
saat meninggalkan kantor Yogi, Cinta bergegasa menuju supermarket untuk membeli belanja bulanannya, maklum tugas ibu rumah tangga selalu memperhatikan apa saja yang menjadi kekurangan dalam dapurnya
saat asyik-asyiknya mendorong trolly belanjaannya memilih produk ini, produk itu tanpa ia sadari sepasang mata sedari tadi memperhatikan segala kegiatannya
setelah selesai dengan belanjaannya Cinta bergegas menuju kerumahnya
Di Kantor Yogi
sedari tadi ia melamun dan selalu senyam senyum sendiri bahkan ia tak menyadari bahwa Angga sedari tadi berdiri tidak jauh darinya.
"ehemmm" deheman Angga
belum ada respon..
"ehehmmm..." kali ini dehemannya lebih keras
sontak saja Yogi langsung berdiri dan celingak-celinguk mencari sumber suara itu
dan dilihatnya Angga tengah berdiri di dekat pintu sambil cengengesan memperlihatkan deretan gigi putihnya
"dasar loe bikin kaget aja"
" sorry cika...lagian elonya sih ngelamun sedari tadi"
"ohh..apaan"
"biasa mau ngelapor pak"
"silahkan"
"dari rapat tadi dapat disimpulkan bahwa perusahaan..."
"gaya mu cika sok-sok an" cibir Yogi
"aiss...dah malas gue ngelanjutinnya..nih loe lihat aja catatan gue pasti loe ngerti" ucapnya sambil menyodorkan catatan kecilnya
"apaan nih tulisan loe nggak jelas banget lebih parah dari tulisan dokter ini mah"
"aiss loe aja nggak bisa baca"
"yaudah loe laporan aja"
"dasar emang" batin Angga
" begini pak dari rapat tadi bisa disimpulkan bahwa perusahaan xx siap mengajukan kerja sama dengan kita asalkan kita bisa memberikan keuntungan 2% diatas para perusahaan lainnya"
"ohh"
"haa hanya ohh.."
"terus gue harus bilang WOW gitu"
"itu masih mending pak"
"oke kalau begitu WOW" ucapnya cuek
" kalau gue tau reaksinya kayak gitu nggak bakalan gue ngomong panjang lebar ampe nih mulut berbusa-busa..nyesel gue" gerutu Angga dalm hati
" terus gimana pak"
"gimana apanya"
"yaa gimana itunya"
"iyain ajalah..lumayan suntikan dananya gede"
"okey kalau gitu saya permisi untuk mempersiapkan kontrak kerjanya" ucapnya pamit
"aiss kenapa tadi gue nggak nanya ke Angga sekertarisnya tadi itu cewek apa cowok" ucapnya penasaran
Yogi di sibukkan dengan berbagai kerjaan belum lagi masalah laporan keuangan perusahaan yang memiliki perbedaan dalam rapat tadi untung saya Angga gercep dalam menuntaskannya sehingga masalah besar tak terjadi akibat korupsi yang dilakukan bagian keuangan
kini siang sudah berganti sore waktunya bagi para pencari nafkah untuk pulang kerumah masing-masing
begitu pula Yogi yang kini tengah bersiap-siap untuk pulang ke rumah, ditutupnya leptop dan beranjak mengambil jasnya yang tergantung disampingnya dan melangkah keluar dilihatnya Angga sudah berdiri di dekat meja sekertarisnya
"ayo kita pulang"
"siap pak"
selama perjalanan pulang hnya keheningan yang melanda mereka hingga tiba-tiba Yogi berceletuk menanyakan tentang pertemuan Angga dengan sekertaris perusahaan xx.
