
"Mati aku, Ngapain Mommy pulang jam segini. Jangan bilang nanti gara gara Mommy semua rencana ku akan hancur berantakan"batin Calvin.
"Siapa kau? Apa dia temanmu??" tanya Clara selaku Ibu dari Calvin.
Belum siap Amanda untuk berbicara tiba tiba bel rumah itu berbunyi.
"Mungkin Valen dan yang lainnya sudah datang, Amanda tolong buka pintunya ya"ucap Calvin.
"Baiklah" ucap Amanda dan langsung menuju kepintu.
"Mommy, ini aku Calvin" ucap Calvin yang berbisik pada Mommy nya.
"Apa!! Kenapa kau seperti ini?" ucap Clara yang suara cukup kuat.
"Sstth...Mom jangan bicara dengan suara yang kuat donk" ucap Calvin lagi.
"Kenapa kau berpenampilan seperti ini?" ucap Clara yang sudah mengecilkan suara nya.
"Nanti aku akan jelaskan pada Mommy,sekarang tugas Mommy hanya diam dan mengikuti permainan ku, jangan mereka sampai tahu siapa diriku yang sebenarnya"ucap Calvin.
"Ok" ucap Clara.
Sebenarnya dalam hati Clara masih banyak pertanyaan yang ingin ditanya nya pada Calvin mengenai perubahan anak nya ini.
Amanda pun berjalan menuju pintu, saat sedang menuju ke sana dia melihat foto yang terpajang di dinding rumah itu.
"Ini kan cowok yang pernah aku tabrak itu"ucap Amanda sambil memandang foto Calvin.
"Calvin punya hubungan apa dengan cowok ini ?" ucap Amanda.
"Nanti aku akan tanya pada Calvin saja" ucap Amanda.
Amanda pun membuka pintu itu.
"Kau sudah sampai ya??" tanya Valen pada Amanda saat pintu itu sudah dibuka.
"Aku tidak menyangka kalau Calvin meskipun terlihat culun ternyata dia anak sultan juga.Gila rumahnya besar juga"ucap Rahel.
"Tuh mulut bisa ditutup gak? Nanti gimana kalau didengar Calvin " ucap Indah.
"Sudah lah, ayo masuk. Kalian ada bawa bahan yang kusuruh tadi pagi kan??" ucap Amanda.
"Iya ini"ucap Rahel sambil menunjukan kantong plastik yang dia pegang.
Mereka pun masuk kedalam dan melihat Calvin yang tengah duduk.
"Kalian kok lama sekali" ucap Calvin.
"Tahulah kalau cewek itu memang suka lama"ucap Valen.
"Cewek memang seperti gitu" ucap Clara yang datang kesitu sambil membawa makanan untuk mereka.
"Calvin, Apa Cowok yang ada di foto dekat dinding itu adalah Kakakmu?" tanya Amanda sambil menujuk kearah dinding dekat pintu.
"Oh dia sepupuku, ya kan Bibi" ucap Calvin pada Clara.
"Maafkan aku kali ini Mommy" batin Calvin.
Terlihat Calvin yang memandang ke arah Clara dengan pandangan seperti memohon pengampunan.
Clara rasanya ingin marah karna mendengar Putra nya memanggil diri nya Bibi, dan Calvin juga mengatakan foto dirinya sendiri adalah sepupu nya.
Ingin Rasanya jika teman teman ini pulang,Clara akan Membawa nya putra nya itu menemui psikiater untuk memeriksa kejiwaan anaknya itu.
Tapi akhirnya Clara ingat kalau tadi Calvin mengatakan untuk mengikuti permainan nya.
"Iya, dia itu putra ku" ucap Clara.
"Waktu itu aku pernah menabraknya disekolah, tapi setelah itu aku tidak pernah melihat nya disekolah itu lagi"ucap Amanda.
"Dimana dia sekarang Bibi?" ucap Indah.
"Dia lagi di bawa seseorang menemui psikiater untuk mengobati kejiwaan. Karna akhir akhir ini kelakuan putra ku sekarang terlihat sedikit tidak waras" ucap Clara.
