
Boleh tidak aku berbagi cerita dengan kalian
sebenarnya aku ingin loh untuk up lebih banyak lagi tapi kenyataan keadaan malah tidak mendukung.
Untuk itu mari kita semua berdoa agar masalah virus corona segera berlalu
Apalagi kalian sebentar lagi akan menyambut bulan suci Ramadhan.
Saya juga turut ikut sedih, semoga saja kalian dapat menjalankanya dengan damai dan tentram tanpa ada gangguan dan corona akan ini akan segera berakhir.
Aku pun juga ingin semua ini segera berakhir dan perkuliahanku sudah mulai aktif lagi dan aku dapat kembali ke kos ku tercinta.
Karna di kos lah aku dapat bekerja dan bisa ngetik dengan banyak.
Itulah kendala kenapa aku selalu lama up Karna dirumah aku selalu di ganggu oleh adik ku yang masih berusia 4 tahun dan aku tidak tega untuk mengabaikannya.
Kalian tahulah kan kalau anak anak berusia seperti itu memang suka usil.
Jadi sekarang kalian sudah tahukan alasan keterlambatanku untuk up nya dan sekali up cuma satu chapter saja😁
Harap dimengerti ya teman teman
🌷🌷🌷
Sudah seminggu lebih akhirnya Amanda sudah kembali masuk ke sekolah nya.
Ternyata semua teman teman dikelas Amanda sangat merindukan kehadiran Amanda dikelas itu.
Saat sedang istirahat, tiba tiba Fitra datang dan membawa Amanda keluar dari kelas menuju ke taman sekolah karna Tempat itu lagi sepi dan tidak ada orang.
Shinta yang melihat itu hanya marah dan geram melihat itu.
Jangan tanya dimana keberadaan Calvin sekarang.
Calvin mendadak pergi entah kemana saat bel istirahat itu berbunyi.
Kembali dengan Amanda dan Fitra yang sedang berada ditaman.
"Ada apa Fitra?? Kenapa kau membawa ku ke sini??" ucap Amanda sambil melepaskan tangan Fitra yang sedang mengenggam tangan nya.
"Ku mohon kembali dengan ku Amanda" ucap Fitra.
"Apa maksud mu?? Bagaimana dengan Shinta?? Bukankah kau sedang menjalin hubungan dengannya" ucap Amanda yang merasa kesal.
"Aku sudah memutuskan hubunganku dengannya Amanda dan untuk itulah aku ingin kau kembali dengan ku dan menjadi pacarku" ucap Fitra.
"Bukahkan kau sangat malu memiliki pacar seperti ku" ucap Amanda.
"Aku tidak peduli lagi Amanda jika ayah mu hanya seorang buruh dan aku menyesal sudah memutuskan mu saat itu"ucap Fitra.
"Cih, kau sudah terlambat Fitra, kata kata mu ini kau seharusnya kau ucapkan waktu itu dan tidak dengan kata kata yang telah menyakiti ku." ucap Amanda.
"Aku minta maaf Amanda" ucap Fitra.
"Aku memaafkan mu Fitra, tapi maaf kalau untuk kembali dengan mu aku tidak bisa"ucap Amanda.
"Tapi kenapa Amanda?"tanya Fitra.
"Karna aku sudah mencintai seseorang" ucap Amanda.
"Apa dengan dengan dia?"ucap Fitra.
"Siapa?? tanya Amanda.
"Saat dipesta ulang tahun ku" ucap Fitra.
Amanda pun teringat pada sepupunya Calvin yang telah merenggut ciuman pertamannya.Padahal sebenarnya itu adalah Calvin.
"Tidak.. bukan dia tapi orang lain"ucap Amanda.
"Jadi jangan ganggu aku lagi" ucap Amanda dan meninggal kan Fitra.
Ternyata Calvin yang baru selesai bertemu dengan Cynthia melihat Amanda yang meninggal kan Fitra di taman.
"Ngapain sikutu dengil itu bertemu dengan Amanda" ucap Calvin.
Calvin pun mendekati Amanda yang sedikit sudah menjauh dari Fitra.
"Manda " ucap Calvin yang berteriak memanggil Amanda.
"Calvin, kau dari mana saja?"tanya Amanda.
