
Aurel Pov
Aurelia ternyata pulang ke negara nya tanpa di ketahui oleh Reno. Saat itu Aurellia sedang lapar dan pergi ke restoran bersama Candra.
Setelah makan, dia kembali ke apartemen nya tapi tanpa dia sadari ternyata Aurellia dilihat oleh Sherlin dan Cherly. Bahkan Cherly sampai sampai mengikuti nya ke apartemen. Bahkan sampai Cherly juga memergoki mereka sedang berhubungan intim. Dan disaat Cherly melihat kejadian itu,dia pun langsung melarikan diri.
"Sial kita ketahuan"gerutu Aurelia kemudian memakai bajunya.
"Apa kau tidak bisa mengatasi gadis seperti dia? Mengapa dia sampai tau kau sudah berada di negara ini?"ucap Aurelia sambil memarahi Candra.
"Apa kau gak bisa diam!!Aku juga tidak kenapa dia sampai disini" ucap Candra yang kesal karna Aurellia terus menyalahkan nya.
"Aku harus menyingkirkan dia sebelum Reno mengetahuinya dan semua rencana ku jadi hancur berantakan "ucap Aurelia seperti nya merencanakan sesuatu.
End...
Ting ...tong....
Seorang pemuda menekan bel rumah Mama Reno.
"Rian.... "ucap Mama Reno yang terkejut melihat Rian teman nya Reno yang ternyata berkunjung ke rumah mereka.
"Ada apa nak Rian? Reno tidak ada di sini?ucap Mama Reno karna dia berpikir kalau Rian mencari Reno ke sini.
"Saya tidak mencari Reno tante, saya mau jenguk Cherly, aku dengar dia sedang sakit"ucap Rian.
"Oh baiklah nak, mari masuk dan itu adalah kamarnya Cherly "ucap Mama Reno sambil menunjukkan kamar Cherly.
"Ok Tan, terimakasih "ucap Rian kemudian pergi kekamar Cherly.
"Hai Cherly, bagaimana keadaan mu?"ucap Rian saat di dalam kamarnya Cherly.
"Kak Rian"ucap Cherly dengan lemas karna dia memang sedang Sakit.
"Jangan bangun dulu!!Kamu baringkan saja tubuh mu"ucap Rian yang melihat Cherly mau menyandar.
"Kak Rian ada apa datang kesini? "tanya Cherly yang sudah berbaring lagi dan menuruti perkataan Rian.
"Kakak ingin menjenguk mu.Dan kakak sangat khawatir sama mu saat mendengar kalau kau sedang sakit "ucap Rian.
"Kenapa kak khawatir sama ku"tanya Cherly.
"Karna kakak sangat mencintaimu, bahkan sampai saat ini "ucap Rian yang kebablasan.
"Apa!! Kakak mencintai ku?"tanya Cherly.
"Tidak ada, kakak tidak ada bilang apa apa kok"ucap Rian yang berbohong .
"Kakak...aku sudah dengar tadi loh omongan kakak.Aku gak suka sama orang pembohong "ucap Cherly.
"Baiklah, "ucap Rian sambil menghela nafas nya.
"Kakak memang menyukai mu, itu terjadi saat Kakak sering berkunjung ke rumah untuk berbicara mengenai bisnis dengan kakakmu Reno.Saat kau itu kau baru pulang dari sekolah,dan kau sangat terlihat cantik"ucap Rian yang berkata jujur
"Apakah Kak rian masih mencintaiku? "tanya Cherly.
"Ya , bahkan semakin mencintai mu"ucap Rian.
"Apakah kau mau menjadi kekasih ku"tanya Rian lagi .
Cherly langsung memeluk Rian dan mengangguk kepala nya.Dia tidak menyangka kalau ada orang yang mencinta dengan tulus
"Terima kasih karena sudah mau menerima ku"ucap Rian yang terlihat senang sekali.
"Ya Kak, aku juga terima kasih karena masih setia menunggu ku. "ucap Cherly.
Sherlin tengah selesai berbelanja di mall dan hendak menuju parkiran tempat pak Tarno menunggu.Tapi tiba tiba ada laki laki yang tengah memeluk nya dan ternyata itu Candra.
