
Kini mereka semua sudah selesai memakan baksonya, lain dengan Valen yang hanya duduk termenung sembari menunggu teman temannya sampai selesai makan.
"Apa kalian sudah siap makannya?"tanya Valen sambil mendenguskan nafasnya secara gusar.
"Siapa suruh kau tidak mau pesan lagi?? Kan tadi aku sudah menawarkannya padamu untuk memesan baksonya lagi!! Tapi kau tidak mau juga"ucap Brenaldi sambil mengelap bibirnya dengan serbek sehabis makan bakso tadi.
"Kau Sok jual mahal, dijual murah aja belum tentu laku"ujar Andra yang meledek Valen.
Valen menoleh ke arah Brenaldi dan Andra sambil berkacak pinggang. Ada rasa marah yang timbul saat Valen mendengar perkataan Andra yang seperti itu.
"Nih mulut tolong dijaga ya"ucap Valen sambil menyumpalkan serbek itu ke dalam mulut Andra.
"Aku bukannya sok jual mahal, tapi aku memang lagi tidak mood untuk makan karena lihat muka luh berdua yang terlalu muak untuk kulihat"ujar Valen sambil menatap marah kearah Andra dan Brenadi.
"Kenapa dari tadi kalian selalu mengejekku? Apa kalian memang tidak suka kalau aku berada disini?? Kalau tidak suka bilang saja padaku, aku tidak akan marah kok. Justru aku akan langsung sadar diri dan akan pergi dari sini sekarang juga"ujar Valen yang terlihat sudah tidak bisa lagi menahan emosinya.
Amanda bangkit dari tempat duduk dan berjalan kearah Valen, dia tahu kalau Valen saat ini memang benar benar sudah marah.
"Jangan marah Valen, mereka hanya bercanda aja kok"ucap Amanda sambil memegang pundak Valen.
"Gimana mau sabar Amanda, dari tadi mereka sibuk mengataiku dan menjelek jelekkanku"Terlihat rasa marah Valen yang kini masih belum reda.
Brenaldi pun langsung merespon perkataan Valen" Aku minta maaf kalau perkataanku tadi telah membuat mu marah seperti ini"
"Aku tidak tahu kalau candaanku telah menyinggung perasaanmu, tapi jujur sebenarnya tadi aku hanya bercanda saja"ujar Brenaldi lagi.
Mendengar perkataan Brenadl yang terdengar sangat tulus membuat kemarahan Valen sedikit mereda.
Andra juga melihat kearah Valen, dia terlihat cukup menyesal telah mengatakan kata kata itu tadi kepada Valen.
Sebenarnya Andra juga ingin meminta maaf pada Valen tapi Andra sangat takut untuk melihat wajah Valen yang terlihat cukup menakutkan kalau dia sedang marah, tapi demi pertemanan Andra terpaksa memberanikan diri untuk menatap Valen dan mengucapkan permintaan maaf padanya.
"Valen, aku juga minta maaf ya"ujar Andra sambi menatap Valen dengan ragu ragu menatap kerah Valen karena ketakutan.
"Ya tidak apa apa, kali ini aku akan memaafkan kalian"ujar Valen.
Andra dan Brenaldi pun merasa sangat senang saat mendengarkan kata kata Valen yang mau memaafkan mereka.
Begitu juga dengan Amanda yang juga terlihat sangat senang ketika teman teman sudah saling rukun lagi.
Tidak ada Pertengkaran lagi. Itulah yang ada didalam pikiran Amanda.
Dia tidak mau kalau diantara mereka ada pertengkaran, apalagi sampai bermusuhan.
"Semuanya sudah aman kan? Tidak ada yang ingin di pertengkarkan lagi??"tanya Calvin.
"Tidak ada yang jawab, berarti sudah aman donk"ujar Calvin lagi saat teman temannya tidak ada yang menyahut perkataannya.
"Kalau begitu yuk kita pergi ke wahana rumah hantu yang ada disana"ucap Amanda.
Mereka pun berjalan menuju tempat yang cukup gelap dan sangat mendukung untuk membuat orang yang datang kesana langsung ketakutan.
