~Always Be With You~

~Always Be With You~
Merawat



Yogi yang dengan terpaksa harus meninggalkan Cinta yang saat ini tengah terbaring lemah di rumah sakit karena ia harus menghadiri pertemuan yang sangat penting bagi perusahaannya itu


pertemuan kali ini akan membahas tentang kerjasama diantara kedua perusahaan yaitu perusahaan MH Group dengan perusahaan Mr.ARP Company.


Yogi kini telah sampai disebuah restaurant bintang 5 yang menjadi tempat pertemuannya kali ini


dengan langkah cepat ia menuju keruangan VVIP yang menjadi tempat reservasi pertemuannya


ceklek..


"selamat siang" sapa Yogi


"selamat siang pak Yogi" ucap Reza CEO Mr.ARP


mereka berdua saling berjabat tangan dan saling melemparkan senyum ramahnya


"silahkan duduk pak Yogi"


"terimah kasih"


perusahaan Mr.ARP baranggotakan 3 orang selain CEOnya juga hadir asisten dan sekertarisnya sedangkan pihak Yogi sendiri hanya ia dan Rian sang sekertaris


"maaf pak Reza saya sedikit terlambat karena istri saya sedang sakit dan tengah dirawat di RS"


"tidak apa-apa pak Yogi santai saja saya turut prihatin akan hal itu" ucapnya ramah


"baiklah untuk menghemat waktu sebaiknya kita mulai"


perusahaan Mr. ARP memulai persentasinya mengenalkan perusahaannya lebih dalam lagi dan keuntungan yang akan dicapai akan kerja sama ini, setelah selesai kini giliran pihak Yogi dimana Rian dengan cekatan mempresentasikan tentang perusahaannya dll.


setelah mencapai kesepakatan bersama dengan menandatangi berkas kerjasama itu mereka memutuskan untuk makan siang bersama berhubung sekarang sudah jam makan siang


sebenarnya Yogi ingin menolak karena ia harus segera kembali ke rumah sakit tapi ia juga tak ingin egois apalagi saat ini ia berperan sebagai CEO yang harus profesional dalam bekerja.


sedangkan disisi lain..


kini Cinta sudah dipindahkan ke ruang rawat inap kelas VIP, Angga memilihnya agar Cinta bisa cepat pulih dan jauh dari gangguan pasien lain


Cinta masih belum membuka matanya sedangkan Angga masih setia duduk disamping tempat tidur Cinta memandangi wajah teduh nan damai wanita itu


digenggamnya tangan Cinta


"heyyy..sweety bangun dong..kamu nggak capek apa tidur terus"


"ini udah siang kamu bangun terus kita makan siang yaa"


masih belum ada respon...


" aku janji jika kamu bangun aku akan turutin semua keinginan kamu"


masih belum ada respon..


karena merasa kebelet pipis ia pun menuju kamar mandi untuk menuntaskannya sebelum itu ia melihat tampilannya dipantulan cermin ruang perawatan Cinta dimana kini jas kantornya kusut dan ada noda darah yang menepel sana-sini mungkin saat ia membopong Cinta tadi


ia pun menuju ke mobilnya mengambil satu set bajunya karena memang ia selalu menyediakan baju cadangan di sana untuk jaga-jaga saja ketika akan diperlukan


20 menit kemudian


Angga keluar dari kamar mandi dengan pakaian santainya sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil disana


setelah rapi ia melangkahkan kakinya kembali untuk menemani Cinta


alangkah terkejutnya saat ia melihat Cinta berusaha yang sudah membuka matanya


"sweety kamu udah sadar" ucapnya sambil membatu Cinta duduk dan menyandar


"aku haus kak" ucap Cinta lemah


Angga segera mengambil segelas air yang tersedia diatas nakas di dekatnya


"ini sweety kamu minum...pelan-pelan" ucapnya sambil membantu Cinta minum


setelah selesai ia kembali meletakkan gelas itu di tempatnya


Cinta yang merasa kram di bagian kakinya mencoba menggerakkannya


"awww..kok kaki aku sakit sih kak"ucapnya sambil melepas selimut yang menutupi bagian bawah tubuhnya