"Maaf anda ini siapa?"tanya Sherlin dan mendorong laki-laki yang kurang ajar itu.
"Sayang kamu kok gitu banget sih sama pacar sendiri "ucap Candra.
"Siapa sih kamu kok ngaku ngaku pacar ku. Maaf, aku tidak kenal dengan anda"ucap Sherlin yang ingin beranjak pergi keparkiran dan ingin jauh jauh dari orang gila ini.Tapi Candra malah memeluk nya.
"Dasar ******"ucap Reno yang tiba tiba datang bersama dengan Aurelia.
"Reno ini tidak seperti yang kau lihat "ucap Sherlin yang tiba tiba melihat Reno.
"Apa ini kekasih simpanan mu sayang?Baiklah aku akan setia menunggu,sampai kau mendapatkan hartanya"ucap Candra pada Sherlin sambil membelai rambut Sherlin, tapi Sherlin langsung menepiskan tangan Candra.
"Oh jadi kau mau menerima pernikahan ini karna kamu ingin mengambil harta ku lalu memberikan pada laki-laki ini"ucap Reno yang geram pada Sherlin yang ternyata ingin mengambil harta dengan menikahi nya.
"Hebat kau Sherlin,baru aku sadari ternyata kau memang manusia dengan pikiran licik dan kotor.Untung Aurellia memberi tau ku, kalau tidak aku tidak akan mengetahui ini semua "ucap Reno yang kemudian pergi dari situ.
"Mampus kau Sherlin, hari ini aku sangat senang. Setidaknya Reno semakin membencimu, dan Candra tolong urus dia"ucap Aurellia kemudian mengejar Reno.
"Candra???Aku seperti pernah dengar nama ini. Oh dia kan pacar nya Cherly yang tidur dengan Aurelia "batin Sherlin.
"Oh kamu gadis yang malang"ucap Candra dengan nada mengejek.
"Tuan,aku tidak tau apa salah ku padamu, dan aku baru ingat, kau adalah Candra kan?? pacar nya Cherly yang kau khianati. "ucap Sherlin
"Ya aku memang pacar nya Cherly.Aku mendekati nya agar aku bisa mendapatkan apa yang kami inginkan. Dan aku sangat senang bisa menyakiti hati wanita "ucap Candra yang terlihat tidak merasa bersalah.
"Cih, aku sangat jijik melihat pria seperti mu. Apa kau tidak takut karma???ucap Sherlin.
"Aku tidak takut, emang kenapa??
Aku tidak akan pernah bisa disakiti oleh wanita,karna aku yang akan selalu menyakiti mereka "ucap Candra.
"Tuan, aku sangat kasihan padamu.kau perlu ingat Tuan, karna suatu saat nanti karma itu bukan jatuh pada mu tapi bisa saja pada anak Mu.Jika suatu hari saat kau akan menjadi ayah,dan akan memiliki seseorang anak perempuan,ada seorang pria itu akan melakukan hal yang sama pada anak perempuan mu seperti yang kau lakukan pada Cherly dan pada ku.Bagaimana perasaan mu?Kau tidak tau kan,sekarang kau tunggu saja jika suatu hari nanti anak perempuan mu di sakiti oleh pria dan kau akan tau bagaimana mana perasaan anak perempuan mu itu saat itu terjadi "ucap Sherlin yang kemudian meninggal kan Candra yang terdiam mendengar perkataan Sherlin.
Sherlin terlihat berjalan di jalan yang sepi kebetulan tak ada kendaraan yang lewat saat itu.
Sherlin terlihat diam dan termenung di sepanjang jalan karna dia hanya sedang memikirkan bagaimana cara menjelaskan pada Reno tentang kejadian hari ini dan juga kejahatan Aurelia.
"Dia mungkin tidak akan percaya padaku"batin Sherlin.
Saat sedang melamun, dia tidak tau kalau di belakang nya ada mobil yang hendak mencelakai nya.
Mobil itu melaju dengam cepat dan ingin menabrak Sherlin tapi saat mobil itu sedikit lagi mendekati Sherlin.Tiba tiba seseorang mendorong nya ketepi jalan dan mobil itu pun menabrak orang yang mendorong Sherlin tadi dan langsung meninggalkan tempat itu.
