~Always Be With You~

~Always Be With You~
Kekhawatiran Angga dan Janji Aagler



Setelah menghubungi Yogi, Aagler bergegas menuju ruang tempat inara masih terbaring.


walaupun tidak ada masalah serius tapi Cinta masih belum sadar dari pingsannya dan menurut dokter tadi mungkin ini karena Cinta yang masih syok akan kejadian tadi, bagaimana tidak nggak ada angin dan hujan tiba-tiba ia dicululik


sesampainya disana, Aagler berjalan mendekati brankar Cinta ditatapnya lekat memindai setiap inci wajah cantik dan manis itu


"apa yang sebenarnya terjadi" gumam Aagler lirih


beberapa saat kemudian datanglah Yogi dengan wajah khawatir menghampiri Cinta saat dirasa tidak ada yang menghawatirkan Yogi menghampiri Aagler yang berdiri sambil memasukkan kedua tangannya dikantong hoddienya seperti biasa dengan tampilan misterius akbiat masker yang selalu menutupi wajah tampannya


jika dilihat saat ini ia sedang berpikir keras sampai-sampai ia tak menyadari saat ini Yogi sudah berdiri tepat disampingnya


"apa yang terjadi, mengapa hal seperti ini bisa terjadi"


tanpa menjawab justru Aagler balik bertanya


"apakah anda mempunyai musuh"


"aku ini adalah pengusaha mempunyai musuh itu wajar, mungkin ia ingin menjatuhkan ku menggunakan istriku" jawab Yogi dingin dan serius


"bisa dipastikan hal seperti ini akan sering terjadi" ucap Aagler tak kalah dinginnya


karakter Aagler dan Yogi sama-sama dingin, datar dan kaku jadi wajar jika mereka bersua itu hanya karena adanya hal yang sangat serius


"apakah mereka sudah bergerak" batin Yogi sambil melamun memikirkan kemungkinan yang sedang terjadi


"apakah anda percaya bahwa saya bisa menjadi pengawal istri anda ini" tanya Aagler sembari menatap mata elang Yogi


"jika aku memilihmu itu berarti aku sudah mempertimbangkan serta memikirkannya secara matang tidak sembarang orang yang bisa aku pilih untuk diposisi ini" jawabnya menantang balik mata tajam Aagler


"jika anda percaya maka saya akan melindungi istri anda dengan cara saya sendiri" ucapnya mengalihkan pandangannya kearah Cinta yang masih terbaring disana


"asalkan dia aman " jawab Yogi yang juga sedang menatap Cinta


"ini akan sangat beresiko jika para musuh mulai bergerak" batin Yogi


hampir 30 menit Cinta terbaring akhirnya ia sadar juga, saat mata indahnya terbuka orang pertama yang ia lihat adalah suaminya Yogi yang duduk bersedekap dada di samping brankarnya sambil menatap dirinya


"kenapa aku disini dan awww...sss" pekik Cinta yang merasakan sakit di bagian belakang kepalanya


"berbaringlah" ucap Yogi datar


tak ingin membantah akhirnya Cinta kembali berbaring


"tadi ada orang yang ingin menculikku tapi kenapa aku bisa ada disini" tanya Cinta heran pasalnya sebelum ia tak sadarkan diri ingat ada dua pria yang menghadang dan ingin membawanya pergi


"itulah gunanya ada bodyguard" jawab Yogi datar


"tapi dulu-dulu tidak pernah seperti ini tapi kenapa sekarang seperti ini bahkan ia tau namaku"


"sudahlah...sebaliknya kamu istirahat lagi besok baru pulang aku akan kembali saat malam nanti" ucap Yogi seraya berdiri


"tidak aku mau pulang saja lagian aku tidak apa-apa"


"jangan membantah"


"tapi.."