"lahh kok kaki aku di perban sih kak"


"itu karena pas kamu pinsang tadi kamu nggak sengaja nginjak pecahan beling jadi kaki kamu terluka parah karena belingnya menggores kakimu terlalu dalam" jawab Angga


Cinta melihat kedua kakinya yang kini diperban dan kedua tangannya pun juga diperban


"kok kak Angga ada disini sih terus kenapa aku juga ada disini kak?"


"ohh karena aku yang bawa kamu kesini sweety..tadi aku kerumah mau ambil berkas yang ketinggal terus aku lihat kamu pingsan dengan luka dimana-mana terus aku bawa kamu kesini dech"


Cinta hanya manggut-manggut


"Yogi mana kak"


"dia lagi ada meeting penting nggak bisa diwakilkan jadi aku yang jagain kamu disini lagian dia juga udah tau kok kalo kamu sakit"


"memangnya aku kenapa kak"


"kata dokter tekanan darah kamu rendah, terus kelelahan dan kamu juga menderita maag"


"ohhhh" ucap Cinta santai


"ohhh doang" tanya Angga


"terus aku harus bilang WOW gitu" jawab Cinta


" dasarrr" ucap Angga menoyor kepala Cinta


"hehehe"


mereka berdua asyik berbincang dengan Cinta yang duduk selonjoran dan Angga yang duduk dikursi samping Cinta


"aku minta maaf ya sweety"


"maaf untuk apa kak Angga"


"maaf karena nggak bisa jadi kakak yang baik buat kamu"


"nggak papa kak Angga kan ini musibah lagian jika tadi saat itu sebelum aku pingsan kak Angga ada pasti kak Angga akan tolong aku" ucap Cinta sambil tersenyum


Angga membals senyum Cinta


"kak Angga"


"hmmm"


"emm itu..anu" ucap Cinta malu dan menunduk


"apa"


"anu...aku kebelet pengen buang air kecil" jawab Cinta malu kini wajahnya sudah merona


"yaudah aku bantu kamu ke toilet" ucap Angga yang kini sudah berdiri


"aku malu" jawab Cinta yang masih menunduk wajahnya tak terlihat karena rambutnya yang kini sudah agak memanjang menutupi wajahnya


"yaelah gitu aja malu lagian kan saat sampe ke toilet aku keluar"


"yaudah tolong ya kak aku kebelet banget"


"oke"


"kak Angga" panggil Cinta lagi


"apa" jawab Angga yang kini menghentikan aktivitasnya


"aku risih dengan rambutku ini" ucap Cinta yang memang rambutnya sangat mengganggunya saat ini


Rambutnya yang sudah agak panjang itu kini tak beraturan sebagian menutupi wajah cantiknya itu


"tunggu bentar aku cari karet gelang dulu" ucap Angga dan keluar kamar perawatan Cinta


setelah kembali Angga dengan cekatan menyanggul sederhana rambut Cinta


"nahh..udah selesai"ucapnya sambil menyingkirkan helaian-helaian rambut yang tertinggal dan menyelipkanyya di belakang telinga Cinta


"yaudah yuk aku bantu ke toilet nanti kamu pipis disini lagi"


Angga segera mebopong Cinta ke kamar mandi, di duduk kannya Cinta diata closet dan ia segera keluar


"kalau sudah selesai kamu panggil aku aja aku ada didekat pintu kok"


"oke"


beberapa menit kemudian


"Kak Angga..Cinta udah selesai"


Angga segera masuk dan membong Cinta kembali dan meletakannya diatas tempat tidur


"terimah kasih kak Angga"


"sama-sama aku kan kakak kamu walaupun palsu..hehehe"


"palsu juga nggak papa sekarang Cinta udah ngerasain bagaimana rasanya punya kakak, Cinta kan anak tunggal jadi seneng dech sekarang ada kakaknya"ucap Cinta semangat


"iyaa aku akan jadi kakak yang the best buat kamu sweety"ucap Angga sambil mengusap lembut kepala Cinta


"kak Angga"


"hmm"


"anu..itu.."


