
Setelah melakukan itu, Reno dan Sherlin duduk dan bersandar pada kepala ranjang itu.
Mereka belum ngantuk dan memutuskan untuk berbincang sebentar.
"Sayang, kapan kau menemukan cincin ini?"tanya Sherlin yang melihat cincin pernikahan mereka yang ada dijari Reno.
Seingat nya Reno sudah membuang cincin itu.
Bersyukur Sherlin menemukan nya dan menyimpan nya dikamarnya dulu.
"Ini aku temukan pada buku diary mu yang berada pada laci meja dikamar mu sayang"ucap Reno yang mengingat saat dia menemukan diary Sherlin dan membuat kesalahpahaman diantara mereka selesai.
"Kamu kenapa sayang?Kok malah nangis"tanya Reno yang melihat Sherlin menangis.
"Ini tangis bahagia sayang, aku sangat senang akhirnya kau mencintai ku lagi.Aku pikir kita tidak akan ditakdirkan bersama lagi, ingin rasanya aku menyerah untuk mencintai mu saat itu." ucap Sherlin .
"Jangan katakan itu lagi sayang, aku mohon jangan pernah menangis lagi. Aku minta maaf karna dulu perlakuan ku yang begitu kasar.
Aku mohon jangan bahas tentang itu lagi"ucap Reno.
Sherlin pun mengangguk dan menyandar kepala nya pada Reno.
"Sayang apa yang sebenarnya kalian bicarakan? Tadi aku melihat kalian dari jendela kamar,kalian terlihat sangat dekat sekali." ucap Sherlin.
"Aku mengatakan padanya untuk tidak mendekati ku dan jangan menganggu rumah tangga kita" Ucap Reno.
"Sudahlah,sekarang kamu tidur. "ucap Reno sambil mencium kening sherlin dan mengelus perut Sherlin.
"Siap bos aku akan tidur."ucap Sherlin yang membaringkan badan nya dan Reno menaruh selimut pada tubuh mereka berdua
Mereka pun tertidur.
~~
Beberapa bulan kemudian
Akhir akhir ini Reno makin sibuk kerja di kantor nya dan itu membuat Sherlin tidak suka pada Reno.
Karna setiap malam dia tertidur saat Reno belum pulang dan terbangun saat Reno sudah pergi ke kantor.
Untung ada Heri yang kebetulan sedang ada projek di negara itu dan meninggalkan Sarah untuk beberapa minggu ini di Jepang.
Heri jika ada waktu luang selalu menemani Sherlin dan mengajaknya keluar untuk menghibur Sherlin jika dia merasa kesepian karna Reno selalu sibuk dengan pekerjaan nya.
"Pagi Bi Ina, apa Reno sudah berangkat Bi?" ucap Sherlin yang saat baru bangun tidur.
"Pagi juga Nak Sherlin, Iya Reno baru saja berangkat Nak. " ucap Bi Ina.
"Ya di Tinggal Lagi " ucap Sherlin.
"Namanya juga kerja Nak, mungkin Nak Reno banyak kerjaan dikantor nya." ucap Bi Ina
"Itu perut nya sudah makin besar ya, bayi nya laki atau perempuan Nak?. "tanya Bi Ina.
" Bayi nya perempuan Bi" ucap Sherlin yang sudah mengetahui jenis kelamin bayinya.
Mereka setiap bulan selalu check up ke dokter kandungan, apalagi saat ini kandungan Sherlin sekarang sudah memasuki 7 bulan.
Namun pada bulan ini, mereka belum pergi ke dokter kandungan karna Reno sangat sibuk banget dengan kerjaan nya.
"Mudah mudahan bayi nya Nak Sherlin memiliki sifat seperti mu Nak " ucap Bi Ina.
"Iya Bibi, makasih ya" ucap Sherlin.
~~
Hari ini seperti biasa Sherlin dan Heri pergi ke sebuah restoran dan menikmati makanan disana.
"Aku terlalu banyak makan Heri jadi aku merasa kenyang banget .” ujar Sherlin.
“Kau terlihat gembira sekali padahal tadi pas berangkat kau cemberut saja. Apa kau Ada masalah dengan Reno?” tanya Heri.
“Aku tidak begitu cemberut kok tadi.Aku baik baik saja dengan Reno hanya saja belakangan ini dia terlihat sangat sibuk sehingga membuatku sulit bertemu dengannya di rumah."ujar Sherlin.
"Aku berpikir kalau dia sengaja menghindari ku" ucap Sherlin lagi.
“Masalah mu adalah kau berusaha terlalu keras padanya. Santailah sedikit. Aku akan jadi separuh darimu hari ini.
Aku takut kalau Reno tidak bisa membuat mu bahagia ” lanjut Heri
“Aku tidak perlu kasian mu Heri.Dan kau tidak perlu khawatir, kau harus nya mengurus Sarah saja.” ucap Sherlin
“Baiklah Sherlin“ ucap Heri.
Selesai mereka makan ,Heri mengajak dan mengantar Sherlin pulang ke rumah
karna hari sudah siang.
