
Cinta dan Angga telah sampai di kediamannya, disana telah berdiri sang tuan rumah sambil berkacak pinggang melihat kedatangan Cinta dan Angga
"15 menit berlalu dari waktu yang aku berikan"
"maaf Gi..ini salahnya Cinta" ucap Angga menunjuk ke arah Cinta yang berdiri disampingnya menampakkan raut kebingungan di sana
"loh kok aku yang ngajak jalan kan kak Angga yang di kasih ultimatum kak Angga nah..salahnya Cinta dimana"
"salahnya karena kamu nggak ngingetin aku" jawab Angga kesal
"loh..aku kan hanya menikmati saja soal inget-mengingat itu urusan kak Angga"
"Aarrghh...lain kali aku tidak akan ngajak kamu jalan-jalan lagi" ucap Angga kesal
mendengar itu Cinta manampakkan raut wajah sesedih mungkin mata yang seketika merah tergenang air yang siap meluncur dipipi mulus ditambah bibir yang di manyungkan seolah memberi kesan saat ini ia sangat sedih
"a..pa mma..ksud..kak Angga...srukkk" icap Cinta terbata-bata sesekali ia menghirup kembali cairan yang berusaha keluar dari hidung mungilnya
"emm...itu" belum sempat menjawab Angga kembali melihat wajah Cinta dan aargghh ekspresi apa itu..." batin Angga saat Cinta memperlihatkan mata bulatnya yang tergenang air, bibir mancung dan wajah memelas mungkin
Sedangkan Yogi hanya menjadi penonton setia drama yang ditampilkan adik kakak itu sambil bersedekap dada, sebenarnya ia tidak marah sedikit pun katena Cinta perginya sama Angga hanya saja ia sedikit jengkel pasalnya mereka berdua tak mengingat ia sedikitpun yang tengah dilanda kelaparan karena ia tak ingin makan makanan apapun saat dirumah kecuali Cinta yang masak
"iya..iya..aku cuma bercanda" jawab Angga sedikit sewot tanpa memandang Cinta
"yakin...srruk.."ucap Cinta yang berusaha menahan laju cairan lendir di hidungnya
"hmmm.."jawab Angga singkat
"makasih kak Angga aku tunggu yaa teraktirannya...srruukkk"ucap Cinta senang sambil memeluk Angga dan dengan jahilnya ia mengeluarkan cairan lendir yang sedari tadi di tahannya ke dasi yang dikenakan Angga
"yaaakkk.....Sweety kau...yaa allah"
"apa" jawab Cinta kali ini dengan tampang tak berdosanya
"ingusmu...di aaarrgghh...kau jorok sekali" ucap Angga sesekali manatap jijik dasi yang dikenakannya itu
"maaf kak kelepasan hehehe" jawab Cinta cengengesan
"iyuuuuukkk" sahut Yogi jijik
"kamu kira dasiku tissue apa"
"ya seperti itu kak..soalnya ingusnya dari tadi bandel mau keluar jadi aku keluarin deh heheeh" jawab Cinta dan lagi dengan tampang tak berdosanya
"sudah-sudah..kalian masuk gih..dan kau... Angga iyuukkk..hwekkk...cepat...hwekk...masuk" ucap Yogi tak kuat menahan jijik
sedangkan Cinta sudah berlengang jauh pergi meninggalkan mereka berdua
Beberapa saat kemudian....
mereka bertiga tengah duduk di ruang tamu menikmati malam dengan minuman hangat dan cake buatan Cinta
"ohh iya kak..besok kak Angga sudah tidak ke kantor lagi"
"hmm kerjaan udah beres"
"belum" potong Yogi
"loh perasaan tadi siang udah selesai semua deh Gi"
"perintah yang kemarin gue bilang belum loe kerjain"
"yang mana?"
Cinta hanya menyimak sesekali tangan menggapai kripin singkong diatas meja
"yang gue suruh cari pengganti loe" jawab Yogi tanpa mengalihkan pandangan dari tv karena saat ini ia dan Angga sedang main playstation
"ohh iya..sebelum gue pergi orangnya udah ada"
"jadi besok kak Angga free" tanya Cinta
"hmm"
"Yessss" ucap Cinta kegirangan dan itu menjadi pusat perhatian Angga dan Yogi
"kenapa?" tanya Yogi
"nggak kenapa-napa Yogi hanya saja aku seneng besok ada batuin beres-beres rumah, temenin pergi belanja, temenin buat kue sama buat masak...ihhh aku senang sekali"
glekkk
"dia kira aku babu apa"
"aku bukan babu sweety, aku ini seorang asisten CEO Mahendra grub bisa-bisanya disini aku jadi ART mau ditaruh mana nih muka"
"di tempatnya lah dimana lagi" jawab Yogi polos
"yang bilang kak Angga babu siapa" tanya Cinta
"aku" jawab Angga cepat
"jadi kak Angga sendiri dong yang bilang kalau kak Angga babu...bukan Cinta"
"alah....iyain aja deh"
"yesss...aku seneng kak, Gi"
"udah kelihatan" jawab Mereka berdua kompak
"Cinta besok aku maunya dibuatin rendang yaa sama tiramitzu juga" ucap Yogi
"oke" jawab Cinta
"yudah aku mau tidur dulu...kalian jangan lupa beresin yaa bawa ke belakang kalau kalian baik hati dicuci juga nggak papa kasian Bibi besok...dahh" ucap Cinta berlalu meninggalkan mereka berdua yang aski melongo dan melihat disekitanya beberapa bungkusan cemilan yang isinya ada yang berjatuhan, piring bekas cake tadi, cankir kotor mereka bertiga dan minumn kaleng berjejer rapi di atas meja beberapa sudah terbuka dan sebagian belum
"loe aja akumah ogah"
"ck..padahal kan sekarang udah ada ART kenapa rasanya sama aja" gerutu Angga
beberapa jam mereka berdua nongkring disana setelah selesai mereka membersihkan kekacauan disana dan di dapur mau tidak mau mereka mencuci piring yang lumayan banyak bekas penggunaan saat makan malam tadi walaupun dibarengi kericuhan tersendiri , setelah selesai mereka berdua menuju kamar masing-masing untuk istirahat
Pagi hari menyinsing....
