
"KAK ANGGA...SURPRISE" Teriak Cinta menggema sesaat pintu ruangan itu terbuka tanpa mengetahui apa yang terjadi di dalam sana, sedangkan Aagler dengan tetap gaya stay coolnya hanya menggeleng-gelengkan kepala menyaksikan aksi bar-bar wanita cantik di depannya bisa-bisanya wanita itu bersikap seperti ini jika sudah di luar gerbang rumahnya.
sedangkan Angga dan beberapa orang disana terkejut bukan main mendengar suara beberapa oktav itu. Mereka hanya mampu mengelus dada mencoba menenangkan jantung yang saat ini memompa cepat seperti selesai habis maraton saja.
selesai dengan keterkejutannya, Angga baru menyadari siapa sosok cantik yang saat ini tengah berdiri diambang pintu sambiil nyenyir-nyenyir kuda di susul satu makhluk yang misterius di belakangnya
"sweety" guman Angga
"maaf-maaf saya nggak sengaja silahkan dilanjutkan..monggo" ucap Cinta dengan cengengesannya
"pss..psss..."kode Cinta memanggil Aagler agar melihatnya
"aku harus gimana...aku malu" bisik Cinta yang saat ini sangat malu
"yaa..mau gimana lagi yang salah juga kamu masuk kok nggak minta ijin dulu jadi malunya untuk kamu aja nggak usah di bagi-bagi" ucap Aagler yang sudah sedikit mencair itu walaupun nada bicaranya masih datar
"ck..nggak ngebantu banget katanya bodygoard pribadi tapi apa masalah gini aja nggak bisa nolongin" gerutu Cinta sambil bersedekap dada plus bibir yang mengerucut beberapa centi itu
"aku pengawal jadi tugasnya cuma mengawal" jawab Aagler
"nggak boleh gitu dong..bodygoard itu tugas utamanya memang menjaga dan melindungi tapi bukan berarti hal-hal yang membuat majikannya merasa nggak nyaman itu disepelehkan, jadi mulai sekarang camkan itu" ucap Cinta yang masih asyik berbisik tetangga dengan Aagler tanpa menyadari beberapa pasang mata menatap penuh tanya kepada mereka berdua tak terkecuali Angga
"sudahlah..ngomong sama kamu nggak guna banget udah nggak ada solusi, muka datar, jutek, dingin lagi. pengen banget deh aku karungin terus buang ke tong sampah..kesel deh" kesal Cinta akan Aagler yang tak mampu mengurangi rasa malu yang di buatnya itu
"mulai besok berubah lah" serunya lagi
"jadi apa"
"power rangers..puas...berekspresi lah hidup kok nggak berwarna banget"
"EKHEM..."
"batuk..minum dong" celetuk Cinta spontan
"eh maaf semuanya..maaf saya menganggu yaa..kalau begitu saya pamit undur diri silahkan dilanjutkannya" ucap Cinta setelah sadar bahwa saat ini dia dimana
"nggak perlu..kemarilah" panggil Angga
dengan rasa sungkan Cinta melangkahkan kakinya seraya menunduk diikuti Aagler di belakangnya, sebenarnya sih Aagler juga merasa malu hanya saja ia terselamatkan dengan masker dan tudung hoddie yang menutupi kepalanya seandainya tidak entahlah apa yang terjadi...
"perkenalkan semuanya dia Cinta.. dia adalah.."
"adiknya.."ucap Cinta yang memotong perkataan Angga sedangkan Angga hanya menatap bingung ke arahnya yang dibalas senyum manis ileh Cinta
"ah..iya dia adik saya..adik saya yang nakal" ucap Angga sedikit bercanda sedangkan Cinta mencibik kesal
"jadi bagaimana pak apakah meetingnya masih dilanjutkan atau tidak" ucao salah satu karyawan yang ada disana
"lanjutkan saja" jawab Cinta
"yaudah kita lanjtkan saja....Cinta duduklah, Aagler duduklah" ucap Angga
sepanjang meeting berlangsung Cinta tak henti-hentinya menguap sedangkan Aagler hanya duduk tenang dengan santainya
pandangan Cinta sesekali menyapu se isi ruangan hingga tanpa sengaja matanya menangkap salah satu karyawan wanita seksi yang berwajah manis menatap Angga penuh kagum.