"DIAM" bentak Yogi yang otomatis membuat Cinta terkejut bukan main


setelah itu Yogi keluar dan berlalu pergi meninggalkan Cinta yang kesakitan di dagu dan menangis pilu di dalam sana


"apa salahku tuhan..hiks..hiikss..hikss..kak Angga" batin Cinta bahkan orang yang paling dibutuhkannya saat ini adalah sosok Angga bukan orang tuannya


tanpa ia sadari bahwa sosok Aagler sedang berdiri di ambang pintu mendengarnya menangis meraung didalam sana


"sungguh menyedihkan sekali dia"


tak ingin menganggu akhirnya Aagler menutup kembali pintu ruang rawat Cinta dan duduk di kursi tunggu depan ruangannya


selama duduk disana, Aagler kembali berpikir tentang masalah yang barusan terjadi berbagai pertanyaan melintas di benaknya apalagi ia tak sengaja mendengar apa saja yang terjadi didalam sana bahkan bentakan Yogipun masih menggema di telinganya


"apa yang sebenarnya terjadi apakah benar bahwa Yogi itu punya musuh jika ia aku harus lebih berhati-hati lagi karena kemungkinan musuhnya itu banyak, tapi bukankah Yogi seharusnya bersimpati terhadap istrinya itu jika dilihat dari raut wajahnya sepertinya ada ke khawatiran tapi mengapa ia sepertinya tidak bersahabat seperti itu hanya dingin dan datar kepada istrinya bahkan kekhawatirannya hanya sesaat saja. kalau perlu aku juga akan melindungi Cinta dari suaminya itu dan aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pasti ada sesuatu yang tidak beres apalagi mengingat apa yang dikatakan Angga tadi...." batin Aagler berpikir keras


Flashback...


setelah berbincang dengan Yogi dalam ruangan Aagler pamit keluar meninggalkan sepasang suami istri itu.


saat diluar Aagler mendapati telpon dari Angga dan itu sangat tumben menurutnya


"halo"


"halo..Aagler ini aku Angga"


"iya..ada apa"


"karena kesibukan aku samapi lupa bahwa ada hal yang ingin aku katakan bahkan tidak sempat saat aku ada disana"


"katakanlah..hal apa yang ingin kamu bicarakan" tanya Aagler serius apalagi ia menangkap ada hal serius yang ingin Angga katakan


"entah hati ini aku merasa bahwa Cinta sedang mengingatku , aku merasa ia sedang ada masalah saat ini..


boleh kah aku minta tolong


tolong jaga sweety ku Cinta disana dia adalah adikku walapun bukan kandung tapi setidaknya aku sangat menyayanginya. Apakah kau tahu dia itu pembohong handal dibalik senyum manisnya tersimpan duka yang sangat dalam kuharap kau bisa jeli melihatnya...hm" ucap Angga terhenti saat ia teringat bagaimana Cinta yang tetap bisa tersenyum dibalik lukanya dan itu membuat Angga tersenyum miris mengingat itu


"apakah kau tahu walapun sebagai sahabatnya Yogi tapi dia adalah orang pertama yang membuatku ingin melindungi Sweety ku darinya dan kuharap kau bisa mengerti akan hal itu"


"lindungilah Cinta baik dari musuh Yogi ataupun dari Yogi sendiri, kau tahu kehangatan pasangan akan mereka tampilkan saat diluat saja diluar dari pada itu kamu pasti sudah tahu. kata orang musuh yang paling sulit di lawan adalah musuh dalam selimut karena terkadang orang dekat akan lebih kejam dari orang luar. Jika pekerjaan ku disini sudah selesai maka aku akan kembali kesana jika perlu aku akan membawa Sweety ku jauh pergi dari sisi Yogi akan ku buat ia bahagia se bahagia-bahagianya karena aku tahu ia tidak bahagia...aku mohon padamu Aagler hanya kamu yang bisa ku harapkan saat ini"


"jagalah Sweety ku, dekatilah dia ambilah simpatinya jadilah sandarannya maka kau akan tahu sebesar dan sedalam apa luka dan derita yang ia rasakan"


"dia adikku yang manis penuh perhatian dan kasih sayang serta cinta sangat besar dihatinya hanya saja ia tidak beruntung bersanding dengan Yogi"


"pasti...apakah kau lupa aku adalah pengawalnya maka sudah tugasku menjaganya tak perlu khawatir"


"terima kasih"


Flashback off


saat dirasa cukup lama menunggu, akhirnya Aagler kembali masuk kedalam ruangan Cinta dilihatnya Cinta yang saat ini tertidur pulas dengan wajah sembabnya walaupun sesekali ia sesegukan membuktikan bahwa kesedihan sangat dalam ia rasakan


"*apakah sebegitu sedih dan sakitnya engkau" batin Aagler lirih sambil manatap wajah sembab Cinta


"maka ijinkan aku menyembuhkanmu aku berjanji aku akan selalu menjagamu walaupun nyawa taruhannya itu adalah janjiku dimana ada Cinta disitu aku berdiri" batinnya mantap akan ucapannya*