
Bergegas Cinta mengambil tespack itu dan mengamati kembali apa benar disana tertera jelas 2 garis atau hanya sekedar hayalannya saja
dan hasilnya tetap sama, 2 garis merah
kini tangis haru dan pilu terdengar nyaring dalam kamar mandi tempatnya, ia tak peduli jika suaranya terdengar sampai di luar sekali lagi ia tak peduli.
ia hanya ingin menangis meraung mengeluarkan semua sesak yang menghimpit dadanya, rasanya sangat sakit. Sungguh!
disaat seperti ini seharusnya ia bersuka cinta dengan Yogi karena sebentar lagi sosok mungil hadir diantara mereka, sebentar lagi akan ada yang memanggilnya mommy dan daddy
Di sela tangisnya, Cinta mengelus lembut perutnya tak menyangka didalam sana kini bersemayam sosok mungil buah cintanya bersama Yogi. Rasanya seperti mimpi
"kuatkan mommy sayang bantu mommy agar ayahmu kembali lagi sama kita... hmmm" ucapnya mengajak sang calon anak di dalam sana
••••••
Cinta duduk gelisah menunggu Yogi di ruang tamu. Ia ingin menyampaikan kabar gembira ini dan berharap hubungannya segera membaik dan kelak akan menjadi keluarga bahagia di kemudian hari
tunggu... apakah sejauh ini ia telah melupakan masa lalunya itu. Apa benar?
Cinta merenung sambil mengelus perut datarnya, entahlah apa yang di pikirkannya kini
ceklek
Cinta mengalihkan atensinya ke arah pintu, raut bahagia terpatri di wajahnya namun kembali murung jika yang di tunggunya kini merangkul mesra sosok wanita cantik di sampingnya... Deby
"Gi... " panggil Cinta membuat Yogi yang tengah asyik bercengkrama dengan Deby mengalihkan atensinya ke Cinta
"boleh aku ngomong sesuatu" pintanya berharap Yogi mengabulkan keinginannya itu
"sayang aku tinggal bentar yaa, kamu duduk dulu tunggu aku! " kecupan lembut mendarat di kening Deby membuat wanita itu tersenyum senang
sedangkan Cinta memandang sendu pemandangan itu
Cinta mengikuti langkah Yogi menuju ruang kerja, setelahnya ia berdiri di belakan Yogi yang memunggunginya
"sebelum kamu ngomong sesuatu. aku ingin membicarakan hal serius padamu" ucap Yogi masih dengan posisinya membuat Cinta menutup kembali mulutnya yang sempat terbuka itu
"aku akan menikah dengan Deby karena dia sekarang mengandung anakku" ucap Yogi tegas
deg
Cinta diam mematung dengan mata berkaca-kaca, memandang nanar Yogi yang berdiri kokoh di depannya itu.
"apa maksudnya ini Gi, kamu bercanda kan.. Gi" panggil Cinta tak terasa kini air matanya luruh dipipinya
"sudah jelaskan bahwa sebentar lagi aku akan menikah dengan Deby, entah itu dengan izinmu atau tidak aku akan tetap menikahinya"
"Gi... "panggil Cinta lirih
"apa salahku besar banget yaa sampe-sampe kamu kek gini tapi aku nggak tahu Gi salahku dimana, aku bingung hikss.. hikss" ucap Cinta lirih rasanya sangat sesak seolah-olah ruangan ini tak cukup oksigen
"apa kamu bohong yaa katanya cinta tapi enggak hikss ( sesaat Cinta menghirup udara sebanyaknya rasanya sangat sesak ) kamu kan udah janji tetep di samping aku Gi, kita sama-sama membina rumah tangga yang bahagia. Tapi... " Cinta menangis meraung dan pilu tak menyangka pagi tadi ia mendapat kabar gembira dan sekarang malam ini ia dapat kabar duka. rasanya dauble kill !
"sekarang kamu mau nikah lagi, apa kamu tidak memikirkan perasaan aku Gi"
diam... Yogi hanya diam
"NGOMONG...KAMU NGOMONG GI JANGAN DIAM AJA" pekik Cinta
"KAMU JAHAT... JAHAT.. JAHAT" setelahnya Cinta keluar menuju kamarnya
Cinta luruh jatuh ke lantai bersandar di belakang pintu kamarnya
"ya tuhan... hiks... hiksss..... sayang kuat kan mommy.. hikss" Cinta memeluk perutnya mencari penguat pada janinnya dalam sana
disaat ia sudah berhasil melupakan masa lalu yang dulu menghimpitnya tapi sekarang apa... luka baru kembali tertoreh sekarang
Cinta masih menangis disana, cukup lama hingga ia bergegas beranjak dari duduknya
••••••
Raga baru saja pulang kantor kini ia berada dalam perjalanan menuju kerumahnya. Sedari tadi sang mommy menelponnya untuk segera pulang agar mereka bisa makan malam bersama.
padahal niatnya ingin kesuatu tempat dulu baru ia pulang, tapi apalah daya panggilan negara mengharuskannya pulang
Raga mengumpat saar mobilnya tiba-tiba mogok untung saja ia berada di jalan yang tidak terlalu ramai pengendara
"sial... "kesalnya sembari memuku stir mobilnya
"halo... mommy sepertinya aku nggak bisa pulang tepat waktu, mobilku mogok"
"....."
"nggak usah mom, aku telepon montir aja"
"...."
"iya mom, maaf yaa"
setelahnya Raga menghubungi montir untuk segera datang ketempatnya.
merasa jenuh Raga keluar dari dalam mobilnya, melihat keseliling berada dimana ia sekarang. Tak jauh dari tempatnya berdiri ternyata ada sebuah taman dan Raga melangkahkan kakinya menuju kesana
"ternyata masih ramai" gumamnya sambil mencari tempat duduk yang bisa ia duduki
netranya berhenti pada satu sosok yang duduk tak jauh darinya, entah mengapa kakinya merasa ringan melangkah mendekat hingga kini ia berdiri teoat disamping sosok itu
"apa aku boleh duduk disini" ucapnya membuat sosok itu mendongak melihat pria yang berdiri didekatnya
deg