Always Love You My Husband

Always Love You My Husband
Season 2 ( 52 )



Malam hari, Albert menghubungi adiknya alias ayahnya Cynthia untuk memberitahu sesuatu. Tapi malah Chythia yang mengangkat panggilan itu.


“Ya Paman ada apa?”tanya Cynthia saat sudah mengangkat panggilan itu.


Albert bertanya soal keberadaan Ayahnya Cynthia, dan Cynthia menjelaskan kalau saat ini Ayahnya sedang mandi.


Mau tidak mau Albert pun harus memberitahukan berita itu kepada Cynthia. Kini Albert menjelaskan semuanya kepada Cynthia.


Cynthia shock mendengar kabar kalau Calvin sudah pergi untuk selamanya. Sontak dia pun langsung menjatuhkan ponselnya dari tangannya.


“Thia, kenapa selalu merusak barang brang yang ada di rumah ini”ucap Budiman saat melihat ponsel miliknya di jatuhkan oleh putrinya lagi.


Cynthia menjerit dan menangis sejadi-jadinya. Rasa sedih dan marah kini bercampuk aduk di dalam dirinya. Budiman terlihat heran saat melihat putrinya yang kini sedang menangis di hadapannya.


“Thia, ada apa?”tanya Budiman.


“Calvin sudah pergi Ayah!”ucap Cynthia.


“Pergi kemana?”tanya Budiman yang masih terlihat bingung.


“Calvin sudah meninggal dunia, Ayah!!! Dia mendonorkan jantungnya untuk Amanda!!!”ucap Cynthia lagi.


“Bagaimana mungkin? Kau pasti bercanda kan? Ini tidak lucu Thia”ucap Budiman yang terdengar mengada-ngada.


Cynthia tidak menjawabnya, justru dia malah pergi menuju mobilnya dan segera pergi ke rumah sakit dan ingin memastikannya sekali lagi. Dia masih belum percaya dan dia berharap kalau Pamannya itu pasti sedang membuat lelucon terhadapnya. Di perjalanan, dia berusaha untuk mengebut secepat mungkin, bahkan dia tidak peduli dengan kendaraan yang melaju di sekitarnya dan juga tidak peduli terhadap rambu lalu lintas itu.


Chythia sudah tiba di rumah sakit, dan mendapati semua keluarga Amanda dan Calvin ada di pintu ruang operasi. Albert datang mendekati Cynthia untuk menenangkanya. Dia tahu kalau Cynthia pasti shock dan tidak terima dengan berita itu.


Lain dengan Cynthia yang merasa marah setelah dirinya sempat mendengar percakapan dokter dengan keluarga Amanda dan Pamannya sebelum para dokter itu masuk kembali ke dalam ruangan operasi itu.


Cynthia mendengar kalau dokter itu mengatakan bahwa operasi itu berjalan dengan lancar.


Kini terlihat Cynthia malah menepis tangan Albert, di saat Albert ingin mendekatinya dan mencoba membawanya pergi dari tempat itu.


Cynthia mendekati Sherlin. Terlihat Cynthia yang malah bersikap kasar terhadap Sherlin. Cynthia mendorong Sherlin hingga jatuh ke lantai.


“Apa-apaan ini! Apa kau tidak bisa bersikap sopan terhadap orangtua?”ucap Reno yang marah karena melihat istrinya di perlakukan seperti itu.


Cynthia tidak takut, justru dia malah menarik kerah baju Reno dengan penuh amarah.


“Tuan Reno! Aku tahu kalau anda itu orang kaya! Tapi kenapa anda tidak bisa membeli seseorang agar putrimu bisa mendapat jantung orang lain bukan jantungnya Calvin!! Aku sangat membenci Amanda dan semua orang yang berkaitan dengan dirinya. Gara-gara dia, aku kehilangan sepupuku. Bahkan aku tidak ada kesempatan menemui Calvin untuk terakhir kalinya! Putrimu sangat sial sekali. Semua ini terjadi karena dirinya”bentak Cynthia.


