
( Sebelumnya )
“Parah benar nih perempuan”batin Calvin.
“Oh jadi ini semut ganasnya, ngeri juga kau ya Bro”batin Andra yang ternyata sedari tadi melihat reaksi Calvin.
🌷🌷🌷🌷
“Kalian sudah pada ngumpul disini, jadi ayo kita mulai latihan”ucap Calvin yang mengalihkan pembicaraan mereka.
“Pandai mengelak juga kau Bro”batin Andra sambil mengelengkan kepala nya.
“Kenapa kau mengelengkan kepala mu??”tanya Valen yang memang selalu kepo terhadap yang dilakukan oleh orang lain.
“Leher ku sedang sakit. Dasar bancet, kau suka kepo aja”ucap Andra yang memang tidak suka bicara dengan Valen
“Dasar kutu air!!!! Aku baik baik bertanya padamu, tapi kau malah nyolot kali menjawabnya”ucap Valen yang rada kesal pada Andra.
“Kalian kenapa sih bertengkar melulu, apa kalian tidak merasa bosan???”ucap Indah yang sejujurnya merasa jengkel dan tidak suka kalau melihat Andra dan Valen bertengkar terus.
“Benar tuh, setiap kumpul pasti aja selalu bertengkar”ucap Rahel yang juga setuju dengan perkataan Indah.
“Nih, orang hutan ini yang selalu memulainya”ucap Andra yang menyalahkan Valen.
“Apa kau bilang?? Aku?? Aku yang selalu memulainya??”ucap Valen yang tidak setuju sambil membelalakkan matanya karna merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Andra.
“Iya!!! Kau pikir aku takut melihat mu seperti itu, tuh lihat bola mata mu mau meloncat keluar “ucap Andra yang melihat Valen yang sedang membelalakkan matanya.
“Sudah selesai bertengkar nya??”tanya Calvin yang dari tadi hanya diam dan menjadi pendengar setia mendengar ocehan teman temannya yang terlihat kekanak kanakan.
Valen yang ingin membalaskan perkataan Andra pun langsung mengurungkan niatnya karna Calvin sudah berkata seperti itu.
“Kapan kita akan mulai latihannya kalau kalian asik bertengkar terus??”ucap Amanda.
“Beruntung kau hari ini, kalau tadi Calvin tidak angkat bicara, mungkin habis kau hari ini”batin Valen yang masih terlihat kesal dengan Andra.
“Ya sudah, ayo kita mulai”ucap Andra sambil mengambil gitar dari motor nya.
Mereka pun langsung pergi menuju gezebo milik Calvin dan memulai latihannya.
Sebenarnya Calvin merasa sedikit heran, dan dia pun terkadang bertanya tanya dalam hatinya untuk apa mereka harus latihan vocal segala . Dan lebih konyol nya dia mengikuti apa yang direncanakan oleh teman teman nya, dan yang lebih aneh lagi dia harus latihan bersama mereka yang akan jadi pembimbing nya, padahal mereka bukan penyanyi berbakat.
Sesampainya disana Andra langsung duduk dan bersandar di gazebo itu, kemudian dia memetik senar gitar itu sehingga menghasilkan musik yang mangalun syadu.
“Ternyata kau pandai juga ya bermain gitar”ucap Indah yang memuji Andra.
“Kalian tahu nggak, orang yang pandai bermain gitar itu biasanya memiliki suara yang merdu loh”ucap Rahel.
“Tidak semuanya kok, itu tergantung orang nya. Kalau dia, suaranya kalau sedang bernyanyi pasti mirip seperti suara ayam yang lagi keselak makan batu”ucap Valen yang sengaja berbicara seperti itu agar Andra merasa jengkel.
“Ayam keselak pas lagi makan batu?? Ini pertama kali aku mengetahuinya. Memang kau pernah melihat dan mendengarnya??”tanya Rahel yang malah mencerna perkataan Valen.
“Kalian melihat sendiri kan,, memang kau yang selalu pertama memulai keributan dengan ku“ucap Andra yang sudah jengkel.
