~Always Be With You~

~Always Be With You~
Kepanikan yang bikin Malu



malam kian larut membawa ketiga penghuni ruangan itu terlelap menggapai mimpi masing-masing


jam menunjukkan pukul 3 dini hari


samar-samar terdengar suara rintihan seseorang yang sedang menahan sesuatu


"arrgh sakit...aduhh sakit"


merasa sedikit terusik akan suara itu Angga perlahan membuka matanya secara paksa saat kesadarannya sudah sedikit kembali dilihatnya kanan kiri mendapati Yogi yang masih tertidur pulas dengan lengan menekuk menutupi matanya


Angga memperbaiki posisi yang semula tengkurap menjadi duduk bersandar di sofa ,sambil mengucek-ngucek matanya sesekali melihat Yogi dan pandangannya beralih ke tempat Cinta


saat melihat Cinta sesaat tak ada yang mencurigakan hingga ia kembali mendengar samar-samar suara rintihan itu lagi


karena merasa penasaran Angga beranjak dari tempatnya melangkahkan kaki jenjangnya untuk mengecek di luar ruangan Cinta tapi ia tak mendapati sesuatu yang mencurigakan


ditutupnya kembali pintu dan melangkah mendekati Cinta niat hati ingin memeriksa apakah Cinta baik-baik saja malah bertimbal balik saat ia semakin mendekati Cinta


dilihatnya Cinta tengah meringkuk seperti bayi dengan selimut tebal yang menutupi seluruh tubuhnya hingga ke kepala


Angga pun sontak menyibak selimut Cinta agar Cinta tidak kekurangan oksigen saat selimut itu sudah tersingkap hingga kepala Cinta terlihat betapa terkejutnya Angga saat melihat Cinta tengah menangis dan merintih


begitupun dengan Cinta, ia sangat terkejut melihat Angga berdiri tepat disampingnya


"Cinta"


"Kak Angga" ucap mereka bebarengan


"kamu kenapa"


sedangkan Cinta tidak menjawab pertanyaan yang dilontarkan Angga kepadanya


ia hanya menundukkan kepala hingga sebagian rambut menutupi wajahnya dengan posisi masih meringkuk


tak mendapati respon Angga bertanya kembali


"heyy kamu kenapa sweety"


"itu....aduhh...sakit...hmmm" ucap Cinta tak karuan karena ia sedang menahan sakit di perutnya


mendengar Cinta mengeluh kesakitan seketika Angga menjadi panik


"heyy...apa yang sakit Cinta" ucapnya khawatir sambil menyingkap selimut yang masih membaluti tubuh Cinta


sedangkan dibalik selimut itu Cinta sedang meremas gemas perutnya yang rasanya sakit hingga ia merintih


saat selimut tebal itu tersingkap hingga ke perut mata Angga melihat Cinta tengan memegang perutnya sambil merintih


"perut kamu kenapa Cinta...sakit...mules..atau lapar" tanya Angga


"kak sekarang tanggal berapa sih"


mendengar pertanyaan yang dijawab pertanyaan balik oleh Cinta Angga mengernyitkan dahinya


"tanggal 24 memangnya kenapa" tanya Angga heran tanpa mengurangi rasa khawatirnya


"mampus inikan tanggal gue pantesan aja perut gue sakit banget ternyata gue mau kedatangan tamu...bagaimana ini malu dong disinikan ada dua cowok"


" itu kak...aduhh...ini tanggalnya aku" jawab Cinta merintih sakit sambil menahan malu


bisa dipastikan wajah cantiknya saat ini tengah memerah akibat malu yang menjalar dalam dirinya


sedangkan hal itu tak luput dari pandangan Angga sehingga menambah ke khawatiran bagi Angga


"tunggu bentar sweety aku bangunin Yogi dulu sepertinya kamu sedang tidak sehat hingga wajahmu memerah" sahut Angga polos


sedangkan Cinta yang mendengar itu seketika wajahnya menjadi tambah merah


dengan langkah tergesa-gesa Angga menghampiri Yogi yang tidur


"Gi..Gi bangun Cinta kesakitan" sahut Angga sambil mengggoyangkan tuguh Yogi


merasa terganggu Yogi perlahan membuka matanya


"apaan sihh gangguin aja" gerutu Yogi dengan mata yang masih terpejam


"ck...itu Cinta kesakitan perutnya sakit terus wajahnya merah" sahut Angga


seketika ngantuk Yogi terbang entah kemana mendengar apa yang diucapkan Angga barusan


tanpa berpikir panjang Yogi langsung terbangun dengan tergesa-gesa melangkah mendekati Cinta


"kamu kenapa Cinta" tanya Yogi khawatir


sedangkan Cinta dengan posisi yang masih sama masih beringkuk memegangi perutnya


saat Angga baru berbalik untuk melangkah pergi Cinta menahannya


"nggak usah kak...nggak perlu" sahut Cinta yang kini merubah posisinya


saat posisinya berubah menjadi duduk otoamatis selimut yang masih menutupi sebagian tubunya tersingkap, pandangan Angga dan Yogi seakan memindai Cinta yang masih memegangi perutnya


seketika meraka berdua sontak kaget saat netra mereka menangkap sesuatu yang tak biasa, sesaat mereka saling berpandangan dan kemudian..