Tiba tiba ada sebuah tangan yang melayang ke wajah Cynthia dengan kasar. Ya, Ayah Cynthia sudah tiba dirumah sakit dan dia sangat terkejut saat melihat putrinya sedang berkata tidak sopan terhadap Reno.


“Ayah menamparku?”tanya Cynthia sambil memegang wajahnya.


“Apa Ayah pernah mengajarimu untuk bersikap seperti itu pada orangtua?”tanya Budiman yang terlihat marah sekali.


“Aku membenci kalian semua!! Dan sampai kapanpun aku juga akan selalu membenci Amanda! Dia itu seorang pembunuh!”ucap Cynthia dan kemudian pergi dari tempat itu.


“Tuan Reno. Aku minta maaf atas sikap putriku tadi!”ucap Budiman sambil tertunduk minta maaf.


“Tidak apa-apa! Hanya saja aku tidak suka dengan perlakuannya terhadap istriku dan juga perkataannya yang mengatakan kalau putriku itu pembawa sial”ucap Reno.


“Tuan Reno, sekali lagi aku minta maaf atas nama putriku!”ucap Budiman yang masih merasa bersalah sambil tertunduk malu lagi.


( Skip aja ya! )


Keesokkan harinya, di rumah duka terlihat banyak orang yang datang untuk berbela sungkawa. Bahkan teman-teman sekelas Calvin juga pada berdatangan untuk turut menyampaikan rasa duka mereka terhadap keluarga yang di tinggalkan.


Kini tibalah Calvin di semayamkan ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Clara hanya bisa menangis sambil menatap foto yang ada di pusara makam putranya.


Cynthia tidak datang menghadiri acara pemakaman itu karena dia tidak kuasa menahan kesedihan dengan kepergian sepupunya.


🌷🌷🌷


Beberapa minggu kemudian


Setelah operasi tranplasi jantung waktu itu berjalan lancar, kini Amanda sudah tersadar dari tidurnya.


Di sana sudah ada dokter yang akan memeriksa keadaan Amanda. Di sana juga terlihat dua pasang orang tua Amanda yang datang melihat keadaan putrinya. Bahkan Albert, Clara dan sahabat Amanda juga ada di dalam ruangan itu.


“Bagaimana perasaanmu? Apakah kau sudah merasa baik-baik saja?”ucap dokter yang ingin memastikan keadaan Amanda lagi.


Amanda tidak menjawab, justru dia malah mengamati orang-orang yang ada disekitarnya.


Tapi dia merasa ada yang kurang. Ya dia tidak ada melihat Calvin sang pujaan hati di dalam ruangan itu.


“Papa, di mana Calvin?”tanya Amanda pad Reno yang berdiri sebelah ranjangnya.


“Calvin baik-baik saja kan? Dia tidak terluka kan?”tanya Amanda saat dia mengingat penggalan moment yang terjadi di gudang itu.


Semua orang yang ada di dalam ruangan itu hanya diam. Terlebih Reno yang tak tahu harus menjawab apa terhadap pertanyaan putrinya itu.


Dia pun menguatkan diri untuk mengatakan hal yang sebenarnya tapi Clara malah memotong dan mengatakan kalau Calvin baik-baik saja.


Semua orang yang ada di dalam ruangan terkecuali Amanda. Clara pun langsung memberi kode kepada mereka untuk diam.


Kini Clara mengatakan kalau Calvin saat ini sedang pergi ke suatu tempat. Clara terpaksa berbohong karena dirinya tidak ingin membuat jiwa Amanda tergoncang saat mendengar kabar kalau Calvin sudah pergi untuk selama-lamanya.


Apalagi Amanda baru saja sadar dari masa kritisnya. Dia tidak mau melihat Amanda bersedih dulu.


Amanda terlihat mempercayai perkataan Clara dan membuat orang yang ada di dalam ruangan itu merasa sangat kasihan terhadap Amanda.


Setelah pulang dari rumah sakit, Albert menanyakan apa alasan istrinya harus berkata bohong pada Amanda?


Clara menjelaskan kalau dirinya tidak ingin membuat Amanda merasa sedih, yang mana akan membuat jiwanya akan terguncang saat tahu kalau Calvin sudah meniggal dunia.


