Always Love You My Husband

Always Love You My Husband
Season 2 ( 34 )



Keesokkan harinya di sekolah di mana saat itu lagi jam istirahat, Amanda dan ketiga sahabatnya memilih untuk istirahat dikelas saja. Entah kenapa hari ini mereka tidak terlalu bersemangat untuk ke kantin.


“Aku pergi dulu ya”ucap Calvin yang meminta izin pada Amanda.


Amanda yang tengah berbincang dengan sahabatnya langsung menoleh kearah Calvin.


“Kemana??”tanya Amanda.


“Ke kelasnya Cynthia”ucap Calvin yang memang benar ingin ke kelas sepupunya itu.


“Ngapain??”tanya Amanda yang terlihat kepo sekali.


“Ada yang ingin aku sampaikan padanya”ucap Calvin.


“Oh”ucap Amanda yang hanya ber oh ria saja.


Setelah mendapat jawaban seperti itu, Calvin pun langsung pergi menuju kelas sepupunya itu.


“Eh, nanti malam kalian harus datang ya!!! Jangan sampai tidak datang!!!”ucap Amanda pada teman temannya.


Amanda terlihat sangat antusias mengundang teman temanya ke pesta pribadi yang diadakan di rumah nya dalam rangka peresmian gedung perusahaan baru milik papanya itu.


“Oke, kalau mengenai itu aku tidak akan lupa bos ku”ucap Valen.


“Di sana pasti banyak makanan yang enak”ucap Valen lagi sambil membayangkan makanan yang enak di dalam benak .


“Makan saja yang ada di otakmu”ucap Andra yang menjitak dahi Valen.


“Kurang ajar, kau kenapa sih suka kali mencari masalah denganku”ucap Valen yang marah karna Andra sudah menghancurkan khayalannya.


“Memang aku pikirin, makanya jangan suka ngehalu”ucap Andra sambil menghapus tulisan yang ada di papan tulis.


Saat Andra sedang sibuk menghapus


hasil tulisan guru saat mengajar tadi, tiba tiba Andra menoleh ke arah jendela kelas dan melihat Calvin sedang berbicara dengan seorang perempuan.


“Hei,, Amanda!!! Kau kemari dulu”ucap Andra yang memanggil Amanda.


“Ada apa sih?”ucap Amanda yang sedang duduk dikursinya.


“Kau kesini dulu karna Ini sangat penting sekali!!! “ucap Andra yang tiba tiba menutup tirai jendela ditempat dia berdiri.


“Ada apaan sih?? Kau buat orang jadi penasaran aja”ucap Amanda yang langsung berdiri dan langsung beranjak menuju tempat Andra yang sedang berdiri.


Saat Amanda sudah sampai disana, raut wajahnya pun langsung berubah dan itu membuat ketiga sahabatnya jadi ikut penasaran.


Mereka berpikir apa yang sedang dilihat oleh Amanda sehingga membuat wajahnya terlihat begitu sedih.


“Kau ngapain berdiri disamping ku??”ucap Andra saat Valen datang dan berdiri disamping nya.


“Ish, siapa juga yang mau berdiri disamping mu??”ucap Valen yang langsung berpindah ke samping Rahel.


“Siapa perempuan itu??”tanya Valen saat melihat kearah luar jendela.


“Aku juga tidak tahu”ucap Amanda yang menatap tajam kearah luar.


“Mereka terlihat sangat akrab, seperti sudah saling kenal “ucap Indah.


“Siapa sih dia?? Aku sudah bilang padanya agar tidak terlalu merespon perempuan lain, tapi dia masih saja melakukan itu. Apa dia tidak tahu kalau aku nyesak kali melihat nya begitu dekat dengan perempuan lain”ucap Amanda.


“Tenang Amanda , serahkan masalah ini pada ku. Aku akan menyelidiki kasus ini dengan teliti”ucap Andra yang berlagak jadi seorang dektektif.


“Lihat sekarang, Calvin sedang mengelus kepala perempuan itu”ucap Amanda yang sedih melihat Calvin yang sedang mengelus kepala seseorang.


“Sabar ya Amanda”ucap Indah yang menyabarkan sahabatnya itu.


“Calvin mau kembali ke kelas”ucap Andra yang melihat Calvin yang sudah selesai berbicara dengan perempuan tadi.


Mereka pun langsung kembali ketempat semula dan saat Calvin sudah sampai ke kelas, mereka pun langsung berakting seperti tidak terjadi apa apa


“Dari mana ??? Kok lama kali sih??”tanya Amanda yang berpura pura tidak tahu dengan apa yang dilihat nya tadi.