“Biar kuberitahu satu hal pada mu, Suaramu itu nya yang kalau sedang nyanyi mirip bancet air yang sedang minta hujan, berisik banget dan itu membuat telinga ku sakit saat mendengar nya”ucap Andra yang tidak mau kalah.
“Sudahlah, kalau kalian dibiarkan terus, debat kalian yang kekanak kanakan ini gak akan kelar kelar”ucap Amanda yang juga merasa kesal kalau ada orang ribut di depannya.
“Kenapa sih kalian berdua ribut terus?? Aku jadi penasaran gimana suatu saat nanti kalian menikah, tuh perabotan yang ada dirumah kalian pasti pada berterbangan semua dan hancur berantakkan”ucap Calvin sambil membayangkan itu dalam benaknya.
“Ish ngeri juga, aku jadi kasihan sama anak kalian nanti”ucap Calvin yang bergidik ngeri saat membayangkan itu.
“Itu tidak akan terjadi, karna aku tidak akan menikah dengannya”ucap Valen yang berteriak kesal karna ucapan Calvin.
“Benar!!! Lagian siapa juga yang mau menikah dengan mak lampir ini”ucap Andra yang juga bergidik ngeri membayangkan hal yang seperti dibayangkan oleh Calvin.
“Sudah lah, gimana kalau aku request minta di nyanyiin satu lagu donk. Biar ini jadi ajang pembuktian suara mu merdu atau nggak”ucap Indah.
“Baiklah, aku setuju dengan ide mu itu. Kau minta lagu apa??”tanya Andra.
“Terserahlah, yang penting lagunya adem di dengar telinga ku ini”ucap Indah.
“Nih salah satu penyakit perempuan kalau di tanyain, pasti jawabnya selalu terserah”ucap Calvin yang tiba tiba kesal.
“Benar!!!! Nanti ku bawa lagu yang menurut ku adem didengar, eh ternyata dia malah tidak suka. Memang ribet dan susah kalau sudah berhadapan dengan permintaan perempuan”ucap Andra.
“Ya sudah, aku minta request lagu yang judul nya terlatih patah hati ”ucap Indah.
“Terlatih patah hati”ucap Andra yang sedang mengingat lagunya yang cukup familiar karna dia seperti nya pernah menyanyikan lagu ini.
“Oh lagu milik the rain ya”ucap Andra yang sudah ingat.
“Iya”ucap Indah.
"Lagi patah hati ya"ucap Andra.
"Sudah lah, nyayiin saja. Aku cuma suka aja dengar lagu ini"ucap Indah
“Baik lah”ucap Andra yang sudah mulai memetik senar gitarnya.
Andra yang memetik senar gitar itu berhasil membuat para gadis yang duduk gezebo itu memejamkan matanya menikmati musiknya, padahal dia belum mulai bernyanyi.
Andra pun mulai bernyanyi
(Andra)
Aku sudah mulai lupa, saat pertama rasakan lara
Oleh harapan yang pupus, hingga hati cedera serius
( Andra yang bernyanyi sambil tersenyum manis)
(Andra)
Terima kasih kalian, barisan para mantan
( sambil menatap ke para gadis yang ada disitu)
Dan semua yang pergi, tanpa sempat aku miliki
Tak satu pun yang aku sesali, hanya membuatku smakin terlatih
(Andra & Girls)
Begini rasanya terlatih patah hati, hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan
Sudah biasa( Para gadis yang berteriak)
Ditinggal tanpa alasan
Sudah biasa( Amanda& ketiga sahabat nya yang juga ikut bernyanyi)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
(Andra)
Lama tak kudengar tentangnya, yang paling dalam tancapkan luka
Satu hal yang aku tahu, terkadang dia juga rindu
Terima kasih kalian, barisan para mantan
( sambil menatap para Girls dan membuat Calvin rada kesal)
Dan semua yang pergi, tanpa sempat aku miliki
Tak satu pun yang aku sesali, hanya membuatku smakin terlatih
(Andra & Girls)
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan
Sudah biasa( Amanda & ketiga sahabat nya)
Ditinggal tanpa alasan
Sudah biasa(Amanda & ketiga sahabat nya)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Begini rasaya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan
Sudah biasa(Amanda & ketiga sahabat nya)
Ditinggal tanpa alasan
Sudah biasa(Amanda & ketiga sahabat nya)
(Andra)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
(Mengakhiri lagu nya dengan memetik gitar dengan alunan yang lambat)
“Kenapa tidak kau saja yang ikut lomba??“ucap Indah setelah selesai bernyanyi.