"Dari luar saja sudah tampak menakutkan, apalagi kalau sudah masuk kedalam sana"ujar Rahel sambil memegang lengan Indah karena merasa ketakutan.
"Amanda yuk masuk duluan "ujar Brenaldi sambil memengang tangan Amanda.
"Eits, nampaknya kau salah pegang pacar orang Bro"ujar Calvin sambil ingin menarik tangan Amanda dari tangan Brenaldi.
Belum sempat Calvin meraih tangan Amanda, Brenadi sudah berhasil menepis tangan Calvin.
"Apa apaan ini!!"ujar Calvin yang tidak terima dengan perlakuan Brenaldi.
"Jangan memegang tangan Amanda, kau belum muhrim"ujar Brenaldi.
Calvin merasa lebih tidak terima lagi saat Brenaldi mengatakan kalau dia tidak pantas memegang Amanda karena belum sah dan muhrim.
"Lalu apa bedanya dengan dirimu?"tanya Calvin yang tidak terima.
Masa dirinya tidak bisa memegang tangan pacarnya, ,sedang dia yang hanya saudara saja bisa memegang tangan Amanda sesuka hatinya. Ini tidak bisa dibiarkan. Calvin tidak akan membiarkan Brenaldi berhasil menjauhkan dia dari Amanda. Itulah yang ada dalam pikiran Calvin saat ini.
"Aku kakaknya dan sebagai kakak sudah kewajibanku untuk melindungi dan menjaga adiknya"ujar Brenaldi dengan mantap.
"Aku pacarnya! Kau mau apa!"ujar Calvin yang tidak mau kalah dengan Brenaldi.
"Kau hanya masih jadi pacarnya, belum jadi suaminya"jawab Brenaldi.
Kini Brenaldi tidak menjawab apalagi merespon perkataan Calvin, dia langsung pergi masuk sambil membawa Amanda ke dalam rumah hantu itu.
Sebenarnya saat itu Brenaldi tidak ada maksud untuk memisahkan Amanda dan Calvin, dia hanya ingin menghabiskan waktunya bersama Amanda sebelum besok dia akan kembali ke Jepang.
Dia ikut ke pasar malam itu adalah salah satu cara untuk menghabiskan waktu kebersamaannya bersama dengan Amanda, tapi dari tadi Calvin selalu punya cara untuk menghalagi dirinya untuk bersama dengan Amanda.
Jadi itulah yang membuat Brenaldi terpaksa menarik paksa Amanda dari tangan Calvin saat mereka mengunjungi sebuah wahana rumah hantu yang tersedia di pasar malam itu, tapi lagi lagi Calvin ingin mengagalkan rencananya untuk menghabiskan waktu bersama Amanda.
"Sial, dia malah membawa pacarku masuk kedalam"ucap Calvin
"Tunggu, jangan tinggalkan aku Amanda"ucap Calvin yang juga ikut masuk kedalam untuk mengejar Amanda.
Calvin sangat terkejut saat sudah memasuk rumah itu, karena saat sudah masuk ke dalam dia sudah disambut dengan suara menakutkan yang membuat buluk kuduknya berdiri dan dia seperti sedang berada didalam kapal yang sedang tenggelam didalam lautan.
Jadi ceritanya, Calvin seperti sedang lagi ada didalam kapal titanic teman teman.
"Oh tuhan, kok gelap kali sih"ujar Calvin yang berjalan dengan lambat karena suasana didalam sana sangat seram dan sangat gelap sehingga membuat dia juga tidak dapat melihat apa apa dengan jelas.
"Nih, apa lagi yang sedang kuinjak"ujar Calvin saat dia merasa seperti sedang memijak sesuatu.
Tiba tiba Calvin mendengar suara seram seperti suara kuntilanak yang sering dia dengar di film film horor indonesia yang pernah dia tonton.
"Tante, jangan ganggu aku ya! Aku hanya sedang mencari pacarku yang dibawa masuk secara paksa sama laki laki lain"ujar Calvin untuk mengurangi rasa takut.