"Aku habis dari toilet"ucap Calvin yang lagi berbohong.
"Benarkah?? Tapi kenapa lama sekali??" ucap Amanda.
"Maklumlah, tangki ku lagi bocor" ucap Calvin sambil tertawa.
"Ish apaan sih" ucap Amanda.
Mereka pun pergi ke kelas dengan Calvin yang masih menggoda Amanda.
🌷🌷🌷
Dimalam hari terlihat Dina yang menutup pintu kamar dan mendekati Gunawan.
"Apa kau masih ingin menahan Amanda??"tanya dina.
"Apa maksudmu??" ucap Gunawan.
"Aku tahu kau pasti lakukan segala cara untuk menahan Amanda untuk selalu didekatmu"ucap Dina.
Gunawan hanya diam saja.
"Kau tidak boleh seperti itu" ucap Dina.
"Bagaimana pun mereka adalah orang tua kandung nya Amanda. Dan Ibunya pasti akan sangat bersedih jika tak bertemu dengan putrinya yang selama ini sudah menghilang"ucap Dina.
"Tapi aku sangat menyayangi Amanda" ucap Gunawan yang terlihat frustasi.
"Aku tahu, justru karna itulah kau harus memberitahu Amanda dan memberinya pada orang tuanya yang sebenarnya jika kau sangat menyayanginya." ucap Dina.
Gunawan hanya terdiam lagi.
"Terserahmu lah, aku hanya mengingatkan mu saja. Kau pasti pernah mendengar istilah sepandai pandai nya tupai melompat pasti akan jatuh juga, demikian juga denganmu sepandai pandai nya kau menyembunyikan kebenaran ini pasti akan ketahuan juga" ucap Dina.
"Bagaimana jika Amanda mengetahui dari orang lain dan akan membuat nya membencimu yang sudah berbohong padanya"ucap Dina yang langsung berbaring dan tidur di kasur itu.
Sedangkan Gunawan sedang kalut dan berkecamuk dengan pikiran sendiri.
🌷🌷🌷🌷
Dipagi hari Reno mendapat pesan dari Gunawan.
Gunawan menyuruh untuk datang dan dia akan mengatakan pada Amanda semuanya mengenai kebenaran ini.
Reno terlihat sangat senang dan dia terlihat bahagia, Reno pun mencari Sherlin untuk membagi kebahagiaan nya ini.
"Sayang kau dimana?"ucap Reno yang mencari Sherlin.
"Aku disini" ucap Sherlin yang baru keluar dari kamar mandi.
"Aku punya kabar bagus" ucap Reno.
"Apa ??"tanya Sherlin yang terlihat sangat penasaran.
"Kita akan pergi menemui putri kita" ucap Reno.
"Apa?? Apa Amanda sudah mengetahui nya?"tanya Sherlin.
"Belum sayang, tapi Gunawan akan mengatakan semua kebenaran nya pada Amanda" ucap Reno.
"Baiklah sayang, hari ini kita akan pergi kesana" ucap Reno.
"Apa kita tidak bisa berangkat malam saja, aku ingin pergi kepemakaman dulu dan ingin berbagi kabar baik ini pada mereka"ucap Sherlin.
"Baiklah kita akan berangkat nanti malam, dan aku akan menemani mu untuk pergi ziarah"ucap Reno.
"Terima kasih sayang"ucap Sherlin.
Siang ini Sherlin dan Reno pun pergi kepemakaman orang tua dan anaknya.
Terlihat sekarang mereka sedang berada di makam putri mereka.
Dan Sherlin tengah mengusap pusaran makam Amanda.
"Sayang apa kabar?? Mama kembali lagi"ucap Sherlin sambil menaburkan bunga.
"Kau tahu Mama akan bertemu bertemu dengan adik mu, kau pasti terkejutkan kenapa dia memiliki nama yang sama dengan mu"ucap Sherlin lagi.
"Papa dan Mama akan pergi ke sana dan akan membawa nya ke sini" ucap Reno.
Setelah beberapa jam di pemakaman itu akhirnya mereka ingin pergi dari situ.
"Mama dan papa pergi dulu ya sayang" ucap Sherlin.
Dan Mereka pun pergi meninggalkan tempat itu.
