Always Love You My Husband

Always Love You My Husband
Season 2 ( 47 )



"Dah Papa! Dah Ayah!" ucap Amanda yang kini sudah melangkahkan kakinya dan melambaikan tangan ke arah Papa dan Ayahnya.


"Kata Mama, bekalnya harus di habiskan"ucap Amanda sambil menutup pintu ruangan itu.


🌷🌷🌷


Setelah mengantar bekal makan siang ke kantor papanya, Amanda kini bergegas ke rumah Calvin karena dia sudah buat janji dengan Mamanya Calvin untuk membantunya membuat kue.


Saat sudah sampai di parkiran, Amanda mengambil benda pipih dari dalam tasnya. Terlihat dia sedang mengetik sesuatu pada layar ponselnya itu. Ya, dia sedang memberitahu Calvin lewat sms kalau dia akan segera otw ke rumahnya.


Setelah selesai mengetik, Amanda memasukkan ponselnya ke dalam tas dan terlihat akan bersiap siap untuk menaiki sepeda motor kesayangan nya. Tapi belum sampai kaki Amanda untuk melangkah dan mendekati sepeda motornya itu, tiba tiba ada seseorang dari arah belakangnya membekap mulutnya dengan sapu tangan yang sepertinya sudah dibasahi dengan obat bius.


Amanda merasa hanya lemas, tapi tak lama setelah itu Amanda merasa punggungnya dihantam oleh benda keras hingga membuat pandangan menjadi samar- samar dan setelah itu dia pun tak sadarkan diri lagi.


🌷🌷🌷


Di sore hari Reno sudah pulang dari kantornya, dia langsung bertanya kepada Sherlin mengenai keberadaan putrinya itu Karena ada hal penting yang ingin dia bicarakan padanya.


Reno sudah berencana ingin membaritahu soal kematian Doni, karena dia tidak ingin putrinya itu tahu kebenarannya berita itu dari orang lain. Dia hanya takut kalau Amanda akan mendapatkan berita itu dari orang lain, karena Belum tentu apa yang di sampaikan oleh orang lain itu sesuai dengan cerita aslinya. Bukan hanya itu, Reno juga akan takut Amanda akan membencinya karena telah menyimpan kabar duka itu dari putrinya.


Sherlin mengatakan pada suaminya kalau Amanda belum ada pulang sejak kepergiannya dari tadi siang. Sherlin pun berpikir kalau Amanda mungkin masih sedang ada di rumahnya Calvin.


Mendengar hal itu, Reno menyuruh Sherlin untuk menghubungi nomor ponselnya Amanda dan menyuruhnya untuk segera pulang.


Sherlin langsung melakukan hal yang seperti di perintahkan oleh suaminya, dia pun menghubungi nomor ponsel putrinya. Tapi hal itu membuat Sherlin sedikit mengerutkan dahinya, pasalnya nomor Amanda tidak bisa di hubungi.


Kini Sherlin harus berpikiran positif kalau baterai ponsel Amanda mungkin saat ini sudah habis sehingga membuat nomor putrinya tidak bisa di hubungi.


Sherlin pun mencoba untuk menghubungi Mamanya Calvin untuk bertanya dan memastikan lagi apakah putrinya masih berada disitu, tapi saat sudah di hubungi Sherlin terkejut saat mendapati jawaban Clara kalau ternyata Amanda tidak ada berkunjung ke rumah mereka.


"Di mana dia sekarang??"ucap Sherlin yang sedang khawatir.


"Kau tenang dulu!! Mungkin dia sedang ada di rumah teman temannya"ucap Reno yang mencoba menenangkan istrinya


🌷🌷🌷


Di kediaman Calvin, tampak di dapur Mama Calvin yang tengah memasak di dapur. Tiba- tiba telepon berdering. Dia langsung bergegas ke ruang tengah untuk mengangkat telepon, bahkan dia masih memakai celemek.


"Halo, dengan siapa saya berbicara??"ucap Mama Calvin yang sudah mengangkat telepon.


"Clara, ini Saya Sherlin Mamanya Amanda"ucap Sherlin dari seberang telepon.


"Oh, Mamanya Amanda ya! Maaf ya Sherlin karena tadi tidak mengenal suaramu"ujar Mama Calvin.


"Ada apa ya Sherlin? Kok tumben-tumbenan sore gini menghubungi kami?"tanya Clara yang sedikit kebingungan.


"Apa Amanda ada disitu?"tanya Sherlin yang suara nya terdengar sangat khawatir.


"Amanda tidak ada di sini! Semalam dia berjanji dan mengatakan padaku kalau hari ini dia akan datang ke rumah tapi sampai sekarang dia tidak ada datang. Aku pikir dia tidak jadi datang karena sedang sibuk atau ada alasan lainnya"ucap Clara yang juga terlihat sedikit khawatir.


