
Seorang pria tampan nan gagah memasuki area lobby kantor dimana banyak karyawan yang berlalu lalang, namun tak membuat dirinya tenggelam diantara banyaknya karyawan yang sedang beraktivitas.
yeah... dengan fostur tubuh yang tegap, kulit putih berahang tegas, mata yang tajam serta memiliki aura dingin membuat siapa saja yang melihatnya terpaksa menghentikan aktivitas yang dilakukan demi memandang makhluk ciptaan tuhan yang perfect ini.
desas-desus serta bisikan-bisikian tentunya tak terelakan lagi di pendengaran sosok itu, namun dengan cueknya ia tetap melangkahkan kaki jenjangnya menuju tempat yang seharusnya ia datangi.
ting....
pintu lift terbuka dilantai teratas perusahaan itu, dimana seharusnya tempat CEO berada
"selamat siang tuan, ada yang bisa saya bantu" sapa sekertaris yang kini berdiri menyambut kedatangannya
"saya ingin bertemu dengan CEO mu"jawabnya dengan nada rendah namun terkesan datar
"silahkan tuan, kebetulan beliau tadi berpesan untuk mempersilahkan anda masuk" jawab sekertaris itu lagi
tanpa basa-basi sosok itu memasuki rungan CEO
ceklek
"selamat siang...PAK YOGI" sapanya dingin membuat sang empu yang sibuk akan kerjaannya mengalihkan pandangan dari laptop ke arah sosok itu
•••••
Aagler kini berdiri mematung menunggu sosok majikannya yang kini bersiap-siap entah berapa lama
saat lagi sibuknya, Cinta menghubunginya untuk diantarkan ke kantor Yogi. yeahh aktivitas sehari-hari dan tentunya pasti akan berimbas dengan pekerjaanya.
seperti siang ini dimana seharusnya ia mengerjakan suatu hal yang sangat penting harus tertunda hanya karena 1 panggilan saja dan katanya mendesak
dah basi... begitulah kata umpatan yang selalu di lontarkannya jika Cinta selalu memberikan alasan yang itu-itu saja
30 menit berlalu dan selama itu pula ia berdiri di teras tanpa di persilahkan duduk apalagi masuk
"astaga... emang gegini yaa perempuan kalo nge dandan lama banget" gerutunya yang sudah sangat bosan menunggu tanpa kepastian
tepat 10 menit kemudian...
"yukkk" tanpa rasa bersalahnya sosok itu akhirnya keluar dan hanya menepuk pundaknya kemudian berlalu memasuki mobil
what the hell....
"HEI... GLER NGAPAIN MASIH DISITU... AYOK KEBURU TELAT" pekik Cinta membuyarkan lamunan Aagler
cih menyebalkan.....
selama perjalan taka ada pembicaraan, Cinta hanya sibuk dengan ponselnya, sedangkan Aagler sibuk menyetir
namun tiba-tiba...
"Gler apakah kamu mempunyai masa lalu yang sulit kamu lupakan, seperti halnya ini" tanyanya sambil memperlihatkan vidio yang di tontonnya tadi pada Aagler, Aagler hanya melihat sekilas kemudian fokus kembali
"disini sosok prianya tak ingin menikah dengan alasan sangat mencintai seorang wanita yang telah menikah. apa segitu sulitnya si pria ini melupakan wanita itu, apalagi jika dilihat dia tampan dan berada tentunya bukan hambatan jika ia ingin mencari yang lain"
"ketampana dan harta tentunya bukan tolak ukur yang patut dibanggakan seorang pria jika mencari pasangan, di dunia ini selain wanita matre gila materi pastinga ada yang sebaliknya dimana ia menilai seorang pria dari keseriusan dan bagaimana ia memegang kata-kata yang di ucapkannya. rupa bisa luntur seiring berjalannya waktu begitupun harta adakalanya ia akan habis dan tak tersisa, namun bagi pria yang memegang omongan seperti akan setia, mencintai kamu apa adanya dan akan bertanggung jawab maka patut di pertahankan.
