~Always Be With You~

~Always Be With You~
Aku Di Temukan Lagi ( Yogi )



"sepertinya tak ada yang perlu di jelaskan, aku pergi karena tak ingin menyusahkan mu terlalu lama" jawab Cinta


"apa karena mommy ku"


deg


Cinta terlonjak kaget, sebenarnya bukan karena mommy Raga melainkan ia tak ingin menjadi duri yang akan menganggu hubungan Raga dengan calon istrinya. begini saja Cinta sudah tidak enak hati saat Raga kembali menemuinya


apa tempat ini kurang jauh sehingga Raga bisa menemukannya, semoga saja calon istrinya Raga tidak mengetahui tentang pertemuan ini, jika iya sungguh ia tidak tau  ingin menjelaskan seperti apa


dan satu lagi yang di harapkannya semoga Raga tidak pernah mengunjunginya lagi jika perlu setelah ini ia akan pergi jauh lagi


"tidak, bukan karena itu hanya saja aku sadar aku bukan tanggung jawabmu dan diantara kita tidak ada hubungan apa-apa jadi kumohon mengertilah!" balas Cinta walau sakit tapi ini yang terbaik, menurutnya Raga pantas bahagia tak perlu ikut terlibat dalam masalah yang di hadapinya. cukup fokus akan masa depannya saja


Raga diam, benar apa yang dikatakan Cinta saat ini mereka bukan siapa-siapa dan tanpa hubungan apa-apa..tapi


"tidak" sanggah Raga


"mulai hari ini, jam, menit dan detik ini kamu ingat baik-baik bahwa mulai sekarang kamu adalah tanggung jawabku sampai semuanya menjadi jelas"lanjutnya lagi


Cinta tercengang atas pernyataan Raga ini, dia tidak menyangka Raga akan mengambil beban seberat ini untuknya


"jangan, tidak aku tidak mau" bantah Cinta membuat Raga mengernyir melihatnya


"kenapa" tanya Raga


"aku tidak mau, tidak. kamu tidak berhak dan selamanya tidak berhak" sejenak Cinta menghelak nafas memejamkan matanya mencoba menenangkan hatinya


"Raga dengerkan aku, sekarang kita beda bukan dua orang yang sebebas dulu. aku sudah menikah dan sampai sekarang masih berstatus seorang istri tentunya tanggung jawabku itu masih milik suamiku dan kamu..."


"kamu juga harus bisa menitih masa depan mu Raga, sampai kapan kamu akan tetap menyendiri seperti ini? bukannya kamu sudah punya calon istri dan sepertinya dia cantik dan juga baik" lanjut Cinta lagi. jangan tanya bagaimana hatinya tentunya sakit dan pedih ternyata hatinya sangat mengkhianatinya disaat mulutnya tegar mengatakan itu namun hatinya harus menahan pedih dan sakit


"calon istri" ucap Raga pelan


"hmm calon istri, sampai kapan kamu akan menjomblo terus? jangan sia-siakan wajah tampanmu itu" balas Cinta sedikit bercanda


"lagi pula kamu tidak perlu sampai segitunya karena ada seseorang yang sudah di tugaskan dan aku percaya untuk menanggung itu" lanjit Cinta lagi membuat Raga menatap tajam ke arahnya namun Cinta tidak melihatnya


"apa lelaki tadi" tanya Raga merujuk pada Varen


"Varen"


"hmm.."


"bukan, hubungan kami tak sedekat itu. yang kumaksud adalah pengawal yang sudah ku anggap teman dia Aagler" balas Cinta berbinar dan dapat Raga melihat itu


"apa segitu bahagianya kamu dengan dia Cinta" tanya Raga membuat Cinta melihat ke arahnya


"hmm aku bahagia, dia baik dan juga selalu ada untukku dan dia juga temanku"


"apa aku tidak bisa menjadi temanmu, apakah aku tidak bisa seperti dirinya itu"


"tentu kalian dua orang yang berbeda Raga dan tidak bisa di samakan. lain kali aku akan memperkenalkan kalian jika ada waktu"


"hufffff....." Raga menghelak nafas sejenak kemudian berdiri dan membelakangi Cinta yang masih duduk mendongak melihatnya


"aku tidak akan menikah sebelum yang kuinginkan bisa ku dapatkan  dan kupastika bahwa hanya aku yang selalu ada buat kamu kedepannya" setelah berucap seperti itu Raga berlalu tanpa menoleh lagi


Cinta menatap nanar Raga yang telah pergi, rasanya sungguh sesak mendengar itu dia tahu apa maksudnya itu dan bertekad tak akan memberi celah bagi Raga untuk masuk lagi dalam hatinya walau nyatanya namanya masih ada disana


••••••


Hari ini Aagler kebetulan datang menemui Cinta, sejak pertemuan itu baru kali ini dia datang lagi karena kebetulan ia mempunyai urusan yang mesti ia tuntaskan.