“Tidak usah Ndah”ucap Andra sambil memainkan gitarnya.
“Kenapa Ndra? Benar kata Indah, kalau nggak kau saja yang ikut lomba nya. Kan suaramu terdengar merdu”ucap Amanda.
“Tidak Amanda, aku tidak akan mau karna aku orang nya sangat gugup jika berdiri dihadapan banyak orang”ucap Andra.
“Kenapa kau tidak terlihat gugup sekarang?”ucap Valen.
“Itu beda lagi, kalau dihadapan teman temanku yang sudah lama ku kenal aku tidak akan gugup untuk bernyanyi seperti tadi. Coba kalian bayangkan betapa gugup nya nanti aku, jika aku mengikuti lomba bernyanyi ini, yang mana akan ditonton oleh semua kelas yang ada di sekolah kita”ucap Andra.
“Baiklah, mengerti kok. Lagian peserta lomba sudah tidak bisa di ganti lagi”ucap Calvin.
“Tapi sayang sekali, padahal kau terlihat keren waktu bernyanyi tadi”ucap Amanda yang memuji Andra yang secara tidak sadar telah membuat Calvin merasa kesal.
"Nih kau lagi malah memuji laki laki lain di depan pacarnya”ucap Calvin yang sudah kesal.
“Hmm, ada yang cemburu nih”ucap Valen.
“Maaf sayang, kan yang ku katakan memang benar. Laki laki yang pandai memain gitar dan jago bernyanyi itu terlihat sangat keren loh”ucap Amanda.
“Benarkah??”ucap Calvin.
“Iya, memang sayang pandai main gitar”ucap Amanda dengan embel embel kata sayang agar Calvin tidak marah.
“Kau meragukanku”ucap Calvin sambil mengambil gitar dari tangan Andra.
“Jangankan memainkan gitar, memainkan perasaan perempuan saja Calvin juga jagonya”ucap Andra yang ingin bercanda.
“Nih gitar mau kuhancurkan”ucap Calvin yang marah dan terlihat ingin membantingkan gitar milik Andra.
“Enggak!!! Jangan!!! Aku minta maaf, tadi aku cuma ingin bercanda saja dengan mu”ucap Andra yang memohon agar gitar kesayangannya tidak hancur di tangan Calvin.
“Makanya omongan itu di jaga”ucap Calvin.
“Iya, aku minta maaf. Peace “ucap Andra yang memasang wajah imut.
“Ish, jijik kali aku lihat wajah muka seperti itu, kau pikir kau itu sudah imut kalau pasang wajah seperti itu”ucap Valen yang melihat wajah imut Andra.
Sedangkan Indah dan Rahel hanya tertawa karna melihat wajah Andra yang menurut mereka terlihat sangat kocak.
Lain dengan Amanda yang hanya memandangi wajah Calvin yang terlihat marah karna perkataan bercanda Andra tadi.
“Aku berharap apa yang dikatakan oleh Andra tadi tidak akan terjadi”ucap Amanda dalam hatinya.
“Bodoh amat lah, aku tidak peduli dengan perkataan dan tertawaan mereka, yang penting gitar ku selamat”batin Andra yang terlihat masih membuat wajah yang menurut nya sangat imut.
“Baiklah, kali ini kau kumaafkan. Lain kali, jangan harap”ucap Calvin.