"Angga"
"hmm"
"sekertaris tadi cewek apa cowok"
"cecok"
"haaa..gender apa tuh"
"mau bilang cewek tapi cowok juga"
"yang dominan apa dong"
"andai saja ia tak make rok mungkin bisa dibilang ia cowok"
"ohhh...tapi cantik nggak"
"cantik sih iya muka-muka kemayu gitu"
"100% muka interlokal gak"
"90% muka lokal"
"indon dong"
"iya secara bahasanya fasih dan ia juga perawakannya mungil-mungil kayak cewek indon pada umumnya gue aja terkaget dibuatnya"
"hebat yaa dia bisa jadi sekertaris di perusahaan hebat kayak gitu"
"orang dia pintar..tadi aja gue ampe kuwalahan menghadapi setip kalimat yang ia lontarkan..untung gue pinter dan gercep jadi nggak sampe keteteran"
"wihhh.. mudahan itu jodoh loe gue punya feeling soal itu" ucap Yogi sambil menepuk pundak Angga
Angga diam tak bergeming
sesampainya dirumah Yogi mereka berdua turun dari mobil melangkahkan diri masuk kedalam karena hari ini Yogi meminta Angga untuk makan malam bersama sambil merayakan atas kerja sama yang ia dapatkan
"selamat sore nona Cinta" sapa Angga
"jangan terlalu formal kak Angga cukup panggil Cinta saja"
"ahhh nona Cinta bisa aja jadi merasa nggak sopan aku tuh hahaha"
sedangkan Yogi yang merasa tersisihkan hanya berdehem saja
"ehemm...pegel nih kaki berdiri terus nggak diperbolehin masuk nih"
"baru aja berdiri sebentar udah pegel aja" celoteh Angga
"kalau begitu silahkan" ucap Cinta
"kalau begitu aku naik dulu mau mandi"
"aku juga sekalian mau mandi oh iya sekalian pinjam baju loe gue gerah soalnya"
"idihh mesum banget otak loe"
"otak loe aja yang mesum..loe yang mandi dulu sudah itu baru gue cika"
mereka berdua pun melangkah kan kaki mereka menuju kamar Yogi yang ada di lantai 2
sedangkan Cinta bergegas menuju dapur untuk menyelesaikan masakannya
sekarang jam sudah menunjukkan pukul 7 malam tapi kedua insan itu belum juga menunjukkan batang hidungnya
sedangkan Cinta sudah bersiap sedari tadi menunggu mereka di ruang tamu bawah
"kenapa mereka belum turun juga yaa"
"mungkin ketiduran kali maklum faktor kecapean"
"gue naik nggak yaa"
"naik ajalah"
Cinta pun melangkahkan kakinya menapaki setiap anak tangga menuju kamar Yogi
tok..tok..tok..
belum ada sahutan
tok..tok..tok..
masih sama belum ada sahutan
"mau masuk tapi takut maklum ini kan kamar cowok walaupun ini kamar suami gue tapi kan hubungan kita bukan seperti suami istri seperti pada umumnya" gerutunya
tok..tokk..tokk...
Yogi bangun udah malam makan malam dulu..
Yogi..Angga
" jangan-jangan mereka pingsan lagi" batinnya
kali ini ketokannya sudah menjadi gedoran
tak lama kemudian gagang pintu berputar
ceklek
muncullah Angga dengan penampilan yang berantakan dengan mata yang masih terpejam sesekali menguap
"kak Angga bangunin Yogi ya bilangin makan malam sudah siap..."
dan Cinta pun turun kebawah...
sedangkan Angga berusaha membangunkan Yogi
"Gi bangun udah malam turun kita makan malam" ucapnya sambil menggoyang kan tubuh Yogi
"dasar kebo"
"woiii bangun..udah lah malas gue"
pasrah membangunkan Yogi yang sangat susah untuk dibangunkan Angga meninggalkannya menyusul Cinta dibawah
"hai Cinta"
"Yogi mana"
"nggak mau bangun dia mah"
"kalau gitu kamu makan malam gih"
"iya..temenin gue yah"
"iya.."
Cinta dan Angga memang sangat dekat sejak Cinta menginjakkan kakinya di Canada selain dekat dengan Yogi Angga juga sangat dekat dengan Cinta bahkan hubungan mereka lebih dari sekedar teman saja bahkan Angga sudah menggap Cinta itu adiknya kerena memang Angga lebih tua dari Cinta
Bisa dibilang hanya Angga lah tempat Cinta satu-satunya mengadukan segala kesedihan dan nasibnya akan pernikahannya dengan Yogi
Dan memang Angga siap menjadi pendengar yang setia dan sabar untuk memberikan sarannya kepada Cinta
saat asyik-asyiknya mengobrol di meja makan mereka tak menyadari bahwa Yogi sedari tadi memperhatikan mereka
"ehemmm" deheman Yogi berhasil mengalihkan perhatian mereka
"ehhh Yogi udah bangun cika" basa-basi Angga
"loe nggak liat gue disini bukan dikamar aneh loe"
"heheh siapa tau elo ngingo tidur sambil berjalan"
"dasar"
Cinta hanya tersenyum saja menanggapi ocehan 2 sahabat itu
Cinta segera berdiri menghampiri Yogi dan mengajaknya menuju meja makan dan melayaninya dengan sabar
Angga yang berada di kursi yang bersebrangan dengan Yogi hanya memperhatikan mereka dengan senyum di wajahnya
note: CIKA \= TEMAN, SAHABAT, BRO