
Andra dan yang lainnya merasa sangat keheranan melihat Calvin yang menarik Amanda masuk ke pasar malam.
“Kenapa dia ?”tanya Andra saat melihat Calvin menarik tangan Amanda tanpa ada menjagak bahkan menyapa mereka.
“Aku tidak tahu!”jawab Indah yang memang tidak tau.
“Hei kau, kau apain Calvin?? Kok tampangnya marah gitu!!!”ucap Valen yang terlihat menyalahkan Brenaldi.
Valen sangat tahu apa yang menyebabkan Calvin marah seperti itu. Ini pasti karena Brenaldi yang duluan manjemput Amanda ke rumahnya dan membuat Calvin jadi pergi sendirian sampai ke tempat ini. Itulah yang ada di dalam pikiran Valen saat ini.
“Aku?? Kau sekarang sedang menyalahkan diriku?”tanya Brenaldi yang seakan tidak terima dengan tuduhan Valen.
“Iya kau, jadi siapa lagi?”ucap Valen sambil berkacak pinggang.
“Aku tidak ada melakukan apa apa terhadap Calvin”jawab Brenaldi yang membela dirinya.
“Kalau kau tidak ada melakukan apa apa, kenapa Calvin sampai terlihat marah seperti itu kepada kami”ucap Rahel.
“Aku mana tahu kenapa Calvin bersikap seperti itu, dasar dia saja yang marahnya terlalu berlebihan”ucap Brenaldi sambil menyilangkan tanganya didadanya.
“Lagian, kenapa malah kau yang pergi ke sini dengan Amanda? Seharusnya kan Calvin!!”ucap Valen.
“Sudahi napa pertengkarannya!! Kalian gak merasa kecapean berdiri lama lama disini?”tanya Indah yang mulai merasa pegal dikakinya.
“Aku bukan hanya pegal tapi juga merasa bosan ngelihat dia”ucap Valen sambil menatap malas kearah Brenaldi.
“Kalau kau merasa bosan melihat aku, ya sudah pulang saja sana. Aku pun juga bosan melihatmu yang dari tadi cerewet banget, daripada melihatmu mending aku liatin cewe yang ada disana”ucap Brenadi sambil menunjuk kearah cewe yang sedang sibuk memarkirkan sepeda motornya.
“Dia terlihat lebih bagus dari pada dirimu yang terlihat seperti triplek. Datar semua!!!”ucap Brenaldi.
“Biar aja datar yang penting ini semua masih alami”ucap Valen yang merasa kesal karena sedikit dihina oleh Brenaldi.
Kemudian Valen tidak mendengarkan perkataan Brenaldi lagi, dia malah berjalan memasuki area pasar malam itu.
Saat sudah berjalan beberapa langkah, Valen menoleh ke belakang dan masih melihat teman temanya yang masih berdiam diri ditempat mereka berdiri saat ini.
“Hei kalian!!! Ngapain kalian pada berdiri diam tak jelas disitu”ucap Valen yang berteriak marah memanggil mereka.
“Ayo masuk, nanti mak lampir marah pula”ucap Andra yang mulai mengajak teman temannya untuk masuk.
Mereka pun berjalan disekitar area pasar malam itu sambil mencari keberadaan Amanda dan Calvin. Setelah mencari beberapa menit ,akhirnya mereka menemukan keberadaan pasangan itu yang sedang menaiki wahana kora kora yang sangat menarik menurut Valen dan Indah.
“Wah lihat, Amanda terlihat ketakutan”ucap Indah.
Dia melihat Amanda yang tengah menenggelamkan wajahnya di lengan Calvin karena merasa ketakutan.
“Dia sudah tahu takut tapi kenapa masih niat untuk menaikinya”ucap Andra yang mengelengkan kepala sambil menoleh kearah atas permainan kora kora itu.
Kini terdengarlah suara pengunjung yang berteriak histeris ketika laju kora kora itu semakin menggila. Kora kora itu melayang ke udara seakan akan ingin mendekati dan menabrak pohon yang ada disitu.
Bukan hanya Amanda yang terlihat ketakutan, bahkan Andra yang sedang menyaksikan itu pun merasa takut dan bersumpah didalam hatinya untuk tidak akan menaikinya seumur hidupnya.
