Always Love You My Husband

Always Love You My Husband
Chapter 38



"Jadi dimana Sherlin sekarang?Apa dia sedang ada dirumah?"tanya Surya yang menanyakan keberadaannya Sherlin.


"Sherlin... (ddepp ...seketika jantungnya Reno berhenti berdetak).


"Aku harus mencari nya"ucap Reno yang langsung berdiri kembali saat Surya menyebutkan nama Sherlin.


"Kenapa kau harus mencarinya? Memang dimana dia sekarang? Apa dia tidak ada di rumah?" tanya Surya yang heran melihat kelakuan adiknya hari ini.


"Aku sudah mengusir nya Kak !! Jadi sekarang aku harus mencari nya dan meminta maaf pada nya"ucap Reno yang membuat Surya serta Mamanya yang mendengar nya terkejut.


"Aku harus mencarinya"ucap Reno sambil meninggalkan rumah Mamanya.


Dia menghubungi nomor hp Sherlin, tapi nomor itu sudah tidak aktif lagi dan tidak bisa di hubungi.


Ini pertama kali setelah menikah Reno mau menghubungi nya ,


Karna sebelumnya Reno sangat malas untuk sekedar mengangkat panggilan telpon dari Sherlin.


"Ahhrg"ucap Reno yang frustrasi sambil melempar handphone dan memukul stir mobil nya.


Reno pun melajukan mobil nya kerumah Heri, karna terakhir kali Sherlin pergi bersama dengan Heri.


Dia pun langsung keluar dari mobil saat dia sudah sampai dikediaman Heri.


"Heri, tolong buka pintu nya"ucap Reno sambil mengetok pintu itu.


"Iya, ada keperluan? Dan maaf anda ini siapa?tanya mama Heri yang kebetulan membuka pintu rumah mereka.


"Mana Sherlin tante? saya suami nya Sherlin"ucap Reno yang langsung menanyakan keberadaannya Sherlin.


"Suami seperti apa kau?"ucap Heri sambil meninju perut Reno.


Tadi Heri seperti mendengar suara Reno.Jadi dia keluar dari kamar untuk memastikan nya dan ternyata memang benar Reno.


Di saat Reno mengatakan dia adalah suami Sherlin dia langsung marah dan memukul Reno.


"Mana Sherlin?"Tanya Reno sambil menahan sakit akibat pukulan Heri.


"Sherlin...Sherlin....kau dimana? "ucap Reno sambil masuk kedalam sambil mencari Sherlin.


"Keparat kau Reno!!! Sherlin tidak ada disini.Dia sudah pergi jauh,bahkan aku tidak tau dimana keberadaan "ucap Heri yang marah karna Reno sembarangan masuk ke rumah nya.


"Kemana dia pergi ?"ucap Reno menatap tajam kearah Heri.


"Aku sudah bilang kalau aku tidak tau dia pergi kemana.Lagian untuk apa kau mencari nya,bukan nya kau yang mengusir nya dan mengatakan kalau dia wanita sial.


Dan satu lagi Reno, bahkan kau sudah Menceraikannya dan membuat dia sakit hati karna mendengar perkataan mu saat itu"ucap Heri secara bertubi tubi.


"Kau tau!!! Sherlin sangat menderita Reno,


aku tidak tau apa yang ada dalam pikiran nya sampai mau bertahan sama orang sebrengsek kau.Dia menanggung lukanya sendiri, dia bahkan tidak mau berbagi rasa sakit nya pada ku bahkan pada sahabat nya." ucap Heri yang menahan air mata nya agar tidak keluar.


"Aku menyesal Heri,kau harus tahu bahwa aku belum menandatangani surat cerai itu.Aku ingin bertemu dengan nya dan ingin meminta maaf pada Sherlin jadi aku mohon tolong katakan dimana Sherlin sekarang? "ucap Reno sambil menangis dan dia tidak percaya kalau Heri tidak mengetahui keberadaan Sherlin.


"Aku tidak tau Sherlin pergi kemana tapi sebelum pergi dia meninggalkan surat ini pada ku"ucap Heri pada Reno.


Dia merasa kasihan pada Reno karna dia melihat rasa penyesalan di mata Reno jadi dia memberikan surat itu pada Reno.


~~


Hai Heri


Saat kau baca surat ini mungkin aku sudah pergi jauh.


Hehehe


Aku minta maaf karna tidak pamit sama mu dan juga tante.


Aku sangat berterima kasih sekali padamu, karna masih peduli sama ku.


Reno memang benar, aku hanyalah wanita sial yang selalu membuat kesialan dan masalah untuk orang lain.


Untuk itu aku sudah memutuskan untuk pergi jauh Heri.


Jauh sekali...


Sampai kalian tidak bisa menemukan kan wanita sial seperti ku.


Aku hanya ingin sendiri saja untuk saat ini, sampai aku bisa merubah nasib ku yang sangat buruk ini.


Kau jangan khawatir, aku akan baik baik saja disana dan aku juga bisa menjaga diri ku sendiri.


Dan satu lagi, jangan beritau hal ini pada sahabat sahabat ku dan juga Mama ku


Aku tidak ingin mereka bersedih karna diriku


Aku tidak mau kalau hal itu terjadi


sekali lagi terima kasih Heri


Selamat tinggal


Dari sahabat mu


Sherlin Liliana Sanjaya


~~


Reno yang membaca surat itu langsung menangis dan meremas surat itu.


"Aku sudah pernah bilang pada mu untuk jangan menyesal karena sudah menyia yia kan nya.Tapi apa yang kau bilang waktu itu, kau mengatakan bahwa kau tidak menyesal bahkan kau mengusir nya "ucap Heri yang sangat kesal dengan Reno.


Reno tidak mendengar perkataan Heri, dia hanya memikirkan tentang keberadaan Sherlin.


"Dimana kau Sherlin?"batin Reno


Reno meninggalkan kediamannya Heri.


Dan langsung menuju mansiion nya.


Sesampai di mansion dia menelpon Doni yang asisten pribadinya.


"Halo Doni,tolong kau lacak dimana keberadaan Sherlin, bahkan tolong cari kan detektif yang terbaik untuk mencari Sherlin.


Tolong kau lakukan dengan cepat. jika sudah dapat informasinya langsung beritahu aku dengan segera"ucap Reno melalui via telpon.


"Baik Tuan"ucap Doni yang langsung melakukan pekerjaan nya setelah Reno mematikan panggilan itu.


Saat ini Reno sedang berada dikamarnya Sherlin.


Dia mengingat ketika sahabat Sherlin memaki nya tadi saat Reno menghubungi mereka untuk menanyakan keberadaan Sherlin.


Dia pikir Sherlin memberi tahu kepada mereka mengenai kemana dia pergi.


Tapi sahabat Sherlin malah tidak tau, dan terkejut mengenai kepergian Sherlin dan mereka langsung memaki Reno.


Karna selama ini Reno selalu menyakitinya. Mereka memaksa Reno untuk cepat menemukan keberadaannya Sherlin.


"Di mana kau sayang?"ucap Reno tanpa sadar sambil menatap foto Sherlin bersama ayah nya yang sedang tersenyum.


Dia mengelus wajah Sherlin pada foto itu.


"Aku ingin minta maaf pada mu"ucap Reno dan air matanya berhasil jatuh di wajah tampannya itu.


***


Hai teman temanku


Selamat membaca ya


Jangan lupa beri like dan komentar kalian


Dan satu lagi beri aku vote kalian ya untuk mendukung karya ku ini.


Maaf jika ada typo yang bertebaran


Saranghae😊😊😊buat pembaca setia novel ku


Salam author


Insani Syahputri