
Kini sudah seminggu lebih semenjak kepergian Reno.
Sherlin terlihat begitu merindukan kan sosok Reno yang sangat dia cintai.
Mereka sering video call, tapi meskipun begitu Sherlin tetap sangat merindukan suaminya. Entah kenapa dia sangat ingin bermanja manja dengan suaminya itu dan ingin sekali memeluk nya.
Dimalam hari, Sherlin duduk diatas kasurnya dia melihat kesamping tempat biasa Reno tidur disamping nya. Dia mengingat kenangan indah yang terjadi di ranjang itu.
"Mmh sayang aku sangat merindukan mu " ucap Sherlin sambil menatap foto Reno dilayar handphone nya.
Drrrt.....drrrrt..
Tiba tiba hp Sherlin yang ada dinakas samping ranjang berdering, dan membuat Sherlin terlihat senang dan tersenyum .
Senyum Sherlin langsung hilang, saat mendapati bukan suami nya yang menelpon melainkan dari Dewi.
"Ya Dewi ada apa? ucap Sherlin yang sudah mengangkat panggilan.
"Kau lagi apa?." ucap Dewi dari seberang
"Aku sedang duduk di kamar, tapi aku sangat bosan Wi. "ucap Sherlin.
"Pasti lagi merindukan Reno ya?" ucap Dewi.
"Hmmm" ucap Sherlin yang hanya berdeham.
"Baiklah gimana kalau besok aku akan main main kerumah mu? " tanya Dewi.
" Dewi aku pun ingin kau kesini, biar ada yang menemani ku.Tapi sekarang kau sedang mengandung ,lebih baik tidak usah karna aku tidak ingin kau jadi kelelahan " ucap Sherlin yang mengingat kehamilan Dewi sudah menginjak bulan ke tujuh.
"Tidak papa Sherlin, aku malah senang sekali kalau ada yang menemani mu. Sekali kali kan biar aku ada pergerakan juga.aAku juga bosan karna sekarang aku hanya di rumah aja" ucap Dewi.
"Baiklah Dewi,aku akan menunggu mu besok " ucap Sherlin dan mematikan panggilan.
Setelah itu Sherlin pun tertidur karna sudah hampir jam 23.00 Reno belum ada menelpon nya. Sherlin mungkin Reno sedang istirahat karna kerja seharian.
Dipagi hari Sherlin terlihat sudah bangun dan berlari kearah kamar mandi.
Pagi pagi ini Sherlin merasa sesuatu yang tidak enak didalam perut yang bergelonjak ingin dikeluarkan.
Saat dia sudah sampai di kamar,Sherlin langsung berjongkok disamping walk in closet itu dan memuntahkan cairan bening.
Sherlin mengeluarkan air matanya dan wajah tampak pucat saat tengah memuntahkan cairan itu.
Sherlin langsung membersihkan closet itu dan pergi kebawah .
"Nak Sherlin wajah kok pucat gitu, apa nak Sherlin sakit? "ucap Bi Ina yang melihat wajah Sherlin yang terlihat pucat.
Ting tong
Ting tong
"Tunggu Bi, biar Sherlin yang buka pintunya, mungkin itu Dewi yang datang " ucap Sherlin yang mengetahui kedatangan Dewi.
Krrrieet..( suara pintu terbuka )
"Sherlin.....aku sangat merindukan mu " ucap Dewi yang sudah ada di kediamannya Reno.
"Hati hati , ingat dengan kandungan mu Dewi" ucap Sherlin yang langsung melepas pelukan Dewi yang sangat erat.
" Maaf kan Mama Nak, Mama kelupaan. Soal nya Mama terlalu merindukan aunty mu "ucap Dewi sambil mengelus perut nya yang sudah membesar.
"Kau kenapa Sherlin? Kok kelihatan pucat begitu? " tanya Dewi.
"Aku gak papa kok. Ayo kita keruang tv, aku tak sabar ingin menonton drama China terbaru " ucap Sherlin yang mengubah topik pembicaraan.
"Baiklah, aku sudah lama juga tidak menonton drama " ucap Dewi.
Mereka pun menghabiskan waktu seharian dengan menonton drama China.
Apalagi aktor aktor nya sangat tampan yang membuat mereka tidak bosan untuk menonton.
Kini hari mau menjelang sore ini Dewi pun pamit pulang karna bentar lagi Ardian akan pulang dari kantornya.
Kini Sherlin tengah berada didapur untuk membuat teh, karna kepala terasa pusing tiba tiba Sherlin jatuh pingsan .
"Sherlin!!!ucap seseorang yang tengah berada di dapur itu.Dia pun membawa Sherlin ke rumah sakit.
Sesampai di rumah sakit Sherlin langsung periksa oleh dokter dan mengatakan bahwa Sherlin akan segera sadar.
Selamat membaca ya readersku
Jangan lupa beri jempol nya banyak banyak Ya teman teman
Jangan lupa beri vote untuk mendukung karya ku.
Dengan klik vote dan beri tip kalian, bisa kok dengan memberikan poin kalian.
Maaf jika ada typo yang berserakan dalam penulisan novel ku.