“Oh syukurlah, thanks Bro. Aku janji tidak akan berkata seperti itu lagi”ucap Andra.
Kali ini Calvin tidak mendengarkan perkataan Andra, kini dia terlihat sibuk memainkan gitar itu.
“Aku baru tahu kalau pacarmu ternyata tahu memainkan gitar”bisik Valen pada Amanda.
“Sama, aku juga baru tahu karna ini pertama kali aku melihat nya main gitar”bisik Amanda pada Valen.
Setelah itu Amanda kembali melihat Calvin yang seperti nya ingin menyanyikan satu lagu
Ternyata benar Calvin memang benar ingin bernyanyi di hadapan mereka.
( Calvin )
Tiada guna untuk bimbang
Apalagi ko cemburu
Karna di hati ini
Hanya ko. saja
Buang semua keraguan
Dan sa harap ko mengerti
Dan ko yakin
( Calvin yang memandang kearah Amanda)
Jika memang cinta
Tra perlu harus ko takut
Jika memang jodoh
Tong dua akan bersatu
Sa percaya semuanya
Tuhan su atur untuk bahagia
Dan bila sa yang nanti
Jadi ko pu pendamping
Tra kasih janji tapi
Sa kan ada di samping
Percayalah dan tetap setia
Tuhan su atur untuk bahagia
“Tuh lirik lagunya sangat cocok di nyanyikan untuknya. Kan dia yang sering cemburuan”bisik Andra pada Amanda sambil memperhatikan Calvin yang bernyanyi sambil memetik gitar itu yang mana alunan gitarnya sangat enak didengar oleh telinga mereka
Amanda tidak mendengar bisikkan Andra barusan karna dia hanya fokus memperhatikan Calvin yang sedang bernyanyi.
Dia sangat tersentuh mendengar penggalan lirik lagu yang keluar dari mulut kekasihnya itu, dan lagu itu juga berhasil membuat Amanda tersenyum sendiri.
(Calvin)
Sa bahagia miliki ko
Akan setia dampingi ko
Saling percaya buang ego
Mo kasih tinggal tara mungkin to
Mana mungkin to e
Sa kas tinggal ko e
Ji tara mo sampe
Ko itu sa pu rempe
Yakinlah pasti ko kan bahagia
Tra banyak janji sa kan setia
Buang semua tu keraguan
Coba ikut sa pu kemauan
Listen to listen to listen me
Kalau Tuhan suda kehendaki
Yakinlah bila jika nanti
Sa akan jadi ko punya laki
Oke bebh lewat rap sa mo bilang
Tuhan su atur cinta trakan hilang
Jadi tra usa ko takut dan bimbang
Sa tetap setia trakan main silang
Kuat deng janji yang telah di ambil
Percaya bebh hubungan kita tetap stabil
Buang itu ego yang datang merasuk
Jang biarkan ragu datang menusuk
Jadi tra usa ko takut
Apalagi sampe ragu
Coba tenang ikut jalur
Semua Tuhan su atur
Sa kan kembali
Tuk main deringan piano
Ketika you call me
Sa kan terdiam sebentar
Karena you say that you love me
“Lucu juga kalau Calvin lagi ngerapp ”ucap Valen yang terlihat ingin tertawa di sela sela Calvin yang sedang rap.
Amanda hanya menatap tajam ke arah Valen, setelah itu dia kembali fokus melihat Calvin lagi.
(Calvin)
Tiada guna untuk bimbang
Apalagi ko cemburu
Karna di hati ini
Hanya ko. saja.
Buang semua keraguan
Dan sa harap ko mengerti
Dan ko yakin.
(Calvin)
Jika memang cinta
Tra perlu harus ko takut
Jika memang jodoh
Tong dua akan bersatu
Sa percaya semuanya
Tuhan su atur untuk bahagia
Dan bila sa yang nanti
Jadi ko pu pendamping
Tra kasih janji tapi
Sa kan ada di samping
Percayalah dan tetap setia
Tuhan su atur untuk bahagia
(Calvin menyudahi nya dengan memandang kearah Amanda dengan tatapan penuh arti)
“Gimana??”ucap Calvin sambil memainkan senar gitar itu.
