~Always Be With You~

~Always Be With You~
Cinta... istri yang tersakiti



Sejak saat itu Cinta berusaha cuek walau sebenarnya hatinya selalu sakit jika setiap saat Yogi pulang selalu saja menggandeng sosok kekasihnya itu


walau sakit hati ia harus bertahan, ia tak ingin seperti dulu melepaskan sesuatu yang tak seharusnya ia lepaskan dan untuk kali ini ia harus mempertahankan sesuatu yang harus ia pertahankan....Rumah Tangganya Yup RUMAH TANGGANYA


Cinta menata makan malam di atas meja kebetulan juga Yogi baru turun dari lantai atas. Dapat dilihat Cinta bahwa penampilan Yogi rapi sepertinya akan keluar


"Gi makan dulu, aku udah masak" entah keberapa kalinya Cinta mengatakan hal yang sama walau penolakan yang selalu di terimanya, tapi kali ini ia berharap dan sangat berharap untuk kali ini Yogi meng iyakannya


Yogi menatap sekilas makanan yang Cinta hidangkan diatas meja semuanya makanan kesukaannya.


Dengan langkah pelan Yogi menuju meja makan dan hal itu membuat senyum indah Cinta terbit di bibirnya, akhirnya masakannya tidak sia-sia setidaknya untuk ini malam


dengan telaten Cinta melayani Yogi kemudian duduk dikursinya untuk makan pula


tidak ada percakapan seperti dulu dimana Yogi selalu bercerita tentang harinya walau Cinta selalu melarangnya tetap saja Yogi ngeyel dan terus bercerita


di tengah mereka menyantap makan malam tiba-tiba Yogi memecah keheningan yang terjadi dan itu membuat nafsu dan kebahagian yang Cinta rasakan lenyap seketika


"aku akan menginap di apartemen Deby malam ini" ucap Yogi tiba-tiba membuat Cinta meletakkan sendok yang di pegangnya


Cinta menunduk meresapi rasa sakit yang muncul akibat ucapan Yogi itu


"*aku akan menginap di apartemen Deby malam ini" kata kata itu selalu terngiang telinga Cinta


apakah hubungan keduannya sudah sejauh itu pikir Cinta*


rasa sakit dihatinya bertambah berkali-kali lipat rasanya sebagai seorang istri ia tak dihargai. lamunannya buyar saat suara decitan kursi yang tergeser.


"Gi..... "panggil Cinta pelan membuat Yogi menoleh ke arahnya


"bisakah kamu nginep disini malam ini" pintanya lirih


"aku rindu kamu yang dulu Gi"lanjutnya lagi entah mengapa seolah-olah ada satu dorongan dalam dirinya yang sangat merindukan dekapan Yogi malam ini


dan balasan Yogi membuat harapan Cinta hancur seketika


"maaf, tapi Deby sedang menunggu ku" setelahnya Yogi berlalu meninggalkan Cinta yang kini berderai air mata.


Namun tak lama, Cinta mengejar Yogi yang kini berada di Teras depan


"Gii... kumohon" pinta cinta memelas


" masuklah Deby menungguku di luar " setelahnya Yogi berlalu meninggalkan cinta yang kini Luruh berderai air mata


Cinta yang menangis tak menyadari bahwa kini Aagler berdiri di sampingnya memberikan sapu tangan tepat di depan wajahnya.


" berdirilah Sudah cukup kamu menangisinya dia tidak pantas untuk ditangisi lagi"


Cinta yang mendengarnya berdiri dengan ekspresi murka


" kamu tidak tahu Aagler dan tidak akan pernah tahu. aku ini adalah seorang, istri mana yang tidak marah jika suaminya terang-terangan mengatakan bahwa ia ingin pergi dengan kekasinya dan menginap di tempatnya ha" marah Cinta yang kini meluapkan emosi yang dirasakannya ke Aagler


Sedangkan Aagler hanya pasrah saat Cinta memukuli tubuhnya itu.


"aku sakit Gler... sakit... hikss hikssss.... Aaaaaaaaaaaaaa" teriaknya menggema, Cinta tak peduli lagi jika orang-orang mendengar teriakannya itu.


"apa salahku Gler, apa kamu tahu tolong bilang ke aku apa salahku hikss aku janji akan memperbaikinya hiksss... hikssss" tangis Cinta pilu membuat Aagler tanpa sadar membawa Cinta dalam dekapannya


"tidak ada yang salah mungkin takdir sedang menguji keutuhan rumah tangga kalian" ucap Aagler pelan


"masuklah ganti pakaian mu, kita kerumah Angga"


"kenapa? " tanya Cinta sesegukan sembari menghapus air matanya


"dia yang meminta, bukannya sudah lama kalian tidak bertemu" ucap Aagler lagi, entahlah Cinta merasa tenang di dekatnya apalagi Aagler tak sedingin kemarin-kemarin


"aku begini saja, tunggu bentar akun kunci pintu dulu"


••••••••


Disisi lain.....


Yogi duduk termenung di sebuah kafe di deoannya kini duduk wanita cantik bernama deby


"kapan ini berakhir Gi, aku tidak mau begini terus. Aku tidak ingin di cap pelakor karena merebut kamu dari istri mu" ucap Deby membuat Yogi kini menatapnya


"berikan aku waktu" balas Yogi sembari menggenggam erat jemari Deby


"aku ingin secepatnya gi" balas Deby melepaskan genggaman tangan Yogi itu