Lalu terdengarlah suara kuntilanak lagi yang terdengar sangat menyeramkan daripada yang sebelumnya, dan tak lama kemudian suara itu tergantikan dengan suara batuk seperti sedang kesedak sesuatu.
Calvin yang mendengar itu langsung membuatnya diam sejenak dan memikirkan perkataannya barusan.
"Kenapa aku harus takut? Hantu yang ada di dalam ruangan ini kan cuma hantu palsu"ujar Calvin sambil menepok jidatnya sendiri.
"Kami hantu benaran kok"ucap seseorang yang ada didalam ruangan itu tapi Calvin tidak melihatnya.
"Makanya kalau sedang bekerja jangan lupa bawa air minum. Kan kasihan tadi tante kesedak, tapi tidak bisa minum"ujuar Calvin yang malag mengajak hantu itu berbicara.
"Tante, Apa kau melihat seseorang yang baru lewat dari sini?"ujar Calvin yang lagi lagi malah bertanya pada sosok hantu yang disitu.
"Apa kau tidak takut padaku??"tanya kuntilanak itu.
"Tidak!! Hanya saja make up tante yang kurang mendukung dan kurang menakutkan"ujar Calvin yang terlihat biasa saja.
"Apa tante ada melihat pasangan yang baru lewat dari sini?"tanya Calvin lagi.
"Ada sih, tadi mereka pergi kearah sana?"ucap orang yang menyamar jadi hantu kuntilanak itu sambil menuju kearah kanannya.
"Kenapa tante dari tadi mengelus kepala saja??"tanya Calvin saat melihat kuntilanak itu asik mengelus kepalanya.
"Tadi ada pasangan yang baru lewat dari sini, terus aku mengganggu mereka. Eh, tiba tiba cewenya malah menjambak rambutku dengan kuat. Untung saja rambutku tidak rontok karena ulah cewe itu"ucap kuntilanak itu.
"Kan, kalau ditarik tuh rambut palsu pasti langsung copok"ujar Calvin.
"Ini rambut asli! Dan kepala ku seraya mau copok saat dia menjambak rambutku dengan kuat"ujar kuntilanak itu.
"Apa itu Amanda?"batin Calvin.
"Mereka bukan pasangan, aku adalah pacar dari perempuan yang sudah menjambakmu"ujar Calvin.
"Oh jadi kamu pacarnya ya"ujar kuntilanak itu.
"Iya Tante, dan aku sebagai pacarnya mewakilinya untuk minta maaf pada tante"ucap Calvin.
"Aku pergi dulu ya!"ucap Calvin seraya mau pergi dari tempat itu sebelum Amanda dan Brenaldi sudah pergi jauh .
"Oh ya Tan, kau perlu belajar lagi kalau mau jadi hantu sungguhan dan berhasil membuat orang ketakutan"ucap Calvin yang berhenti dan menoleh kearah tante itu.
"Gimana caranya? Apa aku perlu les dulu?"tanya tante itu.
"Tante tidak perlu untuk les lagi karena itu akan menghabiskan uang mu"ucap Calvin.
"Jadi bagaimana caranya?"tanya tante itu.
"Setelah nanti tante sudah selesai bekerja dari sini, Tante pergi aja ke jalan raya. Terus tante tinggal berdiri ditengah tengah jalan raya dan menunggu mobil truk lewat. Lalu saat mobil itu sudah ada yang lewat, tante tinggal rentangkan tangan dan diam aja disitu. Ya sudah, setelah itu tante akan jadi hantu benaran dan orang pasti akan takut pada tante termasuk aku juga"ucap Calvin sambil terkekeh lalu dia langsung berlari untuk mengejar Amanda dan tidak peduli keadaan ruangan yang cukup gelap sekali.
"Dasar anak kurang ajar! Itu sama aja kau menyuruhku untuk mati"ucap tante itu yang terlihat kesal dengan ucapan Calvin tadi.
