
Setelah 2 minggu akhirnya Reno menyelesaikan bisnis nya dan menjalin kerja sama dengan perusahaan Pak Hamis yang berada di Singapura.
Reno pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya hari itu juga.
Setelah mobil nya memasuki pekarangan manshion nya, Reno pun turun dari mobil dan memasuki manshion nya.
Ting tong
Kriet...
Pintu utama manshion itu terbuka.
"Kamu sudah pulang?"ucap Sherlin sambil tersenyum.
Reno hanya melangkah kan kaki masuk ke dalam dan mengabaikan perkataan tapi dia tiba tiba berhenti sejenak.
"Aku pulang tidak ada urusan nya dengan mu. Lagian ini adalah tempat ku dan kau tidak pantas untuk bertanya mengenai aku pulang atau tidak". ucap Reno dengan dingin nya
"Dan perlu kau ingat satu hal wanita hina 'KAU BUKANLAH SIAPA SIAPAKU' "ucap Reno dengan nada penuh penekanan.
"Kau harus ingat akan status mu di rumah ini, kau tak lebih dari seorang pelayan. Tapi Sepertinya kebetulan sekali, karna saat ini aku kekurangan pelayan untuk membersihkan manshion ku yang luas ini. Aku sudah memecat semua pelayan ku itu semua karna mu.Dan menurut ku, kau sangat cocok untuk menggantikan posisi itu." ucap Reno. Lalu dia pergi ke kamar nya.
Sherlin hanya berusaha untuk menahan cairan bening yang hendak jatuh ke pipi nya.
"Aku akan mengingat status ku Reno ,biar lah hanya sebagai pelayan mu dan aku sangat senang hati untuk menerima nya."batin Sherlin.
~~
Pagi hari yang indah Reno pun melakukan aktivitas nya, dia terlihat sudah rapi dan ingin pergi kekantor.
"Apakah Tuan tidak ingin sarapan dulu?"ucap Bi Ina yang melihat Reno yang sudah turun kebawah dan hendak pergi keluar.
"Tidak Bi, saya tidak punya nafsu makan disini"ucap Reno sambil menatap tajam ke arah Sherlin yang berada di samping Bi Ina.
Reno pun langsung pergi kedalam mobil nya
dan menyuruh Doni untuk melajukan mobil itu.
Setelah sampai ke kantornya.
Dia berjalan menuju ruanganya.
Selama perjalanan menuju ruangan, Reno hanya menunjukkan wajah dingin nya pada karyawan yang memberikan salam pada nya serta membungkuk hormat.
Para karyawan cukup sabar menghadapi sikap bos nya itu.
Dan mereka tidak ingin melakukan kesalahan yang akan membuat mereka berakhir dengan surat pemecatan.
"Apakah semua sudah di persiapkan? "tanya Reno yang sudah duduk di kursi kerja nya
"Baik lah kita akan mulai rapat nya sebentar lagi" ucap Reno.
Reno pun menuju ruangan rapat.
Reno mengadakan rapat bulanan bersama para manajer nya untuk memeriksa hasil laporan keuangan pada bulan ini, serta memeriksa kinerja kerja para karyawan nya.
"Baik lah rapatnya cukup sampai di sini saja dulu.Aku cukup puas dengan hasil kerja kalian dan kalian sudah boleh bubar "ucap Reno.
Setelah selesai rapat, Reno pergi menuju ruangan nya untuk betistirahat.
Ketika dia masuk, tiba tiba ada seorang wanita yang langsung memeluk nya.
"Sayang aku kembali "ucap wanita itu.
"Aurelia "ucap Reno yang cukup terkejut.
"Ada apa sayang?? Kamu seperti tidak terlihat senang "ucap Aurelia.
"Kamu dari mana saja selama ini? Kenapa kamu tiba tiba menghilang di saat aku ingin melamarmu? Apakah sudah tak menginginkan ku lagi sehingga kau pergi meninggalkan tanpa memberitahu ku? Dan kau juga memutuskan semua kontak komunikasi dengan ku"ucap Reno yang langsung mempertanyakan soal kepergian Aurelia.
"Maaf kan aku sayang karna pergi tanpa memberitahu mu.Aku sengaja melakukan itu karna tak ingin membuatmu khawatir sama ku."ucap Aurelia.
"Tak ingin membuat ku khawatir? Memang apa yang terjadi pada mu? "tanya Reno.
"Aku" ucap Aurelia berhenti.
"Jawab aku Aurelia!!!" ucap Reno.
"Aku punya sedikit masalah waktu itu. Saat itu aku mengidap penyakit leukimia. Aku tidak ingin memberitahu mu karna aku tidak mau kau khawatir.Beruntung ada seorang teman ku yang mengatakan bahwa ada dokter di Kanada yang bisa mengobati penyakit ku. Maka saat itu, aku langsung pergi ke kanada tanpa mu.Aku dirawat di selama 2 tahun lebih, aku baru balik ke indonesia sebulan yang lalu. maaf karna tidak langsung menemui karna aku ingin memberikan mu kejutan. Tapi ternyata kau tidak senang dengan kedatangan ku.
Karna kau tidak senang, kalau begitu aku pulang dulu."ucap Aurelia lalu ingin keluar dari ruang itu,Setelah dia sudah menjelaskan semua sama Reno.Tapi ketika ingin pergi Reno langsung memeluk nya.
"Maaf kan aku sayang, karna tak ada di samping mu di saat kau sedang menahan rasa sakit"ucap Reno.
"Tidak apa sayang, terima kasih masih setia menunggu ku"ucap Aurelia.
Aurelia pun mendekat kan bibir nya kebibir Reno,kemudian Reno pun langsung memegang tekuk leher Aurelia dan mencium bibir Aurelia.
Setelah cukup lama berciuman Reno pun melepaskan pangutanya dan langsung memeluk Aurelia dengan erat.
***
Happy reading Reader's
Jangan lupa beri like dan komentar readers
Mohon dukungan nya