~Always Be With You~

~Always Be With You~
Nasi Goreng Spesial



Masih dihari yang sama di kediaman Yogi terlihat dua pria itu tengah uring-uringan kesana kemari saling bertanya tentang benda dan berbagai bumbu yang dirasa asing menurut mereka di dapur


"Ngga..nasi goreng bumbunya apa saja"


"entahlah..loe kan tau sendiri aku nggak bisa masak"


"Ck...trus ini gimana"


"entahlah..gue juga enggak tau"


disaat Yogi sibuk sendiri dengan memindai seluruh bumbu dapur yang ia letakkan di hadapannya berbeda hal dengan si Angga lelah dengan keadaan dengan tenangnya ia lebih memilih memakan berbagai buah yang tersedia rapi di meja makan tanpa memikirkan bahwa sosok singa betina tengah kepalaparan di atas sana


"Ngga ini gimana stres gue...masak nasi goreng gimana sih"


"loe punya otak kan pake dong jangan di pajang doang" jawab Angga sambil memakan apel di tangannya


"bangsat"kesal Yogi sambil melembar satu buah bawang mereh bulat yang tepat sasaran mendarat di pelipis Angga


"aduh...shit" pekik Angga sambil mengelus pelipisnya


"sini loe enak aja loe enak-enakan gue menderita"


dengan gerakan malas Angga beranjak dari duduknya mendekati Yogi dan duduk bersila saling hadap-hadapan dengan berbagai rempah di tengah mereka


"buka youtube Yogi cari tutorial buat nasi goreng sosis bagi pemula" saran Angga


"oh iya dari tadi kek"


"loe aja lemot ck"


dengan langkah cepat Yogi mengambilnya gawainya dan mencari apa yang seharusnya dicari


beberapa menit kemudian


"nah ini tapi kok banyak versi" tanya Yogi sambil memperlihatkan yqng ia lihat


"iya...cari yang gampang aja"


"yang mana yang bumbunya harus di bland tau di ulek atau cukup diiris-iris doang"


"emmm...di ulek aja"saran Angga


"oke"


klik vidio terputar


*siapkan bawang merah dan bawang putih sesuai selera yaaa


pause*


"berapa Ngga" tanya Yogi sambil memperlihatkan bawang-bawangan yang di tangannya


"berapa ya..5 aja kali yaa"


"oke..bagaimana cara kupasnya yaa"


"oh iya disini langsung bersih tanpa kulit" jawab Angga sambil menunjuk vidio di youtub yg diputarnya


"buka hp mu cari cara mengupas bawang"


dengan cepat Angga menncari sesutu yang harus di cari


"nah"ucapnya sambil memperlihatkan vidio yang di lihatnya


"oke...nih loe yang kupas" Yogi menyodorkan masing-masing 5 bawang merah dan putih


"loh kok gue...tugas gue yang ngulek loe yang ngupas"


tidak ingin berdebat akhirnya Yogi mengalah mengupas semua bawang dibarengi iringan air mata di pipi


"loe kok sedih baperan amatl


"perih bego"


beberapa menit kemudian, kini semua bawang telah terkelupas dan giliran Angga yang menguelek


tuk


tuk


tuk


dengan hentakan keras Angga mengulek membuat Yogi protes


"pelan-pelan Angga pakai perasaan"


"alah lama memakai perasaan tidak menjamin urusan kelar" jawab Angga sambil terus mengulek


"dah" sahutnya selsai walapun hasil ulekan tidak terlalu halus


vidio dilanjutkan


*iris kecil-kecil cabe besar sesuai selera


pause*


"cabe besar-cabe besar mana yaa nah ketemu"


"potong Angga" sahut Yogi memberikan 3 buah cabe besar ke Angga


dengan cepat Angga memotongnya dengan ukuran tak sesuai dengan di vidio yaaa...masing masinh dengan panjang 2 cm


*iris bawang bombay sesui selera


pause*


"kupas Ngga"


dengan pasrah Angga melakukan semua yang diperintahkan Yogi dengan kasar ia mengiris bawang bombai dan lagi-lagi ukurannya yang sedikit besar


setelah itu siapkan margarin


pause


"margarin...yang mana tuh"tanya Yogi segera Youlgi mengarak ke kulkas mencari margarin yang di perlukan


"margarin yang mana Ngga" tanya Yogi yang masih memindai isi kulkas


"enthlah gue nggak tau" jawab acuh Angga


tak ingin ambil pusing Yogi mengambil mentega


"yakin itu margarin"


"entahlah yang penting warnanya sama"


*masukkan margarin ke wajan panas satu sendok makan dan masukkan bawang bombay, bumbu halus yang sudah duli ulek tadi


pause*


"ini kali" tanya Angga sambil mengakat satu teflon dengan ukuran sedikit besar


Angga meletakkan teflon di atas kompor yang sudah menyala


oh yaa bahkan menyalakn komporpun mereka harus lihat youtube dulu gengs😅


setelah dirasa panas ditandai dengan asap dari si teflon Yogi memsukkan satu sendok full mentega ke teflon sedangkan Angga mengabil bawang bombay yang sudah diiris dan bumbu yang tadi di ulek dan memasukannya ke penggorengan


aduk hingga warna mulai kecoklatan dan sampai aromanya wangi saat sudah pas masukka potongan cabe besar yang tadi yaa