"Maaf tante, tadi aku cuma kasih saran aja. Semuanya terserah pada Tante aja lagi, mau melakukannya atau tidak "ujar Calvin yang terlihat masih menyahuti perkataan tante itu meskipun dia terlihat sudah cukup jauh.
π·π·π·
"Amanda, kau kok jahat kali sih!!"ucap Brenaldi yang saat ini berjalan didepan Amanda .
Saat ini mereka sudah tidak berpegangan tangan lagi, karena Amanda meminta Brenaldi untuk melepaskan tangannya karena dia merasa tidak nyaman.
"Dia sih yang duluan cari gara gara! Kenapa dia mengejutkanku secara tiba tiba? Ya aku refleks aja langsung menjambak rambut hantu itu"ucap Amanda sambil mengingat saat dia menjambak rambuk kuntilanak tadi.
"Ya namanya ini salah satu dari pekerjaaan nya dan dia memang harus melakukan sesuatu untuk menakuti pengunjungnya tapi kau malah menjambaknya"ucap Brenadl.
"Oke....oke....Setelah ini aku akan menemui mbak itu dan meminta maaf kepadanya"ucap Amanda.
"Kan gitu bagus Amanda"ucap Brenaldi yang terus berjalan tanpa melihat Amanda yang sedang ada dibelakangnya.
Saat Amanda ingin mendekati Brenaldi yang sudah cukup jauh berjalan di depan nya, tiba tiba ada yang membekap mulutnya Amanda dengan tangan pelaku.
Amanda ingin berteriak dan meminta tolong pada Brenaldi yang sudah cukup jauh didepannya, tapi orang yang sudah menutup mulut Amanda langsung berkata" Ini aku Calvin. Kau jangan berteriak, biar saja dia jalan ke lorong sana"bisiknya pada Amanda dengan suara yang pelan sehingga membuat Brenaldi tidak mendengarkannya.
Calvin langsung mengajak Amanda menuju kelorong yang satu lagi karena ditempat mereka saat ini terdapat dua lorong, yang mana kedua lorong itu sama sama akan membawa mereka untuk keluar dari ruangan ini.
Sedangkan Brenaldi yang tidak tahu kalau Amanda sudah dibawa oleh Calvin hanya terus berjalan ke lorong itu.
"Amanda?? Apa kau masih ada dibelakangku"ucap Brenaldi.
Tapi Brenaldi tetap tidak mendengar adanya sahutan dari Amanda.
"Apa dia lewat dari lorong yang satu lagi ya?"tanya Brenaldi.
Di saat Brenaldi ingin berjalan mengejar Amanda untuk menuju ke lorong yang satu lagi, tiba tiba mendengar suara seseorang yang menyuruh untuk tetap terus berjalan kedepan.
Brenaldi mendengar suara itu dari arah bekalangnya.
"Apa itu kau Amanda?"tanya Brenaldi untuk memastikannya lagi meskipun dia tahu kalau itu bukan suaranya Amanda
"Jangan kembali kebelakang, terus lanjutkan perjalananmu"ucap seseorang yang suaranya cukup menyeramkan.
Brenaldi pun mengambil ponselnya dan menyalahkan senter yang ada diponselnya itu.
Brenaldi tidak peduli meskipun itu adalah salah satu peraturan yang tidak boleh dilanggarnya.
Yang ada dalan pikirannya saat ini adalah untuk mengetahui siapa orang yang sedang ada dibelakangnya.
"Oh Tuhan!!"Brenaldi sangat terkejut melihat seseorang yang menyamar jadi hantu suster ngesot yang sedang mengesot menuju kearah nya.
"Jangan mendekat!! Meskipun kau hantu palsu, tapi aku cukup takut melihat wajahmu itu"ucap Brenaldi yang melihat hantu itu yang dandanannya terlalu berlebihan.
"Mana ada hantu suster ngesot wajah nya terlihat jelek begini"ucap Brenaldi.
Bukannya mendengar perkataan Brenaldi, suster ngesot berencana untuk menakuti Brenaldi lagi karena merasa kesal dengan perkataanya yang mengatakan kalau dia itu tampak jelek.
