
Mendengar perkataan Amanda barusan, sontak Calvin langsung berbaring sedangkan Amanda hanya mengelengkan kepalanya melihat tingkah pacar baru nya itu.
"Kau tunggu disini ya, kalau kau ada bergerak sedikit aja, ****** kau ditangan ku" Ancam Amanda.
"Baik Madam" ucap Calvin.
Dia sedikit terkejut yang melihat Amanda yang berubah menjadi garang.
Melihat Calvin yang patuh dengan perintah nya, Amanda pun langsung pergi menuju dapur untuk mengambil air hangat.
Saat sudah ada di dapur Amanda pun memanaskan air panas dan tiba tiba dia mendengar suara anak kucing.
"Seperti nya ada suara anak kucing, tapi darimana nya??" ucap Amanda sambil mencari sumber suara itu.
Amanda mendengar suara itu ternyata berasal dari kolong meja makan.
Amanda pun langsung menuju ke meja itu dan melihat ternyata memang ada kucing disitu.
Alangkah terkejut nya Amanda saat melihat kucing yang berada dibawah meja makan itu.
"Ini kan kucing yang selamatkan waktu itu"ucap Amanda.
"Tapi kenapa dia bisa ada di sini??"tanya Amanda lagi.
Amanda pun mengelus kucing itu.
"Manis, ternyata kau ada di sini ya, padahal aku terus mencari mu dan aku pikir kita tidak akan bertemu lagi" ucap Amanda pada kucing.
Amanda pun mengelus kucing itu dengan geram tapi tidak dikatakan dalam arti kata kasar melainkan dengan kelembutan hanya karna melihat tingkah kucing itu yang terlihat comel sekali, apalagi saat kucing itu mengeong yang seperti merespon perkataan Amanda.
"Aku akan tanya pada Calvin kenapa kucing ini bisa ada di sini" ucap Amanda yang sedikit merasa aneh.
"Oh iya, aku lupa kalau aku akan mengompres kepala nya Calvin" ucap Amanda yang benar benar lupa kalau Calvin sedang demam.
"Tunggu di sini ya manis" ucap Amanda pada kucing itu kemudian dia mencuci tangannya itu karna dia barusan memegang kucing.
Setelah itu Amanda Amanda mencampurkan air panas yang sudah ia panaskan tadi dengan air dingin kedalam baskom berukuran sedang dan dia pun langsung pergi menuju ke kamar Calvin.
Sampai di dalam kamar, Amanda langsung meletakkan baskom itu ke meja yang ada disamping tenpat tidur nya Calvin dan terlihat dia ingin mempertanyakan mengenai soal kucing yang pernah diselamatkan saat itu pada Calvin.
"Kau sudah kembali?" ucap Calvin saat dia melihat Amanda yang sudah kembali ke kamar nya.
"Ada yang ingin aku tanyakan padamu "ucap Amanda.
"Ada apa? Apa yang ingin kau tanya kan?"ucap Calvin yang sedikit penasaran.
"Itu kucing yang aku selamatkan Kok bisa ada di sini?"tanya Amanda.
"Oh waktu itu aku melihat mu kecelakaan dan langsung membawa mu kerumah sakit. Soal kucing yang kau selamatkan itu, aku langsung membawa nya ke rumahku dan merawat nya"ucap Calvin yang Keceplosan.
"Apakah kau membawa ku kerumah sakit saat itu?"ucap Amanda.
"Iya" ucap Calvin yang masih belum sadar dengan kata kata nya.
"Oh tidak!! Kenapa aku keceplosan sih" batin Calvin yang menyadari perkataan nya barusan.
"Bukankah Calvin yang berpenampilan culun itu pernah mengatakan padaku kalau Papa ku yang sudah membawaku ke rumah sakit ya"ucap Amanda.
" Iya aku pernah mengatakannya tapi saat itu aku sedang berbohong"ucap Calvin yang tanpa menyadari perkataan Amanda.
" Tunggu,, Kau bilang apa?"tanya Calvin.
"Tidak ada" ucap Amanda.
"Aku mendengar nya Amanda, dan kau tahu kalau Calvin yang culun itu adalah pacarmu"ucap Calvin yang sedikit kesal.
"Ya aku tahu kalau kau mendengar nya" ucap Amanda dengan santai.
"Amanda" ucap Calvin yang semakin kesal.