Tiba-tiba mereka tidak sengaja bertemu dengan Reno bersama teman bisnis nya dan dan satu wanita cantik yang kecentilan karna sedang berdori di samping Reno.
Sherlin senang bertemu dengan Reno saat ini.
“Aku sepanjang hari selalu memikirkanmu dan merindukan mu!“ ucap Sherlin bersemangat dan menggandeng tangan Reno
Namun Reno tiba-tiba melepas kan tangan Sherlin dan berkata, “Aku harus pergi.”
Sherlin kaget dengan yang telah dilakukan Reno yang tiba tiba dingin, dan dia merasa kecewa.
Heri yang melihat sikap dingin Reno kepada Sherlin tidak dapat menahannya.
“Jika kau punya waktu untuk bersama mereka, luangkan beberapa waktu dengan istrimu.” teriak Heri kepada Reno
“Aku tau kau mencoba untuk membuat Sherlin menyukai mu dan mengagumi mu. Tapi aku bosan karna melihat mu apalagi mendengar perkataan mu tadi.” ucap Reno
“Reno,kenapa kau berbicara seperti itu? Heri hanya sedikit khawatir padaku! Karna dia tau kalau aku sedang merasa sedih.” ucap Sherlin
“Lalu kenapa kau tidak pulang saja dengan Heri ? Dia sepertinya sangat khawatir padamu.“ ucap Reno
“Kenapa kau berkata begitu?Kau!!Aku sangatmembenci mu “ ucap Sherlin lalu berlari meninggalkan mereka semua
“Apa kau tidak mengejarnya?“ tanya Heri kepada Reno
“Jika kau tidak mengejarnya, Aku yang akan menyusulnya” lanjut Heri lalu pergi mengejar Sherlin
Reno hanya terdiam.
Sherlin sedang menangis sendiri dan heri datang menghampirinya.
“Aku hanya ingin bersama dengannya dan merindukan nya. Apa Reno sudah bosan padaku?Aku tidak tau apa yang membuat nya dingin seperti itu.Nak maaf kan dengan perkataan Papa mu tadi ya"ucap Sherlin dalam hati.
“Maaf,Heri Aku tau ini tidak menyenangkan Semua karena kami.Tadi Reno sepertinya tidak suka melihat mu ” jelas Sherlin
Tiba-tiba Heri memeluk Sherlin dari belakang, Sherlin sangat kaget.
“Ini tidak menggangguku.Jangan merasa bersalah.Mungkin Reno ada sedikit masalah dengan pekerjaan nya, jadi membuat nya seperti itu". jelas Heri
Dirumah, ketika makan malam bersama, Reno dan Sherlin hanya diam satu sama lain. Bi Ina merasa ada yang tidak beres dengan mereka berdua,dan berusaha untuk mencairkan suasana. Tapi Reno tetap diam satu sama lain dan hanya menikmati makan mereka masing-masing.
“Aku sudah selesai. “ ujar Reno
“Aku akan mandi dan tidur. lanjut Reno.
Tidak lama setelah itu, Sherlin pun selesai makan malam.
“ Tidak ada Bi, Aku hanya merasa sedikit lelah.” ucap Sherlin.
Sherlin pun lalu meninggalkan ruang makan.
Bi Ina yang melihat mereka berdua sangat khawatir.
“Ini akan baik-baik saja. Aku percaya pada mereka.” ucap nya dalam hati
“Tidak usah dipikirkan. Ayo tidur " ucap Sherlin saat pergi ke kamar untuk tidur.
Dia melihat Reno sudah tidur.
“Dia sangat manis. Kenapa kami menjadi seperti ini? Kau disini,tapi aku bahkan tidak bisa menciummu.“ ucap Sherlin dalam hati sambil memandangi Reno yang sedang tidur.
"Nak kau merindukan pelukan Papa mu ya, Mama juga merindukan pelukan papa mu Nak" batin Sherlin.
Kemudian Sherlin pun tertidur.
~~
Keesokan paginya, Sherlin melihat Reno yang sudah siap untuk berangkat ke kantor .
“Kau sudah mau berangkat, Reno?“ tanya Sherlin
“Aku ada pertemuan penting hari dengan klien“ jawab Reno
“Aku akan cepat dan membuatkanmu sarapan.“ ucap Sherlin karna pagi ini dia masih melihat Reno tidak seperti hari sebelumnya.
“Tidak usah.“ jawab Reno
“Tapi kau belum sarapan .“ lanjut sherlin.
“Aku pergi dulu“ ucap Reno lalu berangkat
Sherlin pun kecewa dan bersedih karena belum bisa berbaikan dengan Reno.
Bi Ina yang melihat mereka berdua menjadi sangat khawatir .
Sore harinya, Reno datang ke kantor Ardian .
