~Always Be With You~

~Always Be With You~
Cinta dan Angga



Hari berlalu sebagaimana mestinya tanpa menghiraukan ada seseorang yang tak ingin ia berlalu begitu cepat


besok adalah hari terakhir Angga di Canada sebelum kembali ke Indonesia dengan penerbangan sore hari


tak ingin menyia-nyiakan waktu yang semakin mepet itu seperti biasa Cinta merengek ke Angga agar di ajak jalan-jalan sepuasnya


"kak Angga izin ke Yogi yah kita jalan-jalan"


"kenapa harus aku yang mau jalan-jalan kan kamu"


"yaaa...takutnya Yogi nggak izinin"


"kalau takut sekalian nggak usah aja"


"ayolah kak kita ke mall sekalian cari oleh-oleh buat Raina ama ibunya kak Angga"


"tapi aku lagi malas ke mall sweety lagian mereka juga nggak butuh kok yang namanya oleh-oleh"


tak habis akal Cinta segera mencari hpnya setelah dapat tanpa pikir panjang ia segera menghubungi Yogi


tut...


tut...


tut....


"halo"


"ini kak aku sudah telpon Yogi sekarang kakak yang bicara" bisik Cinta


"astaga nih anak.."


"halo..Cinta..halo"


"cepetan kak keburu mati"


dengan pasrah Angga menjawab sambungan telepon tersebut


"halo Gi"


"loh Ngga kok loh yang ngomong"


"emm..ini apa..gue mau keluar bentar jalan-jalan mau cari oleh-oleh buat emak gue dikampung"


"terus hubungannya dengan gue apa terus hpnya Cinta kok ama elo"


"ini..apa..hp gue lowbat dan Cinta minta ikut mau bantu nyari katanya" ucap Angga sambil melirik Cinta yang sedang memberikan 2 jempol kepadanya


"terus"


"loe ngizinin nggak dia ikut"


"emangnya perlu banget yaa"


"nggak juga sih tapi Cintanya yang ngotot buat nyari" dan seketika mendapat tabokan dari Cinta


"yaudah deh..tapi sebelum itu loe kesini gue mau lihat Cinta sebelum loe bawa bagaimana bentukannya pergi dan harus seperti itu juga ketika pulang.."


"oke.."


tut...


"gimana kak diijinin nggak"


"hmm" jawab Angga lesu pasalnya hal yang paling di benci yaitu jalan-jalan ke mall berbeda dengan Angga yang lesu dengan semangat 45 Cinta sangat bahagia


"aku ganti baju dulu yaa kak jangan kemana-mana" ucap Cinta sebelum beranjak pergi bagaimana tidak 2 hari yang lalu Cinta mengajak Angga untuk ke supermarket terdekat tapi sialnya Angga malah kabur saat Cinta tengah ganti baju


"iya bawel" jawab Angga sambil merebahkan tubuhnya sejenak sebelum sangat lelah nantinya


seketika ia teringat bahwa mobilnya belum ia panaskan mesinnya dengan langkah gontai ia menuju bagasi untuk memanaskan mesin mobilnya


sedangkan Cinta setelah menghabiskan waktu kurang dari 15 menit ia keluar kamar menuju ruang tamu tapi netranya tak mendapati sosok Angga


"KAK ANGGA..."teriak Cinta


"ih..nyebelin aku ditinggal KAK ANGGA"teriaknya lagi


sedangkan Angga yang ada di bagasi tidak mendengar teriakan Cinta karena ia dengan tenang duduk di dalam mobil sambil mendengatkan lagu dari hp yang ia sambungkan ke radio mobil


30 menit menunggu belum juga ada tanda-tanda Cinta keluar dan itu membuat ia sedikit bingung


"apa Cinta nggak jadi perginya yaa..kalau iya wahh bagus dong" batinnya penuh gembira


dengan cepat Angga mengeluarkan mobilnya dari bagasi setelah terparkir di depan rumah ia segera beranjak masuk mencari Cinta


"loh itu anak mana sih"


"Cinta" panggilnya


"masa iya masih dikamar lama banget ganti baju doang" dengan langkah panjang ia menuju ke kamar Cinta


tok..


tok..


sedangkan Cinta yang ada di dalam kamar menutup diri dengan selimut tebal sambil menangis karena menggap Angga tega meninggalkannya lagi disaat ia sudah siap untuk pergi


