
Aku pergi dulu ya!!!”ucap Reno sesudah mencium kening Sherlin.
Sherlin hanya menganggukan kepalanya dan menyalam tangan Reno.
Reno segera melangkahkan kakinya sambil menarik kopernya untuk mengejar waktu agar segera check in dan berangkat menuju kota itu.
Kali ini Reno hanya berangkat sendirian, karna Gunawan tidak ikut bersamanya dan hanya meninggalkan tugas untuk menghandle pekerjaannya selama dia pergi.
Reno takut kalau Gunawan akan memberitahu Amanda mengenai apa yang terjadi pada Doni, jika dia ikut bersamanya.
Itu karena dia tahu sifat Gunawan yang sangat jujur dan tidak bisa berbohong kepada Amanda jika putrinya itu bertanya pada Ayahnya.
🌷🌷🌷
Disekolah Amanda terlihat tidak bersemangat, seperti tidak punya gairah untuk bersenang-senang dengan teman temannya saat jam istirahat itu sedang berlangsung.
Calvin dan Andra terlIhat sedang berlomba melemparkan botol mineral itu ke atas papan tulis, sedangkan teman teman Amanda pada berkumpul di meja Amanda dan mereka terlihat sibuk bermain dengan ponsel mereka masing masing.
“Kau kenapa Amanda?? Dari tadi wajahmu terlihat sedih saja”tanya Indah yang memulai percakapan.
“Tidak apa apa kok Indah! Aku terlihat sedang sedih, itu karena aku tidak bisa ikut mengantar Papaku ke bandara”ucap Amanda sambil memainkan penanya.
“Papamu mau pergi kemana?”tanya Andra yang terlihat sangat penasaran.
“Seperti biasa, pasti ada urusan kerja diluar kota?”ucap Valen yang berlagak sok tahu.
“Iya, tapi aku merasa seperti ada yang aneh dari Papaku. Aku merasa Papaku seperti sedang menyembunyikan sesuatu dariku”ucap Amanda sambil mengingat perkataan Papanya semalam yang cukup aneh baginya.
“ Aneh apanya?”tanya Calvin yang kini sudah bangun menghentikan permainannya.
“Apa Papamu sedang berselingkuh?”ucap Andra yang berbicara tanpa berpikir dahulu.
“Kau mau mati!! Hah !!!”ucap Amanda yang marah karena perkataan Andra.
“Nih mulutmu ingin kubakar? ”ucap Calvin sambil menjitak kepala Andra.
“Nggak Calvin!!! Aku minta maaf ya, karena sudah berbicara sembarangan mengenai Papamu ”ucap Andra yang meminta maaf pada Amanda.
“Makanya kalau mau ngomong, tuh kata kata yang ingin dikeluarkan tolong dicerna dulu. Jangan asal bicara!! Aku tahu kalau Calon Papa mertuaku pasti tidak akan seperti itu”ucap Calvin yang terlihat kesal dan ingin memukul Andra tapi gagal karena Andra saat itu langsung menghindari dan sembunyi dibelakang Amanda.
“Amanda aku minta maaf ya. Lagian ini juga salahmu karena berkatas seperti itu”ucap Andra.
“Apa Salahku?"tanya Amanda sambil mengambil buku tebal dari dalam tas sekolahnya dan langsung memukulnya kebahu Andra.
“Bukankah tadi bilang kalau ada yang aneh dari Papamu, makanya aku langsung berikiran seperti itu”ucap Andra.
“Iya! Aku memang mengatakan hal itu, tapi bukan berarti juga kalau mengatai Papaku itu selingkuh ”ucap Amanda.
“Aku tahu, makanya sekarang aku ingin minta maaf juga. Maafin ya!”ucap Andra yang meminta maaf.
“Baiklah, aku akan memaafkanmu”ucap Amanda yang tidak ingin memperkeruh masalah.
🌷🌷🌷
Kembali dengan Reno kini sudah tiba dan terlihat juga dia yang juga sudah check-in di salah satu hotel yang ada dikota itu.
Setelah meletakkan kopernya didalam kamar hotel yang sudah dia pesan, Reno langsung mencari taksi untuk mengantarkannya kerumah Doni yang mungkin saat ini sudah terlihat ramai karena banyak pelayat datang berkunjung dan berbela sungkawa disana.
Ketika Reno sudah mendapatkan taksi yang sudah berhenti di depan hotel itu, dia langsung masuk dan menyurruh sang supir untuk mengantarkannya ke sebuah alamat yang ingin dia kunjungin.
Sang supir yang sudah mendengar perkataan Reno pun langsung melajukan mobil itu menuju ke alamat yang sudah diberitahu oleh Reno tadi.
