~Always Be With You~

~Always Be With You~
CINTA



Merelakan rasa cinta yang dirasakan demi keputusan orang tua bukanlah suatu hal yang mudah untuk dilakukan.


melepaskan orang yang dicintai demi orang yang sangat berjasa atas diri sangatlah sulit. memilih antara keduannya membuat hati bimbang antara cinta dan bakti anak terhadap orang tuannya


di jaman sekarang bisa dibilang bukanlah lagi jaman siti nurbayah dimana anak dipaksa nikah dengan pilihan orang tuanya


Tapi bukan berarti orang tua juga tidak ingin melihat anaknya bahagia hanya saja terkadang ada orang tua yang tak menyadari apakah sang anak benar-benar merasa bahagia dengan apa yang dilakukan orang tuannya, apakah sang anak merasa bahagia atas pilihan orang tua terhadap dirinya, dan bahkan terkadang orang tua melakukan kesalahan dimana sang anak harus menanggung bebannya, apakah orang tua pernah bertanya kepada sang anak jika langkah yang diambilnya sudah tepat bagi sang anak, atau apakah mungkin orang tua berpikir bahwa apa yang ia lakukan sudah menjadi hal yang tepat bagi anaknya


seperti halnya apa yang dirasakan Cinta saat ini dimana ia harus merelakan cintanya yang mendalam kepada sosok pemuda yang sudah mencuri hatinya dan namanya sudah memenuhi segala ruangan yang ada di dalam dadanya siapa lagi jika bukan Raga


Seorang gadis malang yang harus menelan pil pahit kehidupan percintaan dimana ia dipaksa menikah dengan sahabat kecilnya sendiri, jika bukan karna keegoisan orang tuannya dan jika bukan karna rasa bakti yang mendalam kepada mereka mungkin ia sudah membangkan sedari dulu terhadap mereka


Cinta yang dipaksa menikah dengan seorang pria yang tak lain dan tak bukan adalah sahabat masa kecilnya yang bernama Yogi Mahendra


Sebenarnya persahabatan diantara mereka sudah terjalin saat mereka masih kanak-kanak jarak usia yang tidak terlampau jauh hanya beda 3 tahun dan berpisah lama disaat mereka harus melanjutkan sekolah di perguruan tinggi, jika Cinta memilih untuk tetap di indonesia seteah lulus SMA, maka Yogi sendiri memilih melanjutkan studinya di Canada dan tentu itu adalah pilihan orang tuannya bukan pilihan Yogi. Yogi sebenarnya ingin kuliah bareng Cinta tetapi perintah orang tuanya tak bisa ia hiraukan karena Yogi tipekal anak penyanyang orang tua


dan saat itulah komunikasi diantara mereka sudah renggang seperti jarak yang memisahkan. bertahun lamanya mereka berpisah mungkin karena kesibukan kuliah dan juga kesibukan kerja setelah lulus kuliah


Hingga saat dimana hal tak terduga yang tak pernah Cinta bayangkan dimana orang tuannya menjodohkan dirinya dengan Yogi dikarenakan orang tua Cinta dan orang tua Yogi sahabat dan rekan bisnis, ketika perjodohan itu di tentukan Yogi memutuskan tuk kembali ke Indonesia dan bertemu kembali dengan Cinta


Setelah perjodohan itu terjalin dan hari itu dimana mereka melangsungkan pernikahan secara sederhana yang hanya dihadiri oleh beberapa orang saja termasuk kedua keluarga mempelai dan beberapa kolega bisnis keduannya


2 hari setelah pernikahan itu Cinta diboyong keluarga Yogi untuk kembali ke Canada dikarenakan bisnis keluarga Yogi berada disana, bahkan tak terasa pernikahan mereka sudah terjalin selama 5 bulan lamanya.


wanita itu tengah duduk termenung di balik jendela merenung menatap jauh kedepan menatap pepohonan yang daunnya jatuh berguguran di terpa angin.