"Kalau ngesot gini, aku kapan sampainya kesana dan menakuti orang itu"ucap hantu itu sambil berdiri dan berjalan menuju Brenaldi untuk menakutinya lagi.
"Kau kok malah jalan sih? Bukannya kau harus ngesot ya?"ucap Brenaldi yang mempercepat laju jalannya saat melihat hantu itu yang kini sudah berjalan dan mendekat kearahnya.
"Kalau aku ngesot, aku tidak akan bisa mengejarmu"jawab orang itu.
"Kau jangan mengejarku!"jawab Brenaldi
"Ya, dia malah lari pula!! Kalau begitu aku juga harus lari dulu"ucap Brenaldi saat melihat suster ngesot itu kini sudah berlari mengejarnya.
"Ini pertama kali aku melihat suster ngesot berjalan dan berlari"ucap Brenaldi sambil berlari kencang.
Bukan karena dia takut, itu karena Brenaldi tidak mau melihat wajah dan dandanan hantu itu yang terlihat sangat menjijikan baginya.
Kembali dengan Calvin yang sudah hampir sampai di pintu keluar.
"Calvin lepaskan aku!"ucap Amanda yang sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Calvin pada tangannya.
"Kak Brenaldi pasti akan mencari ku"ucap Amanda lagi.
"Calvin, tolong lepaskan tanganku"pinta Amanda.
Calvin melepaskan tangan Amanda. Ya, Calvin memang sudah melepaskan tangan Amanda.
Tapi setelah melepaskan tangan Amanda, Calvin justru mendorong tubuh Amanda sampai tehempas pada dinding yang ada disamping mereka.
"Auww...."terdengar Amanda yang mengeluarkan suara karena merasa sakit saat Calvin mendorong tubuhnya.
Calvin tidak menghiraukan itu, justru kedua telapak tangan Calvin langsung menempel di dinding itu agar menghalangi Amanda yang berusaha untuk keluar dari kurungannya dan menghindarinya.
"Calvin, apa yang ingin kau lakukan?"tanya Amanda yang saat ini terlihat sangat gugup saat melihat Calvin yang menatapnya begitu intens.
Calvin tidak menjawab pertanyaan Amanda, justru dia malah mengecup bibir Amanda secara sekilas.
Amanda terkejut. Ya dia memang sangat terkejut karena Calvin menciumnya ditempat seperti ini.
"Kenapa kau mengecup bibirku?"ujar Amanda sambil menghapus bekas kecupan itu.
"Ini hukuman untukmu karena tadi kau pergi meninggalkanku"ucap Calvin yang kini mendekatkan wajah nya pada wajah Amanda yang saat ini sudah tidak ada jarak lagi.
"Tapi kak Brenaldi yang sudah mengajakku dan menarikku dengan paks..."ucap Amanda tapi terhenti karna Calvin mengecup bibirnya lagi.
"Ini hukuman untukmu karena kau tidak bisa menolaknya ajakannya"ucap Calvin yang tidak suka jika Amanda dekat dengan Brenaldi.
"Apa kau sedang memarahiku karena aku dekat dengan kak Brenaldi?"tanya Amanda sambil menghempaskan tangan Calvin yang sedang mengukungnya.
Amanda sedang memarahi Calvin sontak membuat Calvin mengernyitkan dahinya karena tidak suka dengan kata kata yang keluar dari bibir Amanda.
"Apa kau ingin aku menghukummu lagi?"tanya Calvin sambil menaikkan alis kanannya keatas.
Calvin ingin Menghukumnya lagi. Itulah yang ada dipikiran Amanda saat ini. Amanda sangat tahu hukuman apa yang ingin Calvin lakukan padanya.
Amanda pun memegang jaket Calvin lalu menariknya sehingga bibir Amanda kini telah bersentuhan dengan bibir Calvin.
Calvin melotot karena terkejut melihat aksi Amanda yang tiba tiba duluan menciumnya tanpa ancang ancang dulu. Dia melihat Amanda yang kini sedang memejamkan matanya.
