Always Love You My Husband

Always Love You My Husband
Season 2 (1)



16 tahun kemudian


"Apa kau tidak bisa mencuci piring ini dengan baik satu kali saja" ucap wanita paruh baya itu yang sudah marah marah di pagi hari.


"Setiap kali kau cuci piring, selalu saja ada yang pecah" ucap wanita itu lagi.


"Maaf kan aku Ibu" ucap anak perempuan yang berusia 16 tahun itu.


"Maaf... maaf... kata itu saja yang selalu keluar dari mulutmu. Apa dengan kata maaf kau bisa mengembalikan piring itu" ucap Ibu dari anak ini.


Setelah memarahi anak itu wanita langsung pergi ke depan rumah untuk menemani suaminya yang tengah minum kopi di teras rumah.


"Ibu, Alan pergi berangkat sekolah dulu ya"ucap anak kedua mereka yang ingin berangkat ke sekolah.


Terlihat anak lelaki yang berusia 14 tahun itu ingin menyalami orang tua nya dan hendak berangkat kesekolah.


"Hati hati ya, Alan di antar sama Ayah atau Ibu" ucap wanita itu.


"Iya Ibu, Alan berangkat sama teman aja"ucap Alan yang sudah menyalami kedua orang tuannya.


Ternyata temannya sudah menjemputnya di depan rumah.


"Oh Nak Angga sudah disini ya" ucap Dina yang tak lain adalah Ibunya Alan.


"Iya Bu" ucap Angga yang sedang duduk di motor beat hitam miliknya.


"Kak Manda, Alan pergi kesekolah dulu ya"ucap Alan yang berteriak agar bisa di dengar.


"Sudah berangkat sana, nanti bisa terlambat loh." ucap Ibu Dina.


"Ya sudah, kalau begitu Alan pergi dulu ya"ucap Alan sambil naik ke motor beat itu.


"Belajar dengan yang bagus ya Nak" ucap Ibu Dina.


"Ya Bu, Dah Yah, Dah Bu" ucap Alan sambil melambaikan tangan nya.


Setelah Alan berangkat ke sekolah kini giliran Amanda yang berangkat ke sekolah.


Ya Gadis yang dimarahi oleh Ibu nya tadi bernama Amanda Putri Gunawan


"Ayah, Amanda berangkat keseolah dulu ya"ucap gadis itu.


"Ya sudah berangkat saja ke sana" ucap Ibunya.


"Anak Ayah mau berangkat ya" ucap Gunawan yang mengalihkan pembicaraan istrinya.


"Ayo Ayah antar kesekolah" ucap Gunawan lagi.


"Tidak Yah, Amanda jalan kaki saja. lagian sekolah Manda tidak jauh kok, hitung hitung sekalian Olahraga " ucap Manda.


"Baiklah, kalau itu mau nya Manda" ucap Gunawan.


Manda pun menyalami tangan Ayah nya. Ketika dia hendak melakukan itu pada Ibunya.


Dina langsung masuk kedalam rumah.


"Jangan pedulikan itu ya Nak, jangan sakit hati karna perlakuan Ibu mu yang tak enak kepada mu" ucap Gunawan.


"Tidak apa apa Ayah, Manda sudah terbiasa kok" ucap Manda.


"Manda pergi dulu ya " ucap Manda sambil melambaikan tangan dan sudah berjalan dan hendak kesekolah nya.


"Ya hati hati di jalan" ucap Gunawan.


Setelah Amanda pergi, Gunawan langsung masuk kerumah nya yang terlihat sederhana.


Dia langsung menemui Dina yang sedang berada di kamar mereka.


"Kenapa kau tidak bisa menyanyangi Manda sedikit pun? Dari kecil sampai sekarang kau tidak pernah memberinya kasih sayang seorang Ibu" tanya Gunawan.


"Karna dia tidak Putriku, putri kandung sudah lama meninggal Gunawan" ucap Dina yang berteriak.


"Apa kau tidak bisa kecilkan suara mu? Bagaimana jika ada orang yang mendengarnya" ucap Gunawan.


"Aku tidak peduli, aku tidak tahu anak siapa yang kau bawa kesini. Gara gara dia, kita harus sampai pindah ke kota ini" ucap Dina sambil keluar dari kamar itu.