"Cherly!!! teriak Sherlin yang melihat adik iparnya yang sudah bersimbah darah.
"Cherly "ucap Rian yang sudah ada di tempat itu juga.
Saat tiba dirumah sakit, para suster langsung membawa Cherly ke ruang operasi.
Rian yang pakaian nya sudah kotor akibat darahnya Cherly yang sudah banyak bercucuran keluar dan terlihat sherlin masih menangis. Kini mereka hanya berdiri dan menunggu di depan ruang operasi
"Dasar wanita sial,kau apakan adik ku Hah"ucap Reno yang sudah datang karna Rian menelpon nya dan mengatakan bahwa Cherly kecelakaan dan di bawah kerumah sakit X.
"Reno ini murni kecelakaan.Dan mobil yang menabrak Cherly sudah kabur.Sherlin juga tidak ada sangkut paut nya mengenai kejadian ini ."ucap Rian menenangkan Reno.
"Dia wanita sial Rian,mungkin saja dia menyewa orang untuk membunuh adik ku dan semua keluarga ku termasuk aku juga"ucap Reno yang mengingat perkataan Candra tadi yang mana Sherlin ingin mengambil semua harta nya.
"Dan jika terjadi sesuatu pada adik ku di dalam sana,aku tidak akan melepaskan mu.Kau lihat saja"ucap Reno yang marah.
Kemudian Mama Reno serta Surya dan Sisil yang sudah datang ke rumah sakit.
Tak selang beberapa menit akhirnya pintu ruang operasi pun terbuka
"Maaf kami sudah berusaha sebaik mungkin, tapi Tuhan malah berkehendak lain"ucap Dokter itu dengan wajah serius.
"Apa maksudmu??Kenapa kau tidak bisa menyelamatkan nya.Percuma saja kau seorang dokter, tapi kau tidak berguna "ucap Reno sambil menarik kerah kemeja putih dokter itu.
"Kami sudah berusaha Tuan.Dan kami juga mohon supaya tuan tidak menjelekkan profesi kami, dan tolong jaga kelakuan tuan juga. "ucap dokter itu
"Aaahhh"suara Reno pecah dia sangat frustrasi karna adik yang paling dia sayangi sudah tiada.
Rian pun membawa Reno pulang agar Reno tidak membuat kegaduhan di rumah sakit ini.
Surya langsung menyelesaikan administrasi agar mayat Cherly bisa di bawa pulang untuk dimakam kan.
Hari ini ditempat duka, terlihat Mama Reno yang sangat sedih karna anak kesayangan sudah tiada.
Reno tidak terlihat di tempat itu, karena Reno sedang ada dimansion nya, dia tidak mau ke rumah mamanya supaya tidak melihat tubuh adiknya yang sudah tidak bernyawa lagi.
Akhirnya Cherly sudah dimakam kan,Surya dan istri nya memilih menginap dirumah mama nya agar bisa menghibur mama nya.
Rian memilih pergi keluar negeri untuk menghibur dirinya karna baru dia menjalani hubungan baru dengan Cherly tapi tugan malah mengambil Cherly duluan.
Sherlin pun pulang kemansion nya diantar oleh Heri yang juga ikut kepemakaman Cherly.
Sherlin masuk ke mansion itu
"Ngapain kau pulang wanita sial"ucap Reno yang ternyata sedang duduk di sofa di mana di meja itu ada minuman keras.
"Reno aku ingin menjelaskan sesuatu padamu"ucap Sherlin yang ingin menjelaskan kejahatan Aurel, dia tau kalau yang mencelakai Cherly itu adalah Aurel, karna dia melihat plat mobil itu yang sama saat dia melihat mobil Aurelia direstoran .
"Kau ingin menjelaskan apa lagi wanita sial"ucap Reno sambil menjambak Sherlin dan melempar tubuh Sherlin ke meja dan mengenai kepala Sherlin.
"Reno!!! "ucap Heri yang ternyata masih ada di mansionnya reno, karna dia sempat mendengar teriakan dan bentakan Reno sehingga dia memutuskan untuk masuk ke mansion itu dan dia melihat Reno sedang melukai Sherlin .