"Gler" ucap Cinta terkejut saat mendapati yang mengetuk pintu kosannya adalah Aagler


"makasih, masuklah"


Aaglee memilih duduk selonjoran melihat Cinta yang kini tengah menyantap bubur ayam yang di belinya tadi


"aku kesini ingin mengajakmu keluar sekedar jalan-jalan gimana"


"oke juga"


Selesai sarapan, sesuai ucapannya tadi, kini Cinta dan Aagler berjalan santai sekitaran tempat tinggal Cinta dan kebetulan di depan sana ada sebuah taman bermain kanak-kanak


"duduklah aku akan kembali sebentar lagi"


"mau kemana"


"beli minuman" setelahnya Aagler berlalu


Cinta duduk termenung memandang anak-anak yang bermain dengan riang di sana. Tangannya terangkat mengelus perutnya yang buncit


"sebentar lagi kamu juga akan bisa bermain seperti mereka sayang, yang sehat-sehat yaa" ucapnya tersenyum rasanya sudah tidak sabar menimang sang buah hati


"Cinta" panggil seseorang membuatnya mendongak


deg


sosok itu duduk di samping Cinta pandangannya kini beralih pada perut buncit Cinta


"bagaimana kabarnya" tanya sosok itu sendu, namun Cinta tak kunjung menjawab


"boleh aku menyentuhnya" Cinta reflek memegang perutnya seolah tak mengijinkan sosok itu menyentuh perutnya


mendapat penolakan membuat mata sosok itu berkaca-kaca


"buat apa kamu menemuiku...Yogi"


Yogi diam tak ingin menjawab


"ikut aku" Yogi menarik tangan Cinta menuju mobil yang diparkirnya tak jauh disana


"tidak, lepaskan aku" berontak Cinta namun tak di hiraukan oleh Yogi


"Aagler...Aagler" panggil Cinta namun yang dipanggil tak kunjung datang


Yogi memasukkan Cinta di dalam mobilnya kemudian menyusulnya masuk. Yogi menuju tempat penginapannya selama disini.


sesampainya di hotel...


Cinta hanya diam duduk di atas sofa tak memperdulikan Yogi yang duduk di sampingnya. hanya kehening melanda mereka berdua


"boleh aku menyentuhnya" ucap Yogi lagi, namun tak di gubris oleh Cinta dan Yogi mengartikan diamnya Cinta adalah Iya


tangan besarnya perlahan menyentuh perut buncit Cinta dan dapat dirasakannya bagaimana calon anaknya itu bergerak aktif didalam sana rasanya sungguh bahagia akhirnya 6 bulan ini harapannya bisa tersampaikan juga. bukannya Yogi tidak tahu dan tinggal diam saat mengetahui Cinta mengadung anaknya karena Cinta sengaja menyimpan sebuah tespack untuk dirinya sebelum pergi meninggalkannya


"kenapa?" tanya Cinta yang masih mengalihkan pandangannya kearah lain, bohong jika saat ini ia tak merasakan kenyamanan saat Yogi mengelus perutnya, angan yang hanya dianggap angan akhirnya terwujud juga buktinya sang buah sangat bergerak aktif di dalam sana


"kenapa? kenapa kamu harus kesini" tanya Cinta lirih namun masih dapat di dengar Yogi


Tanpa melepaskan elusannya Yogi mengadah menatap Cinta


"maaf"


"maaf..." ulang Cinta dan kini ia bersitatap dengan Yogi. Jika Cinta menatap penuh amarah pada Yogi berbeda dengan Yogi yang menatap penuh sendu padanya


"katakan padaku, apakah aku termasuk wanita baik yang akan selalu memaafkan setiap kesalahanmu atau aku termasuk wanita bodoh yang selalu memaafkan lelaki brengsek seperti mu ini Yogi? katakan!"