~Always Be With You~

~Always Be With You~
Mencari Informasi



waktu terus berjalan, semuanya kembali seperti semula. Cinta yang awalnya trauma akan peristiwa waktu itu kini mulai membaik dan memulai kembali ke aktivitas normalnya seperti biasa, hanya saja kini Aagler selalu berada disampingnya dari lagi sampai Yogi pulang kerumah.


sejak kasus penculikan itu, penjagaan disekitar rumah diperketat oleh Yogi namun urusan pengawal pribadi tetap Aagler yang selalu berada disisi Cinta namun tak ingin kecolongan lagi maka Aagler mengutus beberapa anak buahnya memantau ia dan Cinta dari jauh dan itu tanpa sepengetahuan Yogi


bukannya dulu Yogi sudah memberinya hak untuk menjaga Cinta dengan caranya, maka dalam hal ini Yogi tidak perlu tahu


siang ini seperti biasa, Cinta akan mengatar makan siang buat Yogi dan beberapa minggu ini ia selalu memabwa bekal lebih karena beberapa hari setelah ia keluar dari RS, Reina memutuskan bekerja di kantor Yogi.


tentunya karena kebaikan hati Yogi Reina dan Angga jadi satu kantor walau sebenarnya melanggar aturan yang telah di tentukan oleh kantornya sih.


disini tak ada satupun yang mengetahui bahwa Reina adalah adik Angga yang mereka tahu bahwa Reina adalah kekasih dari Angga karena setiap hari mereka selalu bersama.


"selamat siang......"sapa Cinta pada sekertaris Yogi yang bernama Mawar


"selamat siang nona Cinta pak Yoginya ada didalam...silahkan masuk" jawab Mawar ramah swmbati menunduk tanda hormat


"tidak usah terlalu formal mbak rasamya kek gimana gitu" balas Cinta sedikit bercanda


"ahh..maaf nona ini sebagai bentuk tanda hormat saya..maaf"


"sudahlah tidak papa, jika kita berdua saja cukup panggil Cinta tanpa embel-embel nona"


"i..iya non..eh Cinta" jawab Mawae sedikit kikuk


"hihihi..yaudah aku masuk ya"


Cinta memasuki ruangan Yogi, disana Yogi tanpak serius dengan laptopnya hingga tidak menyadari kehadiran Cinta


Yogi tersentak kaget saat sepasang tangan mulus melingkar di lehernya dengan pipi yang saling bersentuhan


"serius banget sihh" ucap Cinta


yah...Cinta sudah seberani itu dalam memulai hal romantis dengan Yogi tentunya Yogi sangat senang akan hal itu


sejak Yogi menerimanya dengan lapang dada, maka Cinta semakin menguatkan niatnya untuk tetap mengukir nama Yogi dihatinya.


soal cinta walau belum ada, namun Cinta tak bisa menapik satu hal bahwa ada satu rasa yang kini tumbuh disisi hatinya....apakah itu CINTA, jika ia tanpa ia sadari masa lalu kini mulai tertutup perlahan di sana


"kamu datang kok nggak bilang-bilang dulu sih sayang" balas Yogi yang kini menududukan Cinta di pangkuannya


CUP


kencupan hangat mendarat di kening Cinta membuat sang empu tersenyum manis


"kamunya aja yang serius banget liatin laptop sampe-sampe akunya masuk kamu nggak sadar" jawab Cinta pura-pura cemberut membeuat Yogi menjewel pipinya gemas


"ohhh jadi istri aku yang cantik ini cemburu sama laptop" cibir Yogi


"nggak..mana ada, yaudah yuk kamu makan siang dulu gih nanti keburu habis waktu istirahatnya" balas Cinta yang mulai bangkit dari duduknya, namun Yogi yang menafsirkan bahwa Cinta marah dan cemburu menahan pergerakan Cinta


"bentar yah, biarin seperti ini dulu" ucap Yogi yang kini menelusupkan wajahnya di celuk leher Cinta, menghirup aroma tubuh Cinta dalam-dalam


Cinta hanya mampu mengelus lembut rambut Yogi penuh sayang namun sedikit heran karena Yogi tiba-tiba manja begini


"udah yuk kamu makan siang dulu, waktunya udah mepet Gi" mau tidak mau Yogi beranjak dari duduknya menuju sofa yang tak jauh dari mejanya


saat makanan telah sedia, seperti biasa Cinta menghubungi Angga dan menyuruh membawa Reina ke ruangan Yogi sekalian


beberapa saat kemudian...


