~Always Be With You~

~Always Be With You~
Perfome



Cinta melangkah jauh pergi meninggalkan tempat itu, ia tak ingin bertemu dengan Raga..RALAT...bukan tak ingin hanya saja ia belum mampu menatap sosok yang telah ia sakiti.


dengan naik taxi, Cinta kembali ke apartemen Angga


"loh...nak Cinta udah pulang" tanya Bunda Mila saat pintu terbuka


"ia bunda...tiba-tiba nggak enak badan, Cinta ke kamar dulu ya bunda"


"iya sayang..."


Dengan buru-buru Cinta menuju kamarnya, rasanya ua ingin meluapkan segala perasaan yang sedari tadi ia tahan


ceklek


sling bag ia lemparkan ke sofa sedangkan ia menjatukan kasar tubuhnya diatas tempat tidur


"hiksss...hikss...hikss..ya tuhan kenapa...kenapa"


"rasanya sakit sekali tuhan..cintaku, sayangku, rinduku...RAGA"


"ingin rasanya pergi menjauh tapi apa daya hati ku merindukannya..sungguh besar rasa ini padanya tuhan..hikss..hikss..


"aku takut dia akan membenciku..hikss..hikss"


"Raga.." batin Cinta menjerit"


Di sisi lain....


Raga tengah duduk melamun dalam meetengnya kali ini


hati dan pikirannya seolah berkecamuk dalam argumen yang berbeda


disisi lain hatinya masih merindukan cintanya sedangkan akalnya membawa la pada kenyataan bahwa cintanya kini telah menikah


apa yang harus ia lakukan?


ingin egois tapi tak ingin menyakiti, ingin melepaskan tapi sangat sulit


"ya tuhannn" tiba-tiba dadanya sesak, seolah merasakan kesedihan yang mendalam


"air mata?" tanya pada diri sendiri*


"bos..bos tidak apa-apa" bisik Reza yang heran, kenapa bosnya tiba-tiba menitihkan air mata sedangkan meeting ini tak ada yang mengandung bawang pikirnya


"ahhh...tidak..tidak apa-apa..."jawabnya seraya menghapus lelehan bening di pipinya


"maaf pak Tomi meetingnya diwakilkan sama asisten saya saja...saya tiba-tiba tidak enak badan" pamit Raga sopan pada rekan bisnisnya


"tidak masalah pak pehlen saya maklum. semoga lekas sembuh" jawabnya


"Za kamu handle yaa"


kemudian Raga pergi meninggalkan resto tersebut menuju taman yang di tempati Cinta tadi


"kenapa tiba-tiba rasa sesak yaa..." batinnya seraya mengusap halus dada bidangnya


"rasanya sedih banget" batinnya lagi seraya mengpus lelehan bening yang jatuh di pipinya


"Cinta..."


Kembali ke Cinta...


setelah cukup lama melepas sesak di dada dibawah selimut tebal tanpa terasa Cinta tertidur.


🍀🍀🍀🍀🍀


Malam harinya


setelah makan malam dimana ada Bunda, Reina dan Angga. Cinta kembali ke kamarnya, rasanya ia hanya ingin mengurung diri saja


ceklek...


"sweety" panggil Angga dari depan pintu


"kak Angga...masuk kak" jawab Cinta yang kini duduk di balkon kamarnya


"kenapa hmm" tanya Angga seraya duduk di damping Cinta yang menatap langit malam bertabur bintang tak seperti hatinya yang suram dan gelap


"kenapa apanya kak" jawab Cinta mengelak


"kamu nggak bisa bohongin aku sweety..aku kakakmu walaupun bukan kandung tapi antara aku, Aagler dan Yogi hanya akulah yang paling mengerti dirimu jadi aku tahu ada sesuatu yang sedang kamu sembunyikan" ucap Angga mencoba mencari tahu, sejak tadi ia heran melihat Cinta yang suram dengan mata sembabnya


"itu...emmm...aku..aku..hikss..hikss" ucap Cinta yang tak mampu lagi menyelesaikan kalimatnya. Rasa itu kembali memenuhi dadanya membuatnya semakin sesak, ia hanya mampu menyembunyikan wajahnya dibalik lutut yang di peluknya


"hei...kenapa" ucap Angga seraya membawa Cinta dalam pelukannya


"hikss...hiksss" Cinta belum mampu berkata-kata, suaranya seolah tersangkut di kerongkonan


"tenanglah...lepaskan dulu setelah itu cerita..okey" ucao Angga mencoba menenangkan dengan mengelus punggungnya


5 menit kemudian...