Penampilannya kini sudah sangat berbeda dimana rambutnya sependek sebahu berwarna coklak, sedikit tirus, bahkan dari pakaianpun sudah berbeda yang dulunya selalu tampil casual kini ia selalu memakai drees selutut dengan lengan sepanjang siku di tiap harinya dan tentunya penampilannya itu atas perintah suaminya


" sayang kamu ngapain disitu sini duduk disampingku" panggil Yogi sambil menepuk sofa disampingnya


"iya" jawab Cinta sambil berjalan menuju tempat yang ditunjuk Yogi


"kenapa kamu terlihat murung sayang, apakah kamu tak bahagia akan pernikahan kita ini" ucap Yogi sambil memegang dagu Cinta agar menatapnya


"a..aku bahagia" ucap Cinta gugup


" apakah kamu mencoba membohongi ku sayang hmm" sahut Yogi sambil membelai pipi Cinta


"aa..aku tak berbohong" jawab Cinta gugup dengan keringat dingin di dahinya


"kenapa kamu berkeringat sayang disinikan ber AC hah" ucap Yogi sambil tangannya membelai rambut indah Cinta


"awww" pekik Cinta sambil memegang rambut dan tangan Yogi


"aku tanya apakah kamu bahagia Cinta, apakah kamu bahagia HAH" bentak Yogi dengan memperkeras jambakan di rambut Cinta


"awwww sakit Yogi...sakit" pekik Cinta dengan air mata yang berjatuhan serta wajahnya sudah memerah menahan sakit


" kamu belum menjawabku sayang" sahut Yogi lembut tapi tak melepaskan jambakannya


"a..ak..aku bahagia" jawab Cinta terbata-bata karna menahan sakit di kepalanya


"baiklah..aku rasa kamu benar-benar bahagia..hahaha" sahut Yogi sambil tertawa dan melepas kasar jambakannya di rambut Cinta sehingga Cinta jatuh ke lantai


"pergilah dari hadapanku aku muak melihatmu hari ini...ohhh ia jangan lupa ganti pakaianmu dan berdandanlah aku tak ingin ayah dan ibu melihat kondisimu itu" sahut Yogi dengan senyum kecutnya memandangi Cinta


Cinta pun berdiri dan bergegas berlari menuju kamarnya. saat didalam kamar Cinta langsung mengunci pintunya dan terduduk sambil bersandar di pintu


"Kenapa hidupku sekejam ini hikss..hikss..kenapa tuhan" ucap lirih Cinta sambil menepuk-nepuk dadanya seakan dalam dadanya terasa sangat sesak


"apakah ini karma bagiku tuhan..hiks..hikss karena telah meyia-nyiakan orang yang sangat mencintaiku..hikss..hikss" tangus pilu Cinta memenuhi ruangan itu


"sakit..kenapa sangat sakit" sahutnya lagi sambil memukul-mukul dadanya


"maafkan aku Raga aku sangat mencintaimu dan mungkin ini balasan yang harus hikss..hikss..aku terima..hikss..hikss karena tak memperjuangkan cintamu..hikss..hikss" tangis sendu Cinta yang sangat pilu


setelah cukup lama meratapi nasibnya itu, dengan mata yang memerah dan sedikit membengkat, rambut yang teracak-acak karna dijambak oleh Yogi dengan sisa tenaga Cinta mencoba bangkit dari duduknya dan melangkah gontai menuju kamar mandi


dikamar mandi Cinta merendamkan dirinya di dalam buthtap dengan mata yang terpejam dan sedikit menenggelamkan wajahnya berharap mendapat sedikit kedamaian akan hal itu.


saat semua ritual mandinya selesai, kini Cinta sudah berpakaian rapi dengan dress selutut panjang lengan sesiku berwarna peach serta olesan make up yang natural menambah kesan kecantikannya


hanya saja penampilannya itu hanya sebuah topeng belaka untuk menutupi segala kesediahan serta sakit yang ia rasakan


mencoba bahagia didepan orang laian menunjukkan senyum indah merekahnya walaupun menyimpan banyak luka dibaliknya


karna selagi masih bisa tersenyum untuk menunjukkan rasa bahagia kepada orang lain walapun sebenarnya ia sedang terluka itu tak masalah pikirnya


siapa sangka sosok wanita itu yang dulunya ceria menjelma menjadi sosok


penipu dibalik rasa cerianya itu