"Cinta kamu berdarah" ucap mereka bersamaan dengan mimik wajah yang sangat terkejut


sedangkan Cinta yang mendengar itu tambah malu karena hal memalukan seperti ini disaksikan mereka berdua


"Ngga cepat panggil doktet...cepat"sahut Yogi panik


lagi-lagi langkah Angga harus terhenti saat Cinta menahannya


"kenapa sih kamu nggak lihat apa kamu itu berdarah dan ini sangat urgent kalau kamu kenapa-napa gimana" sahut Angga kesal


"nggak perlu panggil dokter ini hanya.."ucap Cinta kepotong dengan Yogi


"nggak gimana orang berdarah seperti itu, perut kamu juga sakit dan satu lagi wajahmu memerah" sahut Yogi


"huaaaa malu...kenapa sih mereka nggak ngerti kalau aku sedang datang bulan huaaa" batin Cinta


Cinta akan merasakan sakit perut yang sangat apabila ia akan datang bulan dan pada hari pertama baginya itu sangatlah lancar hingga darah haidnya menjadi agak benyak


"itu karena..aku sedang datang bulan" ucapnya pelan dikalimat akhirnya sambil menundukkan wajahnya


"APA" sahut mereka bersamaan


"kamu bilang apa Cinta datang apa...siapa yang datang" tanya Angga polos


"apakah kamu menunggu seseorang " timpal Yogi


"mereka berdua bodoh atau pura-pura bodoh ck" batin Cinta


"tidak"


"terus"


"aku sedang datang bulan"


"apaan tuh.."tanya Yogi polos karena Yogi anak tunggal dan tak tahu menahu soal perempuan jadi ia tak pernah tahu soal datang bulan yang biasa dialami oleh seorang wanita


berbeda dengan Angga, ia langsung mengerti apa yang diamaksud oleh Cinta karena ia memiliki seorang adik perempuan bahkan soal menstruasi adiknya itu tak luput dari perhatiannya bahkan ia tahu tanggal menstruasi adiknya dan selalu bertanya apakah pada tanggal itu adiknya mendapatkan tamunya atau tidak, mungkin terbilang aneh tapi sebagai seorang kakak dari seorang wanita maka hal seperti ini harus ia ketahui untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak terjadi tapi entah mengapa ia menjadi sangat bodoh ketika melihat Cinta yang sedang datang bulan mungkin ini karena ia sangat panik


"ohhh.." sahut Angga


"ohh..gimana orang berdarah seperti itu banyak lagi apakah ia tak akan kekuarangan darah jika darah keluar begitu banyak" protes Yogi karena Angga menanggapinya terlalu santai


"ini mah biasa bagi perempuan setiap bulan mereka pasti mendapatkannya jadi dont worry be happy" jawab Angga santai


"tolong beliin Cinta itu.." sahut Cinta malu


"apa..kalau bicara itu yang jelas agar aku ngerti" kesal Yogi


"husst dasar kalau nggak tahu lebih baik diam" sahut Angga


sedangkan Cinta sontak kaget mendengar kalimat yang terlontar di bibir Yogi, ini adalah kali pertama bagi Cinta mendengar kata-kata ketus lagi dari Yogi setelah ia berubah beberapa bulan belakangan ini


"yaudah aku beliin..sebaiknya kamu kekamar mandi gih biar tempat tidurmu ini di bersihkan sama para perawat" sahut Angga dan Cinta pun hanya mengangguk


"sini biar aku bantu" ucap Angga ketika ia bersiap menggendong Cinta untuk ke kamar mandi Yogi menahannya


"biar aku saja aku kan suaminya" sahut Yogi


tanpa berpikir panjang Yogi langsung menggendong Cinta dan membawanya ke kamar mandi. Selama mereka menikah ini adalah kali pertama bagi Yogi bisa sedekat ini dengan Cinta diluar dari pada saat ia menyakitinya dan memeluknya pada waktu Cinta membangunkannya kemarin dulu


sedangkan Cinta yang mendapat perlakuan seperti ini hanya diam tak bergerak


dan si Angga sudah berlalu pergi meninggalkan mereka menuju ke supermarket terdekat untuk membeli kebutuhan Cinta sebelum itu ia sudah meminta perawat untuk membersihkan tempat tidur Cinta yang kotor akibat darah


dan si Yogi masih setia menemani Cinta di kamar mandi sesaat setelah ia menduduk kan Cinta diatas kloset


"hmmm itu.."


"apa"


"sebaiknya kamu keluar saja dan minta perawat untuk bantu aku membersihkan diri" ucap Cinta tak enak jika berduaan dengan Yogi di kamar mandi


"ohh iya aku lupa hehehe" jawab Yogi cengengesan