Angga dan Yogi mengikuti intruksi dari vidio tersebut


nah setelah bumbu sudah siap masukkan nasi sesuai selera kalian


"ambil nasi Angga" ucap Yogi sambil terus mengaduk si bumbu karena menghunakan api bwsar membuat si bumbu swdikit gosong di berbagai sisi


sedangkan Angga dengan cepat mengambu 2 sendok nasi dan menyerahkannya ke Yogi


aduk hingga semua bumbu rata dengan nasi kemudian beri garam, lada, dan penyedap rasa


"cari garam, penyedap rasa sama lada Ngga"


"garam yang mana Gi"tanya Angga


"coba bego kalau asin nah itu garam"


dan Angga pun mencoba yang diusulkan Yogi


"shit..asin" setelah mendapat garam kini ia dipusingkan dengan sosok lada dan penyedap rasa


"lada ama penyedap rasanya mana Gi"


"entahlah mana ku tau"jawab Yogi yang masih asik mengaduk nasi di taflon dengan keringat mengucur deras di dahinya serat gerakan yang erotis membuat beberapa nasi jatuh kemana-mana


"nah..ini kali" ucap Angga sambil mengambil satu bumbu yang di rasa mirip lada dan ternyata itu ketumbar


"alah penyedap rasanya nggak ketemu"


"ambil yang itu aja" Angga memberikan garam dan bubuk ketumbar yang dikira lada ke Yogi


"berapa sendok Angga"


"sesuai selera"


karna sesuai selera Yogi memasukka setengah sendok garan dan setengah sendok ketumbar


nah setelah semuanya tercampur masukkan sosis dan suiran ayamnya yaa trus aduk lagi


"sosis sama ayamnya mana Angga" tanya Yogi padalnya sedari tadi mereka melupakan dua bahan pokok itu


"tunggu bentar" dengan cekatan Angga mengambil sosis yang ada di kulkas dan potongan ayam goreng di meja makan setelah itu ia memotong cepat sosis dengan ukuran yang tak sama dan mencabik kasar sang ayam bukan suiran yang ada melainkan potongan-potongan yang berantakan


"nah" Angga memberikan semuanya ke Yogi dan tanpa protes Yogi memasukkannya dan mengaduk rata kembali


nah..jika kalian ingin menambhakan kecap manis misa juga yaa


"pake kecap manis atau tidak yaa"


"pake aja..nih"Angga menyodorkan kecap ke Yogi dan Yogi menambahkan kecap di nasi gorenga buatanya


nah selesai sekarang tiriskan


Yogi meniriskan hasil maha karya indahnya ke atas piling yang sudah di beri aksesoris salada dan tomat oleh Angga


selesai


" tos" ajak Yogi ke Angga dan mereka ber tos ria karena hasil karya mereka walaupun tampilannya naudzubillah


"seertinya ada yang kurang deh Gi" tanya Angga sambil memperhatikan nasi gorengnya


"iya tapi apa yaaa" jawab Yogi heran dan mereka seolah flashback mencari apa yang kurang oleh ucapan Cinta tadi


aku mau makan nasi goreng sosis lengkap telur dadarnya ama suir ayamnya...nyam...nyamm..nyam...membayangkannya saja udah ngiler"


"TELUR DADAR" ucap mereka kompok


dengan gerakan cepat mereka membuat telur dadar dan setelah selesai ia meletakkan di atas nasi gorengnya


selesai


Dengan hati gembira mereka membawa nasi goreng ke kamar dengan Angga yang membawa segelas air meneral dan segelas jus orange


ceklek


pintu terbuka tampillah Cinta yang swdang asyik nonton tv


"tadaaaaa....nasi goreng spesiar dari chef Angga dan chef Yogi" drama Angga


swdangkan Cinta hanya menggerutu kesal bagaimana tidak sedati tadi ia harus tahan lapar demi makan nasi goreng itu


Yogi meletakkan nampan berisi nasi goreng ke pangkuan Cinta dan Angga meletakkan nampan berisi minuman di atas nakas


"astagfirullah" istigfar Cinta bagaimana tidak tampilan nasi goreng yang ada dihadapannya sangat jaub dari ekspektasinya potongan cabe besatlr yang besar, bawang-bawang yang seperinya tidak di ulek tapi di geprek dan tampilannya yang hitam entah itu gosong atau apa


"ini gosong atau apa kok hitam"


"itu kecap"


"oh.."dengan agak ragu Cinta mengambil satu suapan berisi potongan telur, sosis dan suiran ayam yang katanya di suir memasukkannya ke dalam mulut


"astagfirullah..ya allah apa salah dan dosa ku ya rabb sehingga makanan yang bisa membuat nikmat kini menyiksa"


dengan paksa Cinta menelannya walauoun tenggorokan seringkali menolaknya dan ingin memuntahkannya bagaimana tidak rasa yang asin serta rasa ketumbar yang menyeruak di dalam mulutnya


"alhamdulillah"


"minum mana minum" dengan segera Cinta menyambar jus orange dan menghabiskannya untuk menetralisir rasa di dalam mulut


"kenapa"tanya Yogi heran


"kalian makanlah aku tau kalian pasti lelah dan lapar"


dengan semangat 45 Angga dan Yogi memakan hasil masakannya dan beberapa menit kemudian


huwek


makanan di muntahkan dan daling berebut air putih untuk mereka minum


"kok rasanya nggak enak yaa"tanya Yogi sedangkan Angga asik mengibaskan tangannya di depan mulutnya sesekali melap lidahnya dengan kaos yang dipakainya


"ini namanya percobaan pembunuhan" ucap Cinta


"HAH"


"