Ternyata perkataan Clara itu sukses membuat Calvin menyemburkan air yang dia minum barusan karna mendengar perkataan Mommy yang mengatakan dia gila.
"Apa Mommy ingin balas dendam kepadaku karna tadi kau memanggilnya Bibi, dan sekarang dia mengatakan aku gila "batin Calvin.
"Ih kau kok asal nyembur aja, untung gak kena" ucap Indah.
"Maaf" ucap Calvin.
"Jadi dia lagi tidak waras ya Bibi?? "tanya Amanda.
"Sedikit" ucap Clara.
"Aku masih Waras Amanda, aku masih normal, aku tidak gila"ucap Calvin yang menjawab dalam hati.
"Sayang sekali, Ganteng ganteng kok gila ya. Maaf tante" ucap Valen.
"Tidak apa apa" ucap Clara.
"Aku memang tampan, tapi aku tidak gila aku masih waras" ucap Calvin lagi dalam hatinya.
"Tante tidak bohong kan?" tanya Rahel.
"Tidak kok, Tante tidak bohong" ucap Clara.
"Jadi dia memang gila ya bibi" ucap Amanda.
"Tidak, jangan katakan itu lagi" ucap Calvin yang berteriak dan membuat Amanda dan yang lainnya terkejut.
"Maaf Calvin, aku tidak bermaksud mengejek sepupu mu. Jika kau tersinggung Kami tidak akan membahas itu lagi" ucap Amanda yang terlihat menyesal.
Sedangkan Clara bisa menahan tawa melihat tingkah Putranya ini.
"Dia memang seperti itu, dia tidak suka kalau ada yang berbicara buruk terhadap sepupunya" ucap Clara.
"Karna yang kalian bahas itu adalah aku" batin Calvin lagi.
"Oh iya Calvin, kan ini rumah bibi mu. Jadi orang tua mu tinggal dimana? Dan apa pekerjaan mereka?"tanya Valen tiba tiba.
"Oh orang tuaku tinggal di desa terpencil, mereka hanya seorang petani didesa itu"ucap Calvin yang kembali membalas dengan pada Mommy.
"Biar pun petani tapi Ibumu tetap cantik kan Calvin" ucap Clara yang membalas ucapan Calvin.
"Iya, Ibu ku tetap cantik meskipun lumpur disawah itu mengenai wajahnya." ucap Calvin sambil membayang bagaimana jika yang di ucapkan tadi benar benar terjadi.
"Kau harus bersyukur Calvin, setidak itu masih pekerjaan mulia kan." ucap Clara.
"Bibi benar kita harus bersyukur dan jangan malu dengan apapun yang dikerjakan oleh orang tua kita"ucap Amanda.
"Memang apa pekerjaan orang tuamu Nak?"tanya Clara.
"Ayah hanya bekerja sebagai buruh bangunan, dan Ibu hanya mengurus rumah saja" ucap Amanda.
"Orang tua mu pasti sangat bekerja keras untuk menyekolahkan mu"ucap Clara.
"Hmm Bibi benar, Bahkan di hari minggu Ayah bekerja sebagai buruh angkat barang di sebuah toko" ucap Amanda tanpa merasa malu.
"Amanda anak yang rajin Bibi, dia selalu mengerjakan apa yang diperintah oleh orangtuanya, maka nya tidak heran jika Ayahnya setiap hari bekerja keras hanya untuk menyekolahkannya." ucap Indah.
"Gadis yang menarik" batin Clara.
"Sudahlah, kalian lanjut kerjakan tugas kalian. Bibi ingin istirahat kekamar, hari ini bibi terlihat senang sekali, saking senang ingin bobok manja dikasur" ucap Clara.
Clara pun pergi meninggal kan mereka.
Amanda pun langsung menyuruh mereka untuk cepat bergerak mengerjakan tugas Prakarya itu agar cepat selesai.
Setelah sampai jam 5 sore akhirnya tugas mereka selesai juga.
Amanda dan teman temannya pun langsung membersihkan tempat dimana mereka mengerjakan tugas tadi.
