Always Love You My Husband

Always Love You My Husband
Season 2 ( 50 )



Sebelum baca jangan lupa like, vote untuk support author agar lebih semangat lagi😊😊


🌷🌷🌷


“Shit...Bagaimana aku bisa melupakan mereka di saat darurat seperti ini!!”batin Calvin sambil merutuki dirinya.


"Ini semua gara-gara kau!"ucap Calvin yang malah menyalahkan Fitra.


"Aku harus ke sana dulu!"ucapnya lagi.


Calvin pun kembali menyumpalkan kain itu ke dalam mulut Fitra dan pergi dari tempat itu.


Kini Calvin sudah pergi menuju gudang sebelah, yang mana itu adalah tempat Amanda di sekap. Calvin berlari dengan kencang dan segera ingin menolong mereka.


Tiba tiba dari sebuah pintu, Calvin melihat Admaja yang ingin menembakkan peluru itu ke arah Reno lagi.


Dia pun dengan cepat masuk dari pintu itu dan mendorong tubuh Admaja sampai terpental cukup jauh, bahkan Calvin berhasil membuat pistol itu terlepas dari tangan Admaja.


Bukan hanya itu, peluru yang keluar itu seharusnya mengenai kepala Reno kini malah mengenai lengan kakinya. Admaja tadi ingin menargetkan pistol itu ke arah kepala Reno, tapi semuanya gagal karena Calvin muncul entah dari mana dan mendorong Admaja.


Calvin memanfaatkan keadaan dengan mengambil pistol itu yang jaraknya tidak jauh dari dirinya.


Dari kejauhan Amanda melihat Calvin mengarahkan pistol itu ke arahnya. Seketika Amanda memejamkan matanya disaat dia mendengar suara tembakan, dan dia sangat takut kalau peluru akan mengenai dirinya. Tapi hal itu tidak terjadi, justru peluru itu mengenai ikatan tali yang mengantung tangannya pada tiang penopang yang ada di atas kepalanya. Setelah itu Amanda terjatuh saat tali itu sudah terputus, itu karena kakinya Amanda terasa lemah untuk menopang tubuhnya.


“Pas sasaran!”ucap Calvin saat sudah selesai menembak peluru itu pada target yang dia inginkan.


Di saat Calvin ingin mendekati Amanda, Admaja tiba-tiba sudah mendekat dan langsung mengarahkan botol air mineral ke arah wajah Calvin dan memasukan silica gel yang dia ambil dari saku celananya.


Calvin menoleh ke arah Admaja, tapi tiba tiba air yang ada pada botol itu menyembur seperti meledak dan mengenai mata Calvin.


Calvin spontan langsung memejamkan matanya saat cairan dari gel itu mengenai matanya. Calvin merasakan perih teramat perih pada kedua matanya saat cairan itu memasuki kedua matanya. Oleh karena itu Calvin langsung mencampakan pistol kesembarang arah karena tangannya hanya sibuk memegang kedua kelopak matanya yang masih tertutup alias terpejam.


“Arghhh...perih!!!”ucap Calvin sambil memegang kedua kelopak matanya yang masih terpejam.


"Calvin!"ucap Amanda saat melihat kekasihnya yang tengah kesakitan menahan perih di matanya.


Reno kini berusaha untuk bangkit dan berjalan menuju Calvin dan berniat untuk membantunya, tapi usahanya sia-sia karena lengan kakinya masih terasa sakit sekali sehingga membuatnya tidak bisa berjalan. Terlihat celana Reno yang berbahan kain itu sudah kotor di lumuri oleh darah yang keluar sangat deras itu. Ya...peluru itu melesat cukup dalam di lengan kakinya.


Sedangkan Admaja mengambil pistol yang terlempar cukup jauh itu yang di lempar oleh Calvin tadi.


“Aku akan membunuhmu anak muda! Tadi aku tidak ada niat untuk berurusan dengan orang sepertimu, tapi kau malah membuatku marah!”ucap Admaja.


Admaja menggerutu saat peluru pistol itu ternyata sudah habis di saat dia ingin menembak dan membunuh Calvin. Admaja kembali mengisi peluru itu. Setelah selesai mengisinya, terlihat Admaja mulai mengokang pistol itu.