Saat mobil itu sudah sampai disana, Reno memberikan beberapa lembar uang pada sopir itu dan langsung segera turun tanpa mendengarkan sopir taksi yang berteriak memanggilnya untuk memberikan uang pemberian Reno yang ternyata berlebih.
“Orang kaya memang gitu ya!! Ya udah lah, mungkin ini sudah rezekiku”ucap sang sopir sambil meletakkan uang itu kedalam saku bajunya dan pergi meninggalkan tempat itu.
Reno kini sudah ada dihalaman rumah Doni yang sudah terlihat banyak orang yang datang untuk melayat dirumah duka itu.
Ketika Reno sudah memasuki rumah itu, dia serasa dihantam oleh badai yang berusaha melulu lantakkannya.
Seakan ada petir diasiang hari tanpa ada hujan membuat Reno ingin beku dan tak bisa bergerak lagi saat melihat Doni dan istri berserta anaknya sudah berbaring kaku dan tak bernyawa lagi.
“Kenapa ini bisa terjadi?”Reno yang berbicara dalam hatinya.
“Padahal baru saja kita saling berkomunikasi tapi sekarang kau sudah pergi untuk selamanya”
“Doni!!! Kau sudah kuanggap sebagai saudaraku! Kenapa kau pergi begitu cepat tanpa pamit dulu padaku”Reno terlihat sudah menitikkan air matanya.
“Anda tuan Reno??”tanya laki laki paruh baya yang datang mendekati Reno.
“Iya Pak, saya Reno! Bapak panggil saya dengan sebutan Reno saja”jawab Reno yang terlihat tidak suka dipanggil dengan kata tuan oleh Ayah dari Doni.
“Saya Joko, ayahnya Doni”ucap Bapak itu sambil memperkenalkan dirinya.
“Saya sudah kenal dengan Bapak kok”ucap Reno yang memang sudah mengenali Ayah Doni meski ini pertama kali mereka bertemu.
“Maaf Nak Reno karena telah merepotkanmu untuk datang ke sini dan membuatmu meninggalkan pekerjaanmu”ucap Pak Joko.
“Tidak usah minta maaf Pak kerena saya jug tidak merasa terganggu kok”ucap Reno
“Saya hanya bisa mengatakan terima kasih juga karena kau sudah membantu kami membiayai adminitrasi rumah sakit dan acara pemakaman putra saya dan istri beserta cucu saya”Terlihat Pak Joko yang membungkuk badan dihadapan Reno untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya pada Reno
“Tolong jangan membungkuk dihadapan saya pak, itu membuat saya jadi merasa tidak enak hati”ucap Reno sambil menaikkan tubuh pak Joko agar tidak membungkuk dihadapannya.
“Doni sudah kuanggap sebagai saudraku jadi Bapak tidak perlu berterima kasih lagi Pak”ucap Reno lagi.
Setelah mereka selesai berbicara, Pak Joko permisi meninggalkan Reno sebentar untuk menyapa tamu yang baru tiba dirumah duka anaknya.
“Aku tidak menyangka hal yang pernah terjadi pada keluargaku ternyata juga terjadi pada Doni dan keluarga kecilnya”
Air mata Reno kembali menetes saat melihat Ibu Doni menangis pilu dan tersendu sendu di hadapan mayat yang terkujur kaku itu.
Sedangkah saudara Doni yang lainnya terlihat duduk disamping Ibu mereka untuk mendampingi dan menenangkannya agar beliau bisa tegar dan tabah menerima takdir dari tuhan.
Para tamu yang datang kerumah duka itu terlihat menatapi Ibu Doni dengan iba atas apa yang terjadi pada keluarga anaknya.
Mereka seakan tidak percaya dan tidak tega melihat musibah yang sedang mereka alami.
“Sabar ya buk!! Mungkin ini sudah takdir dari tuhan. Tidak ada seorang pun yang tahu kapan maut menjemput kita”ucap salah satu pelayat yang mencoba Ibu Heni selaku Ibu dari Doni.
Sebagai sesama seorang wanita dan seorang Ibu, dia dapat merasakan apa yang dirasakan oleh Ibu Heni saat ini.
Dan dia juga sangat tahu kalau Ibu Heni pasti saat ini sedang dalam kekalutan karena kehilangan orang orang yang sangat dia sayangi.
“Kami juga turut berbela sungkawa atas meninggalnya anak , menantu dan cucu Ibu”kata Ibu Tritani selaku Ibu RT dilingkungan itu.
Ibu Heni hanya bisa menganggukkan kepala untuk merespon perkataan ibu ibu itu karena tidak sanggup berbicara lagi.
Setelah itu dia hanya bisa menangis dan air mata terus mengalir dipipinya karena tak sanggup menahan rasa sedih yang sangat mendalam.
