~Always Be With You~

~Always Be With You~
Kenapa?



Selesai Makan siang, Raga kembali pamit kepada mommy dan daddy nya. Rencananya hari ini ia akan kembali ke Canada untuk mengurus perusahaan cabang yabg ada disana.


"Mom..Raga pamit yaa"


"tapi kamu kan baru sebentar disini sayang..nggak nginep dulu, mommy masih kangen" jawab Mommy sambil memeluk sang putra sulung


"mom...mengertilah anak kita harus mengurus perusahaan yang ada disana" bujuk sang Tuan Phelen


"Raga janji setiap hari Raga nelponin mammy"


"gimana kalau Excel yang gantiin kamu ke san ucap Mommy


"ck..berasa anak tiri banger gue" gerutu Excel yang seketika mendapat tepukan tadi daddy nya


"nggak bisa mom, Excel kan handle perusahaan yang ada disini" bujuk Raga lagi


"yaaaa...tapi mommy masih kangen sayang" kali ini mommy berucap sendu


Raga tak mampu berucap lagi, rasanya memang sangat berat tapi apalah daya kerjaan juga menunggunya, jalan satu-satunya yaitu sang daddy


"dad" panggil Raga dan hal itu membuat tuan Phelen mengerti


"sayang" panggil Tuan Phelen keada sang istri yang masih setia memeluk sang putra, dengan gerakan lembut ia meraup sang istri sedikit paksa untuk melepaskan pelukannya


"no...sayang" ucap Nyonya Phelen memberontak di pelukan sang suami


"Raga pamit ya Mom" pamit Raga


"no...sayang..janag tinggalin Mommy lagi..hiks hikss..no" kini sang Mommy menangis pilu, Tuan phelen hanya mampu mengeratkan pelukannya


"Raga janji saat kerjaan disana beres, Raga akan pulanh..ummuachhh" ucap Raga swraya mengecup lembut kening sang Mommy yang ada dipelukan sang Daddy


"dad..Raga pamit" Tuan Phelen hanya mampu menanggukan kepalannya


"jagain mommy ya Cel kalo ada apa-apa cepat hubungi gue" ucapnya pada sang adik kemudian memberikan pelukan hangatnya


Raga kemudian melangkah pergi diiringi teriakan pilu dari sang Mommy, sangat sakit rasanya mendengarnya tapi ia tak bisa berbuat apa-apa karena ia yakin Mommynya akan mengerti


"Raga...anak.Mommy..hikss..hukss...lepasin aku mau ikut sama Raga...lepasin" ucapnya ngeberontak pada pelukan sang suami, lama-kelamaan suaranya pun merendah tinggal tangisan pilu seiring kepergiqn mobil Raga yang hilang dibalik herbang


"mom..sudah lah lagian kakak kan dah janji untuk ngehubungi mommy terus" sahut Excel yang tidak tega melihat mommynya


"tapi..mommy masih kangen Cell..hikss..hikss"


"sudahlah sayang"sahut sang suami


🍀🍀🍀🍀🍀🍀


Di sisi lain....


Cinta yang rencananya hari ini akan ke kota B untuk mengunjungi sang ibu mulai berkemas dibantu Reina dan Angga yang kebetulan hari ini libur


"kak berapa lama disananya" tanya Reinan


"4 hari mungkin" jawab Cinta


"seandainya aku nggak kuliah, aku mau ikut kak sekalian liburan..sumoek disini terus apalagi ngeliat muka kak Angga..beh rasanya boooosannnn"


pletak


"ngomong yang bener..enak aja muka kakak dikatain muka ngebosenin terus yang bilang rindu kak Angga itu siapa waktu kakak di Canada" ledek Angga tak terima


"Bunda"


"tapi bunda bilangnya kamu"


"nggak tuh..kalo aku mah kangen duitnya..hehehe"


"oh...mulai besok sampe minggu depan nggak ada uang jajan"


"eh..eh..kok gitu sih" ucap Reina tak terima sedangkan Angga hanya mengedikkan bahu acuh


"Trina tenang aja kalo kak Angga nggak kasih Reina uang jajan telpon kakak aja" sahut Cinta


"yess..." sorak Reina


"ck.."sedangkan Angga hanya mampu mencebik kesal


"oh iya..Aagler mana" tanya Angga


"katanya lagi di hotel" jawab Cinta


"udah telpon Yogi belum" tanyanya lagi


"oh iya..hampir lupa..tapi emang Yogi angkat yaa disanakan jam 1 pagi" ucap Cinta ragu


"coba aja dulu..kalo nggak di angkat kirim pesan aja"


"okey" dan Cinta pun mencoba menghubungi Yogi


tut...tut.....tut....