Amanda hanya tersenyum dan menundukkan kepala nya
“Suaramu sangat bagus bro, dan aku sangat yakin kalau kelas kita akan mendapat juara”ucap Andra.
“Semoga saja”ucap Calvin yang tidak terlalu berharap kali.
"Apa judul lagu yang di nyanyiin Calvin tadi?"ucap rahel yang berbisik pada indah.
"Tuhan su atur"ucap Indah yang juga menjawab pertanyaan Rahel dengan berbisik.
Rahel pun hanya ber oh ria saja mendengar perkataan Indah barusan.
“Oh iya, aku ingin menanyakan lagu apa yang akan kalian bawa saat lomba nanti?”tanya Rahel.
“Benar?? Kita bawa lagu apa ya”ucap Amanda.
“Yang jelas lagunya harus terdengar romantis”ucap Andra.
“Baiklah, nanti aku akan mencari lagu yang cocok kami nyanyikan”ucap Calvin yang sudah berdiri.
“Kau mau kemana??”ucap Andra.’
“Nggak kemana mana, dan sekarang kalian sudah boleh pulang”ucap Calvin.
“Kau mengusir kami?”tanya Andra.
“Tidak juga, ini sudah sore, dan sudah waktunya kalian untuk pulang”ucap Calvin.
“Benar juga sih, ini sudah sore”ucap Andra.
“Kalau begitu kami pulang dulu ya”ucap Andra yang juga sudah berdiri.
“Hmm, hati hati dijalan. Jangan sampai tabrak batu”ucap Calvin.
“Tumben kau peduli sekali pada kami”ucap Valen.
“Aku gak peduli sama kalian, aku cuma merasa kasihan saja sama batu nya yang kelindas sama ban motor kalian “ucap Calvin.
“Ingin rasanya aku berkata kasar padamu”ucap Andra yang kini merasa geram pada Calvin.
“Maaf Bro, aku cuma bercanda. Memang kau pikir cuma kau saja yang bisa sepert itu"ucap Calvin sambil mengedipkan matanya.
Andra merasa sangat kesal dengan tingkah Calvin hari ini, kemudian dia pun pergi dari tempat itu sambil menghentak hentakkan kakinya dengan keras seperti anak kecil yang ngambek karna tidak dikasih uang jajan sama orangtuanya.
Kemudian disusul oleh ketiga sahabat Amanda yang juga permisi untuk pulang ke rumah mereka masing masing.
Kini giliran Amanda yang ingin berjalan menuju motor kesayangannya.
“Kau mau kemana?”tanya Calvin.
“Ya pulanglah, kan kau sendiri yang bilang ini sudah sore dan waktunya untuk pulang”ucap Amanda.
“Kau tidak boleh pulang dulu”ucap Calvin.
“Kenapa?? Memang nya aku mau ngapain lagi disini?”tanya Amanda.
“Temanin aku makan, aku belum ada makan dari siang tadi”ucap Calvin.
“Apa!! Kau belum makan siang”ucap Amanda.
“Iya”ucap Calvin.
“Kau makan lah sendirian, ngapain aku harus ikut menemanimu makan?? Padahal Cuma untuk makan saja, kenapa sih kau harus ditemani?? Dasar anak kecil”ucap Amanda yang sedikit tidak percaya sikap Calvin yang terlihat seperti anak kecil.
Calvin tidak mendengar celotehan Amanda, justru dia menarik tangan Amanda untuk masuk kedalam rumahnya.
Hai readers
Ini saya sudah kembali up lagi
Jangan lupa apalagi sungkan beri like nya ya
Juga jangan lupa komen untuk memberi ide dan saran kalian untuk membangun novel ini
Semoga kalian suka ya
Oh ya jangan lupa juga ya follow instagram saya
Ig:insaniputri5205