Albert pun setuju dengan tindakan Clara. Lagian putranya memang pergi jauh.


Jauh sekali! Dan dia juga tidak ingin melihat Amanda sedih jika mendengar kabar itu.


🌷🌷🌷


Malam hari terlihat Amanda yang tengah terlelap dalam tidurnya. Terlihat Reno masih setia menemani putrinya itu, sedangkan Sherlin sudah tidur duluan di sofa yang ada di dalam ruangan itu.


Reno menatap wajah Amanda sambil mengelus pipi putrinya itu. Reno bergumam meminta maaf pada Amanda karena telah berbohong padanya. Tak hanya itu Reno juga berkata maaf pada Amanda karena dirinya yang telah menyebabkan semua hal ini terjadi.


Di pagi hari, Reno sudah pulang ke rumah karena dia ingin membersihkan diri dan akan pergi ke kantor untuk bekerja.


Sedangkan Sherlin pergi ke kantin yang ada di rumah sakit itu untuk sarapan pagi.


Kini tinggalah Amanda yang sedang duduk melamun sambil memikirkan Calvin.


Dia memegang ponselnya dan berharap Calvin membalas pesan darinya. Amanda sudah mencoba untuk menghubungi nomor Calvin tapi dia hanya bisa menghelakan nafasnya karena Calvin tidak mengangkat panggilannya.


( Amanda !!! Calvin sudah meninggal!!”Author yang terlihat sangat ingin sekalai mengatakan hal itu ada Amanda)


Tiba-tiba Amanda terkejut saat ada orang yang membuka pintu ruangan itu dengan kasar.


“Cynthia kau ada di sini?’tanya Amanda saat melihat kehadiran Cynthia di dalam ruangan itu.


“Jangan sok bicara lembut denganku! Dasar perempuan pembawa sial!”ucap Cynthia yang terlihat memarahi Amanda.


“Apa maksudmu Cynthia? Kenapa kau berbicara seperti itu padaku?”tanya Amanda yang terlihat syok saat mendengar Cynthia berbicara tidak sopan terhadapnya.


Chythia makin marah besar di saat melihat Amanda seperti tidak tahu apa-apa tentang perihal kematian Calvin dan dia pun langsung menghujat Amanda.


Cynthia dengan terang-terangan mengatakan kalau Calvin sudah pergi untuk selamanya.


“Asal kau tahu, Calvin sudah pergi untuk selamanya karena dia telah mendonorkan jantung untukmu!! Aku sangat kesal bisa mengenal orang sial seperti mu! Jika saja Calvin tidak punya hubungan denganmu, mungkin hal sial ini tidak akan pernah terjadi padanya”ucap Cynthia yang terdengar judes sekali.


Setelah mengucapkan kata kata itu, Cynthia memutuskan untuk pergi dari tempat itu karena dia terlalu muak melihat Amanda. Terlihat Cynthia yang menutup pintu dengan kasar lagi saat dia pergi dari ruangan itu.


Amanda meneteskan air matanya. Setelah itu tubuhnya jatuh ke lantai dan dia hanya bisa menangis tersendu-sendu. Dia tidak percaya kalau Calvin sudah pergi meninggalkannya.


Kemudian Amanda kembali teringat dengan perkataan Clara yang mengatakan kalau Calvin sedang pergi jauh.


"Jadi itu maksud perkataan Bibi semalam?"batin Amanda.


Amanda mengingat kembali apa yang pernah di lakukannya bersama dengan Calvin.


“Kau kenapa sayang?”ucap Sherlin yang baru masuk ke dalam ruangan putrinya. Dia terkejut saat melihat putrinya ada di bawah ranjang sambil menangis.


Sherlin mencoba memeluk Amanda tapi Amanda langsung menolaknya.


“Kenapa kalian membohongiku?”tanya Amanda.


Sherlin terkejut. Dia berharap kalau Amanda tidak membahas soal kematian Calvin.


“Aku tahu semuanya!”ucap Amanda saat melihat keterdiaman Sherlin yang membuktikan kalau perkataan Cynthia tadi tidak salah.