"dasar wanita centil yang bahas siapa mata ke siapa" gerutu Cinta yang tak suka wanita itu menatap Angga
"psst.."kode Cinta ke Angga"
"apa" jawab Angga sedikit berbisik
"masih lama" jawab Cinta tak kalah berbisik
sejenak Angga melirik jam tangannya yang saat ini menunjukkan pukul 6 sore
"sedikit lagi" jawabnya
dan yakinlah sedikit lagi yang dimaksud itu butuh waktu selama 2 jam dan akhirnya meeting iti selesai saat jam menujukkan pukul 8 lewat
Cinta tak henti-hentinya menggerutu kesal akibat Angga yang membohonginya
"sudahlah itu bibir memang nggak capek apa dari tadi ngoceh mulu" ucap Angga yang saat ini tengah bebenah
"aku capek tau"
"memangnya kamu ngapain aja orang dari tadi kamu duduk doang"
"duduk juga bikin capek tau..katanya bentar lagi tapi apa 2 jam lebih aku duduk sampe bejamuran"
"kenapa nggak berdiri"
"yaa..nggak sopan dong masa orang pada duduk aku lain sendiri yang berdiri" ucap Cinta yang masih menggerutu
"Bro..gimana bro loe duduk capek juga" tanya Angga pada Aagler yang berdiri dekat jendela besar menatap jauh kedepan
"capek tapi tak sealai dia" jawab Aagler seraya menatap Cinta yang saat ini duduk sambil bersedekap dada
"ih..enak aja aku bukan anak alay tau"
"sudahlah..oh iya kok kalian bisa sampai ke sini sih"
"aku kan udah bilang waktu itu"
Angga mencoba mengingat kaoan Cinta mengatakan itu
seketika ingatannya membawanya saat Cinta mengacamnya akan terbang ke Indonesia jika ia ketahuan lembur lagi
"mampus lah aku" batin Angga
"sudah inget..."tanya Cinta dengan senyum menyeringai nya
glekk
"kok aku lupa yaa" ucap Angga mengelak
"nggak usah sok pikun deh ketahuan banget ngelaknya" ucap Cinta seraya berdiri dari duduknya melangkah penuh anggun ke arah Angga
"eh..eh..kamu mau ngapain" ucap Angga yang gugup
"nggak napa-napa kok" jawab Cinta tanoa menghentikan langkahnya
"stop"
"kak Angga tau nggak kalau Cinta pernah berlajar Taekwondo yaa walaupun nggak lanjut sih tapi dasar-dasarnya aku tahu kok" ucap Cinta polos tanpa menyadari Angga yang kini gugup ketakukan
"en..engga memang pernah yaa" ucap Angga mencoba basa basi
"iya..mau lihat"
belum sempat Angga menjawab Cinta sudah bertindak
bugh
bugh
bugh
bugh
bugh
5 serangan berhasil mendarat sempurna di tubuh Angga
"bisakan aku..padahal udah lama loh kak aku risainbya" ucap Cinta polos tanpa dosa
"eh ternyata masih bisa..hehehe"
"aduh sakit..Aagler ngapain loh liatain doang bantuin napa" seketuka Aagler membatu memapah Angga
"sial..sakit banget nggak nyangka dia kuat banget..aduhhh " ucap Angga sedikit berbisik ke Aaglet takutnya Cinta akan mendegarnya terus dapat jatah lagi
"makanya jangan macem-macem kalau gini sih sepertinya dia nggak perlu pengawal lagi deh" ucap Aagler yang memang berbeda jika berbicara ke Angga
"udah deh nggak usah lebay pukulan lemah aja kok itu belum juga pakai tenaga dalam" ucap Cinta kesal melihat Angga yang menurutnya lebay itu nggak tahu aja kalau pukulannya itu bak pukulan preman pasar
"alay pala mu...orang sakit juga"
"udah deh..sekarang kita pulang..tadi bunda udah masak banyak makanya aku kesini karena bunda bilang kalau kak Angga itu jarang pulang..pergi pagi pulang pagi kadang pergi pagi pulangnya lusa..apapaan tuh nggak sayang apa sama bunda, nggak tahu apa kalau bunda cemas karena anak perawannya jarang balik, kalau kak Angga sakit gimana yang susah bunda juga kan sembuhnya aja nggak ingat pulang pas sakitnya baru ingat punya rumah" omel Cinta panjang lebar bahkan saking kesalnya ia mengambil kayu ukiran yang terletak di atas meja yang bertuliskan nama dan jawabatanya
dan
puk
puk
puk
"awww..sakit sakit sweety..ampun" ringis Angga seraya melindungi badanya dsri amukan Cinta
sedangkan Aagler berusaha melerainya, mencoba merebut benda itu dari tangan Cinta
"Aagler minggir..kak Angga harus di beri pelajaran..aku kesel banget"
"ampun..ampun sweety aku janji nggak akan ngulangin lagi"
"alah tong kosong nyaring bunyinya" ucap Cinta tanpa menghentukan pukulannya
Aagler masih berusaha merebut benda itu, sedangkan Cinta yang merasa ke ganggu tanpa sadar memukul tangan Aagler
"awsshh..."
"udah dibilangin jangan ganggu" ucap Cinta yang otomatis menghentikan kegiatannya dan hal itu menjadi peluang bagi Angga untuk melarikan diri di susul Aagler keluar
"KAK ANGGA..MAU KEMANA ...AKU MASIH KESEL NIH KAK..IH..NGGAK SERU"