Setelah selesai membersih mereka pun pamit pulang dari rumah Calvin.
"Apa gara gara gadis itu kau sampai seperti ini" ucap Clara yang keluar dari kamar saat teman teman putranya sudah pulang.
"Apa maksud Mommy,, Calvin tidak mengerti"ucap Calvin yang berpura pura tidak mengerti.
"Mommy sudah tahu, karna dari tadi kau hanya memandang ke arah Amanda"ucap Clara.
"Baiklah, Calvin mengaku" ucap Calvin sambil membuka wig dan kacamata nya.
"Mengapa kau harus sampai mengubah tampilan mu seperti ini? Padahal kau sangat tampan"tanya Clara.
"Justru karna itulah aku akan semakin susah mendekatinya Mom. Itu karna dia pernah mengalami patah hati karna cowok brengsek itu dan Manda sudah menutup hatinya " ucap Calvin.
"Apa yang kau sukai dari nya sampai kau begitu tertarik padanya" ucap Clara.
"Aku suka kepolosannya, aku suka kesederhanaan nya. Mommy tahu bahkan dia tidak malu mengatakan jika Ayah nya hanya seorang buruh" ucap Calvin.
"Dia sangat menarik, dan Mommy menyukai nya"ucap Clara.
"Mommy bilang apa?"tanya Calvin.
"Mommy bilang dia sangat menarik dan Mom sangat Menyukainya.Jadi Mommy akan mendukungmu untuk mendapatkanya" ucap Clara.
"Terima kasih Mom, Calvin sangat menyayangi Mom" ucap Calvin sambil memeluk Clara.
🌷🌷🌷
Di sekolah saat sedang jam istirahat, Amanda pergi ketaman sekolah dan duduk di bangku itu.
Dan tiba tiba Calvin datang membawa 2 botol minuman segar dan memberikan yang satu nya pada Amanda.
"Ini" ucap Calvin sambil memberikan sebotol minuman segar.
Kemudian Calvin berkata"Cuacanya sangat panas setidak nya ini bisa menghilangkan dahaga, jadi aku mohon jangan menolaknya"
Amanda pun mengambil minuman itu dan berkata " Terima kasih Calvin."
"Semoga berhasil Calvin, aku sebagai sepupumu hanya bisa berdoa agar misimu itu berhasil"ucap Cynthia.
Kembali dengan Calvin dan Amanda yang sedang duduk dibangku yang ada pada taman sekolah itu.
"Amanda, apa aku boleh tanya sesuatu? "ucap Calvin dengan ragu ragu.
"Apa Calvin, maksudku apa yang ingin kau tanyakan?" ucap Amanda.
"Tapi janji jangan marah ya" ucap Calvin.
"Baik lah... Apa Itu yang ingin kau tanyakan"ucap Amanda.
"Apa kau pernah menyukai seseorang ? Aku tidak pernah melihat mu dekat dengan cowok di sekolah ini. Maaf jika aku bertanya seperti itu, aku tidak ada maksud untuk menyakiti perasaanmu dan aku hanya ingin bertanya saja" ucap Calvin.
"Tidak apa apa Calvin, aku pernah menyukai seseorang bahkan kami pernah menjalin sebuah hubungan. Tapi disaat aku mengatakan padanya mengenai pekerjaan orangtua ku yang hanya soerang buruh, dia langsung meminta untuk mengakhiri hubungan ini karna merasa malu memiliki pacar seperti ku" ucap Amanda.
"Jadi karna itu lah aku tidak mau membuka hatiku, karna aku tidak ingin merasakan sakit hati lagi. Aku hanya tidak ingin menjalin dengan seseorang yang mana nanti tidak akan mau lagi dengan ku saat mengetahui pekerjaan orang tuaku"ucap Amanda.
"Tidak semua laki laki seperti Itu Amanda"ucap Calvin.
"Aku tahu Calvin, hanya saja untuk saat ini aku memang tidak mau membuka hati ku untuk siapa siapa" ucap Amanda.
" Jadi kau masih trauma Amanda, Padahal aku bisa menerima mu apa adanya" ucap Calvin dalam hatinya.
