
Dipagi hari terlihat Reno dan Sherlin yang bersiap siap untuk pergi ziarah ke pemakaman Papa nya sesuai dengan kesepakatan Reno dan Sherlin.
Sebelum itu Reno mengirim pesan pada Aurel karna dia tidak bisa mengantarkan Aurel ke bandara.
Reno:
Maaf sayang aku tidak bisa mengantarkan mu ke bandara, karna aku ada urusan yang mau kuselesaikan.
Aurelia pun langsung membalas pesan Reno.
Aurellia:
Tidak apa apa kok sayang, lagian aku bisa pergi bersama dengan teman ku.
Aurelia justru senang jika Reno tak mengantarkannya ke bandara.
Kalian tau sendiri lah karna Aurellia pergi bersama Candra. jadi mereka tidak perlu berangkat bergiliran.
Akhirnya mereka berangkat bersama tapi bukan kekanada, melainkan ke New York untuk liburan.
Reno tidak membalas pesan Aurellia.
Kali ini Reno yang membawa mobil nya,
mereka pun bersiap untuk berangkat pagi kali.
Mereka sengaja pergi pagi hari karna untuk menuju kesana akan membutuhkan waktu yang cukup lama karna perjalanannya yang cukup jauh.
Reno yang sudah duduk dimobilnya menunggu kedatangan Sherlin.
Sherlin yang sudah siap langsung keluar dari mansion dan masuk ke mobil.
Sherlin memilih duduk di kursi belakang mobil karna dia berpikir mungkin Reno tidak ingin dirinya duduk di depan bersama dengan nya.
Reno pun melajukan mobil nya, Sherlin memilih mendengar musik menggunakan Hands-free hanya untuk menghindari kecanggungan dan keheningan itu.
Dan Reno hanya fokus dalam mengemudikan mobil nya.
Baru setengah jam diperjalanan Sherlin sudah tertidur.
Dia sangat pantang mendengar musik karna jika dia mendengar musik apalagi kalau musik nya terdengar syadu, dia pasti akan cepat tidur.
Reno hanya memperhatikan Sherlin yang tengah tertidur itu dari spion depan mobil nya.
Reno menghentikan mobilnya lalu keluar dari mobil dan meninggalkan Sherlin yang sudah tertidur.
Ternyata Reno pergi ke toko bunga yang ada di pinggir jalan untuk membeli bunga yang akan dibawa ke pemakaman.
Setelah itu dia kembali ke mobil dan melajukan mobil nya.
Setelah berapa jam mengemudikan mobil akhirnya mereka sampai ke pemakaman umum.
Sherlin yang seakan tau kalau mereka sudah sampai langsung terbangun dari tidur nya.
Sebenarnya mereka hanya sampai di gapura, jadi untuk kepemakaman mereka harus berjalan kedalam karna mobil mereka tidak bisa masuk.
Mengingat jalan menuju ke sana cukup kecil sehingga mau tak mau mereka harus jalan.
Setelah berjalan kaki melewati beberapa kuburan akhirnya mereka sampai juga
ke makam Papa Reno.
Mereka pun langsung membersihkan Makam dan menaruh bunga serta sebotol wine kesukaan papanya yang sudah di siap kan oleh Bi Ina tadi pagi.
"Papa aku ingin memberitau satu hal padamu. Aku dan Reno sudah menikah, kini aku adalah menantu mu dan aku mohon doa dan restu mu Pa.Semoga Papa juga merestui pernikahan kami.Aku janji akan menjaga Reno. Aku minta maaf jika aku punya salah sama Papa dan aku juga berharap Reno bisa memaafkan ku dan mencintai ku "ucap Sherlin dalam hati kepada Papa Mertuanya sambil menatap foto yang ada pada makam itu.
Reno hanya memperhatikan Sherlin yang terus menatap ke arah foto Papanya.
Setelah siap ziarah mereka pun memutuskan untuk kembali ke rumah.
Sherlin harus berjalan dengan cepat karna mengejar Reno yang berjalan dengan cepat juga.
Sherlin agak takut karna hari ini sudah sore apalagi berada di kuburan yang membuat semakin takut.
Karna berjalan cepat dan tidak memperhatikan langkah nya, Sherlin pun terjatuh.
Dan saat dia ingin bangkit tiba tiba dia merasa kesakitan dan ternyata kakinya terkilir.
Reno yang tidak merasa kan keberadaan Sherlin menoleh kebelakang dan dia melihat Sherlin yang cukup jauh ketinggalan dan tengah terduduk.
Reno pun menghampiri Sherlin.
"Ngapain kau duduk disini? Apa kau tidak lihat hari sudah mau gelap"ucap Reno yang kesal.
"Aku tadi terjatuh dan kaki ku seperti nya terkilir "ucap Sherlin
" Sudah lah ayo cepat jalan, ini sudah mau malam"ucap Reno kemudian melangkah kan kakinya.
"Dia tak mungkin peduli dengan ku"batin Sherlin.
