~Always Be With You~

~Always Be With You~
Yogi Berubah



2 minggu berlalu, dan selama itupula sikap Yogi berubah membuat Cinta bingung bagaimana ia menyikapi sikap Yogi ini.


jika ia bertanya selalu saja jawaban yang sama pula ia dapatkan


"ini bukan urusanmu, sebaiknya kamu diam dan jangan banyak bertanya" seperti itulah jawaban Yogi


bahkan setiap malam Yogi jarang pulang dan sekalinya pulang, ia akan pulang dalam keadaan mabuk parah


seperti malam ini, lagi dan lagi setelah 2 hari tak pulang tiba-tiba Yogi datang dengan keadaan yang berantakan dan tentu ya mabuk parah


Cinta yang memang belum tidur menghampiri sang suami yang kini jalan sempoyongan masuk kedalam kamar mereka.


"astaga Gi, kamu mabuk lagi" tentunya sudah hal biasa bagi Cinta, namun entah mengapa hatinya selalu miris melihat perubahan Yogi ini dan lebih sakitnya lagi sebagai istri ia tak tahu alasan dibalik ini semua


dengan telaten Cinta mengurusi suaminya itu yang kini terkapar diatas ranjang mereka.


disaat ia mengganti pakaian Yogi tiba-tiba Yogi menyerangnya


"Gi.. apa emmmmm" ucapan Cinta terputus ketika Yogi berhasil membungkam bibirnya


Cinta mencoba melepaskan tautan mereka, namun Yogi menahan tengkuknya sehingga ia hanya bisa pasraha menerimanya.


selama 2 minggu ini tentunya mereka tidak lagi berhubungan, namun entah mengapa Yogi tiba-tiba agresif seperti ini


Yogi seperti kesetanan menyerang Cinta bahkan tanpa ampun ia menggigiti bibir mungil Cinta agar Cinta membuka mulutnya


dengan derai air mata akibat rasa sakit dibibirnya sehingga reflek Cinta. membuka mulutnya


dengan tidak sabaran Yogi menidurkan Cinta dan menindihnya


"Gi... apa yang kamu lakukan, lepaskan Gi... lepaskan" ucap Cinta berusaha menyingkirkan Yogi dari atasnya


bukannya ia menolak ajakan suami, hanya saja jika diperlakukan seperti ini ia merasa hanya dijadikan pemuas nafsu saja


"DIAM" bentak Yogi namun tak dihiraukan Cinta, Cinta masih berusaha agar lepas dari kungkungan Yogi tapi dengan kasar Yogi mencengkram kedua tangannya dan menguncinya diattas kepala


"lepaskan Gi, kumohon... hiks... hiksss, lepaskan" ucap Cinta lirih namun tak di gubris oleh Yogi yang masih asyik menjamah tubuhnya


dengan kasar Yogi merobek pakaian yang dikenakan Cinta, membuat Cinta pasrah dan merasa seperti ****** diluaran sana.


merasa tak dihargai dan dan hanya dijadikan pemuas nafsu saja walau nayatanya yang menjamahnya adalah suaminya sendiri


Yogi menggagahinya dengan kasar bahkan tak ada kata romantis yang Yogi ucapkan saat sedang menggagahinya seperti dulu.


Cinta hanya diam membiarkan sang suami puas dengan kegiatannya, air matanya tak pernah kering mengiringi kegiatan panas mereka, bahkan sudah 4 jam Yogi menggagahinya dan itu membuat ia merasa sangat lelah.


"Gi... udah aku lelah dan ini terasa sangat sakit hikss.. hiksss" ucap. Cinta lirih namun tak digubris


30 menit kemudian erangan panjang mengakhiri percintaan mereka lebih tepatnya Yogi.


tanpa kata Yogi menuju kamar mandi dan meninggalkan Cinta yang terkapar tak berdaya diatas kasur memandanginya dengan derai air mata.


Cinta menarik selimut dan menutupi tubuh polesnya, saking lelahnya ia tak sanggup lagi membersihkan diri dan mulai terlelap


...•••••••Rz••••••...


pagi harinya....


Cinta mengerjapkan mata dan tak mendapati Yogi disampingnya,.


yahhh, selama 2 minggu ini mereka kembali pisah ranjang


Disisi lain...


Yogi telah sampai dikantornya, disana dapat Yogi lihat Angga tengah duduk didalam ruangannya


"Gi... "panggil Angga namun tak dijawab oleh Yogi.


merasa diabaikan , Angga beranjak dan kini ia duduk tepat di hadapan Yogi yang sibuk dengan laptopnya


"Gi.... "


"hmmmm" balas Yogi


"sebenarnya loe kenapa sih gue perhatiin loe beda selama gue balik dari Semarang"


yeah... Angga baru kemarin kembali dari perjalanan bisnisnya di luar kota, tentunya sikap Yogi ini menimbulkan pertanyaan besar untuknya


"gue nggak papa, sebaiknya loe keluar jika tak ada yang penting yang mesti loe omongin" balas Yogi datar membuat Angga mengernyitkan dahi heran.


"mengapa ia seperti ini, selama gue kenal dia, ia nggak pernah dingin ke gue deh" batin Ygi heran


karena tak ingin memperkeruh suasana, akhirnya ia meninggalkan Yogi.


Angga masih berjalan dalam lamunanya, hingga pandangannya memicing saat melihat sosok yang sangat dikenalinya tengah berduaan dijam kantor seperti ini... bahkan masih pagi mereka udah ngapel aja


dengan langkah lebar Angga menghampiri keduanya


"ekhemm" dehemannya membuat kedua orang itu menoleh


"eh pak Angga selamat pagi pak" sapa sosok pemuda tampan yang bahkan Angga sendiri mengakui ketampananya


"pagi" balas Angga datar


"ini masih pagi dan sudah jam kerja, sebaiknya kalian mulai bekerja dan kamu" tunjuknya pada sosok gadis yang tengah menatapnya kesal itu


"sebaiknya kamu kembali kerja, masih baru udah berani pacaran" lanjutnya lagi


"maaf pak, kalau begitu saya permisi" ucap sosok lelaki itu setengah bungkuk dan berlalu


"dan kamu.... " tunjuk Angga pada gadis di depannya


"apa" jawab gadis itu sedikit cemberut


plakkk


satu sentilan mendarat sempurna di kening Reina


ya.. sosok itu Reina dan Juan, Lee Juan sosok pemuda tampan keturunan korea


"awssss.... sakit kak"lirih Reina penuh penekanan


"nggak usah lebay baru disentil dikit udah ngaduh" ucap Angga tanpa bersalah karena nyatanya bekas sentilan itu kini memerah sangat kontraks dengan wajah Reina yang putih


"lagian masih pagi udah ngapel aja, buruan kerja kumpulin duit buat Bunda naik haji, masih pagi udah pacaran mau jadi apa" omel Angga seperti emak-emak


"sirik bilang boss, jomblo kok dipelihara" balas Reina yang masih sibuk mengusap keningnya


"mulutnya" geram Angga reflek mencengkram bibir Reina gemas


"kak Anggaaaaaaaaaa...... "pekik Reina kesal merasa sakit dibibir belum lagi lipstiknya belepotan


"hahahahahaaaaa.... "tawa Angga pecah saat melihat lipstik Reina yang berwarna agak kemerahan itu belepotan


"aku bilangi Bunda..."kesal Reina bahkan ia sampai mencak-mencak nginjak lantai. Rasanya ia iangin menangis mengadu pada Bunda bahwa sang kakak sangat menyebalkan


untung saja tempat mereka agak sepi, sehingga tingkah konyol mereka tak jadi tontonan publik