🌷🌷🌷🌷
Di sekolah Amanda terlihat sangat kesal dengan Calvin yang selalu mengodanya.
Tiba tiba Amanda mencari sesuatu.
"Apa yang kau cari Amanda" tanya Rahel.
"Aku mencari pena ku" ucap Amanda.
"Memang di mana terakhir kali kau meletakkan nya" ucap Indah.
"Mana aku tahu, kalau aku tahu ga mungkin aku menanyakan nya pada kalian"ucap Amanda.
"Coba ingat ingat dulu" ucap Valen.
"Ini lagi ku ingat ingat Valen" ucap Amanda.
"Apa kalian ada Menyembunyikan nya?" ucap Amanda.
"Kami tidak ada menyembunyikan nya" ucap Valen.
" Jika aku melihat ada orang memiliki pena yang sama seperti ku, aku akan menjitaknya karna aku tahu tanda pena ku" ucap Amanda.
Tiba tiba Calvin tertawa dan itu membuat mereka terheran heran.
"Kenapa kau tertawa, apa kau yang sudah menyembunyikan nya?" tanya Amanda.
"Aku tidak ada menyembunyikan nya"ucap Calvin yang masih tertawa.
"Jadi kenapa kau tertawa??"tanya Valen.
"Iya, Aku akan menjitak kepala nya jika aku menemukan penaku diambil seseorang" ucap Amanda.
"Itu bukan kah pena mu"ucap Calvin sambil menunjuk sesuatu yang tertancap pada ikat rambut Amanda.
Amanda langsung memegang rambut dan mengambil sesuatu yang ternyata adalah pena sendiri.
Rahel Indah dan Valen pun langsung tertawa terbahak bahak.
"Jitaklah kepala mu sendiri " ucap Calvin.
Amanda pun kesal terhadap Calvin.
Bisa bisa dia tidak memberitahu dirinya kalau Sebenar nya Calvin tahu dimana keberadaan pena nya.
"Kau terlihat sangat cantik kalau sedang kesal"ucap Calvin.
"Ya,,, Apa kau ga bisa diam" ucap Amanda sambil melemparkan pena nya kearah Calvin.
Calvin pun langsung menghindari lemparan pena dari Amanda.
"Ga kena " ucap Calvin sambil mengejek Amanda dengan menjulurkan lidahnya.
Bahkan sampai pulang sekolah pun Calvin selalu mengejek nya orang pikun.
"Aku tidak Pikun" ucap Amanda.
Amanda pun langsung mempercepat langkah kakinya karna dia ingin segera sampai dirumah dan akan mengadukan nya pada orang tuanya.
"Ibu" ucap Amanda yang sudah didepan rumah dan ingin masuk ke dalam.
"Calvin mengejek ku orang pikun" ucap Amanda saat berada didalam.
Saat Amanda sampai didalam rumah dia langsung menutup mulutnya.
Karna ternyata Ayahnya sedang ada dirumah dan tidak bekerja dan terlihat ada tamu yang datang kerumah itu.
Ya Amanda tadi tidak memperhatikan mobil yang sedang terparkir di depan rumah nya dan itu semua karna Calvin.
"Siapa yang mengejek mu pikun sayang"ucap Gunawan.
"Tidak ada Ayah" ucap Amanda.
"Paman datang kesini ya"ucap Amanda pada seseorang yang ternyata adalah Reno.
Reno masih terlihat sedih karna Amanda
masih memanggilnya paman.
Sedang kan Sherlin yang ada disamping Reno tengah menatap sendu yang melihat putrinya yang kini sudah ada dihadapan nya.
"Iya saya datang lagi" ucap Reno.
"Sayang Ayah ingin mengatakan sesuatu padamu"ucap Gunawan tiba tiba yang terlihat serius.
"Apa Ayah?" ucap Amanda.
Gunawan pun menghela nafas nya secara gusar dan berkata" Sebenar nya Ayah bukan lah orang tua kandung mu, tapi mereka lah orang tua kandung mu" Gunawan yang berkata sambil menunjuk kearah Reno dan Sherlin.
"Apa?? Tidak mungkin, Ayah pasti bercandakan sama ku" ucap Amanda yang sangat syok mendengar kebenaran ini.