"Aku mau ke warung depan rumah, mau belanja sayur" ucap Dina yang berteriak kesal.


Gunawan yang berada dikamar hanya bisa menundukkan kepalanya.


Dia kemudian mengambil sesuatu dari dalam lemari nya.


Gunawan memegang secarik kertas yang dia temukan di saku baju bayi Amanda saat 16 tahun silam.


Flasback


Setelah Gunawan mengambil bayi dari pria saat di pemakaman tadi.


Dia langsung pulang menuju rumah nya.


"Bayi siapa ini sayang?" tanya Dina.


"Ada seseorang yang meminta tolong untuk membawa bayi ini" ucap Gunawan.


"Jadi Kenapa kau membawa nya? Apa kau punya banyak uang untuk merawat dan membesarkan bayi ini?" ucap Dina.


"Aku akan bekerja dengan keras" ucap Gunawan sambil menatap bayi itu.


"Aku sangat menyukai nya, dia akan menggantikan anak ku yang sudah tiada"ucap Gunawan yang memang sudah menyukai bayi mungil ini.


"Aku akan membesarkan dan merawatnya"ucap Gunawan lagi.


"Aku tidak peduli, asalkan kau jangan membuat ku terganggu dengan kehadiran anak itu" ucap Dina dan kemudian masuk kedalam kamar.


Gunawan tidak memperdulikan itu, dia hanya menatap bayi yang tengah terlelap dengan damai.


Kemudian pandangan Gunawan tertuju pada secarik kertas yang terlalu besar disaku baju bayi itu.


Gunawan membaca isi kertas itu.


"Jadi nama mu Amanda putri Pratama" ucap Gunawan.


"Karna kau sudah jadi anak ku, jadi nama mu adalah Amanda Putri Gunawan ya sayang"ucap Gunawan sambil mencium pipi gembul bayi itu.


"Ayah akan merawat mu" ucap Gunawan lagi.


Ternyata isi kertas itu adalah nama bayi itu dan nomor handphone milik Ayah dari bayi ini.


Keesokan pagi nya Gunawan memutuskan untuk pergi dari kota itu menuju tempat yang dia yakini akan aman dan tidak akan ada yang bisa menemukan nya.


Ya, Gunawan sedikit egois karna dia ingin Amanda jadi putrinya sampai dia tidak ada didunia ini lagi.


Flashback end


"Maafkan Ayah Nak, karna Ayah kau tidak pernah mendapat kasih sayang Ibu yang sebenarnya. Ayah tidak memberitahukan kebenaranya padamu, itu karna Ayah tak mau kehilangan mu." ucap Gunawan sambil memeluk baju Amanda saat bayi.


🌷🌷🌷🌷


Saat ini Amanda sedang berjalan kesekolah nya sambil bersenandung.


Ya dia memang sangat suka bernyanyi.


Hari ini adalah hari ketiga dia masuk ke sekolah menengah atas.


Dia mendaftar di Sma Bina bangsa yang ada di kota ujung batu.


Kini usia nya sudah menginjak 16 tahun.


Hal yang paling dia ingin di dunia ini adalah bisa mendapatkan kasih sayang dari ibu nya.


Kenapa begitu? Itu karna dari dia kecil sampai sekarang Ibu nya tak pernah mencintainya dan menyanyaginya.


Tapi dia sangat Senang karna Ayah dan Adik laki laki nya masih sangat perhatian dan sayang pada nya.


Amanda ingin Ibu nya memberikan kasih sayang padanya.


Dia ingin Ibunya ada dan datang kesekolah disaat acara di sekolah, dia ingin ibu nya ada saat pengambilan hasil raport di sekolah.


Dia sangat berharap dan ingin sekali saja Ibu nya datang, karna selama ini Ayah nya lah yang selalu hadir saat ada sesuatu undangan yang berurusan dengan Amanda.


Padahal itu bukan undangan karna Amanda sangat nakal, melainkan itu karna Amanda sangat berprestasi dalam belajar nya.


Dan Akhirnya Amanda sampai juga disekolah itu.


"Untung hari ini adalah Mos terakhir" batin Amanda.


Dia sangat kesal bila mengingat 2 hari dilaluinya saat Mos.