"halo"


"halo...Yogi"


"ngeganggu yaa" tanya Cinta tak enak


"eh..enggak..ada apa"


"aku cuma mau bilang hari ini aku mau kerumah ibu"


"oh..aku kira ada apa..sama Aagler kan"


"iya..."


"oh..kalo dah sampe hubungi aku yaa"


"iya...oh iya hari ini kamu makan apa" dan lagi pertanyaan itu yang terlontar


"kemarin kamu kasi resep rendang ke bibi ya"


"iya..katanya kamu mau makan itu"


"iya..kemarin makan rendang walaupun rasanya sedikit berbeda"


"maaf yaa.."


"iya..yasudah Angga mana"


"kak Angga.."tanya Cinta seketika melihat Angga yang masih duduk nyemil bersama Reina


"apa" tanya Angga dengan gerakan bibirnya dan Cinta hanya mengedikkan bahu tanda tak tahu


"mau ngongon ama kak Angga" tanya Cinta ke Yogi


"iya..tolong"


Cinta mendekati Angga dan memberikan hpnya


"halo"


"loe ngapain aja hah..kok nggak pernah laporan"


"oh..itu gue takut ganggu elo lagi lagian seharusnya elo yang ngehubungi gue supaya gue tahu elo sibuk atau nggak" jawab Angga sedikit menggerutu


"gimana kerjaan loe disana.."


"good..sedikit lagi beres ,nanti kalo pelakunya udah gue tangkap gue kabarin ke elo"


"emangnya dia melarikan diri"


"hmmm...hanya ke negara tetangga, gue baru ngurus berkas yang bisa di jadiin barang bukti dan sedikit lagi kelar"


"okey....yaudah loe nggak ke kota B ama Cinta"


"nggak kerjaan kantor pada numpuk"


"oh...yaudah kasiin ke Cinta


"halo"


"yaudah kamu hati-hati..jangan jauh-jauh dari Aagler"


"iya...uangan lupa minum teh hijau ya Gi agar rilex"


"iya..aku matiin yaa" dan tut..tut..sambungan terputus


Beberapa jjam kemudian...


sore harinya, Cinta pamit sama Bunda, Reina dan Angga


"hati-hati ya nak..nanti kalo dah mau balik ke Canada naik pesawatnya dari sini aja yaa"


"iya bunda" setelah itu ia oamit pada Reina dan Angga


"kak aku pergi yaa"


"hati-hati" jawab Angga seraya memberikan pelukan hangat ke Cinta


"jangan suka galau" bisiknya dan Cinta hanya mengaggukan kepala


"udah ..pergi gih tuh Aagler dah nungguin" ucao Angga dan memang mereka sedang berada di lobby


"aku pamit ya...dahhh" kemudian Cinta menuju Aagler dan masuk ke dalam Mobil yang Aagler sewa untuk beberapa hari kedepan


"dari mana aja" tanya Cinta ke Aagler saat mobil sudah jalan


"nggak kemana-mana" jawabnya


"ohhh..." jawab Cinta kemudian netranya melihat taman yang ada disana saat mobil berhenti karena lampu merah


seketika Cinta kembali termenung, ia kembali memikirkan Raga yang ia lihat saat ditaman sana dan suara yang ia yakini adalah Raga saat di cafe waktu itu


"kenapa" tanya Aagler


"hufffff....entahlah aku juga nggak tahu kenapa" jawabnya kemudian mebutup mata


Aagler kembali memandangi Cinta lekat yang saat ini menutup mata ada perasaan aneh yang saat ini ia rasakan tapi entahlah hanya dia yang tau