~Always Be With You~

~Always Be With You~
Sakit yang sama dan perubahan Yogi



*deg...


"Raga" batinnya*


Entah mengapa setiap nama itu terucap selalu saja membuat hatinya teriris...


PERIH, SAKIT, tentu saja rasa itu selalu muncul kepermukaan, di saat ia berusaha mati-matian agar rasa itu terkubur dalam hatinya entah mengapa begitu mudahnya muncul kembali....miris sekali cintanya ini cih!


"iya mang..makasih, kalau begitu saya masuk dulu mang" jawabnya kemudian berbalik melanjutkan langkahnya yang tiba-tiba lesu itu


sesampainya di kamar


Cinta kembali termenung duduk di balkon kamarnya menatap langit indah diatas sana yang bertabur bintang. sangat damai...


pikirannya melanglang buana seolah menariknya kembali bernostalgia ke masa lalu.


dari wajah cantiknya terkadang terlihat senyuman kemudian tertawa dalam tangis , lama-kelamaan berubah jadi isakan yang memilukan


cukup lama ia larut dalam tangisnya, Cinta hanya mampu menunduk menggenggam erat sebuah foto yang di dekap dalam dadanya kemudian menengadah menatap langit malam bertabur bintang


angin lembut menerbangkan surai panjangnya membuatnya sesekali harus merapihkan rambut yang menghalangi pandangannya menatap langit


"kenapa rasanya masih sama...rasanya masih sakit" ucapnya lirih kembali menunduk kemudian menengadah lagi, ada seulas senyum dari wajah sembabnya


"apakah ini masih hukuman bagiku"


"menyia-nyiakan orang yang tulus mencintaiku" ucapnya lirih


Tanpa Cinta sadari sepasang mata elang berubah teduh menatanya dari jauh


merasa sudah cukup mengaduh jeluh kesah lada yang kuasa, barulah Cinta masuk kedalam, namun mata sembabnya menangkap sosok yang berdiri tak jauh dari rumahnya, hanya saja gelapnya malam serta lampu jalan yang tamaran membuat ia tak mengenali sosok disana


sedangkan sosok yang berdiri disana menyadari bahwa saat ini Cinta melohatnya, namun ia tak beranjak sedikitpun biarkan wanita itu melihat ia sepuasnya


disisi lain Cinta yang masih berusaha menajamkan penglihatannya, namun tetap saja ia tak dapat mengetahui siapakah sosok itu. Tak ingin ambil pusiing ia kembali masuk dan menutup pintu rapat


dan disisi lain, tepatnya sosok yang berdiri itu masih belum beranjak dari tempatnya.


Ia masih berdiri termenung menatap kosong balkon itu, dengan langkah pelan ia mendekati tembok kokoh yang tak terlalu tinggi itu ingin rasanya ia melomoat melewati tembok ini menuju balkon atas sana, masuk kedalam dan memeluk sosok wanita yabg masih bertahta sempurna dihatinya


merasa sudah cukup lama berdiam diri, akhirnya sosok itu pergi hilang di gelapnya malam.


Cinta yang baru saja merebahkan tubuh lelahnya dikagetkan oleh deringan ponselnya


"Yogi" gumamnya buru-buru ia mengangkatnya


"halo" ucapnya


"halo..ganggu yaa"


"nggak kok.."


"aku kira ngeganggu...gimana kabar ibu"


"syukurlah ibu baik katanya ia hanya kelelahan saja"


"dimana"


"masih dikantor sebentar lagi mau pulang"


"jangan terlalu lelah Gi nanti kamu sakit"


"iya..makasih perhatiannya. Hari ini kamu ngapain aja"


"nggak ngapa-ngapain saat sampai langsung istirahat doang"


"hmm..."


"Gi..."


"hmm..apa"


"boleh aku nanya sesuatu" tanya Cinta ragu


"apa"


"kamu kenapa Gi" akhirnya pertanyaan itu terlontar juga dari mulut Cinta


sejenak tak ada sahutan dari seberang sana


"kenapa apanya" tanya Yogi balik


"kamu berubah Gi" jawab Cinta sendu


"huffff..."hanya terdengar helaan nafas panjang dari sana


"kamu tau terkadang aku bingun dengan dirimu yang terkadang berubah-ubah, kadang kamu baik ,perhatian sama aku Hi, namun terkadang kamu juga jahat..hikss" keluh kesah Cinta kini terucap juga, Cinta yang memang masih sedih kini bertambah sedih


"maaf..."


"kamu kenapa...apa kamu tau terkadang aku bingun apakah kamu Yogi yang dulu aku kenal atau tidak, aku bingung menanggapi mu Gi...kamu kenapa" tanya Cinta pilu


"maaf.."


"kenapa"


"ada saatnya kamu akan tahu Cinta dan mungkin disaat itu datang kamu akan mengerti semuanya"


"aku butuh penjelasanmu Gi"


"tidak sekarang...pulang lah aku janji akan menceritakannya..sudahlah pasti disana sudah larut malam, tidurlah..bye" tut..tut


setelah sambungan terputus, Yogi kembali menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya


"aku sadar aku salah, kuharap kamu bisa mengerti Cinta..maaf aku janji aku akan menceritakannya"


"pulanglah sweety aku rindu" lirihnya