"Dia tidak ada disitu ya! Ke mana anak itu pergi?"tanya Sherlin yang suaranya terdengar semakin panik.


"Jangan panik Sherlin! Coba kau hubungi teman temannya, siapa tahu saat ini Amanda sedang bersama mereka"ucap Clara yang mencoba menenangkan Sherlin.


"Oke, aku akan menghubungi mereka! Terima kasih ya"ucap Sherlin.


"Iya, aku juga akan memberitahu Calvin dan menyuruhnya untuk mencari Amanda"ucap Clara.


"Sekali lagi terima kasih ya Clara"ucap Sherlin dengan tulus.


Clara pun mengatakan pada Sherlin untuk tidak perlu berterima kasih lagi karena mereka akan menjadi satu keluarga. Setelah panggilan mereka berakhir, Clara pun pergi menuju kamar putranya untuk memberitahu pada Calvin kalau Amanda belum pulang ke rumah.


Calvin. Anak itu memang sudah tidur seharian ini! Mungkin karena efek libur, Calvin sampai bergadang hingga pagi sehingga tidak heran kalau dia masih tidur sampai saat ini.


Liburan kali ini akan membuat Calvin berubah menjadi kalelawar! Siang hari dia tidur dan di malam hari dia akan beraktifitas dengan gamenya.


"Calvin bangun!"ucap Clara saat sudah ada di kamar Calvin.


"Calvin masih mengantuk Mom"ucap Calvin sambil menarik selimut untuk menutup tubuhnya dan kembali tidur.


"Calvin bangun! Amanda hilang dan keluarganya tidak tahu dia ada di mana saat ini"ucap Clara lagi yang berusaha membangunkan putranya.


"Apa?? Amanda ke mana??"ucap Calvin yang langsung terbangun total.


"Mommy tidak tahu! Tadi Mamanya menelpon kesini untuk--"


"Terus... Apa kata Mamanya??"tanya Calvin.


Clara memukul lengan Calvin sambil berkata" Makanya kalau orang lagi bicara, jangan asal main potong aja!"


"Sakit Mom!!"Calvin mengadu kesakitan.


"Mamanya mengira kalau Amanda ada datang ke sini! Ya memang semalam Mommy dan Amanda sudah janjian untuk buat kue di sini tapi sampai sekarang dia tidak ada datang"ucap Clara.


Calvin langsung turun dari kasur dan terlihat sedang bersiap siap untuk pergi.


"Kau mau ke mana?"tanya Clara.


"Aku mau cari Amanda! Aku merasa ada yang aneh Mom"ucap Calvin yang sudah memakai kaosnya.


"Aneh apanya?"tanya Clara yang tidak mengerti maksud perkataan putranya.


"Amanda tidak pernah ingkar janji Mom! Apa Amanda ada memberitahu Mommy kalau dia tidak bisa datang ke sini?"tanya Calvin.


Clara langsung mengelengkan kepalanya karena Amanda memang tidak ada memberikan alasan kenapa dia tidak ada datang hari ini. Calvin pun menjadi sedikit khawatir. Amanda tidak pernah seperti ini, jika dia tidak bisa datang, maka dia akan langsung menghubungi mereka tapi tidak dengan hari ini.


"Aku pergi dulu ya Mom"ucap Calvin.


Tapi hasil nihil, Calvin tidak ada menemukannya. Justru mereka tidak tahu dan mengatakan kalau Amanda tidak ada berkunjung ke sini. Bahkan mereka mengatakan kalau hari ini mereka tidak ada saling chatting di medsos.


Panik. Itulah yang di rasakan oleh Calvin dan ke empat teman- temannya saat ini.


Mereka pun memutuskan untuk pergi ke rumahnya Amanda dan berharap kalau Amanda sudah pulang ke rumah.


Saat sudah sampai di sana, mereka melihat wajah kedua orangtua Amanda dan kedua orangtua yang pernah mengasuh Amanda terlihat hanya diam duduk di sofa.


Berarti Amanda belum pulang dan kini raut wajah mereka terlihat sangat khawatir.Amanda belum ada pulang sampai saat ini!


Tiba-tiba Ponsel Reno berdering. Dari nomor tidak dikenal. Reno pun terpaksa menerimanya meskipun saat ini dia sedang mengkhawatirkan putrinya.


Dari sana terdengarlah suara seseorang yang sepertinya pernah dia dengar sebelumnya.


"Halo, ini siapa?"tanya Reno.


“Halo juga! Ini aku, Bastian Admaja! Apa kau masih mengingat ku?"ucap orang itu yang tak lain adalah Bastian Admaja. Terdengar Admaja yang sedang tertawa kecil dari seberang telepon itu.


"Mana putriku? Aku tahu kalau hilangnya putriku saat ini pasti ada hubung---"ucap Reno tapi terhenti.