"Eh kau ada disini rupanya" ucap Shinta.
"Kalian terlihat pasangan serasi, Satu si culun dan satu simiskin" ucap Shinta lagi.
"Kau benar Shinta" ucap Wulan.
"Kau tahu hari ini adalah ulang tahun mantanmu? Dan dia akan membuat party dirumanya, tapi sayang kau sebagai mantannya tidak undang kesana"ucap Shinta.
"Ya, karna mereka memang ga cocok datang kesana" ucap Wulan.
"Sialan nie cewek, kalian tahu kalau aku juga di undang kesana. Mendengar perkataan mereka membuatku jadi malas datang kesana, tapi aku harus terpaksa datang setidaknya untuk menunjukkan wajahku saja karna mengingat dia anak kolega bisnis daddy" ucap Calvin dalam hatinya.
"Sayang ternyata kau disini" ucap Fitra yang tiba tiba datang.
"Iya sayang" ucap Shinta.
"Oh Iya, apa kau benar benar tidak mengundangn Amanda ke pesta ulang tahun mu? Kan dia adalah mantan mu sayang" ucap Shinta.
Fitra tidak menjawab, dan Amanda yang geram mendengar perkataan Shinta langsung berdiri dari kursi itu dan berkata:"Dengar ya Shinta, aku tidak peduli dia mengundang ku atau tidak. Dan satu lagi aku juga memang tidak mengingat kalau ini adalah hari ulang tahunnya, karna itu tidak terlalu penting bagiku untuk mengingat nya"
Manda pun langsung memegang tangan Calvin dan berkata" Ayo Calvin, aku sudah muak duduk disini" lalu Amanda pun menarik tangan Calvin dan meninggalkan tempat itu.
"Manda kau duluan ke kelas ya, aku mau ke toilet dulu" ucap Calvin.
"Oh baiklah" ucap Amanda dan dia pun pergi meninggalkan Calvin menuju kelasnya.
Calvin langsung menghubungi seseorang dan menyuruh untuk datang kebelakang perpustakaan.
Setelah menghubunginya, Calvin langsung menuju ke tempat yang sudah dia tentukan tadi.
"Kau kenapa lama sekali" ucap Calvin yang merasa kesal.
"Ya aku menghabiskan makan ku dulu baru datang kesini, kau sih tiba tiba menyuruh orang datang kesini padahal aku lagi makan"ucap seseorang yang ternyata adalah Cynthia.
"Aku Menunggu mu disini, dan kau malah menghabiskan makanan mu dulu" ucap
Calvin yang semakin kesal .
"Ada apa kau menyuruh ku kesini?" ucap Cynthia yang tidak mau melanjutkan perdebatan mereka.
"Aku minta tolong agar kau mengajak Amanda untuk pergi kepesta ulang tahun Fitra" ucap Calvin.
"Kenapa ga kau saja yang membawa nya, kenapa malah menyuruhku"ucap Cynthia.
"Ck,, Kau selalu membuat ku kesal Thia. Ga mungkin aku mengajak nya dalam wujud Calvin yang sebenarnya nya" ucap Calvin.
"Menurut ku mungking mungkin saja" ucap Cynthia.
"Ayolah, aku tidak bisa karna sama saja aku akan membongkar rahasia ku" ucap Calvin yang membujuk sepupunya itu.
" Kenapa kau ga datang saja dalam wujud yang seperti ini"ucap Cynthia.
"Mereka hanya mengundang Calvin yang tampan bukan Calvin ini, lagian jika bukan karna dia teman kolega Daddy, aku juga tidak sudi datang kesitu." ucap Calvin.
"Baiklah aku akan mengajak nya nanti. Ya sudah aku pergi dulu" ucap Cynthia dan kemudian pergi dari situ.
Disiang hari Saat semua siswa pada berpulangan kerumah nya, Cynthia menemui Amanda yang berjalan sama teman temannya yang hendak pulang kerumah juga.
"Amanda" panggil Cynthia.
"Ya, apa kau mengenal ku dan maaf anda siapa?"tanya Amanda.