Tapi tidak dengan Calvin, justru Calvin terlihat biasa saja terhadap guncangan laju wahana kora kora itu. Hanya saja, yang membuat dia tampak selalu berteriak itu semua karena ulah Amanda yang memberikan baku hamtam terhadap dirinya untuk sekedar mengurangi rasa takut Amanda.
Mau tidak mau Calvin sebagai pacar harus siap dengan siksaan pacarnya itu, baik lengannya yang kena gigit sampai rambutnya yang kena jambak. Calvin akan ikhlas menerimanya
“Sabar Calvin!!! Ini demi pacarmu”ucap Calvin yang menyemangati dirinya sendiri.
Selama dua menit kemudian, akhirnya operator wahana kora kora itupun langsung menghentikannya dan membuat pengunjung disana merasa sedikt senang karena sudah bebas dari siksaan walaupun saat ini mereka masih merasa sedikit pusing dan mual mual.
“Gimana perasaannya saat berada diatas?”tanya Valen saat Amanda dan Calvin sudah turun dan bergabung sama mereka.
Amanda tidak menjawabnya, justru dia terlihat ingin muntah karena semua yang ada didalam perut Amanda meronta ronta ini ingin dikeluarkan.
Mungkin semua itu terjadi karena guncangan wahana itu.
“Biasa aja, tapi ini yang luar biasa. Nih semua akibat ulah Amanda terhadap gue”ucap Calvin sambil menunjukkan bekas gigitan Amanda dilengan Calvin.
“Kenapa kau Bro? Apa macan juga ikut naik diatas sana?”tanya Andra sambil melihat bekas luka gigitan Amanda.
“Kau mengatai aku macan?? Apa kau juga ingin kugigit?”tanya Amanda yang kesal dan ingin marah tapi dia tidak sanggup karena masih merasa sedikit pusing.
“Kau jangan mengigitnya lebih aku saja yang kau gigit lagi”ucap Calvin yang justru lebih kesal karena ucapan Amanda yang malah mengatakan ingin menggit Andra.
Calvin sungguh tidak menyukai itu, karena dia tidak suka ada lelaki lain juga merasa apa yang dia rasakan.
“Apa kalian sudah selesai?? Aku lapar nih!!! Yuk kita cari makan dulu”ucap Brenaldi.
“Amanda, apa kau lapar?”tanya Brenaldi sambil memberikan sapu tangannya pada Amanda karena dia melihat Amanda yang cukup berkeringat setelah turun dari wahana itu.
“Amanda, lap dulu keringatmu!! Semua buliran keringatmu pada jatuh bercucuran”ucap Rahel.
"Iya, aku tahu kok"jawab Amanda pada Rahel.
“Terima kasih”ucap Amanda pada Brenaldi sambil mengambil sapu tangan itu dari tangan Brenaldi.
“Sini biar aku yang mengelapnya”ucap Calvin sambil mengambil sapu tangan itu dari tangan Amanda.
“Mungkin aku harus bawa stok tisu yang banyak, agar dia gak kerepotan kasih sapu tangannya padamu”ucap Calvin yang berkomat kamit sambil mengelap keringat Amanda.
“Nah. Aku tidak perlu lagi!!”ucap Calvin sambil meletakkan sapu tangan itu ke dalam saku kantong jaket Brenaldi setelah Calvin sudah selesai mengelap keringat Amanda.
“Calvin, kau tidak boleh seperti itu”ucap Amanda yang memarahi Calvin.
“Sini Kak sapu tangannya, biar aku saja yang akan mencucikannya setelah pulang dari pasar malam ini”ucap Amanda yang ingin meminta sapu tangan itu kembali.
“Tidak apa apa Amanda, biar aku aja yang mencucinya”ucap Brenaldi.
“Kan, kau sudah dengar kalau dia sendiri yang akan mencucinya. Jadi kau tidak perlu repot repot lagi menawarkan diri untuk mencuci sapu tangannya itu”ucap Calvin.
“Diam kau dulu!!”ucap Amanda yang menyuruh Calvin untuk diam.
“Tapi aku merasa tidak enak hati Kak karena aku yang sudah mengotori sapu tangan itu dengan keringatku”ucap Amanda yang kini sudah berbicara dengan Brenaldi.
“Tidak apa apa kok, lagian besok siang kakak sudah akan akan berangkat ke bandara”ucap Brenaldi.