"Baiklah baiklah, kau jangan marah ya. Asal kau tahu, aku mencintai mu yang berpenampilan seperti itu" ucap Amanda yang ingin meredakan kekesalan Calvin.
Calvin pun tersenyum mendengar perkataan Amanda sang pujaan hatinya.
"Aku tidak percaya, mana buktinya kalau kau memang mencintaiku" ucap Calvin.
"Mana termometer mu?"ucap Amanda yang mengalih pembicaraan.
"Mana termometer"Calvin yang membeo.
"Untuk apa??"tanya nya lagi.
"Ya untuk mengecek suhu tubuh mu, kau pikir untuk apa?"ucap Amanda.
"Kau Bodoh Calvin, Termometer itu kan untuk pengukur suhu tubuh" batin Calvin.
"Itu ada di dalam Laci" ucap Calvin.
Amanda pun langsung mengambil termometer itu di tempat yang dikatakan Calvin tadi.
"Buka mulutmu" ucap Amanda.
"Untuk apa??" ucap Calvin yang terlihat bodoh sekali.
"Aku kan mau mengecek suhu tubuhmu" ucap Amanda yang sedikit kesal karena kebodohan Calvin dan malah banyak bertanya.
Calvin pun merutuki kebodohannya, Entah kenapa dia bisa terlihat bodoh jika sudah berhadapan dengan Amanda.
Calvin pun membuka mulutnya lalu Amanda memasukkan termometer itu kedalam mulut nya Calvin.
"Jangan kau telan, cukup kau jepit dengan bibir mu itu" ucap Amanda.
Calvin pun langsung melotot mendengar perkataan Amanda barusan.
"Siapa juga yang mau menelan ini"batin Calvin.
Beberapa menit kemudian Amanda pun mengambil termometer itu dan dia sedikit terkejut saat sedang melihat suhu tubuh Calvin pada termometer itu.
"Berapa??" tanya Calvin.
"Cuma 39,4 derajat Celcius" ucap Amanda sambil menatapi termometer itu.
"Pantasan saat kupegang, dahimu terasa panas sekali" ucap Amanda lagi.
Kali ini Calvin semakin shock mendengar perkataan nya Amanda.
"Kau bilang cuma 39,4 derajat" batin Calvin yang kesal mendengar kata "cuma".
"Apa kau berharap angka nya lebih tinggi dari angka itu?? Kenapa kau tidak perhatian sih pada ku , dan malah bersikap santai seolah aku itu tidak sedang sakit" batin Calvin.
"Dan kau sepatutnya harus dibawa ke rumah sakit" ucap Amanda.
"Tidak!! Aku tidak mau ke rumah sakit, jika aku mau sudah dari kemarin aku pergi kesana sama orang tua ku" ucap Calvin.
"Kenapa kau tidak mau ke rumah sakit, Kau seperti anak kecil saja" ucap Amanda.
"Aku takut ke rumah sakit, Aku benci sekali bau obat-obatan dan aku paling benci yang dengan nama nya jarum suntik"ucap Calvin.
Amanda pun hanya menghelakan nafas nya saat melihat pacarnya yang terlihat seperti kekanakan.
"Aku akan mengompres mu dengan air hangat, setidaknya bisa untuk mengurangi suhu panas mu" ucap Amanda.
"Di mana kau meletakkan handuk kecil atau apa lah yang bisa untuk mengompresmu"ucap Amanda.
"Itu di dalam lemari sana" ucap Calvin.
Amanda pun pergi menuju ke lemari yang sudah ditunjukkan Calvin tadi dan mengambil handuk kecil yang akan dia gunakan untuk mengompres Calvin.
Amanda pun membasuh handuk itu ke dalam baskom dan memeras nya.
Setelah itu dia meletakkannya handuk itu dengan lembut di dahi nya Calvin.
"Maaf karna sudah berbohong padamu" ucap Calvin.
"Berbohong mengenai apa?"tanya Amanda.
"Mengenai aku mengatakan kalau papa mu yang sudah membawamu ke rumah sakit"ucap Calvin.
"Tidak apa kok, lagian aku sudah tahu tentang itu karna Papa ku sudah mengatakan kalau bukan dia yang sudah membawaku kerumah sakit melainkan dirimu" ucap Amanda.