soal ia tak bisa move akan masa lalu tentunya itu hal yang wajar, salahkan si wanitanya mengapa ia memberikan harapan jika ujung-ujungnya ia akan pergi.
kata orang masa lalu biarlah berlalu tanpa ia pikir kenangan ada karena masa lalu" ucap Aagler panjang lebar walau terkesan datar
"napa nanya gitu"
"nggak pengen nanya doang, emang nggak boleh"
"huffft... masa lalu yaa... tentunya ada seperti yang kamu bilang kenangan ada karena masa lalu dan aku mempunyai kenangan-kenangan yang tak dapat aku lupakan bahkan sangan sulit aku lupakan.
seperti saat ini vidio ini mengingatkan ku pada seseorang dimana kejadian ini seperti yang pernah aku alami. lihatlah seberapa besar aku melupakannya dengan sendirinya ia muncul membuat aku selalu membicarakannya, sepertinya sudah mendarah daging saja hahahaha" ucapnya diakhiri tawa recehnya. namun hanya sesaat berganti tatapan sendu
dan senyum getir
"Raga... namanya Raga, sosok lelaki masa lalu yang sangat aku cintai yang harus ku tinggalkan akibat perjodohan, bukannya waktu itu sudah aku katankan yaa bukannya tak ingin berjuang namun nasibku saja yang sial sehingga kami berpisah.
entah seperti apa nasibnya kini, namun kami sempat bertemu walaupun sebentar tapi dari yang kulihat ia baik-baik saja, kuharap ia selalu seperti itu" lanjutnya lagi dengan senyum tulusnya menghadap Aagler yang juga tanpa sengaja melihatnya
"kuharap" balas Aagler
"kamu gimana Gler" tanya Cinta
"kapan-kapan saja, kita sudah sampai" balas Aagler membuat Cinta sadar kini mereka telah sampai di kantor Yogi
"kamu punya hutang ama aku Gler" ucao Ci ta sebelum turun dari mobil
dengan langkah riang Cinta menapaki kakinya di loby kantor suaminya. hingga tanpa sengaja ia menabrak seseorang
"maaf.. "
sedangkan sosok itu hanya terseyum tipis melihat wajah Cinta yang menunduk memberi maaf
tanpa menghiraukan Cinta, sosok itu kembali berlalu menuju mobilnya
Aagler yang baru saja memasuki Lobby, tanpa sengaja tatapannya bertabrakan dengan tatapan tajam dari sosok yang baru saja menabrak Cinta, pandangam keduanya saling beradu beberapa detik sebelum sosok itu memutuskannya terlebih dahulu
"aneh" batin Aagler kemufdan berlalu namun baru beberapa langkah ia kembali berbalik menatap punggung tegap itu yang kini semakin menjauh
tak ingin ambil pusing Aagler memasuki lift menuju lantai teratas
ting....
baru saja mengkah keluar, ia mendengar suara teriakan Cinta dari ruangan Yogi, dengan berlari Aagler menuju ruangan Yogi, untungnya tak ada sekertaris Yogi yang menahannya karena saat ini sudah jam makan siang
brak..
sedikit kasar Aagler membuka pintu, dilihatnya ruangan Yogi berantakan bagai kapal pecah bahkan kini Yogi masih mengamuk hingga tanpa sengaja hampir melukai Cinta yang berdiri tak jauh darinya mencoba menenanhkannya
dengan celat Aagler berlari dan melindungi Cinta dari lemparan papan kayu yang berukirkan nama dan jabatan Yogi, benda itu mendarat sempurna di punggung Aagler
"Gi... kamu kenapa" dengan gemetar Cinta bertanya
"keluar.... KELUARRR" teriak Yogi frustasi
"Gi.... "
"KELUAR... BANGSAT"
DEG....