“Bandara?? Apa besok kakak sudah kembali ke Jepang?”tanya Amanda.
“Iya....”ucap Brenaldi tapi terhenti karena Calvin cari gara gara.
“Sayang aku lapar “ucap Calvin yang tiba tiba berbicara dengan manjanya.
Kini Amanda malah menatapi Calvin yang kini bersikap sok cute yang membuat para gadis yang ada disitu bergidik ngeri.
“Kau sudah cocok mendaftar jadi anggota waria”ucap Brenaldi yang merasa jijik melihat Calvin berbicara seperti tadi.
“Apa aku salah berbicara seperti itu kepada pacarku?”ucap Calvin.
“Tidak salah sih, tapi cara berbicaramu itu terlalu berlebihan”ucap Valen.
“Ya sudahlah, ayo kita makan dulu. Biar malam ini aku yang akan traktir semuanya”ucap Brenaldi.
“Pasti karena kau mau kembali pulang ke rumahmu, makanya kau traktir kami kan?”tanya Rahel.
“Hmm, bisa juga dibilang begitu”ucap Brenaldi sambil tersenyum.
“Kan di lain waktu dia bisa mentraktir kalian!!”imbuh Brenaldi saat Andra bertanya seperti itu.
“Baiklah, kalau malam ini kau yang mau mentraktir kami. Aku sih tidak masalah”ucap Calvin.
“Tapi kau harus ingat, lain kali kau harus mentraktir kami”ucap Valen.
“Iya....iya....Aku akan ingat kok”ucap Calvin yang menatap malas kearah Valen
“Kalian mau makan apa?”tanya Brenaldi.
“Aku mau makan bakso”ucap Valen yang jiwa makan baksonya sudah meronta ronta minta dikabulkan.
“Bagaimana Amanda?”tanya Brenaldi yang menanyakan pendapat Amanda.
“Baiklah, aku juga setuju!! Kita makan bakso saja”ucap Amanda yang tahu kalau sahabatnya itu lagi kepingin makan bakso.
“Terima kasih Amanda kau tahu saja apa yang aku inginkan”batin Valen yang mengucapkan rasa terima kasihnya pada Amanda dengan tulus.
Mereka pun berjalan menuju ke sebuah gerai bakso yang ada disekitar pasar malam itu.Saat sudah sampai disana, Brenaldi pun langsung memesannya kepada penjual bakso itu sebanyak dengan anggota yang duduk disana.
Sambil menunggu pesanannya datang, mereka semua membahas wahana apa yang akan mereka kunjungin setelah makan ini.
“Gimana kalau kita main ke wahana yang cukup menakutkan ?”Andra yang memberi usul kepada teman temannya.
“Maksudmu kita masuk ke rumah hantu yang ada dipojok sana?”tanya Indah sambil menunjuk kerah wahana rumah hantu.
“Iya, emang kenapa??”tanya Andra.
“Nggak mau ah!! Takut nanti ada jumpa hantunya”ucap Rahel yang terlihat sedikit takut.
“Kan hantunya tidak benaran kok, itu hanya hantu palsu saja”jawab Brenaldi.
“Gimana nanti kalau jumpa hantu benaran?”tanya Amanda.
“Gak ada hantu di dunia ini!!! Kalaupun ada, Kalian tidak perlu takut karna kita ada pawang hantunya kok”ucap Brenaldi sambil melirik kearah Valen.
“Apa kau lihat lihat?? Jangan katakan kalau Kau ingin mengataiku setan?? “tanya Valen yang langsung merasa dikatain oleh Brenaldi.
“Memang iya, karna aku sangat yakin kalau semua hantu akan takut kepadamu”ucap Brenaldi.
Valen sangat marah saat mendengar perkataan Brenaldi dan ingin rasanya dia melemparkan sebuah tempat yang berisikan sendok dan garpu yang ada dimeja itu kearah mereka.
Tapi disaat dia ingin melakukan itu, sang penjualan baksonya malah sudah datang mengantarkan pesanan mereka sehingga membuat Valen mengurungkan niatnya.
“Makan aja dulu, baru nanti emosinya diluapkan”ucap Calvin sambil mengeserkan semangkuk bakso itu kesisi meja Valen.
“Keburu hilang nanti emosinya pak karena makan bakso. Ntar dia gak jadi marah?”ucap Rahel yang terlihat sedang mengetik sesuatu pada ponselnya.