"Benarkah? Aku merasa menyesal karna sudah berbohong jika mengingat itu"ucap Calvin.
"Iya, kau jangan mengingat itu lagi, yang lalu biarlah berlalu" ucap Amanda.
" Belum"Ucap Calvin.
" Apa!! Kenapa kau belum makan?" ucap Amanda.
" Aku tidak selera makan Amanda" ucap Calvin.
"Tunggu sini, aku akan masakan bubur ayam untukmu dan kau harus memakannya, jika kau tidak memakannya Aku akan pulang saja"ucap Amanda.
"Oke oke, aku akan memakan nya" ucap Calvin yang tidak mau kalau Amanda pulang secepat itu.
Amanda pun langsung menuju kedapur dan melihat bahan bahan yang akan dia masak di di dalam kulkas.
Amanda pun langsung memasak bubur ayam untuk Calvin.
Tidak sampai satu jam Amanda pun sudah selesai memasak bubur ayam itu.
Setelah menyajikan nya ke dalam mangkuk,dia langsung membawa nya ke dalam kamar Calvin, tak lupa Amanda juga membawakan air mineral untuk Calvin.
Amanda pun kini sudah ada di dalam kamarnya Calvin dengan memegang nampan yang berisikan semangkuk bubur dan segelas air mineral.
" Ini kau makan cepat bubur nya mumpung lagi hangat" ucap Amanda.
"Aku tidak selera makan Manda" ucap Calvin.
"Tapi kau harus memakan nya karna setelah ini kau akan minum obat juga, kalau kau tidak makan Bagaimana bisa kau minum obat dan akan cepat sembuh. Kalau kau tidak mau memakan nya lebih baik aku pulang saja"ucap Amanda.
"Baiklah aku akan memakan nya, tapi suapin aku ya" ucap Calvin yang terlihat manja.
Amanda pun terpaksa menyuapi Calvin supaya dia mau makan karena tadi orang tua Calvin sudah berpesan pada Amanda untuk merawat Putra mereka yang terlihat manja ini.
Calvin pun memakan bubur ayam yang disuap oleh Amanda ke dalam mulut nya.
"Masakan mu enak, seperti nya cocok untuk jadi istri ku" ucap Calvin.
"Benarkah??"tanya Amanda.
"Iya" ucap Calvin.
"Kau orang ke seribu yang mengatakan kalau masakan ku itu enak"ucap Amanda.
Calvin berdecak kesal mendengar perkataan nya Amanda, Calvin pikir Amanda akan merespon perkataan nya mengenai untuk menjadikan Amanda sebagai istrinya.
"Apa kau tidak bisa peka sedikit saja Amanda atau apa kau ga bisa merespon perkataan ku tadi. Kau malah membahas perkataan kalau aku orang ke 1000 memuji masakan mu"batin Amanda.
Setelah beberapa suapan akhirnya bubur itu pun habis juga.
"Ini minum obatnya"ucap Amanda.
Calvin pun terpaksa meminum nya.
"Kau harus cepat sembuh Calvin" batin Calvin.
" Berbaringlah, aku akan kedapur untuk mencuci mangkuk ini" ucap Amanda.
Calvin pun lagi lagi menuruti perkataan Amanda, sedangkan Amanda langsung menuju dapur untuk mencuci mangkuk dan peralatan yang dia gunakan untuk memasak bubur tadi.
Setelah selesai mencuci, Amanda hendak kembali ke kelamar nya Calvin tapi dia berhenti sejenak di sofa dan melihat kucing kesayangan itu lagi tidur disofa itu.
"Aku akan bilang pada Calvin untuk membawa kucing ini kerumah ku saja"ucap Amanda.
Amanda pun langsung beranjak dari situ dan pergi ke kamar nya Calvin.
"Aku akan bawa kucing nya kerum...."ucap Amanda saat membuka pintu tapi terhenti karna orang yang sedang diajak bicara ternyata sudah tertidur.
"Calvin" Panggil Amanda lagi tapi tidak di respon.
Amanda pun langsung mendekati tempat tidur itu dan melihat Calvin yang memang sudah tertidur.
Amanda pun langsung mendekatkan wajah nya pada wajah Calvin untuk menatap lekat lekat wajah pacar nya itu.
"Kau kok cepat tidur sih, tapi kau terlihat semakin tampan saja jika sedang tertidur seperti ini" ucap Amanda dengan posisi wajah mereka yang berjarak beberapa inci saja.
