan Rian dia langsung geram karna menahan emosi nya.
(Kau gak mungkin cemburu Reno, kau ingat kau membenci nya dan ingat juga dia pernah mencampakkan mu)"batin Reno.
Akhirnya acara pernikahan selesai sekarang dilanjut dengan acara dansa yang dilakukan oleh setiap pasangan.
Terlihat semua tamu undangan sudah berdansa dengan pasangan nya.
Sherlin terpaksa menerima ajakan Heri, tak ketinggalan dengan Reno yang berdansa dengan Aurelia.
Selama dansa Reno melihat Sherlin yang begitu dekat dengan Heri saat mereka berdansa tapi ketika semua orang bertukar pasangan dan disaat Sherlin berputar dan mencari pasangan dansa selanjutnya, dia jatuh dipelukan seseorang yang sangat dia kenal.
Dia adalah Reno.
Sherlin terkejut dan dan ingin pergi tapi tangannya pegang seseorang dan menghentikan langkah Sherlin.
"Jangan pergi, bersikap lah profesional jika tidak ingin semua orang akan curiga "ucap Reno yang berbisik.
Sherlin hanya mengangguk iya.
Reno langsung memegang pinggul Sherlin dan memulai dansa nya, mereka terlihat sangat romantis dimata orang.
Tapi bagi Sherlin ini hanya lah sandiwara yang harus di lakukan Reno.
Aurelia melihat itu terlihat sangat kesal.
Dewi dan Sarah yang memperhatikan itu hanya bisa tersenyum pahit karna mereka tau mengenai masalah rumah tangga Sherlin.
Dimana Reno tak menganggap Sherlin sebagai istrinya.
Mereka mengetahui semua nya dari Ardian tapi ardian menyuruh mereka diam karna tak ingin membuat Sherlin dalam masalah.
Dia akan membuat rencana untuk mempersatukan mereka dan itu disetujui oleh Dewi dan Sarah.
"Awas saja kau"ucap Aurellia yang melihat Sherlin dan Reno berdansa.
Dia langsung memilih untuk pulang karna kekasih Candra sudah menunggu nya di apartemen.
"Tuhan hari ini aku sangat senang karna bisa dekat dengan nya meskipun hanya sandiwara"ucap Sherlin dalam hatinya.
Musik pun berhenti petanda sudah berakhir. Sherlin pun langsung meninggal kan Reno, karna dia tidak mau Reno melihat wajahnya yang sudah merah merona.
Reno hanya menatap kepergian sherlin, tiba tiba senyum kecil terpahat dipipi nya.
"Sherlin kau kenapa?"ucap Heri.
"Aku tidak apa apa Heri " Sherlin menjawab pertanyaan Heri yang terlihat khawatir.
"Itu pipi mu kenapa merah? Kamu tidak kena alergi kan, karna makanan yang ada disini"ucap Heri dengan polosnya.
"Enggak lah, aku hanya kepanasan saja"ucap Sherlin yang sedikit berbual lalu memukul pelan lengan Heri.
"Oh syukurlah, ternyata kau hanya kepanasan saja "ucap Heri sambil cengengesan.
(Untung dia percaya, gak mungkin kan aku bilang sama dia pipi ku merah merona karna tadi berada didekat Reno) batin Sherlin.
Akhirnya acara repsesi tersebut selesai, semua para tamu undangan sudah pulang begitu juga dengan Reno Rian dan Arka.
Reno mendapatkan panggilan dari Aurelia bahwa dia sudah terlebih dahulu pulang ke apartemen.
Reno terlihat sedikit senang karna malam ini dia ingin cepat pulang dan membaringkan badan letih nya ke kasur.
Sherlin pun pulang ke rumah dengan diantar oleh Heri.
"Terima kasih ya Heri "ucap Sherlin ketika sudah sampai digerbang.
"Sama sama"ucap Heri dan melajukan mobil nya menuju rumahnya.
Sherlin pun menuju rumah nya seperti biasa Reno juga sudah sampai tapi dia sudah masuk duluan kedalam kamarnya.
"Mungkin dia sudah tidur "tebak Sherlin.
Sherlin pun langsung mandi karna dia memang cukup tau banyak berkeringat hari ini.
setelah mandi dia langsung menuju kamar nya karna dia ingin baring saat ini juga.
Sherlin pun langsung membaring tubuhnya dikasur kecil itu.
Sambil berbaring dia memikirkan kejadian tadi, saat dia berdansa dengan Reno dan itu membuat pipi Sherlin menjadi merah merona lagi.
"Ah Sherlin"guman nya yang langsung membuyar kan lamunan nya sendiri.
Setelah beberapa lama akhir nya Sherlin berkelana dalam mimpinya.
**
Hai readersku.
Selamat membaca readers.
Jangan lupa beri like dan komentar kalian.
Serta beri aku ide untuk novel ini.
Mohon bantuannya dan dukungan nya teman teman.
Mohon Maaf🙏🙏 jika ada typo yang berserakan.
Salam Author
Insani Syahputri