Ardian menceritakan pada Reno kalau dia sangat bahagia saat sudah menjadi ayah
“Kenapa? Apa kau sakit? Kau sebentar lagi jadi Ayah tapi sudah sakit sakitan” ucap Ardian
“Aku tidak sakit. Aku hanya tidak bisa tidur dengan tenang.” jelas Reno
“Lalu apa? Ada masalah apa?“ tanya Ardian
“Aku bahkan tidak tau diriku sendiri. Kenapa aku bersikap seperti yang aku lakukan kepada Sherlin, Sejak saat aku sibuk dengan proyek ku dikantor.Heri selalu berada di dekat Sherlin itu membuat aku merasa sangat kesal setiap kali aku melihatnya apalagi mengingat nya“ lanjut Reno.
Ardian yang mendengar cerita itu dari Reno pun kaget dan mulai menertawainya.
“Kau benar-benar tidak mengerti?” ucap Ardian.
“Apa?” tanya Reno bingung.
“Apa kau idiot? Dan kau bilang kau genius?” ujar Ardian
“Kau mengerti sesuatu yang tidak ku mengerti?” tanya Reno.
“Kau cemburu. Itu kecemburuan mu pada Heri.“ jelas Ardian.
“Aku? Cemburu? Tidak mungkin. Aku tidak seperti itu .” ujar Reno.
“Bodoh. Aku beri tau. Dengarkan.Aku sudah memahaminya. Kamu cemburu pada sherlin yang dekat dengan Heri, Bro dia sudah punya istri kali bahkan dia juga mau jadi seorang ayah,gak mungkin Heri masih menyukai Sherlin. Mungkin kau salah paham, kau harus tahu kalau mereka hanya bersahabat ” jelas Ardian
“Bahkan orang jenius juga cemburu. .” lanjut Ardian.
Reno yang mendengar hal itu pun merasa kaget dan bingung.
Sherlin pun berkumpul bersama Dewi. dia menceritakan tentang hubungannya dengan Reno yang belum membaik.
“Kau harus cepat dan berbaikan dengan Reno,kasian anak dalam kandungan mu itu,melihat orang tua nya sedang bertengkar .” ucap Dewi
“Ya, kurasa ..“ ucap Sherlin yang masih sedikit pesimis.
Sesampainya dirumah ,Sherlin pun langsung menuju kamarnya dan merindukan Reno saat dia melihat foto pernikahan nya.
" Kami bahkan tidak berciuman belakangan ini” keluh Sherlin.
Malam itu, Sherlin mengumpulkan keberaniannya untuk berbicara dengan Reno yang tengah bekerja yang sedang memeriksa dokumen.
“Reno bisa aku bicara denganmu?“ tanya Sherlin
“Apa?“ jawab Reno
Lalu Sherlin menceritakan soal Heri yang akan pulang ke jepang beberapa hari lagi
“Lusa Heri akan pulang ke Jepang, dan dia ingin kita akan mengantarkan nya ke bandara. Sarah pasti senang karna Heri akan kembali dan pasti sangat merindukan Heri.
Tapi nanti aku akan merindukan mereka " ucap Sherlin.
“ Sudah Itu saja?” ucap Reno menanggapi Sherlin
“Ya.“ jawab Sherlin
Lalu Reno kembali diam dan melanjutkan pekerjaannya.
“Maaf mengganggumu bekerja .“ ujar Sherlin dan melangkah untuk menuju kasur.
Tapi Sherlin terdiam sejenak .
“Ada apa Sherlin ?” tanya Reno yang heran
“Kau!“ teriak Sherlin sambil melempar bantal dan semua peralatan make up nya kepada Reno
“Ada apa denganmu? Sherlin! hentikan! Apa yang kau lakukan? ujar Reno yang berusaha menghentikan aksi Sherlin dan khawatir pada bayi yang ada pada kandungan Sherlin .
“Aku tidak bisa menahannya! Kau bahkan tidak melihatku! Kau tidak mempedulikan aku sama sekali! Kau selalu mengabaikan ku. Kau tidak mencintaiku lagi, kan?” teriak Sherlin yang meluapkan seluruh isi hatinya kepada Reno sambil menangis.
“Bukan begitu ..“ ujar Reno
“Kau tidak pernah mencintaiku dan kau hanya bersandiwara Reno!“ teriak Sherlin lagi
“Tenanglah.“ sela Reno
“Tidak! Kenapa .. Kenapa aku begitu bodoh, yang selalu mempercayai sandiwara mu? Akulah yang selalu berharap dan mencintaimu disini, dan kau tidak mencintaiku Reno. Kau hanya berpura pura mencintai ku.” ucap Sherlin yang kemudian keluar dari kamar dan berlari pergi dari rumah.
Reno hanya diam dan tidak melakukan apa apa bahkan tidak mengejar Sherlin.
“Ada apa??Nak Sherlin Kau mau kemana?“ tanya Bi Ina yang berusaha mencegah sherlin
Namun Sherlin tetap berlari pergi dari rumah.
Sherlin menangis sepanjang jalan.
“Aku selalu takut untuk menanyakannya. Tapi pertanyaan itu selalu ada di hatiku dan akhirnya aku mengatakannya. Aku sudah mengakhirinya sendiri. Apa kami sudah berakhir?“ ucap Sherlin dalam hati dan terus .