"Benarkah?" ucap Calvin yang Tiba tiba membuka matanya.
Amanda langsung terkejut dan refleks menjauh dari Calvin saat Calvin tiba tiba membuka matanya, tapi beruntung tangan Calvin dengan sigap memegang tangan Amanda dan membawa Amanda jatuh ke dalam pelukan nya.
Calvin sempat mengerang kesakitan saat tubuh Amanda menimpa tubuhnya.
"Lepaskan aku Calvin" ucap Amanda yang berusaha keluar dari pelukan nya Calvin.
"Sebentar saja Amanda" ucap Calvin yang memeluk tubuh Amanda dalam posisi tertidur.
"Tapi ini dosa Calvin"ucap Amanda.
"Aku tahu,tapi kan aku hanya memeluk tidak melakukan hal lain"ucap Calvin.
"Biarkan aku memeluk mu, cuma sebentar saja" ucap Calvin lagi.
Amanda pun tidak bisa berkata apa apa lagi.
"Kau berpura pura tidurkan?" tanya Amanda.
"Iya"ucap Calvin yang masih memeluk Amanda.
"Itu...apa aku boleh membawa kucing nya kerumah ku?" tanya Amanda sambil menatap mata Calvin.
"Biarkan aku merawatnya" ucap Calvin.
"Tapi aku sangat menyayangi nya dan ingin merawat nya juga, jika dia disini aku akan merindukan nya"ucap Amanda.
"Jika kau merinduka nya , kau bisa datang kerumah ku untuk melihat anak kita" ucap Amanda.
"Setidak nya kucing itu akan jadi alasan agar kau bisa datang terus kerumah ku" batin Calvin.
"Siapa anak kita? tanya Amanda.
"Kucing itu lah, kau tenang saja, aku akan merawat nya dengan baik kok " ucap Calvin.
"Kau menganggap kucing itu sebagai anakmu?" tanya Amanda.
"Iya, tapi itu hanya menjadi anak kita sebelum kita menikah. Nanti kalau kita sudah menikah, kita akan buatkan anak benaran kok" ucap Calvin.
Amanda pun langsung menjitak Kepala nya Calvin agar perkataan tidak ngawur.
"Auw...sakit Amanda"ucap Calvin.
"Maka nya kalau ngomong jangan mengada ngada"ucap Amanda.
"Siapa yang mengada ngada?" tanya Calvin.
"Kau lah, memang sudah pasti kalau aku yang akan menikah dengan mu? Kita loh tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan Calvin"ucap Amanda.
"Aku memang tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan nanti, tapi aku akan meminta pada tuhan agar hubungan kita tetap bertahan sampai kita menikah nanti atau bahkan sampai maut memisahkan kita"ucap Calvin dengan serius.
"Apa kau memang tulus mencintaiku?"tanya Amanda sambil menatap mata Calvin dengan lekat.
"Aku sangat mencintai mu Amanda, jika tidak kenapa aku sampai harus meminta pada Tuhan agar menjaga hubungan kita tetap baik baik saja sampai maut memisahkan kita. Apa kau juga tulus mencintaiku ??"tanya Calvin kembali dengan menatap mata Amanda dengan penuh kasih sayang.
"Aku sangat mencintai mu Calvin dan aku harap kau jangan menyakiti perasaan ku karna sekarang aku sudah memberikan kepercayaaan padamu " ucap Amanda yang membalas tatapan Calvin.
"Terima kasih karna sudah memberikan kepercayaan mu pada ku Amanda, Aku akan menjaga kepercayaan mu ini" ucap Calvin.
Mereka pun kini saling memberi tatapan penuh arti, dan terlihat Calvin yang ingin mencium bibir kekasih hati nya ini.
Amanda pun tahu apa yang akan dilakukan Calvin terhadap nya
Saat Calvin ingin menjalankan aksinya, tiba tiba pintu kamarnya terbuka dan terdengar lah suara orang yang menjerit dari pintu kamar itu.
#Siapa ya???
#Jangan lupa mampir ke novel ku yang berjudul" Takdirku, hidup bersama mu"
Jangan lupa beri like dan vote untuk mendukung karya ku ya.
Selamat membaca ya teman teman
Jangan lupa beri like dan vote kalian ya.
Terima kasih😊😊😊