Amanda melihat semua hal yang di lakukan oleh Admaja.


“Calvin!!”ucap Amanda dengan suara yang terdengar pelan sekali.


Di saat Admaja mengarahkan pistol itu ke arah Calvin yang masih sibuk menahan sakit dan perih pada kedua matanya, Amanda pun langsung berlari ke arah Calvin untuk menolongnya dan--.


“Dorrrr--“suara tembakan pistol.


Akhirnya peluru itu mengenai punggung Amanda.


“Akhh—“desah Amanda sambil menutup matanya saat peluru itu sudah mengenainya.


Admaja kembali beralih mengarahkan pistol itu ke arah Reno kerena dia mendengar suara teriakan dari orang yang paling dia benci.


“Aku hampir melupakanmu! Sekarang giliranmu Reno! Aku akan mengirimmu ke neraka”ucap Admaja sambil menodongkan pistol itu ke kepala Reno.


Admaja belum menyadari kalau gedung itu sudah di kepung oleh polisi. Ya kini di luar gudang itu sudah terlihat gerombolan polisi yang sudah di kerahkan oleh komisaris kepolisian yang tak lain adalah adik dari Albert.


Albert juga terlihat ada di situ berdiri di samping adiknya. Mereka bisa sampai di tempat itu, semua karena alat pelacak yang Albert letakan pada saku jaket yang dia pakaikan pada putranya.


Belum sempat Admaja melakukan aksinya, para polisi sudah menembakan peluru itu secara beruntun ke arah tubuh Admaja.


Admaja langsung runtuh dan terkapar ke lantai gudang itu.


“Reno! Bahkan jika di neraka sekalipun, aku akan tetap mengejar dan membunuhmu!”ucap Admaja.


Setelah mengucapkan kata-kata itu, Admaja pun memejamkan matanya.


“Amanda, kau baik-baik sajakan?”ucap Calvin sambil memegang wajah Amanda dengan matanya yang masih terpejam.


Dia seakan tak peduli dengan rasa perih yang menggerogoti matanya. Dia hanya ingin memastikan keadaan kekasihnya.


“Ya, aku baik-baik saja!”ucap Amanda dengan nada suaranya yang terdengar lemah sambil memegang wajah Calvin.


Amanda sempat tersenyum saat melihat Calvin yang terlihat sangat mengkhawatirkannya. Setelah itu Amanda tak sadarkan diri dan jatuh dalam pangkuan Calvin.


“Amanda, kau kenapa? Apa peluru itu mengenaimu?”tanya Calvin. Dia terlihat sangat ketakutan saat Amanda tidak menjawab pertanyaannya.


Calvin pun mendengar suara sirine ambulans yang datang ke tempat itu. Dia juga merasa ada seseorang yang menyentuh dirinya dan memisahkannya dari Amanda.


“Ini Daddy, Son!”ucap Albert sambil membawa Calvin menuju mobil.


“Amanda mana Dad?”tanya Calvin karena saat ini dia masih belum bisa membuka kedua matanya.


“Amanda sudah di dalam ambulans, kau juga harus di obati!”ucap Albert yang juga prihatin mellihat kondisi putranya saat ini.


Beralih ke Reno yang melihat putrinya sudah di masukan ke dalam ambulans. Dia melihat tubuh putrinya yang sudah berlumuran darah. Reno menangis. Ini semua terjadi karena dirinya.


Tanpa basa basi, mereka pun kini di larikan ke rumah sakit. Begitu juga dengan Admaja, Polisi pun juga turut ikut ke sana untuk memastikan dan mengawasi Admaja jika dia masih bernyawa.


🌷🌷🌷


Aku tidak akan pernah bosan kepada kalian untuk jangan lupa beri like dan vote kalian ya pada novel ini😊😊😊


Oke👌 jangan lupa ya


Dapat pahala loh kalau membantu orang


Ayo juga follow akun instagram author, pasti nanti aku follback kok


Ig:@insani.syahputri71


Terima kasih ya karena sudah mau membaca