Cinta sangat bahagia saat melihat dapurnya bersih dan tumpukan piring koto lengkap perkakas yang kotor sudah tercuci bersih
dengan hati gembira Cinta mempersiapkan sarapan pagi seperti biasa sereah selesai dengan langkah cepat Cinta masuk ke kamar Yogi untuk memerisapkan segala kebutuhan suaminya itu mulai dari menyiapkan air hangat untuk mandi dan mempersiapkan pakaian yang akan dikenakan Yogi kekantor setelah selesai Cinta membangunkan Yogi dan berlalu pergi untuk membangunkan kakaknya yang sangat susah bangun dipagi hari itu apalagi ia tak ke kantor
serasa sudah selesai, Cinta menunggu di meja makan sambil bermain gawainya hingga langkah kaki yang mendekat padanya mengalihkan pandangannya
"pagi sweety"sapa Angga
"pagi"jawab Cinta tersenyum
"pagi Cinta" saoa Yogi tak lupa kecupan singkat dikening yang terbilang sudah biasa
"pagi..silahkan duduk kita sarapan" drngan telatrn Cinta melayani Angga dan Yogi disana
beberapa saat kemudian...
saat Yogi sudah pergi ke kantor tinggallah Cinta dan Angga di rumah, sesuai apa yang dikatakan Cinta kemarin malam bahwa hari ini Angga akan menemaninya dalam urusan rumah dan mau tak mau Angga harus menyanggupinya mulai dari membersihkan rumah terdiri dari ngepel, nyapu, cuci baju, menjemur,menyetrika semuanya dikerjakan mereka berdua walauoun sesekali Cinta harus tarik urat leher untuk protes atas apa yang dikerjakan Angga itu
"salah sendiri punya ART kok nggak di pake" batin Angga
setelah tugas rumah selesai kini mereka sudah ada di salah satu market terbesar dikota itu biasanya sih Cinta hanya kemarket dekat rumah saja tpai karena Yogi pesan inginnya dibuatkan rendang dan tiramitzu, ia hatus ke market ini dimana bahan-bahan terjual lengkap
Cinta dan Ngga terpisah dengan trolly yang berbeda jika Cinta menuju kebagian rempah-rempah, sayur, daging dan buah-buahan, Angga ke bagian perlengkapan rumah seperti kebutuhan kamar mandi dan isi kulkas yaa seperti cemilan dan minumannya
saat sedang asyik-asyiknya memilih produk tak sengaja seseorang menabrak trollynnya
"maaf pak saya tidak sengaja" ucap orang itu
"iya tidak papa"
"ehhh pak Angga" sapanya
"maaf...anda siapa"
"saya Aagler pak yang kemarin tak sengaja tabrak bapak"
"ohh..itu yang ada bukan anda tabrak saya tapi saya yang tabrak anda hahaha"
"bapak kesini sendiri"
"tidak tapi sama adik saya...yang entahlah ia kemana" jawab Angga celingak-celinguk mencari Cinta
"ohh..kirain sama istri hehehe"
"saya belum menikah..oh iya kamu sendiri"
"saya sendiri pak sama siapa lagi saya kesini merantau cari kerja"
"kebetulan hakikie nih" batin Angga
"ohhh...oh iya kita ke resto sana yuk aku mau ngomong sesuatu sama kamu"
"ehh..itu pak"
"yasudah ayo" ucap Angga berlalu pergi mau tak mau Aagler ikut
sesampainya disana, mereka berdua duduk saling berhadapan dengan dua cangkir kopi di tengah mereka
"bagaimana caranya kamu minum kalau kamu saja pakai masker" ucap Angga pasalnya penampilan Aagler seperti saat ia ketemu pertama kali dengan jaket hoodie dengan tudung menutupi kepala dan masker menutupi wajah
"iya pak..." ucap Aagler sambil melepas tudung hoodie dan maskernya
"wow ternyata kamu tampan juga hhaha"
"hehehe makasih pak"
"oh iya tunggu bentar aku mau telpon adik ku dulu" ucap Angga sambil berdiri agak jauh dari Aagler
beberapa saat kemudian Angga jembali
"dasar perempuan kalau sudah di tempat seperti ini jam saja tidak cukup kalau hari iya itupun nggak bakalan puas untuk berkeliling doang" gerutu Angga
"hehehe..namanya juga perempuan pak..oh iya bapak mau ngomong apa"
"jangan panggil bapak panggil Angga saja..."
"iya"
"kamu mau kerja nggak"
"mau pak"
dan mereka berdua saling berbincang malasalah pekerjaan
"okey besok aku menghubungi mu kita ketemuan"
"siap"
Angga harus pergi karena Cinta sudah menghubunginya
"yudah aku permisi dulu adikku sudah nelpon"
"iya Ngga"
dan pertemuan kedua Angga dan Aagler pun berakhir