Itu karna kakak senior nya mengerjainya dengan menyuruh Amanda meminta No handphone dari Most Wanted Boy yang ada disekolah itu.


Siapa lagi kalau bukan kak Fitra ketua osis di sekolah itu.


Amanda sempat di tertawain sama senior siswi disana.


Banyak yang mengatain kalau dia tidak cocok dan tidak pantas walau hanya sekedar meminta no ponsel nya.


Amanda sebenarnya kesal, jika bukan karna perintah dari ketua pelaksana mos itu, dia pun tidak akan mau meminta nya.


Bel pun berbuyi dan akhirnya semua siswa dan siswi yang baru dikumpulkan di halaman sekolah itu.


Saat sedang menuju kesana, Amanda tidak sengaja menabrak salah seorang Siswi yang juga mau berkumpul di halaman sekolah.


"Maaf " ucap Amanda.


Kemudian gadis itu berlari menuju halaman sekolah.


Begitupun dengan Amanda yang juga datang berkumpul kesana.


Ternyata masa orientasi sekolah (MOS) sudah berakhir dan kini ketua kesiswaan sekolah itu hanya tengah melakukan pembagian kelas.


Satu per satu nama anggota setiap kelas sudah di sebutkan.


Hanya saja nama Amanda masih belum disebutkan.


Dan kini barulah nama Amanda dipanggil dan ternyata dia satu kelas dengan siswi yang ditabrak nya tadi.


"Eh kita ternyata satu kelas juga. Perkenalkan nama ku Angelica wulandari. " ucap siswi itu pada Amanda.


"Iya, Nama ku Amanda Putri Gunawan" ucap Amanda lagi.


"Jadi apakah kita bisa berteman?" tanya Wulan.


"Iya, kita berteman" ucap Amanda.


"Rumahmu di mana ?" tanya Wulan.


"Aku tinggal di jalan melati" ucap Amanda.


"Sama donk, aku juga tinggal di situ dan aku baru pindah dari semarang" ucap Wulan.


"Oh..." ucap Amanda yang hanya ber oh ria saja.


Setelah mereka berbincang, tiba tiba datang seorang bapak guru yang datang menuju tempat kami berkumpul.


Dan kami tahu kalau dia pasti adalah wali kelas kami.


Kemudian dia mengajak kami ke ruangan kelas kami untuk melakukan gotong royong Membersih kan kelas yang akan kami pakai besok untuk tempat kegiatan proses belajar mengajar.


Wali kelas kami ternyata orang nya penggila bersih. Dia paling anti melihat sampah, meski pun itu hanya satu bungkus plastik permen kiss saja.


Jika dia melihat itu, maka dia akan menyuruh kami untuk mengutip nya.


Tepat jam 12.00 siang akhirnya gotong rotong itu pun selesai dan kami sudah di perbolehkan pulang.


"Kau pulang sama siapa Amanda?" tanya Wulan.


"Pulang sendiri" ucap Amanda.


"Jalan kaki?"tanya Wulan lagi.


"Iya"


"Ya sudah, Gimana kalau kau pulang sama ku, kebetulan aku pun juga sendiri. Kan tempat tinggal kita searah"


"Baik lah Wulan"


Mereka pun berjalan menuju parkiran.


Wulan pun terlihat kesusahan mengeluarkan motor Scoopy berwarna mocca itu.


Ya karna motor nya terhalang sama motor yang ada di depan nya.


Untung si pemilik motor itu sudah tiba di parkiran dan akhirnya Scoopy nya Wulan bisa keluar.


"Ayo Naik"


"Iya"


Wulan pun melajukan motornya sampai di sebuah gang kecil, Ya itu lah jalan menuju rumah mereka.


"Rumah sebelah mana Amanda? kalau rumah ku yang berwarna biru ini" ucap Wulan sambil menunjukkan rumah nya yang cukup besar.


"Rumah ku masih agak jauh masuk kedalam"ucap Amanda.


Wulan pun terus melajukan motor miliknya sampai akhirnya mereka tiba di sebuah rumah sederhana.


"Ini rumah ku"ucap Manda.


"Ya sudah, kalau begitu aku pulang dulu ya"ucap Wulan.


"Iya, terima kasih ya karna sudah mengantarkan ku" ucap Amanda.


