Always Love You My Husband

Always Love You My Husband
Chapter 6



"Apa ini Reno?" Tanya Sherlin seakan tak percaya dengan isi kertas itu.


"Apa kau memang tidak tau atau apa pura pura tidak tau?" Tukas Reno melirik Sherlin dengan tatapan mematikan.


Sherlin yang melihat tatapan Reno langsung takut. Bukan hanya itu, dia tak percaya dengan isi kertas itu. Dimana kertas itu adalah surat perjanjian kontrak pernikahan.


Dimana isi kontrak itu ialah:


1.Pernikahan ini tidak boleh di ketahui oleh orang lain karena pihak pertama tidak menginginkan orang lain mengetahui pernikahan ini.


2.Pihak kedua harus pandai bersandiwara jika berada dekat keluarga.


3.Tidak memberitau keluarga mengenai kontrak pernikahan ini.


4.Pihak kedua akan mendapatkan uang sebesar 200 miliar sebagai hadiah perceraian. Jika pihak pertama akan menggugat perceraian pada pihak kedua.


5.Pihak kedua tidak boleh mencampuri urusan pribadi pihak pertama.


Begitulah isi kertas kontrak pernikahan yang Sherlin pegang.


Sherlin menjatuhkan air matanya ketika membaca isi kertas itu.


"Apakah Reno tidak menganggap pernikahan ini? Jika Iya, kenapa dia mau menikahku? Dan apa alasannya sampai dia harus membuat kontrak nikah ini?" Ucap Sherlin dalam hatinya.


"Tapi kenapa Reno? Jika kau tak menginginkan pernikahan ini Kenapa kau mau menikahiku?" Tanya Sherlin yang mana air matanya sudah mengalir deras di pipi mulusnya.


"Wanita murahan! Jangan menangis di depanku. Itu tidak akan mempengaruhiku." Ucap Reno sambil mencengkeram dagu Sherlin dengan kuat.


"Aku menikahimu karena terpaksa.Bukan hanya itu, aku juga akan membalaskan dendamku pada mu atas segala perbuatan yang kau lakukan dulu. Kau pikir aku akan melupakannya begitu saja.Tidak akan Sherlin!" Bentak Reno sambil mendorong Sherlin dengan kuat sehingga kepala Sherlin terbentur dikursi yang ada di ruangan itu.


Sherlin meringis kesakitan, tapi Reno tak memperdulikannya.


"Seharusnya aku yang bertanya.Kenapa kau menerima pernikahan ini? Bukankah kau dulu yang tidak mau lagi mempunyai hubungan dengan pria sepertiku? Hah!!! " Ucap Reno yang amarahnya sudah memuncak.


"Apa karena sekarang saya sudah menjadi lebih kaya? Dulu kau mencampakkanku hanya karena kau lebih memilih pria yang lebih kaya dariku. Sekarang kau malah menerima lamaran yang diberikan Mamaku untuk menikahimu. Aku tidak tau apa niatmu sebenarnya sehingga menerima pernikahan ini? Tapi tidak apa-apa sayang karena sekarang kau sudah masuk ke duniaku dan aku bisa lebih mudah untuk membalas rasa sakitku dulu padamu." ucap Reno sambil menjambak rambut panjang Sherlin.


"Aku akan menunjukkkan padamu seperti apa kehidupan dineraka.Aku malah bersyukur, karena mama memilihmu sebagai istriku sehingga membuatku bisa lebih leluasa untuk menyiksamu." Ucap Reno dengan tersenyum seperti iblis.


"Lepaskan aku Reno!! Aku mohon___ Hiks...hiks... Sakit Reno" Ucap Sherlin merasa kesakitan karena Reno menjambaknya dengan sangat kuat .


"Kau tidak punya hak untuk mengaturku. Lebih baik kau segera tanda tangani itu, karena aku sudah muak melihat wajahmu ini." tutur Reno lalu melempar pena dan kertas kontrak itu ke wajah Sherlin.


"Cepat tanda tangani itu." Ucap Reno yang rahangnya terlihat mengeras karena merasa geram dalam arti kata kebenciannya yang sudah memuncak.


Sherlin pun segera menanda tangani surat perjanjian kontrak pernikahan itu. Senyum jahat Reno terukir di wajah dingin nya.


"Bi Ina." Panggil Reno dengan berteriak keras.


"Ada apa Tuan?" Kata Bi Ina yang sudah datang keruangan Reno.


Bi Ina sangat terkejut mendengar suara Tuan menggelegar memanggil namanya. Dengan segera Bi Ina langsung berlari menuju keruang kerja Tuannya.


"Cepat bawa wanita ini ke kamar yang sangat cocok untuknya. Bibi mengerti maksudku, kan?" ucap Reno dengan wajah yang terlihat dingin.


"Mengerti Tuan." Kata Bi Ina yang terlihat takut menatap kearah Tuannya. Ketika Reno ingin pergi dari tempat itu, Reno berbalik kembali.


"Jangan lupa Bi Ina untuk segera membersihkan ruangan ini. Karena ruangan ini sudah menjadi kotor gara-gara wanita itu." Ucap Reno lalu dia pergi dari mansion itu.


Tinggallah Sherlin yang masih menangis dan menahan rasa sakit dikepalanya akibat benturan tadi.


Bukan hanya itu, dia juga sangat sakit hati melihat perlakuan dan juga mendengar perkataan dari suaminya itu.


'Maafkan aku Reno. Aku tidak tahu kalau perlakuanku padamu di masa lalu telah membuatmu seperti ini. Kau tidak tau, kenapa aku harus melakukan itu.Seandainya kau tau, apakah kau mau memaafkan ku?' Batin Sherlin sambil menangis.


***


Happy reeding readers ku


Jangan lupa beri like dan komen ya


Kalau untuk update akan ku usaha Secepatnya ya Readersku


Salam manis ku


Insani Syahputri