Sherlin langsung memeluk Amanda dan menjelaskan semuanya.


“Maafkan Mama sayang! Mama tidak ada niat untuk menyembunyikan hal ini darimu! Mama akan mengatakan semuanya padamu jika keadaanmu benar-benar sudah pulih”ucap Sherlin yang juga ikut menagis.


“Kenapa aku harus di lahirkan? Aku hanya seorang pembawa sial”ucap Amanda.


“Tidak sayang, kau tidak pembawa sial! Semua ini sudah di atur oleh tuhan!”ucap Sherlin sambil menghapus air mata Amanda.


Amanda pun tak sadarkan diri dan membuat Sherlin panik tidak karuan. Dia pun berlari memanggil dokter untuk memeriksa keadaan putrinya.


Dokter pun mulai memberikan pertolongan. Reno dan Sherlin hanya bisa memandangi dari luar ruangan dengan perasaan cemas.


Reno sudah ada di rumah sakit. Saat dia menerima telpon dari Sherlin dan mengatakan kalau Amanda pingsan, Reno langsung bergegas pergi dan meninggalkan pekerjaannya. Tak lupa juga Gunawan juga ada di situ untuk melihat keadaan putrinya.


“Putri tuan baik baik saja, tidak ada yang buruk! Dia hanya sedang syok saja!” ucap Dokter saat keluar dari ruangan Amanda.


Mereka pun melihat Amanda yang terbaring di atas tempat tidurnya. Reno tanpa berkata apa-apa lagi pun langsung melangkah mendekati putrinya.


“Maafkan Papa sayang! Karena Papa kau harus Menderita sepert ini. Jika saat itu Papa tidak berurusan dengan Admaja, mungkin ini semua tidak akan terjadi”ucap Reno sambil memegang tangan putrinya sambil meneteskan air matanya.


“Ini tidak salahmu, Reno!”ucap Gunawan yang kini juga berada di sebelah tempat Amanda.


“Sayang, kau harus tetap kuat menghadapi situasi saat ini. Apa kau bisa mendengarku? Kau jangan sedih. Kau pasti bisa melakukan itu untuk Papa dan Ayahmu. Untuk kami, kau harus tetap kuat dan tegar. Apa kau mendengarku?” ucap Reno tapi Amanda tetap tak memberi respon.


🌷🌷🌷


Keesokkan harinya, Reno datang ke rumah sakit untuk menjenguk putrinya.


“Sherlin, bangun! Di mana Amanda?”ucap Reno.


Terlihat Amanda yang tidak ada di dalam ruangan itu saat Reno masuk kedalam.


Sherlin yang baru bangun pun juga ikut terkejut bercampur khawatir saat dirinya tidak ada melihat tanda tanda keberadaan putri mereka di dalam ruangan itu.


Reno pun langsung keluar dari ruangan itu dan mencari keberadaan putrinya. Kemudian dia bertanya pada perawat yang ada di situ sambil menyebutkan ciri ciri putrinya. Untungnya ada salah seorang perawat yang tahu dan mengatakan kalau Amanda saat ini sedang berada di sekitar taman rumah sakit.


Reno pun langsung beranjak ke sana untuk mencari putrinya di sekitar taman itu dan akhirnya dia berhasil menemukannya.


Reno seperti bisa merasakan kepedihan yang dirasakan putrinya. Melihat putrinya menangis yang seperti itu, membuat hatinya sakit. Ini seperti rasa sakit yang dalam di dasar hatinya telah rapuh kembali.


Dia yakin kalau saat ini putrinya pasti membutuhkan seseorang di sampingnya yang bisa memeluknya dengan erat. Reno hanya ingin memberikannya kekuatan yang dia miliki untuk membuat putrinya kembali tegar dan semangat.


Reno mendekati Amanda dan menepuk bahu putrinya. Langsung saja Amanda memeluk Papanya kala dia melihat Reno sudah ada di hadapannya. Memeluknya dengan erat, begitu juga dengan Reno sembari menepuk-nepuk lembut punggung putrinya untuk menenangkannya.


