
Reno yang sudah selesai dengan melakukan itu langsung membuka ikatan dasi yang ada ditangan Sherlin.
Dia meninggalkan Sherlin yang terlihat berantakan dan menangis, dan Reno hanya pergi menuju kamar mandinya yang ada di dalam ruangan itu.
Sherlin bangun dari ranjang nya Reno, saat ingin bergerak ke tepi ranjang nya dia merasakan sakit yang teramat perih pada pangkal paha nya.
Bagaimana tidak ini adalah pengalaman pertama nya Sherlin.
Dia merasa sedih dan tidak senang seperti para wanita lainnya, yang senang dan bahagia karna sudah memberikan harta berharga nya pada Suami mereka.
Tapi lain dengan Sherlin yang sangat sedih karna Reno merenggut nya dengan kasar dan secara paksa tidak karna cinta.
Sherlin memungut pakaian yang berserakan dilantai dan memakainya.
Dia berjalan menuju pintu dan melewati cermin.
Sherlin berhenti dan melihat dirinya yang terlihat berantakan pada cermin itu.
Bibir nya terasa sedikit bengkak serta tanda merah yang berserakan di leher Sherlin akibat perbuatan Reno.
"Kau terlihat menyedihkan Sherlin "ucap Sherlin dan langsung meninggalkan kamar Reno menuju kamar nya dengan langkah tertatih karna merasakan sakit saat berjalan.
Reno didalam kamar mandi, Reno sempat merutuki dirinya sendiri.
Setelah mandi, Reno keluar dari kamar mandi nya dengan menggunakan kimono putih. saat keluar dia tak mendapati Sherlin pada diruangan itu.
"Kemana dia? tanya Reno pada dirinya sendiri.
Tiba tiba mata nya tertuju pada kasur dimana ada bercak darah pada selimut putih itu.
"Ternyata aku orang pertama yang melakukan nya"ucap Reno sambil tersenyum kecil.
Dia sedikit senang mendapati bahwa Sherlin masih perawan.
Reno langsung keluar dari kamar menuju ke bawah dan mendekati pintu kamar Sherlin.
Reno membuka pintu kamar dan melihat Sherlin yang sudah tertidur di kasur nya.
Setelah itu dia pergi ke dapur untuk minum karna dia kehausan akibat kelelahan.
Kemudian Reno langsung pergi kekamar nya. Saat sudah berada di dalam kamar, sekilas dia mengingat kejadian yang terjadi sebelum nya pada kamar itu.Dan itu sukses membuat Reno tersenyum lagi.
Tidak lama Reno pun sudah terlelap dalam tidurnya.
Sudah seminggu semenjak kejadian itu, timbul rasa canggung diantara mereka ketika mereka saling bertemu.
Pada saat kejadian itu, keesokan harinya Sherlin meminum pil kontrasepsi agar dia tidak ingin hamil disaat Reno masih belum mencintai nya.
Dia tidak ingin jika nanti anak nya akan mendapatkan kebencian dari papa nya. Cukup Sherlin saja yang menanggung penderitaan nya.
Malam ini Reno kedatangan tamu, teman nya dulu saat kuliah di luar negeri.
Bi Ina pun langsung menyuguhkan makanan dan minuman.
Bi ina pun langsung mengantar kan nya ke ruang tamu tempat tamu Reno berkumpul.
Sherlin saat ini tengah mandi yang berada didekat dapur.
Setelah mandi Sherlin yang hendak memakai baju, tapi ternyata baju yang ingin di pakai nya tertinggal di atas kasurnya.
Dia mencoba ingin keluar, tapi sebelum itu Sherlin mengintip untuk memastikan jika tidak ada orang yang berada diluar.
Sherlin melirik dan melihat suasana diluar kamar mandi, ternyata ada tamu yang sedang berkunjung di rumah ini.
"Tidak mungkin aku berjalan ke kamar ku dengan menggunakan handuk "ucap Sherlin yang memang tengah memakai handuk yang hanya menutup tubuh nya sampai di atas lutut.
Dan dia tidak mungkin keluar karna mereka pasti akan melihat kearah ku, karna jarak kamar Sherlin tidak jauh dari ruang tamu.
Jika dia keluar itu akan mempermalukan Reno didepan tamunya.
Sherlin pun memilih menunggu dikamar mandi sampai tamu itu pulang.
Bi Ina yang tengah bekerja di dapur, Tiba tiba mendengar handphone Sherlin berbunyi. Sherlin ternyata meninggal hp nya di dapur saat dia ingin mandi tadi.
"Ya ada apa ?"ucap Bi Ina
" Ini siapa? Saya daniel wu, Sherlin ada dimana sekarang? Saya ingin berbicara dengan nya". ucap orang menelpon yang tak lain adalah Daniel Wu.
"Saya pelayan di rumah ini, Nak Sherlin saat ini tengah mandi.Ada urusan apa ya, biar saya beritau nanti"ucap Bi Ina.