"Ya aku mengenal mu, dan aku Cynthia dari kelas Ipa 1" ucap Cynthia.
"Ada apa Thia?" tanya Amanda.
"Kau bisa ga menemani aku ke pesta nanti malam" ucap Cynthia.
"Maaf aku ga bisa Thia" ucap Amanda.
"Please Amanda, aku tidak ada teman untuk ke sana" ucap Cynthia yang membujuk.
"Baiklah" ucap amanda.
Itu karna dia tidak suka melihat orang yang memohon padanya.
"Terima kasih Amanda, nanti malam aku akan menjemputmu, dan aku tahu kok alamat rumahmu" ucap Cynthia.
"Eh iya"ucap Amanda.
Cynthia pun pamit pergi dari situ.
"Siapa dia? Apa kau mengenalnya?"tanya Rahel.
"Dia Cynthia dari kelas Ipa 1" ucap Amanda.
"Kenapa dia bisa tahu nama mu?"tanya Indah.
"Itu karna Amanda, murid yang berprestasi disini jadi wajar saja dia tahu" ucap Valen.
"Iya juga sih"ucap Indah.
"Sudah ayo kita pulang, aku ingin cepat cepat sampai rumah dan mau istirahat "ucap Rahel.
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju rumah nya masing masing.
Di malam hari seperti yang dijanjikan, Cynthia pun menjemput Amanda ke rumahnya.
Cynthia meminta izin pada orang tua Amanda untuk membawa Amanda keluar sebentar, dan Orang tua Amanda pun mengijinkan nya.
Gunawan berpesan agar mereka berhati hati, sedangkan Dina tidak peduli asal dia jangan sampai buat malu keluarga.
Mereka pun sampai di kediaman Fitra, dan pesta tersebut di adakan dekat halaman rumah yang begitu luar yang disitu juga terdapat kolam renang yang begitu besar.
"Manda kau gabung duluan kesana ya, aku mau ke toilet dulu" ucap Cynthia.
"Ngapain?"tanya Amanda.
"Biasa anak cewek, mau bagusi make up dulu" ucap Cynthia.
"Baiklah" ucap Amanda.
Amanda pun berjalan menuju tempat pesta itu, saat sudah sampai disana dia bertemu dengan Shinta dan Wulan.
"Kau masih punya muka ya datang kesini"ucap Shinta.
"Dasar tidak tahu malu, kau kan tidak diundang ke sini"ucap Wulan.
Tiba tiba Fitra datang kesitu
"Ada apa? Kenapa kalian ribut ribut disini?"ucap Fitra.
"Ini mantanmu datang kemari, padahal dia tidak diundang" ucap Shinta.
"Dia datang bersamaku" ucap seseorang dari belakang .
"Wah, dia tampan sekali" ucap Wulan dan Shinta secara bersamaan.
"Calvin" ucap Fitra.
"Dia datang bersama ku, dan kau tidak punya hak untuk melarang nya" ucap Calvin dalam wujud sebenarnya.
"Ini kan anak Bibi nya Calvin, tunggu... mereka punya nama yang sama" batin Amanda.
"Oh my god aku baru ingat, dia kan lagi sakit jiwa" ucap Amanda dalam hatinya lagi.
"Apa kau sudah waras?? Waktu itu Ibu mu bilang pada kami jika kau sedang sakit jiwa"ucap Amanda.
Calvin yamg mendengar itu langsung menutup mulut Amanda dengan tangan nya.
"Bisa bisa nya kau mengatakan jika aku gila di tempat ini" batin Calvin.
"Ini semua karna Mommy"batin Calvin lagi.
Calvin pun mengajak Amanda pergi dari situ tetap dalam keadaan tangan Calvin yang menutup mulut Amanda, agar Amanda tidak menyebarkan rumor disini yang menyatakan jika dirinya lagi gila.
#Jangan lupa mampir ke novel ku yang berjudul" Takdirku, hidup bersama mu"
Jangan lupa beri like dan vote untuk mendukung karya ku ya.
Selamat membaca ya teman teman
Jangan lupa beri like dan vote kalian ya.
Terima kasih 😊😊😊