“Papa, semua kenanganku bersama Calvin selalu muncul dalam benakku. Dia telah meninggalkanku. Aku merasa sangat kehilangannya.” ucap Amanda dalam pelukan itu.


“Papa tahu, Papa tahu kalau kau sangat terluka. Ingat satu hal sayang, masih ada Papa dan Mama yang akan menemani mu. Kami tidak akan meninggalkanmu. Jangan sedih lagi. Masih ada kami yang akan selalu ada bersamamu.” Ucap Reno dengan lembut berusaha menenangkan Amanda.


“Kau tahu? Calvin akan selalu ada di dekatmu!”ucap Reno lagi.


“Maksud Papa?”ucap Amanda yang tidak mengerti.


“Calvin selalu akan ada di dekatmu sayang kerena jantungnya yang masih berdetak di dalam dirimu”ucap Reno yang menjelaskan pada putrinya kalau Calvin selalu ada dan hidup di dalam dirinya.


“Kau jangan terlalu berlarut dalam kesedihan lagi, karena itu akan membuat Calvin juga akan merasakan kesedihan yang kau rasakan”ucap Reno.


Amanda terdiam sejenak. Entah kenapa setelah Papanya menjelaskan hal itu membuat Amanda sedikit mulai tenang dan tidak menangis lagi.


Setelah tenang, Amanda melepaskan pelukannya dan Reno pun langsung menyeka air mata putrinya dengan tangannya.


“Papa, aku ingin mengunjungi makam Calvin!”pinta Amanda.


“Baiklah, besok Papa akan mengantarkanmu ke sana! Sekarang kita harus kembali ke


ruanganmu dan kau juga harus beristirahat. Lagian kasihan Mamamu di sana yang juga sangat merasa khawatir karena kau tiba tiba menghilang dari ruangan mu”aa Reno.


“Baik Pa! Dan terima kasih karena sudah memberi sedikit kelegaan buat Amanda!”ucap Amanda dengan tulus.


"Iya sayang!”ucap Reno sambil mengelus rambut panjang Amanda.


Reno pun membawa Amanda kembali ke dalam ruangan dan menyuruhnya untuk beristirahat.


🌷🌷🌷


Keesokan harinya, di siang hari Amanda datang mengunjungi makam Calvin. Reno hanya bisa menunggu di dalam mobil sesuai dengan permintaam Amanda yang hanya ingin pergi sendirian.


Terlihat Amanda yang menangis sambil memandangi foto Calvin yang di letakkan di dekat pusara makamnya. Terlihat Calvin di dalam foto itu menampilkan senyuman manisnya dan membuat hati Amanda terasa sakit bila terus melihat foto itu.


“Aku datang Calvin!”ucap Amanda sambil menaburkan bunga itu pada makam Calvin.


“Kenapa kau mengambil keputusan seperti itu? Kenapa kau tega ninggalin aku? Kau tahu? Aku sangat merindukanmu!!! Dan aku hanya bisa berharap agar kau dapat hadir di mimpiku, sayang!”ucap Amanda lagi.


“Aku hanya bisa berdoa semoga kau bahagia di alam sana. Aku mencintaimu sayang!”ucap Amanda dengan tulus.


Amanda menangis sejadi-jadinnya dan mengatakan kalau dirinya hanyalah seorang pembawa sial. Pada saat itu juga tanpa disadari oleh Amanda, ada seseorang yang datang mendekati Amanda. Ya, orang itu adalah Mamanya Calvin.


Clara tiba di makam putranya, dia mendapat kabar dari Reno kalau Amanda akan ziarah ke makamnya Calvin.


Clara pun mendekati Amanda yang terlihat menangis di makam putranya itu sambil mengusap-usap foto yang ada di dekat pusara makam Calvin.


“Amanda sayang, jangan bersedih lagi!”ucap Clara yang mencoba untuk tidak ikut menangis.


Amanda merasakan kehadiran seseorang di pemakaman itu. Dan dia melihat ternyata Claralah yang datang dan berkata padanya untuk tidak bersedih.


Amanda menatap ke arah Clara, dan justru hal itu malah membuat Amanda semakin menangis.