“Kau lagi chattingan sama siapa??”tanya Andra yang terlihat mencuri kesempatan melirik kearah ponselnya Rahel.
“Kamu kok kepo sekali sih”ucap Rahel yang kini sudah memasukkan ponselnya kedalam tasnya.
“Mungkin dia lagi chattingan sama cowonya”ucap Indah.
“Nggak kok, aku sudah putus dengannya”ucap Rahel.
Semua yang ada disitu terkejut dengan pernyataan Rahel kecuali dengan Brenaldi, mereka pada berpikiran apa yang menyebabkan Rahel putus dengan pacarnya.
Padahal hubungan Indah dan pacarnya cukup terlihat baik baik saja tapi tidak dengan Rahel. Jika saja Rahel tidak mengatakannya mungkin mereka semua tidak akan mengetahuinya.
“Kapan kau putus dengannya?”tanya Valen yang terlihat menjatuhkan bakso yang baru saja masuk dimulutnya ke dalam mangkuk itu karena sempat terkejut mendengar omongan Rahel.
“Ish, kau kok jorok banget sih”ucap Brenaldi yang sebenarnya tidak merasa ilfil dengan
Valen.
“Dia selingkuh!!! Ya aku tinggalin aja, karna aku tahu kalau dia tidak patut untuk dipertahankan dan bukan dia saja laki laki didunia ini”ucap Rahel dengan mantap.
“Kau benar, Lebih baik kita menjomblo dulu daripada memilih untuk bertahan sama orang yang memang tidak menyayangi kita”ucap Andra.
Mereka pun memuji perkataan Andra, padahal dia sama sekali belum pernah berpengalaman soal pacaran karena selama ini dia asik menjomblo saja.
Tapi tidak dengan Valen yang malah tidak melanjutkan untuk memakan baksonya lagi.
“Kau kok tidak lanjut makan lagi?”tanya Brenaldi.
“Aku tidak berselera lagi”ucap Valen.
“Apa karena sudah kemasukan bakso yang sudah kau makan tadi makanya kau tidak selera lagi?”ucap Brenaldi.
“Tidak kok”ucap Valen.
“Mengaku sajalah!!"tukas Andra.
"Sudahlah, jangan diperpanjang lagi! Kau pesan aja kesana lagi biar nanti aku bayar double khusus untuk mu”ucap Brenaldi yang menggoda Valen.
“Sudah kubilang tidak perlu! Aku memang lagi tidak berselera untuk makan bakso itu”ucap Valen yang ingin marah tapi di tahannya karena terlalu banyak pengunjung yang sedang makan disitu.
Jika dia ribut maka Valen akan jadi bahan pertontonan bagi para pengunjung itu.
“Kakak jangan seperti itu! kenapa sih kalian suka sekali menggoda Valen?”tanya Amanda yang ingin menghentikan Brenaldi yang mencoba untuk terus menggoda sahabatnya.
“Dia sih terlalu cerewet sekali”jawab Brenaldi.
“Sudahlah, ayo kita makan! Habis itu kita akan pergi ke wahana rumah hantu"ucap Amanda sambil menyantap baksonya.
"Banyak benar cabenya kau taruh ke kuah baksomu"ucap Rahel yang melihat Andra meletakkan beberapa sendok cabe rawit yang sudah dihaluskan ke dalam kuah baksonya.
"Biarin aja!! Enak loh baksonya kalau pedas gini"ucap Andra sambil mengaduk kuah baksonya dengan pelan tapi pasti.
"Semoga cepat mulas tuh perutmu"ucap Calvin.
Andra tidak peduli dengan kata kata Calvin, dia hanya melanjutkan acara makan baksonya.
🌷🌷🌷
Yuk beri like dan vote untuk mendukung novel ini dan membuatku semangat menulis nya.
Hai semuanya 🙋🙋
Aku tidak akan pernah bosan kepada kalian untuk jangan lupa beri like dan vote kalian ya pada novel ini😊😊😊
Oke👌 jangan lupa ya
Dapat pahala loh kalau membantu orang
Ayo juga follow akun instagram author, pasti nanti aku follback kok
Ig: insani.syahputri71
Terima kasih karena sudah mau membaca🙏🙏🙏😊😊