“Doni, aku berjanji akan mencari orang yang menjadi telah membuatmu pergi begitu cepat. Aku yakin pasti akan menemukannya dengan cepat! Jika aku sudah menemukannya, aku akan membalaskan kematianmu yang tidak wajar ini. Mata harus dibalas dengan mata, begitu juga dengan pembunuh itu! Aku akan membunuhnya”batin Reno.
Terlihat Reno yang sudah bertekad untuk menggali semua yang terjadi pada Doni sampai keakar akarnya.
Siapa yang sudah membunuhnya? Apa motif sampai orang itu melakukan pembunuhan yang begitu keji ? Itulah yang ingin dicari oleh Reno.
Disore hari, suara sirine ambulans sudah terdengar dihalaman rumah duka itu.
Ambulans sudah datang untuk mengantar Doni dan keluarga kecilnya ketempat peristirahat mereka yang terakhir.
Ya pemakaman jenazah Doni dan istrinya serta anaknya dilakukan pada sore ini juga.
Ibu Heni terlihat masih tidak ikhlas melihat kematian putranya itu, apalagi inilah detik detik terakhir kalinya dia melihat tubuh kaku putranya untuk yang terakhir kalinya.
Pak Joko pun membujuk danmenguatkan Ibu Heni agar tetap tegar menghadapi kenyataan ini.
Cukup banyak warga sekitar yang datang ke pemakaman itu untuk menunjukkan rasa bela sungkawa mereka terhadap keluarga yang ditinggalkan.
Reno juga ikut hadir di acara pemakaman itu untuk memberikan dukungan kepada Ayah dan Ibu Doni agar tetap kuat dan tabah sampai acara pemakaman itu selesai.
Kini proses pemakaman sudah selesai , semua orang kini sudah berpulangan begitu juga dengan keluarga yang sudah ditinggalkan oleh Doni.
Reno masih menyempatkan diri untuk singgah ke rumah duka itu lagi untuk menanyakan pada orang yang telah menemukan Doni dan keluarganya tewas dirumah ini.
Reno terkejut ternyata mayat Doni sudah terkurung di dalam rumah selama seharian ,sebelum keesokan sorenya sudah ditemukan oleh warga yang datang ingin berkunjung kerumah itu.
Setelah selesai mendapat sedikit informasi, Reno permisi pada orangtua Doni untuk kembali ke hotel untuk istirahat.
Sejujurnya, Reno sungguh sangat merasa lelah sekali karena setibanya dari bandara dia langsung ke hotel.
Bukannya istirahat sebentar, Reno malah langsung pergi ke rumah duka sehingga dia tidak memiliki waktu beristirahat.
🌷🌷🌷
Dimalam hari terlihat Calvin yang sudah bersiap siap untuk pergi ke pasar malam seperti yang sudah dia janjikan kepada teman temannya.
Malam ini Calvin hanya memakai kaos hitam polos yang dibarengin dengan jaket kulit yang warnanya senada dengan celana jeans rippednya.
“Kau mau kemana?”tanya Clara yang sedang membaca buku majalah.
“Ya mau ngedate lah Mom, jadi mau kemana lagi”ucap Calvin.
“Memang kakimu sudah sedikit baikan?”tanya Clara.
“Kaki Calvin sudah terasa membaik kok Mom”ucap Calvin sambil memutarkan pergelangan kakinya.
“Kenapa kau berpenampilan seperti anak berandalan?”tanya Albert yang baru tiba diruang keluarga.
Clara pun melihat celana jeans Calvin yang bagian lututnya ternyata ada sedikit robekan.
Clara melihat Calvin seperti anggota gangster, jika dia berpenampilan seperti itu.
“Ya ampun Calvin!! Kau mau kencan atau mau balap motor?”tanya Clara yang terlihat mengelengkan kepala melihat putranya berpakaian seperti itu.
“Mommy!! Daddy !!! Ini namanya style anak muda jaman sekarang”ucap Calvin sambil menunjukkan bagian celana jeansnya yang terlihat sedikit robek.
“Memang berpenampilan seperti terlihat seperti geng balap motor ya?? Mom dan Daddy salah besar!!”ucap Calvin.
“Style apaan seperti itu? Saat aku masih muda saja, aku tidak ada berpenampilan seperti itu”ucap Albert sambil menyalakan televisi.
“Daddy kan pas masih muda masih hidup di jaman bahorok, jadi Daddy mati gaya dan tidak mengerti style anak muda jaman milenial”ucap Calvin sambil beranjak menuju pintu keluar.
“Apa kau bilang barusan? Dasar anak kurang ajar!!”ucap Albert yang ingin rasanya melemparkan remote yang sedang dia pegang saat ini.