Angga memasuki ruangan bersama Reina, hanya saja sedikit berbeda jika Angga dengan raut bahagianya, Reina dengan wajah di tekuknya


"loh kok muka mu di tekuk Rein" tanya Cinta pada Reina yang kini duduk disamping Angga


"kak Angga nya ngeselin kak masa gangguin Reina ama Juan....ih ngeselin" adu Reina tambah kesal saat Angga tadi merecoki dirinya dengan Juan. Juan adalah rekan kerja Reina di satu devisi yang sama yaitu marketing.


orangnya hamble, ramah, sopan, santun tinggi, putih dan tampan tentunya


"Juan...Juan siapa" tanya Yogi


"ituloh si Juanda" sahut Angga


"Juanda.."cicit Yogi


"ihhhh...Lee Juan namanya tuh Lee Juan kak orang namanya bagus kok di jelek-jelekin" kesal Reina


"siapa sih..."sahut Cinta yang sedari tadi menyimak


"ohh itu...emangnya kenapa kamu naksir sama Juan" tanya Yogi membaut Reina gelagapan


"emm..itu kak..itu"


"nggak ada pacar-pacaran belum nereima gaji aja udah sok-sokan mau pacaran"potong Angga membuat Reina memberenggut kesal


"gimana Reina mau laku orang kamu posesif gitu" ucap Cinta


"bukannya nggak ngizinin Cinta ,hanya saja dia masih kecil"


"masih kecil, kecil dari mananya kak aku udah gede udah bisa memproduksi bayi malah" sela Reina dengan bahasa frontalnya membuatnya mendapatkan sintilan maut di jidatnya


"awwww.....ihhh"


"apa..ngomong gitu lagi tak pites kamu"


"udah..udah..kalian makan gih dari tadi ribut mulu"


akhirnya mereka makan dengan damai dengan Reina yang cemberut.


...••••••Rz••••••...


Disisi lain....


Aagler kini memasuki tempat yang sudah lama tidak ia datangi.


kedatangannya kini yaitu ingin mencari informasi pada sosok tawanan yang beberapa waktu lalu ia sekap di tempat ini


ceklek


Aagler memasuki satu ruangan dimana disana duduklah sosok lelaki tampan dengan angkuhnya sembari menatap kearahnya


walau sebagai tawanan namun tak membuat sosok itu di siksa sedemikan rupa, buktinya ia duduk dengan santainya disana


"gue tahu loe akan datang, pasti ada sesuatu yang loe ingin tahu dari gue"


"aku tidak ingin basa-basi, pasti loe tahu sesuatu tentang penculikan Cinta waktu itu" ucap Aagler datang dengan aura dinginnya


"hmmm....pasti dia punya banyak musuh sehingga diincar banyak orang"


"berhenti lah bertele-tele cepat katakan siapa dalang dibalik ini semua, gue tahu ini ada sangkut pautnya ama elo yang waktu itu juga ingin nyulik dia"


"cih menyebalkan....."cicit sosok itu


"aksi gue pure keinginan gue, namun soal siapa dalangnya tentu itu ada dan suatu saat loe akan tahu sendiri"


"gue nggak mau basa-basi bangsat, cepat katakan siapa dia"


"sebenarnya gue juga nggak tahu, gue ketemu dia cuma 2 kali, tapi...." ucapnya menggantung membuat Aagler tambah penasaran


"menurut gue dia bukan orang biasa, bisa jadi dia seorang mafia" lanjutnya lagi


"mafia"


"hmmm...mafia. dia seorang mafia dan dia mempunyai tato V di pergelangan tangannya dan beberapa pengawalnya waktu itu juga ada"


"V....mafia"gumam Aagler lagi


"tato V sepertinya tidak asing seperti pernah aku lihat tapi dimana"


"nama kamu siapa" tanya Aagle tiba-tiba


"tidak sekarang loe tahu"


tidak ingin berlama-lama Aagler segera meninggalkan tempat itu dengan sejuta tanya di bekanya.


"tato dengan huruf V...."


"mafia"


"apa ini juga ada sangkut pautnya dengan penculikan di Canada"


Aagler baru ingat tato itu sempat ia lihat di kedua pencuri waktu itu, makanya ia berfikir jika hal ini saling berkaitan


jika memang ia, hanya ada satu bos berarti dan ia harus cari tahu siapa Dia