~Always Be With You~

~Always Be With You~
Angga Ajak Jalan



Sore harinya, Aagler dan Cinta sudah akan bertolak kembali ke Jakarta. Dimana Agga sudah mewanti-wanti kedatangannya, bahkan sempat mengancam akan menjemput mereka berdua jika tak segera ke Jakarta.


"ayah, bu ..Cinta pamit...doain ya semoga perjalanannya lancar tanpa hambatan" ucap Cinta seraya memeluk kedua orang tuannya., masih ada ketidak relaan jika harus berpisah lagi setelah sekian lama tak bertemu...ya walaupun teknologi udah maju tapi tak terlalu manjur mengurai rindu jika kulit tak saling bersentuhan.


"iya sayang. yang baik ya disana...salam ama Yogi" ucap Ayah


"iya Yah" jawabnya sambil mengangguk


"berbahagialah sayang...semoga kebahagian selalu menyertai mu" ucap sang Ibu sambil mengusap pipi Cinta lembut penih kasih sayang


"amin bu..."


"kami pamit yaa...jangan lupa jaga kesehatan" ucapnya lagi setelah itu menuju mobil yang fimana Aagler sudah menunggunya


Selama perjalanan hanya ada keheningan, TIDAK....lebih tepatnya KECANGGUNGAN yang di rasakan Cinta saat ini


sejak pengakuan Aagler waktu itu walaupun menurut Cinta sekedar membuat, tapi entah mengapa ada sesuatu yang membuat ia sedikit risih akan Aagler saat ini


sedangkan Aagler....?


Yap..Tanpa dosannya wajah datar yang tersembunyi di balik masker sangat menyebalkan bagi Cinta saat ini.


"kenapa" tanyanya tanpa membuka mata sedangkan lengannya diatas dahi


"what..cenayang kah" batin Cinta heran


"punya mata berapa" tanyanya bodoh


"banyak" jawab Aagler acuh tanpa mengubah posisinya


"cih..dasar menyebalkan"


"kenapa disaat dia cerewet gini kesannya menyebalkan yaa pengen cekik rasanya" gerutu Cinta dalam hati


hening kembali menyelimuti ...


tiba-tiba....


deringan ponsel membuat Cinta terkejut saat dia akan terbuai dalam mimpi


"astaga" ucapnya sambil mengelus dada


"Yogi" lirihnya saat melihat siapa yang menghubunginya


"halo"


"halo...dimana" tanya Yogi di seberang sana


"di mobil...maubalik ke jakarta"


"ngapain ke Jakarta...kenapa nggak terbang langsung aja dari Bandung" tanya Yogi heran


"kak Angganya nyuruh ke Jakarta dulu nanti terbangnya dari sana aja katanya"


"ck ...dasar si Angga" gerutu Yogi yang mana membuat Cinta terkekeh geli


"ngapain"tanya Cinta basa-basi, ada kalanya dia sangat menginginkan ber bincang lama dengan Yogi


"baru pulang kantor...sekarang mau mandi"


"yaudah mandi gih...dah malem"


"nanti aja..baru juga duduk"


"udah makan"


"iya udah..bibi tadi buatain opor ayam"


"syukurlah...."


"sama siapa"


"Aagler" jawab Cinta sedangkan Aagler masih dalam posisinya menutup mata


"aku rindu Cinta" ucap Yogi


Dari suaranya Cinta dapat merasakan ketulusan mendalam disana, tapi kenapa Yogi kadang berubah dalam sikap, prilaku, dan ucapannya


"kenapa besok lama banget yaa"


"hahahaha...kok ngomongnya gitu sih"


lama mereka saling bersenda gurau membuat Cinta melupakan Aagler yang kini melihat ke arahnya


"yasudah kamu mandi gih..takutnya kemaleman kan nggak baik buat kesehatan" ucap Cinta yang ingin menyudahi obrolannya


setelahnya......


"apa"tanya Cinta ketus ke Aagler, sedangkan Aagler tqk menjawab hanya membuang muka saja.


3 jam perjalan, tak terasa di lewati. Akhirnya mereka sampai juga di tempat Angga lagi


"lelah ya..masuk gih istirahat di dalam" ucap Angga menyambutnya di lobi bawah


"iya kak..."jawab Cinta


"Ngga aku balik ya" pamit Aagler


"iya"


Malam harinya.....


"Sweety cepetan" teriak Angga di balik pintu kamarnya


"ihh bentar..kan tadi udah bilang Cinta nggak mau masih capek" balas Cinta tak kalah kerasnya


"5 menit lagi..aku tunggu di depan" setelah itu Angga pergi


"kak ikut" rengek Raina


"hmmm...gimana ya" balas Angga sedikit memikirkan


"okey tunggu bentar" ucap Raina setelah itu lari terbirit-birit menuju kamarnya


"astaga anak itu"lirih Angga sambil menggelengkan kepalanya


"mau kemana Ngga" tanya Bunda Mila dari arah dapur


"mau jalan-jalan bu ama Cinta dan Raina" jawab Angga


"oh....."


tak berapa lama keluarlah Cinta dengan muka cemberutnya berbanding terbalik dengan Raina dengan wajah senangnya


"ganti bajunya dek" ucap Angga yang tak suka dengan penampilan sang adik yang sedikit menonjol


"apaan sih kak..ini trend tau" jawab Raina


"nggak..ganti nggak kalo nggak yaudah kamu nggak ikut" ucap Angga yang tak suka dengan penampilan Raina


bagaimana tidak bajunya ketat dan pendek sampai-sampai tak menutupi pusarnya, di tambah lagi celana yqng ketat dengan aksen robek-robek nya membuat darahnya seketika mendidih


"issss....bunda"rengek Raina ke Bunda Mika


"bener yang dibilang kakak mu..ganti bajumu nggak enak banget dilihatnya" ucap Bunda


"dasar kakak norak" kesal Raina kemudian berlalri menuju kamarnya


"bun...baju-baju yang kek gitu tolong dibuang bun" ucap Angga ke Bundanya


"namanya juga anak jaman now..ya wajarlah"sahut Cinta yang masih setia dengan wajah cemberutnya


"makanya banyak yang rusak" cibir Angga


setelahnya Raina kembali keluar dengan penampilan yang baru


"ya gitu dong kan lihatnya enak..nggak kek tadi cabe-cabean"ucap Angga


"kuno" balas Raina


"udah-udah pergi gih nanti kemaleman lagi"ucap Bunda Mila melerai


dan akhirnya Angga, Cinta dan Raina pergi