"Ayah tidak bercanda, sewaktu kau masih bayi Papa mu menitipkan mu pada Ayah" ucap Gunawan.
"Tidak tidak, kalian semua pasti sedang bercandakan" ucap Amanda lagi.
"Ini Papa sayang" ucap Reno yang ingin membuat putrinya itu percaya.
"Tidak,, aku tidak putrimu" ucap Amanda.
"Jika aku memang putri mu kau tidak akan menitip ku pada orang lain." ucap Amanda.
"Tunggu...jadi barang barang mahal yang diberikan Ayah belakangan ini pasti dari pemberian mu kan"ucap Amanda.
"Lihat...kau tidak menjawabnya berarti memang benar"ucap Amanda.
Amanda langsung pergi kekamarnya dan mengambil barang seperti laptop, ipad dan handphone yang terbilang sangat mahal untuk Amanda pakai.
"Ini tuan, aku akan mengembalikan nya dan aku juga belum ada menggunakan nya sedikit pun" ucap Amanda.
"Amanda dia adalah orang tuamu dan kau tidak boleh seperti itu dan kau harus pergi bersama mereka" ucap Gunawan.
"Kau harus kembali pada mereka, karna hidupmu pasti akan senang dan kau tidak akan kekurangan disana sayang tidak seperti dengan Ayah" ucap Gunawan lagi.
"Tidak Ayah, aku tidak ingin bersama mereka dan hanya ingin menjadi anakmu. Aku tidak menginginkan hidup bersama mereka meskipun nanti aku bergelimang harta mereka. Yang aku inginkan hanya kebahagiaan dan aku bisa dapat kan itu hanya dari Ayah"ucap Amanda yang menangis dan memeluk Gunawan.
Hati Reno terasa sesak dan sakit melihat putri nya tidak mau menjadi anaknya.
"Ini Mama sayang" ucap Sherlin.
"Tidak, kau bukan Ibuku. Jika memang benar kau adalah Ibuku, kenapa kau membuang ku??" ucap Amanda.
Amanda pun menunjuk Dina dan berkata"Ibu yang pernah kuanggap itu meskipun dia tidak pernah menyayangi ku tapi dia tetap mengambilku dan merawatku. Kau tahu, gara gara kau aku tidak pernah merasa kasih sayang seorang Ibu dan aku sangat membencimu" ucap Amanda.
Tiba tiba Gunawan menampar pipi Amanda membuat Reno semakin marah.
"Ayah menamparku" ucap Amanda yang memegang pipi bekas tamparan Ayahnya.
Dia tidak percaya dengan kelakuan ayahnya hari ini, karna ini pertama kalinya Gunawan melakukan kekerasa pada Amanda.
"Ayah tidak pernah mengajarimu berkata seperti itu Amanda, apalagi bersikap kasar pada orang tua " ucap Gunawan yang marah.
"Aku semakin membenci kalian, gara gara kalian ini pertama kali Ayahku menampar dan memarahiku"ucap Amanda.
Amanda pun pergi dari rumah itu, Gunawan langsung mengejar Amanda.
"Jangan mengejarku!!! Aku ingin mencari ketenangan dan aku sangat membenci Kalian" ucap Amanda yang langsung berlari lagi.
Gunawan pun hanya bisa menatapi putrinya yang tengah berlari manjauhi nya.
"Maafkan Ayah Nak, Ayah terpaksa melakukan itu agar kau membenci Ayah dan kau mau kembali pada orang tuamu" batin Gunawan.
"Bagaimana ini Reno, putri kita tidak mau mengakui kita sebagai orang tuanya" ucap Sherlin yang menangis.
"Tenang sayang, semunya pasti akan baik baik saja" ucao Reno yang menenangkan Sherlin.
🌷🌷🌷🌷
Kembali dengan Amanda yang tengah duduk di taman sekolah.
Terlihat Amanda sedang duduk menatapi bunga yang indah itu sambil mendengarkan musik dengan menggunakan hands-free nya.
Ya saat ini dia sedang menenangkan pikiran yang sedang kacau balau dengan cara seperti itu.
Tiba tiba ada seseorang yang mengejutkannya.
"Calvin"ucap Amanda sambil mematikan musik nya dan melepas hands-free yang mengantung ditelinga nya.
