~Always Be With You~

~Always Be With You~
"Bertahanlah Cinta....Ku Mohon"



BRUK......


tabrakan sengaja dari sebuah mobil hitam yang memepet mobil yang di kendarainya, membuat Yogi sedikit kehilangan kendali sehingga mau tidak mau ia menabrak pembatas jalan untung saja jalanan sedikit sepi sehingga tidak terjadi kecelakaan beruntung.


"ssshhhh...."Ringis Cinta membuat Yogi yang juga mengalami luka kecil di kepala menoleh kesampingmya


"Cinta kamu nggak papa" tanya nya panik pasalnya saat ini Cinta meringis sambil memegang perutnya. Bukan tidak mungkin kan tabrakan tadi membuat perut Cinta terbentur atau apa pikirnya


"Cinta..."Yogi menfekat setelah membuka seatbeltnya dilihatnya kesamping dan kedepan mobil yang memepetnya tadi sudah pergi tanpa sempat ia melihat ciri-ciri atau plat dari mobil tersebut


"perutku...awwssss....sakit" jawab Cinta sesekali meringis


"tenang yaa..tenang sekarang kita ke rumah sakit. aku mohon kamu tahan sebentar yaaa" ucap Yogi mencoba menenangkan walau dia sendiri paniknya bukan main, bagaimana jika sang anak di dalam sana kenapa-napa karena ketidak becusannya mengemudi. Mungkin kehadirannya memang menjadi malapetaka bagi orang di sekitarnya.


"sial...."pekiknya kesal pasalnya mobilnya kini tidak bisa menyala. mencoba sesekali , dua kali, bahkan berkali-kali namun tetap tidak bisa.


konsentrasinya kian buyar ketika pekikan Cinta membuat ia semakin tambah panik


"Cinta kamu kenapa" paniknya bahkan kini kedua matanya sudah memanas


"Gi...perutku...ssshhh...sakit sekali" balas Cinta lirih. tubuhnya kian bergetar dengan keringat dingin membasahi tubuhnya


serempetan tadi membuat perut Cinta tidak sengaja menyentuh dashboard mobil ketika Yogi tiba-tiba menabrak pembatas jalan dan itu lumayan keras


"Cinta tahan yaa..kita ke rumah sakit sekarang" tak ada pilihan lain Yogi harus memapah Cinta ke rumah sakit sekarang, ia berharap jaraknya dan rumah sakit yang ada di sini tidak akan jauh


sedikit berlari Yogi menyusuri jalan besar itu, namun ia sedikit heran jalan besar seperti ini kenapa sedikit sekali kendaraan yang melewatinya bahkan jarak 1 kendaraan dengan yang lainnya yang melewati jalan ini bisa 30 sampai 40 menit per kendaraan.


"sssshhh...Gi...sakit" ringis Cinta tanpa sadar mecengkram kuat tengkuk Yogi hingga lecet


"iya...sebentar lagi kita sampai...." balas Yogi mencoba menenangkan


"Cinta...Cinta..hei" panggil Yogi ketika ia merasakan tangan Cinta yang melingkar di bahunya tiba-tiba jatuh lemah dan kepalanya sedikit tergulai lemah


Yogi makin panik saat menyadari Cinta tak sadarkan diri, Yogi menghentikan langkahnya kemudian membaringkan Cinta di atas trotoar dengan kepala Cinta di pangkuannya.


"Cinta...hei kumohon sadarlah jangan bercanda...Cinta......"panggil Yogi lagi berusaha membangunkan Cinta namun Cinta tak kunjung sadar.


pandangan Yogi beralih pada bagian bawah Cinta dan matanya membulat sempuran saat dilihatnya ternyata Cinta pendarahan mungkin sedari tadi karena darah yang mengalir di betisnya sudah mengering. Mungkin sakin paniknya Yogi tak menyadari itu


"Astaga...Cinta...bangun..hei...ya tuhan apa yang harus ku lakukan..." lirihnya


"sayang bertahan nak demi ayah dan mommy" Rasanya Yogi sangat berputus asa, apa mungkin ini karma atas setiap perbuatannya jika iya mungkin hari ini ia sedang merasakannya dimana istrinya dan anaknya tengah diambang kematian....