“Maaf Daddy, aku hanya mengatakan yang sebenarnya. Jika aku anak kurang ajar, berarti Daddyku lebih kurang ajar lagi”ucap Calvin yang berteriak dan langsung berlari ke mobil karena takut kena baku hantam sama Daddynya.
Albert merasa tercengang mendengarkan pernyataan putranya barusan.
“Yang dikatakan putramu itu memang benar karena Papanya memang lebih kurang ajar”ucap Clara sambil menutup buku majalah.
“Sekarang aku tanya padamu, dimana letak kurang ajarku? Secara aku sudah menafkahi kalian tanpa kekurangan apapun, aku juga sudah menjalani kewajibaku sebagai suami dan Daddy yang baik ”ucap Albert.
“Itu dirimu sekarang!! Apa kau tidak ingat kau waktu saat sma?? Saat itu kau seorang playboy yang tiap bulan selalu gonta ganti pacar”ucap Clara.
“Itukan dulu, sekarang aku sudah berubah”ucap Albert.
“Iya....iya....Aku tahu itu!!! Aku Cuma mengklarifikasi perkataan putramu tadi yang mengatakan kalau kau lebih kurang ajar dan perkataan Calvin memang benar adanya”ucap Clara.
“Kau lihat, putramu tidak ada meniru tabiat burukmu saat sma. Dia hanya setia pada orang yang dia cintai dan orang itu adalah Amanda”ucap Clara sambil beranjak menuju ke kamarnya.
Albert kembali meneruskan acara menontonnya tanpa memperdulikan perkataan anak dan istrinya.
🌷🌷🌷
Di dalam kamarnya, Amanda terlihat sudah bersiap siap berdandan.
Malam ini Amanda hanya berpenampilan sederhana dengan memakai kaos putih yang dipadukan dengan cardigan hitam, yang mana warna cardigan itu juga senada dengan celana jeans nya.
Saat ini Amanda tengah menatap dirinya pada cermin yang ada di meja riasnya itu.
“Oke!!! Akhirnya selesai juga acara makeupnya”ucap Amanda sambil mengambil tas selempangnya yang berwarna putih.
Amanda keluar dari kamarnya dan hendak menemui , Mamanya untuk permisi pergi ke pasar malam bersama dengan teman temannya.
Saat sudah sampai di ruang tamu, alangkah terkejutnya dia saat mendapati Brenaldi yang sedang asik mengobrol dengan Mamanya.
“Apa dia sudah lama datang? Mana Calvin? Aku tidak ada melihat nya”batin Amanda sambil mencari keberadaan pacarnya.
“Kau sudah lama menunggu?”tanya Amanda saat sudah tiba di tempat Mama dan Brenadi duduki.
“Enggak kok, aku baru saja tiba disini!!!”jawab Brenaldi Sambil berdiri dari sofa itu.
“Dimana Calvin?”tanya Amanda.
“Aku tidak tahu!! Mungkin dia sudah tiba disana”ucap Brenaldi.
“Dia sudah pergi duluan tanpa menjemputku dulu!! Awas kau Calvin!!!”batin Amanda.
“Kami pergi dulu ya Bibi!!!”ucap Brenaldi sambil menyalami tangan Sherlin.
Begitu juga dengan Amanda yang menyalami tangan Mamanya dan pamit untuk pergi.
“Iya nak, tolong jaga Amanda ya!!” ucap Sherlin yang terlihat cukup khawatir karena Amanda keluar malam.
“Bibi tenang saja, aku juga akan menjaga Amanda kok!! Dia sudah kuanggap seperti adik kandungku, dan sudah tugasku sebagai kakak untuk menjaganya”ucap Brenaldi yang mencoba membuat Bibinya untuk tidak khawatir lagi.
Sebenarnya tadi Brenaldi cukup khawatir karena Sherlin sempat tak mengijinkan Amanda untuk keluar dari rumah dimalam hari.
Brenaldi pun langsung memutar otaknya untuk mencari cara agar Bibinya mau mengijinkan Amanda untuk keluar dari rumah.
Dengan seribu macam cara, akhirnya Brenadi berhasil membujuk bibinya meski tadi diakhir dia hampir sempat menyerah, tapi Brenaldi langsung membuang pikiran itu dan mencoba untuk terus membujuk bibinya.
🌷🌷🌷
Hai semuanya 🙋🙋
Aku tidak akan pernah bosan kepada kalian untuk jangan lupa beri like dan vote kalian ya pada novel ini😊😊😊
Oke👌 jangan lupa ya
Dapat pahala loh kalau membantu orang
Ayo juga follow akun instagram author, pasti nanti aku follback kok
Ig: insani.syahputri71
Terima kasih karena sudah mau membaca🙏🙏🙏😊😊