"Cinta..udah belum jadi nggak nih"


mendengar namanya dipanggil seketika Cinta bangun menuju pintu dan membukanya


ceklek


"kak Angga dari mana aja sih tega banget ama Cinta hiks..sruttt" ucap Cinta tersedu-sedu sambil menghalau cairan bening di hidungnya


"loh apaansih emangnya aku harus kemana bukannya kita mau pergi"


"yaa tadi aku nyariin tapi nggak ada kirain kak Angga ninggalin Cinta" masih tersedu-sedu sambil mengusap kasar air mata dipipinya


"aku di bagasi manasin mesin mobil sweety...ya ampun" ucap Angga sambil menepuk jidatnya sendiri


"yaudah cepetan jadi pergi nggak kalau nggak yaudah aku kekamar mau bobo"ucap Angga bercanda dan seketika mendapat cubitan panas di perutnya


"aww...sakit" cicitnya


"ya jadilah orang udah cantik gini masa nggak jadi"


"cantik apaan rambut kusut, make up luntur" jawab Angga pasalnya memang rambut Cinta kedikit kusut dan make upnya sedikit luntur ditambah mata yang sembab akibat menangis tadi soal baju yaa oke nggak ada masalah seperti biasa dress bawah lutut dan lengan sepanjang siku warna biru


"biarin yang penting tetep cantik..."


.............Rz..............


beberapa saat kemudian Angga dan Cinta telah sampai di kantor Yogi


ceklek


"Gi" panggil Angga seketika Yogi menoleh kearah sumber suara


"gue kira nggak jadi"


"tadi ada drama dikit" jawab Angga dan berhasil dapat tabokan dari Cinta


"Yogi ini makan siang buat kamu jangan lupa dimakan yaa" ucap Cinta seraya memberikan tentengan yang dibawanya


"jangan pergi lama-lama dan loe Ngga inget bini orang loe bawa nggak boleh ada lecet"


"ck...yaudah kita pergi dulu"


"hati-hati inget sebelum jam 7 udah harus pulang" ucap Yogi setelah itu memberikan satu kecupan singkat da kening Cinta dan Angga dan Cinta berlalu pergi, sepeninggal mereka berdua tak lama Aagler masuk seraya membawa beberapa berkas


"selamat siang pak"


"ya"


"ini ada beberapa berkas yang harus bapak periksa"


"simpan saja disitu Gler dan kamu duduk disini kita makan siang bersama tadi istri ku bawa makanan lumayan banyak"


"nggak usah pak terima kasih" tolaknya secara halus


"ayolah ini perintah bukan permintaan" dan mau tak mau Aagler makan siang bersama Yogi walaupun kecanggungan melandanya


Di Sisi lain....


seperti yang sudah diprediksinya bahwa ke mall adalah sesuatu yang sangat membosankan bagi Angga mau tak mau suka tak suka kakinya selalu melangkah mengikuti langkah kaki pendek dari Cinta kesanalah kesinilah


"huffff...sangat melelahkan apakah kaki pendeknya itu tidak lelah dari tadi jalan mulu ingin kupotong rasanya" gerutu Angga dalam batin


"kak Angga punya uang nggak"


"yaiyalah kamu pikir uang aku kemana selama aku kerja"


"hihihi..yaudah harus ini kita habiskan"


dan benar saja Cinta membeli beberapa barang yang cocok dijadikan oleh-oleh yang pas buat Raina adik Angga dan ibunya


tak lupa juga buat dia sendiri, sebenarnya Cinta tidak matre dan boros hanya saja ia suka menghabiskan uang dari Angga untuk membeli baju dan sepatu suka katanya apalagi sampai sekarang Angga belum mempunyai pasangan nah...sebelum itu lebih baik buat dia aja katanya


"udahan sweety udah banyak nih"


"yaaa...padahal itu masih kurang"


"apa masih kurang yang bener aja setiap jariku ada dua kantong dan semuanya penuh dan kamu bilang masih kurang"


Cinta hanya menjawab dengan anggukan kepalanya dengan polos


"nggak ada protes kita makan sekarang" dengan langkah gontai Cinta mengikuti langkah panjang Angga


"kalau tau begini repotnya lebih baik tadi gue ajak Aagler aja" gerutu Angga


sesampainya diresto terdekat Angga dan Cinta makan dengan lahap, tenaga mereka terkuras habis terutama bagi Angga bahkan ia sampai nambah saking lelahnya