“Baiklah, sekarang luapkan kesedihanmu sayang!”ucap Clara sambil memeluk Amanda.


Dan akhirnya pun mereka menangis bersama.


“Maafkan aku Bibi!! Karena aku Bibi harus kehilangan Calvin”ucap Amanda.


“Ini tidak salahmu sayang!! Ini sudah takdir dari Tuhan! Bahkan ini juga sudah menjadi keputusan yang di buat oleh Calvin dan kami tidak bisa menentangnya”ucap Clara.


“Maafkan aku Bibi!!”ucap Amanda.


“Sudah, jangan menangis lagi!! Satu lagi, kau harus panggil aku Mama! Mulai sekarang kau akan menjadi anakku karena Calvin juga hidup di dalam dirimu! Jadi Mama tidak merasa kehilangan Calvin lagi karena dia juga ada di dalam dirimu”ucap Clara.


“Hari sudah mau sore!! Sudah waktunya kita untuk pulang”ucap Clara lagi yang ingin mengajak Amanda untuk pulang.


Amanda hanya mengangguk kepala sambil menangis. Akhirnya mereka beranjak dan pergi meninggalkan makam Calvin.


🌷🌷🌷


Malam hari, Amanda duduk di dekat jendela sambil memangkukan dagu pada lututnya. Semilir udara dingin yang berhembus menemani Amanda yang duduk dan hanya diam membisu dalam kesedihan.


Amanda tiba-tiba berdiri dan pergi ke arah nakas. Terlihat dia mengambil secarik kertas yang terlipat rapi di laci nakas itu. Itu adalah surat yang di berikan oleh Mama Calvin saat di makam tadi sebelum mereka kembali pulang ke rumah.


Amanda terlihat serius dan fokus membaca isi surat yang Calvin tinggalkan untuk dirinya. Tiba-tiba Amanda menitikkan air matanya kala dirinya sudah selesai membaca penggalan demi penggalan kata yang di tulis oleh kekasih hatinya itu.


📨📨📨


“Untuk seseorang yang pernah singgah di hatiku


Amanda....Amanda....


Sayang...Jangan sampai air matamu jatuh di saat kau sudah selesai membaca surat ini


Kau harus berjanji ya??


Hehehe...Maaf ya karena di saat kau membaca surat ini, aku sudah tidak ada lagi di sampingmu lagi


Maaf...Karena aku juga tidak ada di saat kau sudah sadar dari komamu


Maafkan aku...Karena tidak sempat mengatakan kata perpisahan secara langsung kepadamu


Selamat tinggal kekasihku...


Aku hanya bisa mengucapkannya lewat surat ini


Aku rasanya ingin menangis saat menulis kata-kata itu


Kau tahu...bukan perpisahan yang membuatku merasa sedih tapi pertemuan kitalah yang membuatku jadi menyesal


Aku menyesal bertemu denganmu jika pada akhirnya kita harus berpisah dalam keadaan seperti ini


Tapi tak apalah, setidaknya aku sangat senang bisa bertemu denganmu


Berkenalan dan akhirnya kau menjadi kekasihku yang mau mengerti akan diriku


Perpisahan kita ini mungkin terasa seperti selamanya, tapi percayalah aku akan selalu ada di dekatmu


Kau akan selalu merasakan kehadiranku dengan merasakan detak jantungku yang akan menandakan kalau diriku ada di sisimu


Baiklah, kau harus ingat satu hal


Tidak akan ada perpisahan di antara kita


Di manapun kau berada maka jiwaku juga akan ada di situ


Aku hanya takut satu hal


Aku takut, suatu saat kau akan menemukan sosok pengganti diriku


Aku yakin suatu saat nanti pasti akan ada seseorang yang akan menaruh hati padamu


Tapi aku tidak boleh egois ya


Tidak mungkin kau akan selalu sendirian sampai maut juga akan menjemputmu


Sejujurnya, aku akan sangat cemburu jika ada seseorang yang akan mencintaimu


Dan aku akan lebih sakit hati lagi jika kau juga sama memiliki perasaan itu terhadap sosok orang itu


Amanda...


