~Always Be With You~

~Always Be With You~
Kecewa dan Sakit Hati



malam harinya....


Cinta kini menyiapakan makan malam, setelah selesai ia duduk di sofa ruang tamu menunggu kedatangan Yogi.


dalam hati ia berharap agar masakannya kali ini tidak sia-sia seperti malam sebelum-sebelumnya dimana hanya tempat sampah tempat terakhirnya.


ting.... tong


bel rumah berbunyi, dengan langkah semangat Cinta menuju pintu dan membukanya. senyum yang semula mengembang kini sirnah sudah


"Aagler.... " ucapnya pelan


"maaf menggangu, apa aku boleh masuk" balas Aagler


"oh.. silahkan"


kini mereka berdua duduk saling berhadapan di ruang tamu hanya meja kecil saja sebagai penghalang antara keduanya


Cinta tak menawarkan apapun pada Aagler karena ia tahu itu percuma.


"ada urusan apa Gler, kenapa tiba-tiba kamu datang setelah beberapa hari tidak muncul" tanya Cinta memecah keheningan


pasalnya ia juga heran sejak dari pantai waktu itu ia tidak pernah melihat Aagler lagi, tiba-tiba hilang tanpa kabar dan sekarang ia datang malam ini untuk apa ada urusan kah pikirnya


"kebetulan aku lewat dekat sini makanya aku mampir dan ingin bertemu Yogi, apa dianya ada"


"ohhh.... Yoginya belum pulang Gler ini aku juga lagi nungguin dia" balas Cinta membuat Aagler manggut-manggut


"dari mana aja sih Gler kok baru muncul sekarang, kemarin kemana aja" tanya Cinta lagi


"aku sibuk" balas Aagler datang


"sok-sok an sibuk" batin Cinta sedikit mencibir


di tengah keheningan antar mereka, suara bel pintu memecah kesunyian.


"mungkin itu Yogi, bentar yaaaa" ucap Cinta berlalu meninggalkan Aaglee yang masih menatapnya


ceklek


"Gi kamu su.. dah pulang" ucap Cinta yang tadinya senang kini berubah geram. bagaimana tidak didepannya kini sosok yang ia nantikan pulang dengan wanita seksi yang cocoknya disebut ****** dalam rengkuhannya


"APA PAAN INI" pekik Cinta marah melihat medeka bersudua


tanpa hati Yogi menyelonong masuk tanpa memperdulikan Cinta yang menatap murka dan penuh kecewa padanya


Aagler yang berada diruang tamu awalnya ingin menyusul Cinta yang tadi berteriak, namun langkahnya harus terhenti saat Yogi masuk sambil merangkul seorang perempuan


"Gi.... ini apa paan sih " tanya Cinta dari arah belakang dan mencekal pergelangan tangan Yogi membuat Yogi spontan berbalik


"DIAM....DIA BUKAN JALAN TAPI KEKASIHKU"bentak Yogi menggema


"diam... kamu bilang DIAM SAAT AKU MELIHAT SUAMIKU MEMBAWA WANITA LAIN KERUMAH APA AKU HARUS DIAM" balas Cinta tak kalah nyaringnya sambil memegang pipinya


plak...


di tempat yang sama tamparan itu kembali mendarat. Aagler yang sedari tadi diam melihat Cinta yang di tampar murka, namun lagikanya menghentikan niatnya untuk ikut campur bagaimanpun ini urusan rumah tangga dan ia hanya orang luar yang hanya ia lakukan mencoba menahan emosi dan membenarkan logikanya tapi bagaimana dengan hatinya.....


"ini rumahku terserah aku mau membawa wanita lain..itu urusan ku" ucap Yogi pelan namun penuh penekanan menatap lekat netra Cinta yang membendung kesedihan disana


sedangkan Cinta sekuat tenaga mencoba menghalau air mata yang ingin jatuh itu. Mereka berdua saling bersih Tatap, namun apa daya pertahanan Cinta tidak sekuat itu sehingga ia menundukkan pandangannya dan mulai terisak


"mulai sekarang apapun yang aku lakukan itu urasan ku, mau aku membawa wanita lainpun kamu tidak berhak melarangku... paham" ucap Yogi datar penuh penekan memberikan Cinta ultimatum yang harus dipatuhi


Cinta masih terisak, sedih dan kecewa merambat dalam relung hatinya kenapa rumah tangganya kembali goyah setelah masa bahagia yang baru dirasakannya sebentar


Cinta seperti dejavu teringat akan awal pernikahan mereka namun sepertinya ini lebih oarah. Jika dulu Yogi hanya main tangan tapi ini ia mulai main... WANITA


Yogi berbalik sambil merangkul wanita itu menuju lantai dua namun baru beberapa langkah ucapan Cinta menghentikan langkahnya


"kamu anggap aku apa Gi..hikss.. hikss..aku masih istrimu.. hiks.. dan kamu tega bawa wanita lain dalam rumah kita... hiksss.... apa salah ku hingga kamu seperti ini... "ucap Cinta sejenak dan mengangkat kembali pandangannya


dapat Yogi lihat wajah sembah bersimbah air mata itu. Yogi mengepalkan kedua tangannya dengan terus memandang Cinta yang ada di depannya itu


"apa salah ku Gi... hikss... hiksss apa salahku itu besar hingga kamu seperti ini ke aku.. hikss... hikss. aku hanya ingin kamu ngomong ke aku sebenarnya kamu itu kenapa.. hikss... bukan kah tugas ku untuk menenangkan mu, merangkulmu dan mencurahkan kasih sayang kepadamu jika kamu ada masalah...hikss... hiksss..setiap malam aku masakin buat kamu berharap kamu akan pulang dan tersenyum seperti dulu tapi apa... hiksss sepertinya tugas ku sudah kamu berikan kepada orang lain"lirihnya pilu sambil menatap wanita di samping Yogi


"lihat dalam sekejap aku kalah sama wanita lain.... SAMA ****** SUAMIKU SENDIRI" pekiknya sambil menunjuk wanita itu


Yogi melangkahkan kakinya menghampiri Cinta yang menatap sendu padanya, tangannya terangkat bersiap melayangkan tamparannya, Cinta memejamkan matanya bersiap menerimanya namun beberapa detik menanti tamparan itu tak kunjung di terimanya


Cinta membuka matanya dan mendapati Yogi kini bersitatap dengan Aagler dan tangan Yogi masih melayang di udara dengan tangan Aagler mencekalnya


"stop... sudah cukup tangan kotormu ini menyentuh pipinya" ucap Aagler datar dan menghempaskan tangan Yogi kasar


kini Aagler bediri tepat di depan Cinta, seolah menyembunyikan Cinta dari suami brengseknya ini. seertinya logikanya kalah akan hatinya, hatinya tidak tega sosok yang ia cintai harus terluka di depan matanya sendiri


"hm... sepertinya aku lupa sosok mu ini" Yogi menyunggingkan senyum smriknya menatap sengit Aagler


"sepertinya kamu lupa kalo aku ini bos mu dan suami wanita di belakang mu itu" ucap Yogi sarkastik


"sepertinya anda lupa kalo saya ini bodygordnya dan tugas saya menjaganya baik dari musuh atau suaminya sendiri" balas Aagler datar membuat Yogi geram


"kau... "geram Yogi kemudian berbalik merangkul dan menuju lantai atas kamarnya


Cinta yang melihatnya mencaba mengejar Yogi, ia tak ingin suaminya berbuat dosa namun cekalan tangan menghentikannya


"sudahlah, biarkan saja" ucap Aagler membuat Cinta merosot terisak