"Iya sama sama"


Wulan pun meninggalkan tempat itu, setelah itu Manda masuk ke dalam rumah.


"Kau sudah sampai ya" ucap Ibunya.


"Iya Bu" ucap Manda.


"Sudah sana langsung cuci piring dan pakaian" ucap Ibunya.


"Iya Bu" ucap Manda.


Amanda langsung pergi ke kamar nya untuk mengganti seragam sekolah nya.


Setelah itu dia langsung melakukan pekerjaaan yang di perintahkan Oleh Ibunya tadi.


Beruntung Amanda karna dia mencuci pakaian dengan menggunakan mesin cuci sehingga dia tidak perlu capek Membrush baju lagi.


"Kenapa Ibu tidak bisa menyayangiku ya?"batin Amanda sambil membilas kain itu.


"Tuhan aku sangat ingin mendapatkan kasih sayang seorang Ibu" batin Amanda lagi.


🌷🌷🌷🌷


Di sebuah tempat, terlihat seorang pria yang sedang membujuk wanitanya untuk makan.


"Sayang aku mohon ayo makan, sampai kapan kau terus diam seperti ini" ucap pria itu.


Wanita itu hanya dia duduk diranjang sambil menatapi foto yang ada di buku album foto itu.


"Kau sangat merindukan Amanda ya?" ucap pria itu yang tak lain adalah Reno.


Air mata Sherlin Langsung jatuh saat Reno menyebutkan nama putri mereka.


"Besok kita akan pergi ziarah ke.pemakamanya" ucap Reno lagi.


"Aku sudah kehilangan kedua putri ku Reno"ucap Sherlin sambil menangis.


"Ingin rasa nya aku mati saja" ucapnya lagi.


"Tidak sayang, kalau kau mati siapa yang akan menemani ku disini. Aku tidak mau kehilangan kau lagi sayang" ucap Reno sambil memeluk istrinya untuk menenangkan nya.


"Maafkan aku sayang, aku akan berusaha untuk mencari putri kedua kita" ucap Reno dalam hatinya.


Ya Reno belum memberitahu jika putri mereka masih hidup.


Reno berbohong dan dia mengatakan kalau putri kedua mereka juga susah meninggal. Dan untuk itulah Reno sampai membuat makam palsu agar Sherlin mempercayainya.


"Aku lagi berusaha untuk mencari keberadaan putri kita sayang. Setelah aku menemukannya aku akan memberitahukan mu. Aku yakin kalau aku pasti akan menemukan putri kita"ucap Reno lagi dalam hati nya.


"Ya aku akan mencari Amanda kedua kita Sayang, meskipun itu sampai ke ujung dunia pun"ucap Reno dengan Tekad yang sudah bulat.


Reno salah besar, dia pikir dirinya akan menemui putri nya di kota itu.


Ternyata pria itu sudah pergi dari kota itu dan Reno tidak tahu di mana keberadaan nya sekarang


Jadi oleh karna itu lah Reno sampai menyewa detektif untuk mencari keberadaan pria itu.


Dan dia tidak akan pernah menyerah sampai Amanda kedua nya berhasil di temukan.


Cukup sampai disini ya teman teman.


Info


Kali ini aku akan lanjut ke season 2.


Dan itu akan menceritakan tentang Putri kedua Reno yang ternyata juga dinamai Amanda.


Kalian ikuti terus ya kisah Amanda sampai dia menikah yang mana akan membuat kalian akan menangis tertawa dan kesal.


Tapi kalian jangan khawatir karna di season dua ini, Reno dan Sherlin tetap akan ada kok.


Dan aku harap kalian jangan kecewa karna mereka tidak akan terlalu sering muncul.


Karna di season 2 ini hanya fokus pada Amanda saja.


Aku mohon kepada kalian jangan berkomentar yang tidak sedap ya.


Karna saya juga manusia biasa yang tak lepas dari kesalahan.


Aku minta maaf jika novel saya tidak terlalu menarik dimata kalian.


Tapi aku akan terus berusaha untuk membuatnya semenarik mungkin.


Untuk Itu lah aku sangat memerlu saran baik dari kalian


Selamat Membaca ya


Jangan lupa mampir ke novel kedua ku ya


"**Takdirku hidup bersama mu"


Saranghae semua nya**