Calvin pun langsung menyunggingkan senyumannya, Setelah itu dia memegang tekuk leher Amanda untuk membalas ciuman dari pacarnya itu.
"Apa kalian tidak bisa untuk tidak berciuman disini?? "ucap dua orang yang menyamar jadi hantu tuyul.
"Benar, kasihan aku yang sedang jomblo saat ini"ucap seseorang yang menjadi hantu pocong yang mana saat ini sedang menonton adegan romantis bersama dengan dua tuyul itu.
Calvin dan Amanda pun langsung menghentikan aksinya, saat dia mendengar suara orang yang ada di samping mereka yang sedang memberi komentar dan mamarahi mereka.
"Kami bekerja disini untuk menakuti kalian bukan untuk melihat adegan romantis kalian disini"ucap tuyul yang memang asli berkepala botak.
"Makanya tuh mata langsung ditutup kalau tidak suka melihatnya"respon Calvin yang kesal karena mereka sudah mennganggu kegiatannya.
Kapan lagi Calvin bisa mendapat kesempatan ini kalau bukan saat ini, tapi kedua tuyul itu sudah menganggu rencananya.
"Gue heran aja, kenapa tempat yang begitu menyeramkan ini berubah jadi tempat romantis sih? Lebih baik aku pergi ke sana aja mencari orang yang lebih seru untuk diganggu. Memang ngenes sekali kalau lagi jomblo ya"ucap pocong itu sambil melompat lompat menuju ke tempat lain untuk mencari mangsanya yang baru dan seru untuk di ganggunya.
"Apa yang kau katakan Calvin?"ucap Amanda yang tidak suka dengan perkataan Calvin kepada tuyul dan pocong itu.
"Eh om, Ada anak kecil disini tapi kalian asik berciuman didepan kami!! Ingat Dosa loh om"ucap tuyul yang satunya.
"Makanya badan kalian itu dibesarkan biar gak jadi anak kecil"Calvin yang meledek kearah anak kecil yang bekerja jadi hantu tuyul.
"Jangan bilang kalau kalian sedang iri ya. Atau jangan jangan kalian belum punya pacar"ucap Calvin lagi.
"Calvin!! Kau kok gitu sih ngomong nya!"sergah Amanda.
"Biarin aja, siapa suruh mereka mengganggu privasiku"ucap Calvin.
"Aku ini tuyul loh!! Apa kalian tidak takut kalau aku mencuri uang kalian"ucap tuyul itu.
"Ambil aja, kalau kalian mau memilih untuk jadi tuyul benaran!! Karena aku akan mengirimkan kalian langsung kuburan bukan kerumah sakit "ucap Calvin dengan suara yang sengaja dibuatnya terdengar seram untuk menakuti tuyul itu kembali.
"Enggak jadi deh om!! Om terusin aja kegiatannya yang tadi "ucap mereka yang langsung memilih pergi dari situ .
"Ya, aku malah dipanggil om pula"ucap Calvin yang tidak suka dengan perkataan tuyul yang sudah keburu pergi itu.
Ditempat lain, Andra dan ketiga sahabat Amanda masih terlihat didepan pintu masuk wahana rumah hantu itu.
Mereka mencoba untuk memberanikan diri untuk masuk kedalam wahana rumah itu, tapi lagi lagi langkah kaki mereka malah mundur kebelakang.
"Kok seram amat sih"ucap Valen.
"Kalian lagi, kenapa sih pada memegang tanganku dan menjempitku?? Sesak tau!"!ujar Valen pada kedua temannya yang memeluknya karena posisi Valen saat ini sedang berada ditengah diantara Indah dan Rahel.
"Kami sangat takut"ujar mereka ada Valen.
"Sama aku juga takut, tapi kalian jangan menghimpitku. Aku merasa sesak sekali"ucap Valen.
Kini Indah dan Rahel pun masuk duluan tanpa memperdulikan Andra dan Valen yang terlihat masih ragu ragu untuk tidak masuk.
"Kami masuk duluan ya"ujar Indah saat sudah mengumpulkan keberaniannya.