Jika suatu saat perasaanmu padaku sudah memudar dan kau sudah membuka hatimu padanya


Jika kau sudah menemukan sosok penggantiku


Berjanjilah satu hal padaku


Kau harus membawanya datang ke rumahku untuk meminta ijin padaku


Karena di saat itulah aku akan menghilangkan perasaan ini


Tapi kau harus berjanji lagi


Kau harus mencari seseorang yang harus jauh lebih baik dariku


Agar aku bisa tenang di tempat peristirahatanku


Cukup sampai di sini ya


Aku sudah tidak punya waktu lagi


Aku Cuma bisa menulis kata-kata ini sampai di sini saja


Karena beberapa jam lagi mungkin aku sudah pergi untuk selama-lamanya


Sekali lagi ...Aku mencintaimu Amanda!


Goodbye my love


Dari orang yang paling tulus mencintaimu


Calvin Adipta Alaric


📃📃📃


“Aku tidak akan pernah membuka hatiku untuk orang lain, Calvin!!!”teriak Amanda sambil menangis tersendu-sendu.


“Aku akan selalu mencintaimu!! Aku tidak akan pernah melupakanmu!!”ucapnya sekali lagi.


Di malam itu udaranya semakin terasa sejuk sekali, terlihat Amanda hanya duduk tersungkur di lantai sambil menangis dan memeluk bingkai foto kekasihnya. Dia masih berharap kalau semua hanya ini adalah mimpi, tapi itu hanyalah angan-angannya yang tidak akan pernah terwujud. Hal ini membuat Amanda harus belajar menerima situasi yang terjadi padanya saat ini.


Jadi, jangan pernah tanyakan bagaimana rasanya kehilangan orang yang sangat kita cintai? Kesedihan yang begitu mendalam!! Itulah yang di alami oleh Amanda. Kehilangan orang yang paling dia sayang menjadi sebuah pukulan yang sangat berat bagi Amanda.


Tidak gampang untuk melupakan dan merelakannya, apalagi kepergian Calvin terjadi tanpa sepengetahuan oleh dirinya. Yang tersisa dalam diri Amanda hanyalah duka dan harus menahan rasa kerinduan yang mendalam terhadap sosok dan semua kenangannya bersama Calvin. Bukan hanya itu, Amanda juga harus mencoba untuk bangkit dan harus menjalani kehidupan meski tanpa ada orang yang dia cintai.


Banyak yang bilang kalau tak ada yang abadi didunia ini. Ada yang datang, ada juga yang pergi. Ada pertemuan pasti akan ada perpisahan dan kita sebagai manusia hanya bisa untuk menerima keadaan seperti itu.


Memang akan terasa sangat sakit di saat kita di tinggalkan oleh orang yang kita sayangi apalagi dia meninggalkan semua kenangan manis, yang mana itu akan menambahkan kepedihan di hati kita.


Dari kisah Amanda, di anatara kita pasti akan ada yang juga ikut menangis dan merasakan kesedihannya. Dari situ kita dapat pelajaran yang mana kita dianjurkan untuk tidak boleh terlalu larut dalam kesedihan karena perjalanan hidup ini masih sangatlah panjang, tetapi bukan berarti kita harus melupakannya ya.


Justru kita harus bangkit dari pada harus menangis terus demi orang yang kita sayangi itu.


Setiap kenangan yang ditinggalkan oleh seseorang yang kita cintai itu pasti selalu datang dalam benak kita dan mengingatkan kita pada sosok dirinya.


Perlu kalian ketahui! Tuhan menempatkan seseorang pada kita karena sebuah alasan! Dan di saat kita kehilangan dirinya maka itu juga karena sebuah alasan yang baik lagi yang Tuhan berikan.


Ingat!! Tuhan memberi kita cobaan seperti itu agar kita dapat belajar dari arti sebuah kehilangan dan juga mengajarkan kita untuk mengambil hikmah dari setiap cobaan itu. Yang perlu kita lakukan adalah belajar untuk mengikhlaskan kepergiannya karena Tuhan pasti akan memberikan gantinya kepada kita meski dalam cara dan wujud yang berbeda.


End