" Sherlin lagi mandi ya, saya hanya ingin mengembalikan kan jaket Sherlin yang tertinggal di kafe. Jadi saya ingin mengembalikan nya dan sekarang saya sudah di depan gerbang sekarang.Tolong bibi cepat jemput ya karna saya ingin ke china malam ini juga, saya hanya takut nanti akan ketinggalan pesawat."ucap Daniel.
"Baiklah saya akan kesana"ucap Bi Ina yang langsung mematikan panggilan dan menuju gerbang mansion.
"Ini barang nya dan juga ini adalah makanan yang saya masak untuk Sherlin.Tolong Bibi kasih ya"ucap Daniel menyodorkan dua paper bag berisikan jaket dan makanan diri kafe nya Daniel.
"Baik Tuan akan saya berikan pada nak Sherlin "ucap Bi Ina.
"Kalau begitu saya pergi dulu ya Bi."ucap daniel yang ingin mengejar waktu untuk ke bandara.
Bi ina pun masuk kedalam dan menuju dapur.
"Itu apa Bi?"ucap Reno yang penasaran.
Reno yang mendengar itu sudah tau siapa yang mengantarkan nya.
"Itu pasti laki laki yang bersama dengan Sherlin waktu itu"batin Reno
Reno pun menuju ruang tamu dan bargabung bersama mereka
Sudah cukup lama akhirnya tamu Reno pun pamit pulang dan Reno pun mengantar mereka sampai pintu.
Setelah itu Reno menuju kamar mandi tempat Sherlin berada mengetuk pintu kamar mandi itu .
"Mereka sudah pergi, sekarang kau sudah boleh keluar"ucap Reno.
Reno tau kalau Sherlin ada di dalam karna saat Sherlin mengintip kebetulan juga tadi Reno melihat nya.
Sherlin membukakan pintu dan melihat ke arah ruang tamu, ternyata mereka memang sudah pulang.
"Terima kasih"ucap Sherlin.
Reno tidak menjawab dan hanya diam.
Sherlin pun berjalan kearah kamar nya karna tidak mendapatkan jawaban dari Reno.
Tiba tiba Reno memberikan jaket yang dia kenakan dan memakaikan ketubuh Sherlin dari belakang. Setelah itu Reno langsung keatas menuju kamarnya.
Sherlin heran melihat perlakuan Reno.
"Mungkin dia sedang bersandiwara "batin Sherlin.
Sherlin pun menuju kamarnya dan memakai pakaian nya.
Setelah itu dia langsung ke dapur untuk menemui Bi Ina dan sekalian untuk mengambil handphone nya
Nak Sherlin ini ada titipan dari seseorang yang bernama Daniel Wu "ucap Bi Ina yang melihat kedatangan Sherlin ke dapur.
"Apa ini bi?"tanya Sherlin melihat dua paper bag di tangan nya.
"Lihat sendiri Nak"ucap Bi Ina.
Sherlin pun membuka paper bag dan melihat jaket miliknya dan makanan khas China.
Sherlin Pun langsung memberikan makanan itu pada Bi Ina
"Ini untuk Nak Sherlin, Bukan untuk Bibi"ucap Bi Ina terkejut melihat Sherlin memberikan makanan itu pada nya.
"Itu untuk Bibi saja, aku sudah kenyang Bi. Kan sayang, kalau di buang dan Sherlin akan sedih kalau Bibi menolaknya "ucap Sherlin.
"Baik lah Nak Sherlin "Uca Bi Ina yang tidak bisa menolak.
Beep...
Bunyi pesan masuk ke hp Sherlin dan ternyata dari Daniel Wu.
Daniel:
Sherlin, aku sudah mengembalikan jaket mu.Waktu itu pelayan yang bekerja di restoran ku menemukan jaket mu yang ketinggalan dan mereka langsung memberikan pada ku.
Aku tadi juga memberikan makanan hasil masakan ku sendiri, semoga saja kau suka.Aku saat ini ingin ke kembali ke China karna ada urusan pekerjaan yang mendadak harus di selesaikan.Dan aku akan kembali besok lusa jadi kau jangan merindukan ku ya.
Hahahaha aku becanda kok Sherlin.
Sherlin pun langsung membalas pesan itu.
Me:
Hati hati ya, semoga urusan nya bisa cepat selesai Tuan yang terlalu percaya diri.
Daniel:
Ya Terima kasih atas kepedulian nya.
Sherlin hanya meread saja dan dia terkekeh melihat teman baru nya itu karna melihat tingkah nya yang terlalu percaya diri kali .
Sherlin menganggap Daniel sebagai teman nya.
Setelah itu Sherlin pun menuju kamarnya dan ingin beristirahat .
***
Hai readersku
Selamat membaca πππ
ππJangan lupa beri like dan komentar kalian
Dan beri aku ide untuk penulisan novel ku ini
Maaf ππjika agak lama update
soal nya aku lagi sibuk kerjakan tugas kuliah juga.
Maafπππ Jika ada typo yang berserakan