"Apa kau tidak bisa lembut terhadap wanita?"ucap Heri dan membogem wajah Reno.
"Hahaha, lihat pahlawan mu sudah datang wanita sial"ucap Reno sambil mengelap bibirnya yang berdarah akibat pukulan Heri.
"Reno dia itu istri mu, kenapa kau memanggilnya dengan sebutan wanita sial"ucap Heri yang marah.
"Hahaha istri ku,dia tidak istri ku. Dan kau cepat tanda tangani ini maka hubungan ini akan cepat berakhir karna aku sudah muak dengan mu"ucap Reno yang ternyata sudah menyiapkan surat cerai.
"Reno berengsek, apa kau tidak bisa menghargai perasaan Sherlin hah"ucap Heri yang marah karna dia tak menyangka kalau Reno adalah pria ********.
"Kau menyukai nya kan, silakan kau ambil saja dia karna aku sudah tak ingin melihat wanita sial ini berlama lama di rumah ku"ucap Reno.
"Baik aku akan membawa nya, dan ingat kau jangan menyesal dengan keputusan mu"ucap Heri kemudian membawa Sherlin.
"Heri kau tunggu di luar, aku akan menyusul mu"ucap Sherlin .
Sherlin dari tadi hanya mendengar perkataan Reno yang sangat menyakitkan.Dia terlihat menahan air mata nya, karna dia tak mengeluarkan air matanya di depan Reno.
"Baik lah "ucap Heri lalu pergi keluar.
Sebenarnya dia tak ingin meninggalkan Sherlin, tapi dia berpikir mungkin Sherlin ingin mengatakan sesuatu yang tidak perlu dia ketahui ,kemudian dia pun pergi keluar.
Sherlin pun menuju meja itu dan menandatangani surat cerai itu.
"Reno aku sudah menandatanganinya,apa aku boleh minta satu permintaan padamu.Apa kah aku boleh memeluk sekali ini saja, setidaknya untuk terakhir kali nya"ucap Sherlin saat sudah selesai tanda tangan.
Dia memang ingin memeluk Reno dan setelah itu dia akan pergi dari kehidupan Reno.
"Kau jangan banyak berharap wanita sial, aku tidak akan memeluk bahkan dalam mimpi pun aku tidak sudi membiarkan mu memeluk ku"ucap Reno dengan ketus.
"Hanya untuk sekali ini saja Reno"ucap Sherlin yang memohon.
"Pergi kau dari kehidupan ku wanita sial, dan jangan pernah untuk menemui ku,dan aku tidak akan memenuhi permintaan mu itu."ucap Reno yang mengusir Sherlin.
"Baik lah Reno, terima kasih karna sudah pernah menjadi suami ku,karna itu membuatku sangat bahagia.
Kau tau Reno ,semua orang menanyakan padaku kenapa aku tidak pernah meninggalkan mu padahal aku tau kalau kau sangat membenci.Itu karna aku sangat mencintai mu dan aku sudah berjanji pada diriku sendiri bahwa aku akan meninggalkan mu disaat kau sendiri yang meminta nya. Sekarang kau sudah mengatakan bahwa kau ingin cerai dengan ku, aku pun gak bisa lagi mempertahankan hubungan ini.
Sekali lagi terima kasih Reno"ucap Sherlin.
Dia sebenarnya ingin menangis saat itu ,tapi dia mencoba untuk kuat dihadapan reno. Setelah itu dia melangkah kaki nya dari mansionnya Reno.
"Aku akan selalu mencintai mu reno,
semoga kau bisa menemukan kebahagiaan mu dan aku akan sangat bahagia melihat mu bahagia Reno .
Mungkin ini takdir tuhan untuk ku yang tak bisa bersama mu,
dan kini hanya lah tinggal kenangan yang bisa kubawa,meskipun itu sangat menyakitkan bagi ku.
Aku akan pergi Reno, selamat tinggal Reno"batin Sherlin.
Maaf jika ada typo yang berserakan
Jangan lupa beri like, komentar, dan favorit kalian ya
Selamat membaca readersku
I love you so much all