Cinta sudah merasa lega walau masih sesegukan dengan posisi masih dalam pelukan Angga yang hangat.


"tadi aku melihatnya...." ucap Cinta sdengan suara seraknya


"siapa..."


"dia..hikss..hikss"


seketika Angga paham siapa yang dimaksud Cinta


"tenanglah...kalian saling sapa" tanya Angga dibalas gelengan pelan dari Cinta


"lihat kakak..."ucap Angga seraya mengapit kedua pipi Cinta, Angga dapat melihat kesedihan mendalam dari netra yang kini berderai air mata itu


"masih sakit" tanya nya


"sangat...sangat sakit hiksss..hiksss"


"kenapa" tanya Angga lagi


"aku..aku mencintainya sangat...aku..aku wanita hina kak"


"suttttt....jangan ngomong gitu" sahut Angga cepat dengan menarik Cinta kembali kedalam dekapannya


"rasa itu nggak salah, mencintai orang lain tidaklah salah adakalanya rasa itu tak mampu kita tekan atau menyembunyikan didasar hati paling dalam, apalah daya kita jika rasa itu memang ada seperti halnya kita yang mencintai tuhan apakah salah jika kita mencintainya sedangkan ia dicintai banyak orang, hanya saja yang perlu diingat mencintailah dalam batas sewajarnya karena sesuatu yang berlebihan akan membuat kita terluka" ucap Angga bijak


"seperti halnya cinta mu, cintamu padanya tidak salah tapi yang perlu kamu ingat kamu sudah menikah, jangan salah dalam melangkah jika kamu tak ingin jatuh dalam juram penyesalan...okey" tambahnya lagi


"makasih kak..." balas Cinta yang masih nyaman dalam dekapan Angga


"yuk kita keluar sekedar jalan-jalan nyari angin" ajak Angga


"ngapain nyari angin yang ada masuk angin lagi" balas Cinta yang sudah baikan


"hehehehe...ya enggak lah..yuk kamu siap-siao gih aku tunggu dibawah"


setelah itu Angga kemluar menuju ruang keluarga dimana Bunda yang asyik nonton dan Reina yang serius belajar


"bund..aku keluar bentar yaa..." oamitnya


"kemana"


"mau ajak Cinta jalan-jalan kan besok siang dia harus ke kota B jenguk ibunya"


"ikut" sahut Reina


"nggak kamu belajar yang bener bentar lagi ujian skripsi" omel Angga


"yah....." balas Reina lesu


beberapa menit kemudian....


"bunda..cinta pamit bentar yaa"


"iya sayang..hati-hati"


setelah itu Angga dan Cinta menuju salah satu cafe yang agak jauh dari apartemennya


"Aagler mana..kok dari tadi nggak nongol" tanya Angga


"ada urusan katanya" jawab Cinta, Angga hanya manggut-manggut


beberapa menit kemudian sampailah mereka di sebuah cafe yang ramai akan pengunjung, alunan musik seakan menyambut mereka


"mau pesan apa sweety"


"samain aja kak"


"okey" kemudian Angga memesan cofee latte beserta cemilannya


tanpa mereka sadari dari jarak yang tidak terlalu jauh dari tempatnya duduk, sepasang mata sedari tadi menatap mereka mulai saat masuk sampai sekarang


alunan musik pop clasik masih mendayu menambah suasana nyaman disana


"mas boleh nyanyi" tanya sosok itu


"boleh bro"


kemudian ia duduk dikursi atas panggung dengan mic yang berdiri tegak di depannya


"cek..."