"Eh kalian kok malah pergi sih"kata Valen saat melihat kedua temanya sudah masuk tanpa menungguinya.
"Ayo kita masuk dan menyusul mereka"ujar Andra yang mengajak Valen.
"Tapi didalam ada banyak hantunya"jawab Valen yang terlihat nyalinya sudah menciut.
"Rumah hantunya sama sekali tidak menakutkan kok dan kau bisa langsung keluar dengan cepat tanpa harus bertemu dengan mereka"ujar Andra yang ingjn menghilangkan rasa takut Valen.
"Matamu buta ya!! Seram gini masa kau bilang tidak menakutkan"ucap Valen yang tidak setuju dengan pernyataan Andra.
"Kalau kau jumpa dengan hantunya, kau bisa meninjunya untuk memastikan apakah dia itu manusia atau tidak. Kalau dia kesakitan berarti dia manusia"Andra yang memberi saran.
"Bagaimana kalau dia tidak kesakitan?"tanya Valen.
"Kalau Dia tidak kesakitan, ya kita harus gimana lagi. Kau berdoa saja semoga kita berjumpa dengan palsu saja"ujar Andra.
"Baiklah kita akan masuk"tutur Valen saat dia sudah membuang rasa takutnya.
Saat akan masuk, Valen terlihat penuh percaya diri. Bahkan, Valen mengatakan bahwa dia yang akan memimpin jalan karena takut jika dia ada dibelakang Andra.
Suara kuntilanak pun menggelegar saat Andra dan valen sudah sampai pada tempat yang dihuni oleh kuntilanak yang tidak ditakuti oleh Calvin tadi.
Calvin saat itu tidak takut, justru dia malah bertanya keberadaan pacarnya yang sedang dibawa oleh Brenaldi pada kuntialanak yang disapanya dengan kata tante.
"Kurasa ada seseorang di sini!! Hai, siapapun itu aku hanya permisi untuk numpang lewat aja"ucap Valen sambil menangis.
"Eh, kau mengagetkanku"ucap Andra saat ada sesuatu yang terlempar kearah mereka.
"Ayo cepat jalan!"pinta Valen yang terlihat semakin takut.
"Tunggu, aku seperti memijak sesuatu"ucap Andra saat kaki menginjak sesuatu yang ada dilantai itu.
Andra pun langsung mengambil benda itu.
"Apa ini?"ucap Andra sambil memegang benda itu.
Alangkah terkejutnya andra saat memegang benda yang ternyata adalah sebuah potongan tangan manusia.
Andra yang ketakutan langsung refleks melempar potongan tangan itu kearah Valen dan membuat Valen menjerit ketakutan.
"Sudah diam lah, kau membuat gendang telingaku hampir pecah"ujar Andra.
"Itu hanya potongan tangan manusia palsu"ucap Andra lagi.
"Tapi tadi kenapa kau juga terlihat ketakutan??"tanya Valen.
"Namanya juga baru pertama lihat begituan dan belum memastikannya dulu"ucap Andra.
"Ayo, biar aku yang jalan duluan" Andra yang berkata bahwa dia yang akan memimpin jalan dan membawa mereka keluar dari rumah hantu tersebut.
"Kok bau sih! Apa kau yang kentut disini??"ucap Valen yang mencium aroma busuk yang lewat dari hidungnya.
"Apa kau yang kentut barusan??"tanya Valen lagi saat dia mendengar suara kentut seseorang.
"Aduh perut ku mulas pula!! Mungkin karena cabenya terlalu banyak kutaruh pada kuah baksoku sampai sampai membuat perut ku jadi mulas begini"ucap Andra sambil memegang perutnya karena menahan rasa sakit mulas yang ada di perutnya.
"Oh jadi ternyata kau yang sudah menghasilkan bau tidak sedap ini ya"ucap Valen sambil menutup hidungnya.
"Aku pergi dulu ya"ucap Andra yang berlari kearah pintu masuk itu lagi tanpa memperdulikan hantu yang mencoba untuk mengganggunya lagi karena yang dibutuhkan oleh Andra saat ini adalah dia bisa cepat sampai ke wc tepat waktu.