“Oh tadi aku lagi bicara dengan sepupuku, maka nya kelamaan”ucap Calvin.


“Oh begitu ya”ucap Amanda.


“Hmm, iya. Kalian kenapa ?? Aku merasa ada yang aneh di sini??”ucap Calvin yang memang merasa ada aura yang aneh saat dia masuk kelas.


“Kau itu yang aneh”batin Andra.


“Tidak ada apa apa kok”ucap Andra.


“Benarkah??”ucap Calvin yang tidak percaya.


“Tuh, Andra dan Valen bertengkar lagi”ucap Rahel yang mencari alasan untuk mengalihkan topik pembicaraan.


“Kalian kenapa bertengkar terus, apa kalian tidak capek bertengkar terus? Kau lagi Andra!!! Kau itu laki laki dan seharusnya kau itu mengalah. Kau harus tahu kalau perempuan selalu benar dan tidak mau mengalah”ucap Calvin.


“Rahel, kenapa harus itu alasamu?? Sekarang terpaksa lah aku yang selalu salah dan jadi korban disini”ucap Andra dalam hatinya.


“Baiklah, aku tidak akan cari masalah lagi dengannya”ucap Andra.


“Ada untungnya juga si Rahel pakai alasan itu, jadi sikutu air itu mau mengakuinya”ucap Valen dalam hatinya.


Kini pandangan Calvin tertuju kepada Amanda, entah kenapa masih ada yang aneh dari Amanda sejak saat dia masuk ke dalam kelas.


Saat pulang sekolah barulah Calvin ingin mempertanyakan hal itu kepada Amanda.


“Kau kenapa? Kau kenapa aneh sekali sejak aku kembali kelas tadi”ucap Calvin yang kini sedang melajukan mobilnya.


“Aneh seperti apa sih?? Aku tidak apa apa kok”ucap Amanda.


“Kau jangan menyembunyikan sesuatu dariku, kalau ada masalah langsung beritahu aku biar kita selesaikan bersama sama”ucap Calvin.


“Aku tidak apa apa Calvin, hanya saja saat ini aku sedang sakit kepala ”ucap Amanda yang berbohong.


“Baiklah, nanti kita singgah di apotik dulu”ucap Calvin yang fokus mengemudi.


“Ngapain??”tanya Amanda.


“Ya mau beli obat lah, kan tadi kau bilang kalau kau lagi sakit kepala”ucap Calvin yang mengalihkan pandangan ke arah Amanda.


“Ya, tadi aku memang berkata seperti itu padamu tapi kita tidak perlu ke apotik”ucap Amanda.


“Kenapa ?”tanya Calvin yang merasa heran.


“Aku tidak mau membelinya lagi karna obatnya sudah ada dirumah, jadi tidak perlu lagi soalnya nanti mubazir”ucap Amanda.


“Baiklah”ucap Calvin sambil mendenguskan nafasnya.


Setelah itu pembicaraan mereka pun berakhir, kini di sepanjang perjalanan mereka hanya diam dan hanya sibuk dengan pikiran mereka masing masing yang sedang berkecamuk dalam benak


“Saat ini aku hanya ingin istirahat untuk mengumpulkan tenaga, karna nanti malam aku harus menghadiri pesta yang diadakan oleh Papa”ucap Amanda yang tiba tiba memecahkan keheningan di mobil itu.


“Baiklah”ucap Calvin yang langsung menambahkan kecepatan mobilnya.


🌷🌷🌷


Malam hari dikediaman Reno Putra Pratama sudah terlihat para tamu sudah berdatangan, begitu juga dengan teman teman nya Amanda yang sedang menatap rumah baru milik Amanda terlihat megah.


Yaps, Amanda dan orang tua nya sudah pindah ke rumah baru miliknya. Sedangkan rumah yang sebelumnya mereka tempati, sekarang sudah ditempati oleh Gunawan.


Setelah beberapa kali dibujuk oleh Amanda, akhirnya Gunawan mau pindah ke rumah itu.


Gunawan sebenarnya enggan untuk meninggalkan rumah lamanya, karna begitu banyak kenangan yang tertinggal di rumah itu, dan itulah yang membuatnya tidak mau pindah. Tapi karna melihat putrinya yang terus menerus memohon membuatnya jadi tidak tega, akhirnya mau tak mau dia harus dengan berat hati pindah ke rumah yang sudah diberikan oleh orangtua kandung putrinya dan meninggalkan rumah yang penuh kenangan itu.


“Wah banyak sekali makanan disini”ucap Valen yang kini sedang ada ditempat meja yang disepanjang meja itu sudah berjajar makanan yang membuat Valen terlihat begitu senang sekali.