"ponsel...mana ponsel" Yogi seperti kesetanan mencari ponselnya di celana dan juga kantong jasnya namun tak kunjung di dapatkannya


"sial......"


pandangannya berlih ke Cinta ternyata Cinta memakai sling bag mungkin di dalamnya ada ponsel


"dapat" dan untungnya ponsel Cinta tak di kuci, buru-buru Yogi mencari kontak yang bisa di hubungi hingga satu panggilan masuk membuat aktivitasnya terhenti


••••••


sejak tak mendapati Cinta di tempatnya, Aagler mencari kesana-kemari, namun tak kunjung ia menemukan Cinta


"apa iya sudah pulang tapi kenapa tidak memberitahuku" Aagler segera berlari menuju kosan Cinta yang jarakanya tidak terlalu jauh dari taman yang di singgahinya tadi


berbagai pikiran negatif memasuki otaknya apa mungkin Cinta di culik, karena kan tidak mungkin jika tiba-tiba meninggalkannya begitu saja di sana


dengan mondar-mandir di depan teras kosan Cinta, Aagler mencoba menghubungi Cinta namun tak kujung di angkat


"kamu dimana Cinta...." gumamnya sungguh ia merasa sangat khawatir


deringan ponsel membuat Aagler segera mengangkatnya


"halo"


"......"


"aku akan kesana"


••••••


"halo...."ucap Yogi saat menerima si penelpon berharap ia bisa dapat pertolongan segera


"kamu terlalu naif Yogi Mahendra...lihatlah apa yang terjadi karena kelakuanmu itu...wanita hamil tengah tak berdaya di depanmu , karena ulahmu bisa jadi ia dan anaknya akan menyusul Valencia di surga sana" saut sang penelpon membuat Yogi diam membeku matanya bergerak liar kesana kemari mencoba mencari sosok penelpon itu.


"akan ku buat kamu menderita...tut" sambungan terputus dari pihak sana membuat Yogi masih diam membeku


"brengsek...jadi ini ulahnya" percikan amarah menguar dari kedua matanya, rahangnya mengeras menandakan ia tengah menahan emosi


"hei nak...apa yang terjadi dengan wanita itu" saut seseorang tiba-tiba membuat Yogi melihat siapa gerangan


"Tuan boleh saya minta tolong, tolong antar saya ke rumah sakit saya baru saja mengalami kecelakaan dan istri saya pingsan dan sepertinya sedang pendarahan" ucap Yogi cepat berharap lelaki peruh baya di depannya bisa menolongnya


"masuklah nak, cepat kita harus ke rumah dakit sebelum terjadi apa-apa"


selama perjalanan, Yogi hanya bisa menggenggam erat tangan Cinta sesekali tangannya terulur mengusap perut buncit Cinta. Jika tadi dapat ia rasakan tendangan dari dalam sana, kini sudah tidak ada dan itu makin membuatnya merasa terasa khawatir.


"Tuan bisa tolong lebih cepat lagi, saya sungguh khawatir" ucap Yogi


"iya nak"


sesampainya di rumah sakit, Yogi segera membopong Cinta masuk dan di sambut para oerawat di sana dan membawa Cinta menuju UGD


Yogi berjalan mondar-mandir di depan pintu yang tertutup rapat itu, sudah sejam Cinta di dalm sana dan belum ada tanda-tanda keluar


30 menit kemudian akhirnya pintu itu terbuka juga


"dok...dokter bagaimana keadaan istri saya" Yogi mencegah sang dokter menanyakan kondisi Cinta di dalam sana


"kondisi istri bapak sejauh ini baik-baik saja sekarang ini beliau masih dalam pengaruh obat mungkin sebentar lagi akan siuman"


"syukurlah....kalau kandungannya gimana dok, apakah anak saya baik-baik saja" tanya Yogi khawatir, syukurlah jika Cinta baik-baik saja tapi tidak menutup kungkinan dengan kandungannya apalagi ia melihat sendiri Cinta pendarahan


"kandungan istri bapak lemah akibat benturan yang dialamainya sehingga mengalami pendarahan walaupun masih tahap ringan, namun kami harus tetap memantaunya 24 jam ini setelah kami memberinya obat penguat kandungan. Berdoalah tuan semoga kanduangannya tidak kenapa-napa"


"terima kasih dokter"


"ya tuhan, selama ini aku belum meminta ini-itu padamu, aku mohon kali ini jabalah doaku. selamatkanlah bayi ku dan sembuhkanlah istriku, aku janji setelah ini aku akan meninggalaknnya agar mereka berdua bisa bahagia" harap Yogi yang kini menunduk membuat buliran air mata jatuh membasahi pipinya dan mengenai sepatunya