"Aku tahu kalau kau pasti ada disini" ucap Calvin yang duduk disebelah Amanda.
"Dari mana kau tahu kalau aku ada disini"ucap Amanda.
"Tadi Ayah mu menelponku dan menanyakan keberadaanmu, dia bilang kalau kau kabur dari rumah" ucap Calvin.
"Coba cerita padaku, siapa tahu aku bisa menyelesaikan permasalahmu" ucap Calvin lagi.
Amanda ingin bercerita tapi dia hentikan karna dia tidak sanggup untuk menceritakannya.
"Apa karna kebenaran orang tua kandungmu"ucap Calvin.
"Dari mana kau tahu?? Apa ayah menceritakannya padamu" ucap Amanda yang terkejut.
"Tidak.. Ayah mu tidak ada menceritakannya padaku dan kau pun tidak perlu tahu dari mana aku mengetahui nya" ucap Calvin.
"Apa kau tidak mau mengakui nya"ucap Calvin lagi.
"Aku benci mereka Calvin" ucap Amanda.
"Kenapa??" tanya Calvin.
"Karna mereka sudah membuangku dengan menitipkan ku pada Ayah dan sekarang mereka mau mengambilku lagi dengan sesuka hati mereka"ucap Amanda.
"Apa kau tidak menanyakan alasannya kenapa mereka sampai menitipkan mu pada ayah mu?" ucap Calvin.
"Aku tidak ada menanyakan nya, dan aku tahu pasti mereka memang tidak ingin punya anak seperti ku dan tidak menyayangi ku. Makanya mereka menitipku pada Ayah dan sekarang karna merasa bersalah sekarna mereka ingin mengambil ku" ucap Amanda.
"Apa kau tidak memikirkan dari sudut pandangan mereka?"tanya Calvin.
"Maksudmu??" ucap Amanda yang tidak mengerti.
"Kau tadi hanya menyimpulkan alasannya dengan sudut pandangan mu dan kau tidak menanyakan alasan mereka sebenarnya kenapa mereka sampai menitipkan mu padamu ayahmu" ucap Calvin.
"Memang kita tidak tahu apa yang terjadi saat itu, tapi pasti ada terjadi sesuatu yang mana sampai membuat mu dititipkan pada Ayahmu. Jadi dengarkan alasan mereka dan jangan menyimpulkan nya sendiri" ucap Calvin lagi.
Amanda hanya diam mencerna perkataan mereka.
"Katanya kau sangat pintar, masa kau tidak berpikir secara logika mu" ucap Calvin.
"Kasihan orang tua mu pasti mereka akan sedih melihat anaknya tidak mau mengakui orang tuanya, apalagi Ibu mu yang sudah melahirkanmu dengan susah payah. Apa kau mau jadi anak durhaka yang tega membuat Ibu nya menangis" ucap Calvin .
Amanda pun mengingat disaat melihat Ibu yang bilang adalah Ibu kandung nya tadi itu menangis saat Amanda mengatakan kata kata kasar pada nya.
"Terima kasih Calvin, karna sudah mau menasihati dan memberikan jalan keluar dari masalah ku"ucap Amanda.
"Aku pergi dulu" ucap Amanda yang langsung berlari meninggalkan Calvin menuju rumah nya.
"Mama tunggu aku"batin Amanda yang sambil berlari.
"Kau harus memaafkan orang tuamu Amanda, bagaimana pun mereka adalah orang tua kandungmu. Dan aku hanya bisa mengatakan itu dan menasihatimu agar kau mau memaafkan mereka" ucap Calvin yang menatapi kepergian amanda.
##Aish pasti kalian mengharapkan lagi kan
Tenang tenang sebentar lagi kok, harap sabar ya😊😊😊
Jika kalian mengomentarinya like sinetron
It's okay Im Fine
Itu hak kalian untuk memberi penilaian kepada ku Dan aku tidak akan patah semangat kok
#Jangan lupa mampir ke novel ku yang berjudul" Takdirku, hidup bersama mu"
Jangan lupa beri like dan vote untuk mendukung karya ku ya.
Selamat membaca ya teman teman
Jangan lupa beri like dan vote kalian ya.
Terima kasih 😊😊😊