"Aauw"ringis Sherlin yang mencoba berdiri tapi tidak bisa dan terjatuh lagi.
Reno langsung berjalan kearah Sherlin lagi, dan terduduk memberi punggung nya agar Sherlin digendong saja.
Dia berpikir kalo begini terus mereka tidak akan bisa pulang.
Dan Sherlin pun menolak
"Saya bisa sendiri tuan Reno"ucap Sherlin kemudian mencoba berdiri lagi tapi tidak bisa juga.
Reno pun langsung mengendong Sherlin ala Bryda style dan membuat Sherlin terkejut.Sherlin hanya bisa diam dan tak menatap Reno.
Mereka tiba di mobil dan tanpa sengaja Reno menduduk kan Sherlin di depan,bersama dengan nya.
Sherlin ingin pindah saat itu juga tapi saat ini kaki nya sedang terkilir jadi dia hanya duduk saja.
Reno pun membawa mobil nya meninggal kan tempat itu, selama perjalanan Sherlin tertidur pulas lagi.
Ketika hari sudah gelap gulita mereka tiba di manshion.
Reno turun dan menggendong Sherlin yang tengah tertidur itu dan membawa ke kamarnya.
Bi Ina terkejut melihat Reno yang sedang mengendong Sherlin.
"Apakah ini pertanda kalau mereka akan bersama kembali.Semoga benar begitu Tuhan, aku berharap ada keajaiban disini"ucap Bi Ina setelah melihat reno dan sherlin.
Reno yang telah sampai di dalam kamar Sherlin langsung membaringkan sherlin dikasur.
Reno mengamati wajah Sherlin, entah setan apa yang merasuki nya tiba tiba dia mengecup bibir nya dengan sangat lama.
"Manis dan terasa agak hangat"guman Reno.
Kemudian dia meletakkan tangan nya di dahi Sherlin dan ternyata Sherlin kini tengah demam.
Reno pun keluar dan menemui Bi Ina.
"Tolong Bibi Kompres Sherlin, aku rasa dia agak demam.Dan juga tolong urut kaki nya tadi saat di pemakaman dia terjatuh dan itu membuat kakinya terkilir. "ucap Reno kemudian dia naik ke atas menuju kamarnya.
" Sebenarnya Tuan mencintai Sherlin, tapi kau ego mu dan rasa sakit mu yang kuat sehingga cinta mu pada Sherlin tidak terlihat. "ucap Ina. Kemudian Bi Ina mengambil es batu untuk mengompres Sherlin.
Krrrieet...(suara Pintu kamar terbuka).
Reno membaringkan badan nya.
"Ah Reno apa yang kamu lakukan tadi, kau harus ingat bahwa wanita itu adalah orang yang kamu benci sampai sekarang. "ucap nya pada dirinya sendiri.
Tapi Reno teringat saat dia mencium sherlin tadi sambil memegang bibir.
Mengingat itu membuat dia seakan ingin merasakan lagi dan lagi seperti sudah menjadi candu nya.
"Ahhhh. "ucap nya yang frustasi.
Kemudian dia memilih tidur untuk menghilangkan pikiran nya tadi.
Bi Ina masuk ke kamar Sherlin dan dia mendekati Sherlin sambil memegang puncak kepala Sherlin.
"Memang sedang demam "ucap Bi Ina yang langsung mengompres kain dengan air dingin dan meletakkan di kepala Sherlin.
Sherlin yang merasa sedikit terganggu tiba tiba terbangun dan melihat Bi Ina sedang tersenyum padanya.
"Apa bibi yang mengantarkan ku ke kamar?"ucap Sherlin yang heran melihat diri nya sudah berada dalam kamar.
Bi Ina hanya mengangguk ,dia tak mau mengatakan kalau Reno lah yang mengendong nya dan dia hanya mengatakan bahwa suami nya yang membantu membawa Sherlin ke kamar.
Bi Ina tak ingin Sherlin merasa bahagia kalau Reno yang mengendongnya karna saat ini.
Bi Ina belum tau pasti kalau Reno sudah memaafkan nya atau tidak.
"Aauww"ringis Sherlin lagi disaat Bi Ina mengurut dan memperbaiki urat Sherlin yang berpindah.
"Sudah mendingan Nak Sherlin "ucap Bi Ina yang sudah mengurut kaki Sherlin yang terkilir.
Ternyata Bi Ina juga ahli dalam mengobati luka terkilir.
"Sudah Bi"ucap Sherlin yang merasa mendingan pada kakinya.
"Nak Sherlin tidur lagi biar demam nya cepat menurun"ucap Bi Ina sambil menaikkan selimut pada Sherlin.
"Baik bibi, makasih ya Bi karna sudah merawat ku"ucap Sherlin.
"Gak usah seperti itu Nak, kamu sudah seperti anak ku sendiri jadi tidak usah berterima kasih "ucap Bi Ina.
Dan Sherlin hanya mengangguk iya.