"bolehkah malam ini saya menyanyikan sebuah lagu yang saya khususkan untuk seseorang yang istimewa dalam hati saya" tanya pada para pengunjung


sedangkan Cinta dan Angga masih sibuk saling bercengkrama dengan posisi meja membelakangi panggung perfome


"boleh" jawab beberapa pengunjung


"makasih..untuk kamu yang ada disini tepatnya yang disana, lagu ini buat kamu aku harap kamu suka jika kamu kenal aku lewat suaraku aku mohon jangan berbalik" ucapnya


"romantis banget ya tuh orang" ucap Angga


"tapi kok ada yang aneh ya dari kata-katanya, seolah-olah mereka tak bersama" ucap Angga dibala kediioan bahu oleh Cinta


musik kini mendayu, intro telah dimainkan


Andmash : Tiba-Tiba


Hmm-mm-mm


Tiba-tiba ku teringat dirinya


Dan semua cerita-cerita indah


Tentangku dan dia


Tiba-tiba dalam hati bertanya


Sedang apa dan di mana dia?


Masihkah dia menyimpan rasa?


Rasa ini tiba-tiba ada


Setelah sekian lama kita berpisah


Atau mungkin memang masih ada rasa


Semoga dia rasakan yang sama


Stu-du-du-du-du


Stu-du-du-du-du


Tiba-tiba dalam hati bertanya


Sedang apa dan di mana dia?


Masihkah dia menyimpan rasa?


Masihkah dia menyimpan rasa? Ooh


Rasa ini tiba-tiba ada


Setelah sekian lama kita berpisah


Atau mungkin memang masih ada rasa


Semoga dia rasakan yang sama


Rasa ini tiba-tiba ada


Setelah kita berpisah


Atau mungkin masih ada rasa (atau mungkin ada rasa)


Ha-aa semoga, uu-oo


Rasa ini tiba-tiba ada


Setelah sekian lama kita berpisah


Atau mungkin memang masih ada rasa


Semoga dia rasakan


Rasa ini tiba-tiba ada (hoo-oo-oo)


Setelah sekian lama kita berpisah


(Atau mungkin) memang masih ada rasa


Semoga dia rasakan


Semoga dia rasakan


Yang sama


Semoga dia rasakan yang sama, oo-ooh


(Semoga dia rasakan yang sama)


Semoga dia rasakan yang sama, hoo-oo yeah


Semoga dia rasakan


Yang sama


mendengar lagu itu seolah Cinta menerawang kejadian tadi lagi dimana ia bertemu dengan Raga


"sangat pas" batinnya seolah lagu yang dinyanyikan ioeh penyanyi itu cocok dengan keadaanya


"satu lagu lagi boleh" tanyanya


"boleh" jawab pengunjung serempal


"makasih...kali ini lagu dimana setiap kalimatnya pernah aku alami....jangan nangis yaaa" ucaonya sedikit bercanda


tatapannya kini mengarah akan satu sosok wanita yang membelakanginya


"untuk kamu yang pernah buat salah...lagu ini ku persembahkan untukmu"


musik kembali mendayu, kini lagu dari


Mawar De Jongh


Bagiku kamulah duniaku


Semua ku berikan hanya untukmu


Aku menyayangimu


Apa kau tak sayang aku


Kau tak pernah menyadari itu


Cinta ini ku beri hanya untukmu


Tapi semudah itu


Kau tinggalkan semua .....melukaiku


Kau tutup kisah cinta kita


Saat ku sedang sayang-sayangnya


Apa ada dia yang lain


Yang beri semua yang ku tak punya


Kau tepikan kisah cinta kita


Saat ku sedang sayang-sayangnya


Kini ku tak bisa memaksa


Tapi ku harus bilang hatiku terluka


Kau tak pernah menyadari itu (menyadari itu)


Cinta ini ku beri hanya untukmu


Tapi semudah itu


Kau tinggalkan semua dan lukaiku


Kau tutup kisah cinta kita


Saat ku sedang sayang-sayangnya


Apa ada dia yang lain


Yang beri semua yang ku tak punya


Kau tepikan kisah cinta kita


Saat ku sedang sayang-sayangnya


Kini ku tak bisa memaksa


Tapi ku harus bilang hatiku terluka


Kau tutup kisah cinta kita


Saat ku sedang sayang-sayangnya


Apa ada dia yang lain


Yang beri semua yang ku tak punya


Kau tepikan kisah cinta kita


Saat ku sedang sayang-sayangnya


Kini ku tak bisa memaksa


Tapi ku harus bilang hatiku terluka


Kau putuskan kisah cinta kita


"deggggg"