Kini tinggal Valen yang hanya sendirian di dalam ruangan itu, dia terlihat sangat ketakutan sekali.
"Ya, dia malah meninggalkan aku sendirian disini"ujar Valen yang kini sudah terlihat ketakutan dan mulai berkeringat dingin karena Andra meninggalkannya sendirian.
Dia pun berjalan dengan sangat cepat agar bisa keluar dari tempat terkutuk itu. Saat ada hantu yang mencoba untuk menakuti dan mendekati nya, Valen langsung mengingat perkataan Andra saat sebelum masuk ke dalam wahana rumah hantu itu.
Yang mana Andra menyuruhnya untuk meninju hantu itu, untuk memastikan apakah itu adalah hantu benaran atau bukan.
Alhasil, Hal itupun dilakukan oleh Valen. Dia meninju pocong itu disaat dia ingin menakuti Valen, tapi Valen langsung beraksi dan membuat pocong itu merasa kesakitan.
Pocong itu merasa marah, lalu dia langsung pergi dari wahana itu dan memilih untuk berhenti bekerja saja.
Kini Calvin dan Amanda sudah berhasil keluar dan disana sudah terlihat Brenaldi yang tengah menunggu mereka.
"Benar dugaanku, pasti Amanda ada ditangan brengsek ini"batin Brenaldi.
"Maaf kak"ucap Amanda yang merasa bersalah pada Brenaldi.
"Tidak apa apa"ucap Brenaldi yang tersenyum sinis pada Calvin.
Tak lama kemudian Rahel dan Indah pun juga sudah menyusul keluar dari wahana rumah hantu itu.
"Yeah, akhirnya kita berhasil keluar juga"ujar Indah yang terlihat senang sekali.
Tapi tiba tiba keluarlah seseorang yang bekerja sebagai pocong dari dalam wahana rumah hantu itu.
"Aku tidak mau bekerja disini lagi" ucap pocong yang baru keluaran dari rumah hantu itu.
"Kenapa dia??"tanya Calvin.
Amanda dan Brenaldi hanya menaikkan bahunya karena mereka tidak tahu apa apa.
"Kalian apain dia?"tanya Calvin pada Indah dan Rahel.
"Kamikan sudah keluar duluan pak dari pocong tadi"jawab Indah.
"Mana Andra dan Valen?"tanya Amanda karena tidak melihat Valen dan Andra ada ditempat itu.
Kini Valen juga sudah berhasil keluar dari rumah hantu disaat Amanda menanyakan dirinya.
Dan dia pun langsung memeluk Amanda dan mengatakan kalau Andra sudah meninggalkan dia sendirian di dalam sana.
Valen menceritakan semua yang dia alami saat sedang berada didalam sana, bahkan sampai insiden yang meninju pocong yang sudah menganggunya itu pun tidak lupa dia ceritakan kepada teman temannya.
"Jadi kau yang sudah memukul pocong tadi?"tanya brenaldi.
Valen hanya menganggukan kepalanya, pertanda bahwa memang dia yang sudah melakukannya.
"Andra yang sudah mengatakan padaku kalau kita berjumpa hantu kita harus meninjunya untuk mengecek apakah dia itu hantu benaran atau tidak"ucap Valen dengan polosnya mau mengikuti saran Andra.
"Jadi kau langsung melakukannya saat bertemu dengan seseorang yang mencoba ingin menakutimu?"tanya Calvin.
"Iya"jawab Valen.
π·π·π·
Yuk beri like dan vote untuk mendukung novel ini dan membuatku semangat menulis nya.
Hai semuanya ππ
Aku tidak akan pernah bosan kepada kalian untuk jangan lupa beri like dan vote kalian ya pada novel iniπππ
Okeπ jangan lupa ya
Dapat pahala loh kalau membantu orang
Ayo juga follow akun instagram author, pasti nanti aku follback kok
Ig: insani.syahputri71
Terima kasih karena sudah mau membacaπππππ