"apa..kamu kenapa sih bicara masih malu-malu gitu katanya aku kakak kamu tapi masih sungkan aja"


"hehehe...itu Cinta laper belum makan"


"aduhhhhhh"ucap Angga sambil menepuk jidatnya


"gitu aja kok malu"sahutnya sambil mencubit gemas pipi Cinta


"yaudah lagian ini udah siang waktunya makan siang, aku keluar bentar yaa cariin kamu makanan, kamu mau makan apa hemm"


sejenak Cinta berpikir sambil memegang dagunya


"makanan yang bisa dimakan aja kak"


"semua makanan bisa dimakan sweety kalo kamu makanan aku juga bakal makan kamu..dasar" gerutu Angga


"hehehe..terserah kak Angga aja yang penting bukan makanan di RS aku nggak mau"


"yaudah aku keluar dulu, kamu istrahat aja dulu"


"oke"


Angga segera pergi tapi langkahnya terhenti ketika Cinta memanggilnya lagi


"kak Angga"


"apalagi sweety"


"nyalain tvnya dong aku bosan nggak bisa ngapa-ngapain"


"hadehhhhh nasib abang gini amat untung sayang kalo nggak gue karungin nih anak" gerutu Angga dalam hati


"terimah kasih kak"


"ada lagi" tanya Angga


Cinta menggeleng-gelengkan kepalanya


melihat itu Angga segera berlalu keluar mencari makanan


beberapa menit kemudian Angga kembali membawa sekantong makanan


"nihh kamu makan" ucaonya sambil menyodorkan kantongannya


Cinta hanya melihatnya tanpa mengambilnya


"kak Angga"


"apa sih sweety nih kamu makan yaa"


"iya kak aku mau makan tapi nggak bisa tangan aku di perban terus perih"


"hadehhhh" ucapnya sambil menepuk jidatnya


"sorry aku lupa hehehe" Angga cengengesan


Cinta hanya cemberut sambil mengerucutkan bibirnya gemess


Angga segera memindahkan semua makan diatas piring dan ia membantu Cinta makan dengan menyuapinya


"aaaaa"Angga menodorkan satu suapan ke Cinta


"aku mau disuapin pake tangan aja kak Angga seperti mama ku" ucap Cinta seneng


"yaudah tuggu bentar aku cuci tangan dulu" ucapnya sambil berlalu menuju wastafel mencuci tangan


"aaaa" Angga menguapi Cinta pake tangan


Cinta menerimanya dan mengunyah dengan senang


"kak Angga nggak makan pasti dari tadi nggak makan"


"setelah kamu selesai aja" sahutnya tanpa memandang Cinta karena sibuk dengan suapan selanjutnya


"kak Angga juga harus makan nanti sakit siapa yang ngurusin"


Cinta segera mengarahkan tangan Angga menuju mulut Angga


mau tidak mau Angga menerima suapan itu.


dan mereka berdua makan dengan tenang sesekali Angga menyuapi Cinta dan dirinya sendiri


setalah selesai Angga membantu Cinta minum dan ia membawa piring kotor ke wastafel dan mencucinya


"kak aku ngatuk"


"yaudah kamu baring gih" jawabnya sambil membantu Cinta berbaring


benar saja beberapa menit kemudian Cinta tertidur pulas dengan Angga yang menepuk-nepuk pelan kepalanya


setelah Cinta tertidur pulas Angga duduk disofa panjang dekat Cinta dan memebaringkan tubuhnya yang sedari tadi duduk


dan iapun tertidur pulas menjemput mimpi disiang bolong