“Aku menunggu ke datangan Reno”sela Admaja.


"Kau sangat pintar sekali Reno! Padahal aku belum mengatakan apa-apa mengenai putrimu, tapi kau sudah membahasnya terlebih dahulu"ucap Admaja.


“Apa kau mencari putrimu? Tenanglah, dia berada bersamaku sekarang”ucap Admaja lagi sambil tertawa .


"Dimana kau? Apa yang sudah kau lakukan terhadap putriku? Jika kau menyentuhnya walaupun cuma hanya sehelai rambut saja maka aku akan membunuhmu" Reno yang sudah berteriak.


"Santailah, jangan berteriak dan dengarkan aku dengan baik. Hidup putrimu saat ini tergantung pada apa yang akan kau lakukan”ucap Admaja yang terdengar menyeringai


"Sudah kubilang, Jangan berani kau menyentuh putriku atau aku akan membunuhmu”ancam Reno.


"Di mana kau?? Kembalikan putriku tuan Admaja"ucao Reno lagi.


Admaja terdengar menyeringai dan berkata"Diam! Aku tidak akan pernah mengatakannya! Tidak akan pernah! Bagaimana kalau aku akan membunuhnya saat ini juga?"ucao Admaja.


Reno mulai menangis“ Tidak, aku mohon jangan lakukan itu. Aku akan melakuan apa yang akan kau perintahkan, tapi biarkan aku mendengar suaranya!" suara Reno yang terdengar memohon pada Admaja.


Sumpah demi apapun! Reno tidak ingin terjadi sesuatu hal pada putrinya itu


"Bagaimana ini? Saat ini putrimu sedang tidak sadarkan diri!"ucap Admaja.


"Putriku tidak ada kaitannya dengan kejadian yang terjadi 17 tahun yang lalu tuan Admaja"cuap Reno.


"Tapi satu hal yang ku tahu bahwa dia juga adalah putrimu Tuan Reno. Jadi dia ada juga berkaitan denganmu dan juga dengan kejadian 17 tahun yang lalu"terdengar Admaja tertawa lagi dari seberang telepon itu.


"Apa yang kau inginkan Tuan Admaja"Reno yang langsung berkata to the point.


"Kau bawakan saja padaku uang sevesar 100 miliar dan datang ke alamat xox. Ingat!! Kau jangan telepon polisi! Kalau tidak, nyawa putrimu akan melayang!"Ancam Admaja lagi.


Telepon terputus. Reno mencoba untuk menghubungi nomor Admaja lagi tapi ternyata dia sudah menonaktifkan ponselnya.


“Tidak mungkin!”ucap Reno sambil melemparkan ponsel itu ke lantai.


Dia berteriak frustasi dan membuat orang-orang sekitarnya semakin merasa khawatir.


"Ada apa? Siapa yang menelponmu?"ucap Shelrin.


Reno tidak menjawab, dia berjalan dengan gontai. Lalu dia berhenti pada sebuah dinding yang mana di tempat itu ada terpajang foto Amanda yang lagi tersenyum.


Reno menangis, “Apa yang harus ku lakukan? Tuhan! Baru rasanya aku sudah bahagia karena telah menemukan putriku, tapi kenapa kau memberiku cobaan berat seperti ini lagi? Aku tidak ingin putriku sampai terluka apalagi sampai kehilangan nyawanya"ucap Reno yang menangis.


Sherlin mendekati Reno dan menghapus air mata suaminya, dan dia pun bertanya pada Reno mengenai apa yang sebenarnya telah terjadi.


"Admaja kembali untuk menghancurkan keluarga kita"ucap Reno sambil menangis.


Sherlin terkejut dengan penuturan suaminya.


Istrinya Admaja sudah meninggal dan kini Bastian Admaja sudah bebas dan ingin menghancurkan keluarga kecilnya lagi.


Sherlin mulai berpikir lagi. Apakah kematian Doni juga ada kaitannya dengan Bastian Admaja. Jika memang benar, nyawa putrinya dalam bahaya saat ini. Memikirkan itu membuat Sherlin langsung tak sadarkan diri lagi.


🌷🌷🌷


Jangan lupa mampir baca ya Readersku!🙏🙏😊😊



Oh iya aku juga promosi Audio "Always Love You My Husband" yang di isi oleh dubber "Uncle Dodi"


Jadi jangan lupa mampir juga Readers😊😊😊


Aku tidak akan pernah bosan kepada kalian untuk jangan lupa beri like dan vote kalian ya pada novel ini😊😊😊


Oke👌 jangan lupa ya


Dapat pahala loh kalau membantu orang


Ayo juga follow akun instagram author, pasti nanti aku follback kok


Ig:@insani.syahputri71


Terima kasih karena sudah mau membaca🙏