“Dasar cewe rakus, apa kau tidak bisa pelan pelan makannya. Nanti keselak, biar tahu rasa kau”ucap Andra yang melihat Valen makan dengan begitu rakus.


“Terserah aku lah, lagian nanti aku yang keselak, kenapa jadi kau yang terlalu repot”ucap Valen.


Setelah berkata kata seperti itu, Valen kembali makan lagi dan tidak memperdulikan perkataannya Andra


Dia hanya fokus pada makanannya, belum habis makanan yang ditangan satunya, tangan yang lainnya kini sedang mengambil makanan yang ada dimeja itu.


“Habiskan makanan mu dulu, baru kau boleh ambil yang lain”ucap Andra yang menasihati Valen tapi Valen tak menghiraukanya.


Saat Andra ingin mengambil makanan itu dari tangan Valen, tiba tiba Valen menampar wajah Andra dengan begitu kuat, saking kuatnya bekas tampar itu pun terlukis di wajahnya.


Bersyukurlah Andra karna tidak ada tamu yang menyadari kejadian itu, hanya Amanda dan kedua temannya yang melihat kejadian itu berlangsung.


Karna pada saat itu Amanda, Indah dan Rahel yang kebetulan memang ingin menemui Andra dan Valen ingin merencanakan sesuatu.


Saat mereka ingin ke sana, mereka sangat syok dengan kelakuan Valen yang menampar Andra dengan sangat kuat.


“Itu pasti sakit sekali”ucap Amanda.


“Aku rasa sih iya”ucap Indah.


“Andra yang malang”ucap Rahel sambil mengelengkan kepala.


Mereka masih belum bisa melangkahkan kakinya karna masih syok dengan peristiwa itu.


“Kenapa kau menamparku?”ucap Andra sambil memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan Valen.


“Siapa yang menyuruhmu untuk mengganggu acara makanku”ucap Valen tanpa ada merasa sedikit bersalah.


“Bisa kau bayangkan kalau kau sedang mengganggu singa yang lagi makan, apa yang akan terjadi padamu?”ucap Valen dan itu membuat Andra bergidik ngeri.


“Jadi kau bersyukurlah karna aku hanya menamparmu”ucap Valen yang kembali melanjutkan acara makannya.


“Sabar Andra!!!! Kalau kau meledeni orang gila, kau juga akan gila sendiri “ucap Andra dalam hatinya.


“Amanda”ucap Valen saat sudah menyadari Amanda dan kedua sahabatnya sudah ada dibelakangnya.


“Ya”ucap Amanda sambil menegak air liurnya dengan susah payah.


“Makanan disini sangat enak sekali, jadi sering sering ya kalian mengadakan pesta”ucap Valen yang terlihat senang sekali.


“Oke oke”ucap Amanda yang hanya langsung mengiyakan perkataan Valen.


“Tunggu, bukankah itu perempuan yang tadi ya???”ucap Valen saat melihat Calvin sedang berdiri bersama orang tuanya dan perempuan yang tadi mereka lihat di sekolah.


“Dia juga datang kesini?? Apa Calvin yang mengajaknya?”ucap Valen.


“Itulah yang ingin aku bicarakan dengan kalian”ucap Amanda.


Mereka pun berkumpul untuk merundingkan hal itu, terlihat mereka membentuk


lingkaran seperti sedang rapat konferensi meja bulat.


“Jadi aku ingin kalian menyelidiki apa hubungan Calvin dengan perempuan itu”ucap Amanda.


“Baik, mengenai itu serahkan saja padaku”ucap Andra.


“Oke, aku percayakan hal ini padamu”ucap Amanda yang mempercayakan semuanya pada Andra.


“Paman dan Bibi datang kesini?? Tapi kenapa tidak ada yang memberitahuku”ucap Amanda karna melihat tamu yang baru datang ke pesta itu.


Tiba tiba Amanda langsung berlari ke arah tamu itu dan membuat Andra dan para ladies langsung keheranan karna mereka memang tidak kenal dengan tamu yang baru datang ini.


“Siapa mereka??”tanya Andra.


Valen dan yang lainnya hanya menaikkan bahu mereka tanda mereka tidak tahu.


“Paman, Bibi”ucap Amanda yang langsung memeluk orang tua Brenaldi yaitu Heri dan Sarah yang tiba tiba ada dipesta itu.


“Kenapa tidak ada yang memberitahukanku kalau Paman dan Bibi datang kesini?”tanya Amanda.


“Kami sengaja sayang, kami ingin membuat kejutan untukmu”ucap Sarah.


“Sayang, dimana papa mu??”Ucap Heri.


“Papa disana lagi bicara sama Ayah dan temannya yang lain”ucap Amanda sambil menunjuk ke arah Papanya berdiri.


“Oke, Paman dan Bibi kesana dulu ya”ucap Heri.


“Baik Paman”ucap Amanda.


“Brenaldi mana ya Bi?? Apa dia tidak ikut?”tanya Amanda karna dia tidak melihat tanda tanda keberadaan Brenaldi.


“Dia datang kok”ucap Sarah.


“Tapi aku tidak ada melihatnya”ucap Amanda tapi Paman dan Bibinya sudah keburu pergi.


“Dia mencari siapa sih?”ucap Andra dari kejauhan yang melihat Amanda yang sedang mencari seseorang.


“Aku tidak tahu, tapi aku akan mencari tahunya”ucap Valen yang langsung pergi menuju tempat Amanda dan kemudian diikuti oleh Indah dan Rahel.


“Iya juga sih, aku juga akan mencari tahu siapa yang sedang dicari oleh Amanda”ucap Andra yang juga ikut menyusul Amanda.


“Hei, aku disini”ucap seseorang yang mengejutkan Amanda dari belakang.


“Brenaldi”ucap Amanda yang sedikit terkejut.


“Brenaldi??”ucap mereka secara bersama sama saat sudah sampai disana.


“Apa kabar Amanda”ucap Brenaldi yang langsung memeluk sebagai tanda sapaanya terhadap Amanda.


Dari kejauhan Calvin melihat itu pun langsung merasa geram


“Tunggu, itu kan laki laki yang pernah videocall denganku saat Amanda pergi keluar kota ?? Kenapa dia ada disini?? Bukankah dia sudah pulang ke jepang??”ucap Calvin dalam hatinya.


Calvin pun langsung permisi pamit kepada keluarganya untuk pergi menemui kekasihnya.


Kembali ke Amanda yang membalas pelukan Brenaldi.


“Kabar ku baik kok”ucap Amanda


“Apa kabar Bro?”ucap Calvin yang langsung menarik tangan Amanda untuk melepaskan pelukkan mereka.


“Apa sudah puas memeluk nya?”ucap Calvin dengan suara kecil sambil menjitak pelan dahi Amanda.


Amanda yang kesal dengan perkataan Calvin pun langsung melotot membalas perkataan Calvin.


“Dia dekat sama perempuan tadi aku biasa biasa saja, lah ini aku dekat dengan Brenaldi reaksinya sudah seperti aku ini seorang istri yang sudah kepergok sedang berselingkuh”batin Amanda sambil mendenguskan nafasnya secara kasar.


Mendapat respon seperti itu langsung membuat Calvin menarik Amanda keluar dari ruangan pesta.


“Apaan sih Calvin?? Kenapa kau membawaku kesini?”ucap Amanda saat sudah ada di teras samping rumah, terlihat Amanda memegang pergelangan tangannya karna merasa sakit karna ulah Calvin.


“Kenapa kau memeluk nya ?”ucap Calvin yang to the point.


“Dia nya yang memeluk pertama kali, ya aku langsung membalasnya “ucap Amanda.


“Apa!! Kau membalas nya?? Amanda ingat kau sudah punya pacar dan jaga perasaan pacar mu”ucap Calvin.


“Giliran ada yang dekatin aku, baru kau sadar kalau aku pacar mu”ucap Amanda dengan suara kecilnya.


“Apa kau bilang?”tanya Calvin.


“Tidak ada!!! Aku cuma mau bilang kalau Brenaldi itu saudaraku. Apa salah kalau aku bersikap seperti itu padanya”ucap Amanda yang menjawab perkataan Calvin.


“Kau kenapa sih narah marah saja?? Kau bersama dengan perempuan yang ada di dalam sana dan selalu lengket di samping mu, aku bersikap biasa biasa sajanya”ucap Amanda lagi.


“Perempuan yang mana?”tanya Calvin.


“Aku tidak tahu “ucap Amanda.


“Apa perempuan yang ada didalam yang sedang bersama keluargaku?”tanya Calvin.


“Entahlah”ucap Amanda.


"Padahal aku sudah bilang itu tadi"batin Amanda.


Kini terlihat Amanda yang ingin menuruni anak tangga, tapi langsung ditahan oleh Calvin.


“Ikut aku ke dalam, aku akan mengenalkan dia padamu agar tidak terjadi kesalahpahaman ”ucap Calvin.


“Tidak!!! Aku ingin ke taman, aku mau cari udara segar”ucap Amanda yang ingin menuruni anak tangga tapi lagi lagi di tahan oleh Calvin.


Terlihat Amanda yang ingin melepaskan tangan Calvin, Tapi tiba tiba Amanda kehilangan keseimbangan sehingga membuat mereka jatuh dari anak tangga itu.


Beruntunglah Amanda karna jatuh dipelukan Calvin sehingga tidak terjadi apa apa padanya.


“Aneh, kenapa tidak sakit ya??”batin Amanda sambil memejam matanya karna saat terjatuh tadi Amanda memang menutup kedua matanya.


Saat membuka matanya, alangkah terkejutnya Amanda saat mendapati Calvin yang tidak sadarkan diri.


“Calvin”ucap Amanda yang terlihat panik.


“Kau masih hidupkan??”ucap Amanda yang terlihat mencoba membangunkan Calvin tapi tidak ada respon juga.


“Kau jangan menakutiku, kau jangan mati dulu, kau belum memberitahuku siapa perempuan yang ada di dalam sana”ucap Amanda lagi.


Kini Amanda terlihat sudah kehilangan akal sampai sampai bisa bisanya dia berkata seperti itu.


“Calvin, kau jangan mati dulu!!! Kau belum menjelaskan semuanya padaku”ucap Amanda.


Tidak mendapat respon juga, membuat Amanda pun ingin bangun dan ingin memanggil orang yang ada di dalam sana untuk menolong kekasihnya itu.


Saat hendak berdiri, tangan Amanda tiba tiba ditarik oleh Calvin.


“Aku masih hidup bodoh, apa jatuh seperti ini membuat orang langsung mati??”ucap Calvin yang ternyata pura pura pinsan.


“Kau sedang mengerjaiku”ucap Amanda.


“Tidak juga”ucap Calvin yang sedang menahan tawanya karna perkataan Amanda tadi yang menurutnya sangat lucu sekali.


“Sudahlah, ayo kita ke dalam. Aku akan mengenalkannya padamu”ucap Calvin.


“Ya sudah ayo, kau nya yang masih duduk disitu”ucap Amanda yang sudah berdiri dari tadi.


Calvin pun mencoba ingin berdiri tapi tiba tiba dia berteriak kesakitan.


“Kau kenapa?”ucap Amanda yang langsung berjongkok.


“Pergelangan kakiku sakit”ucap Calvin.


“Mungkin kau terkilir”ucap Amanda.


“Bukan mungkin lagi tapi memang terkilir dan ini semuanya berkat cerobohanmu, jika saja tadi kau ikut aku kedalam mungkin kecelakaan ini tidak akan terjadi”ucap Calvin.


“Ya kalau gitu aku minta maaf”ucap Amanda yang menyesali perbuatanya.


“Sudah lupakanlah, sekarang bantu aku berdiri dan papahaku”ucap Calvin.


“Baiklah”ucap Amanda.


Amanda pun mencoba membantu Calvin untuk berdiri, tapi semua usahanya itu sia sia karna tenaganya tidak sanggup untuk mengangkat tubuh Calvin yang menurutnya berat sekali.


“Kenapa kau berat sekali?”ucap Amanda yang membiarkan Calvin terduduk di tanah.


“Dasar badanmu yang kecil plus tenagamu memang tidak ada”ucap Calvin.


“Jadi bagaimana ini? Apa aku akan duduk ditanah ini semalaman?”ucap Calvin lagi.


“Kalau kau mau, ya tidak apa apa”ucap Amanda.


“Amanda”ucap Calvin yang ingin menghukum Amanda tapi apa daya kakinya saat ini sedang sakit.


“Tunggu disini, aku akan panggil orang yang di dalam sana untuk membantu mu”ucap Amanda.


“Oke, tapi cepat ya. Jangan lama lama”ucap Calvin.


“Kenapa?? Kau takut hantu ya?”ucap Amanda.


“Aku tidak takut hantu, Aku lebih takut menghadapi sikapmu yang tidak tentu arahnya dan moodmu yang selalu berubah ubah”ucap Amanda.


“Cih, baiklah aku akan berlama lama disana”ucap Amanda yang langsung pergi kedalam untuk memangggil Papanya.


Calvin pun tersenyum melihat tingkah Amanda malam ini yang terlihat menggemaskan.


“Jadi kalau aku sudah menjelaskan semuanya, aku sudah boleh mati”ucap Calvin yang tertawa karna mengingat perkataan Amanda tadi saat Calvin berpura pura pinsan.


“Awwh, sial ini sakit sekali lagi ”ucap Calvin yang merutuki pergelangan kakinya yang sedang terkilir itu.